NovelToon NovelToon
Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Pembaca Pikiran / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zhuzhu

Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.

Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.

Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.

Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.

Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"

"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.

Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 23: SAATNYA BEKERJA!

Pagi-pagi sekali, Li Dezai menemui Feng Yuzhen di Istana Fengyi atas perintah Liu Yan. Ketika dia tiba, mekanisme masih terpasang.

Untungnya Liu Yan sudah memberi tahu dia cara menghindari mekanisme yang dipasang di Istana Fengyi. Saat dia masuk, dia melihat bagian dalam istana begitu berantakan.

Kertas-kertas berserakan. Potongan kayu tergeletak di lantai. Kertas lain berisi sketsa mekanisme digantung di sana-sini. Meja besar yang seharusnya dipakai untuk keperluan makan dan menjamu malah dipenuhi dengan peralatan yang belum dibereskan.

Feng Yuzhen sendiri baru bangun dari tidurnya saat dia diberi tahu kedatangan Li Dezai. Noda tinta di wajahnya belum sempat dibasuh saat dia menerima titah dari Liu Yan.

“Kaisar berpesan agar Selir Feng segera bersiap. Kaisar berkata ini saatnya bekerja,” ucap Li Dezai.

“Katakan, kenapa hari ini tiba-tiba Kaisarmu menyuruhku bekerja?”

Li Dezai ragu, karena bagaimanapun itu adalah aib. Tapi, Kaisar juga tidak memberi tahu kalau dia tidak boleh bicara.

Selain itu, Feng Yuzhen juga selir dari Kaisar, dan merupakan selir yang paling diperhatikan dan satu-satunya orang kepercayaannya di harem.

“Semalam saat Nona Mei memberi Kaisar sebuah benda yang dapat melihat benda dari jarak jauh, Kaisar tanpa sengaja melihat ada orang yang mengotori harem.”

Li Dezai kemudian memberikan informasi mengenai siapa selir yang semalam mengotori harem lengkap dengan latar belakangnya.

Senyum di wajah Feng Yuzhen mengembang. Ah, orang ini ternyata. Kebetulan sekali beberapa hari lalu dia dibuat kesal oleh orang ini.

“Pekerjaan bisa aku terima. Tapi, apa imbalannya?”

“Imbalannya tentu sebanding dengan pekerjaan. Kaisar bilang, dia bisa memberikan sketsa perbaikan busur tembak otomatis kepada Selir Feng jika pekerjaan sudah selesai.”

Mata Feng Yuzhen berbinar. Tak disangka Liu Yan secepat itu menemukan celah dalam senjata yang dia kembangkan!

Feng Yuzhen tentu tidak akan melepaskan kesempatan ini. Bagaimanapun, dia memang perlu menyempurnakan busur tembak itu!

“Benarkah?”

“Tentu saja benar. Kaisar tidak pernah bohong pada Anda.”

“Baiklah. Biar aku yang membersihkan halaman belakangnya.”

Feng Yuzhen memanggil pelayan dan menyuruhnya membantunya mempersiapkan diri. Setelah semuanya selesai, dia pergi ke Istana Shuning untuk memberi salam pada Ibu Suri.

Para selir lain sudah lebih dulu tiba. Melihat kedatangan Feng Yuzhen, beberapa selir terlihat mundur dan menghindari interaksi.

“Yo, angin apa yang membawamu kemari hari ini? Saat Ibu Suri memanggil, kau tidak pernah datang. Hari ini kenapa berinisiatif datang memberi salam?” tanya Su Qian dengan nada sinis.

Di sini, dialah yang paling berbakti. Dia mengatur istana belakang membantu Ibu Suri, juga melayaninya dengan sepenuh hati.

Tapi, semua usahanya tidak pernah masuk ke mata Liu Yan. Di mata pria itu, dia hanya setitik debu yang menghalangi pandangan dan tidak pernah dianggap serius.

“Aku sangat berbakti. Tentu saja datang untuk melihat apakah beban Ibu Suri berkurang atau tidak.”

“Selir Su, untuk apa berdebat dengan orang seperti dia? Dia hanya mengandalkan kasih sayang Kaisar dan menguasai Kaisar sendirian. Entah ramuan pemikat apa yang sudah dia gunakan untuk membingungkan hati Kaisar,” sela Selir Li.

“Benar. Selir Su sudah bekerja keras mengelola harem bersama Ibu Suri, sudah sepatutnya mendapat pujian dan hadiah. Apa yang bagus darinya? Dia hanya rubah betina yang menggoda Kaisar untuk memperkuat posisinya saja,” tambah Selir Tang.

Dari tujuh selir Liu Yan, Selir Tang dan Selir Li yang paling suka memprovokasi. Otak bodoh Su Qian sering terpancing dan terjebak omongan mereka. Kedua selir itu selalu suka memperkeruh suasana, semakin memperburuk kerukunan antara Feng Yuzhen dan Su Qian.

Untungnya Su Qian tidak pernah menganggap mereka. Baginya, merekalah yang lebih seperti rubah betina. Bukan hanya ingin menyihir, tapi juga menyesatkan hati orang agar memusuhinya.

“Hoam… Kaisar memang menyayangiku. Kalian iri? Kalau iri kalian bilang saja. Siapa tahu nanti bisa kuajari cara mendapatkan hati Kaisar,” ucap Feng Yuzhen sembari menguap.

Tapi dalam hatinya, dia tertawa puas. Para selir ini masih saja mengira dia punya hubungan romantis dengan Liu Yan dan iri pada sesuatu yang jelas tidak terbukti.

“Selir Feng, jangan terlalu sombong. Semakin kau menyombongkan diri, semakin sakit yang akan kau rasakan ketika jatuh,” ujar Su Qian. Wajahnya sedikit menegang karena kesal. Saputangan di tangannya digenggam erat sampai kusut.

“Hal yang sama juga ingin kukatakan padamu. Hati-hati saat nanti kau terjatuh, jangan menyeret orang lain.”

“Apa maksudmu?”

Feng Yuzhen hanya tersenyum. Ibu Suri tiba diiringi para pelayannya yang sudah tua. Melihat keributan itu, dia menghela napas.

Sejak dahulu, halaman belakang istana ini memang sangat berisik. Jika bukan karena masalah selir menjebak selir, maka pasti saling menyindir dan membicarakan. Telinganya sudah kapalan dan sudah sangat biasa mendengarnya.

“Salam, Ibu Suri. Semoga Ibu Suri panjang umur dan sehat selalu,” ucap enam selir serentak. Feng Yuzhen hanya ikut-ikutan saja.

“Bagus, semakin hari semakin ramai. Kelak masalah kelanjutan keturunan kekaisaran kuserahkan pada kalian. Ingatlah bahwa tujuan kalian menjadi selir adalah untuk memberi keturunan untuk Kaisar, bukan untuk mencari keuntungan demi diri sendiri.”

Tatapan Ibu Suri lalu tertuju pada Feng Yuzhen. Matanya berkedut melihat betapa tidak sopannya Feng Yuzhen.

Walau sudah bisa melihat ketidakpatuhannya, namun hatinya tetap saja merasa kesal. Dia tidak suka ada orang yang bertindak di bawah kendalinya.

“Selir Feng, apa yang membuatmu datang memberi salam padaku hari ini? Bukankah biasanya kau sangat sibuk di istanamu dan enggan menundukkan kepala padaku?” tanya Ibu Suri.

Kata-katanya meluncur menjadi sindiran keras untuk Feng Yuzhen. Ibu Suri menegurnya sekaligus dengan cara yang seperti ini saja.

Bertele-tele dan begitu memuakkan. Dia berpikir, kenapa Ibu Suri tidak langsung mengatakan saja kalau Feng Yuzhen ini sangat tidak tahu aturan dan sangat tidak sopan?

“Aku datang tentu saja untuk berbakti. Di sini aku ingin mewakili Kaisar berbakti padamu karena Kaisar terlalu sibuk mengatur urusan negara.”

Senyum kaku di wajah Ibu Suri sudah cukup untuk memberi tahu semua orang bahwa Kaisar sebenarnya sama sekali tidak memedulikan halaman belakang ini.

Seribut apapun dan sekacau apapun, dia tidak mau repot mengurusnya. Benar-benar membuat orang kesal.

“Aku tidak sanggup menerima bakti dari seorang dermawan besar sepertimu. Jika aku menerimanya, mungkin saja suatu hari kau akan memanjat kepalaku dan duduk di atasnya.”

“Eh, Ibu Suri jangan terlalu serius. Kaisar menyayangiku karena tidak ingin merepotkanmu. Lihat, bukankah harem ini damai? Jika putramu menyayangi banyak wanita, kau sendiri yang akan repot.”

“Lidahmu tajam sekali. Memang pantas jadi putri utusan.”

Luka lama Feng Yuzhen terkorek. Tapi, dia menanggapinya dengan senyuman ringan yang membuat orang-orang di sana agak takut.

Latar belakang istimewa Feng Yuzhen benar-benar sulit dilawan. Itu sebabnya mereka juga tidak berani menghadapinya secara langsung.

“Tapi jika berbicara soal repot atau tidak, Selir Su sepertinya lebih repot dari Anda. Karena urusan yang begitu banyak, dia jadi lalai sekejap. Tidak tahu apakah Ibu Suri juga akan menghukumnya atau tidak.”

“Selir Feng tutup mulutmu! Jangan memfitnahku!”

“Aku tidak memfitnahmu. Sejujurnya aku malu mengatakan ini, tapi Ibu Suri sudah bekerja keras mengelola harem ini bersamamu. Jadi, aku berbaik hati ingin meringankan bebanmu.”

Ibu Suri merasa terganggu. “Selir Feng, katakan saja apa maksudmu.”

“Semalam aku sedang jalan-jalan karena makan terlalu kenyang. Kebetulan melewati taman istana dan paviliun. Siapa yang akan menyangka, bahwa dalam keremangan cahaya dan dinginnya udara malam tadi, ternyata ada sepasang kekasih yang sedang memadu kasih. Uh… suaranya bahkan begitu mesra.”

Feng Yuzhen lalu berdiri dan menghampiri para selir satu per satu. Para selir itu gugup, memundurkan kepala dan menahan napas. Benar-benar terasa mengerikan saat Feng Yuzhen menatap mereka dengan sepasang mata penuh minat itu.

“Aku ingin menganggap tidak melihat apa-apa. Tapi kemudian aku ingat kalau selain Kaisar, laki-laki lain tidak diperbolehkan masuk ke harem. Jadi, aku pun berpikir, kenapa ada laki-laki asing di sana? Apakah ada yang sengaja menyusup dan memaksa? Tapi, aku ingat keduanya sama-sama bersedia.”

Kemudian, tatapannya terhenti pada sosok seorang selir yang duduk di samping Selir Tang. Dia adalah Selir Mu, anak ketiga dari Keluarga Mu, keluarga Wakil Menteri Hukum. Senyum aneh di wajah Feng Yuzhen terbit, membuat Selir Mu bergetar ketakutan.

“Jadi maksudmu, ada selir yang berselingkuh?” tanya Ibu Suri.

“Jangan dengarkan dia. Selir Feng, apa kau punya bukti?”

“Bukti? Ah, tentu saja ada.”

Feng Yuzhen mengeluarkan sebuah dokumen yang tadi diberikan oleh Li Dezai. Dokumen itu kemudian diambil Ibu Suri dan dilihat oleh Su Qian.

Mereka terkejut, seketika menatap Feng Yuzhen dan Selir Mu bersama-sama. Ini… benar-benar sebuah bukti.

“Malam tadi, Selir Mu bertemu dengan seorang pengawal istana dan melakukan hal yang tidak bermoral di paviliun istana. Mereka sudah berhubungan selama beberapa waktu. Istana harem selalu dijaga ketat. Selir Su, beginikah caramu membantu Kaisar dan Ibu Suri?”

Selir Mu yang ketahuan langsung berlutut dan seluruh tubuhnya gemetar. Sial. Kenapa harus ketahuan? Semalam bukankah mereka selalu bertindak penuh hati-hati? Kenapa Selir Feng malah mengetahui perbuatannya?

“Ibu Suri, lalai adalah lalai. Anda tidak akan membedakan orang yang bersalah dan menjatuhkan hukuman, kan?”

Wajah Ibu Suri sedikit menegang. Masalah kebakaran di istananya saja belum menemui titik terang.

Sekarang malah datang masalah perselingkuhan selir dan pengawal. Terlebih, Feng Yuzhen menekannya dan memaksanya turun tangan, menegakkan wibawa tanpa memandang latar belakang.

“Ibu Suri, ini fitnah! Selir Feng, kau memfitnahku!” elak Selir Mu. “Aku sangat setia kepada Kaisar. Mana mungkin aku berselingkuh!”

“Eh, kenapa kau tidak mau mengaku? Cukup panggil para bibi dan periksa tubuh saja. Bukankah akan jelas apakah aku memfitnahmu atau tidak?”

Ibu Suri melambaikan tangan dan dua orang bibi istana yang merupakan pelayan senior datang. Tubuh Selir Mu dibawa ke bilik samping untuk diperiksa.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa tanda kesucian Selir Mu sudah hilang. Mereka juga menemukan ada bercak-bercak merah di sekujur tubuh Selir Mu, mirip seperti gigitan dari gigi manusia.

Setelah dilaporkan, tubuh Selir Mu terkulai lemas. Hancur sudah, semuanya hancur!

“Pengawal! Pukuli pelacur ini sampai mati!” seru Ibu Suri. "Tangkap laki-laki yang menjadi selingkuhannya dan serahkan pada Kementerian Hukum untuk diadili!"

“Ibu Suri, mohon ampun! Ampuni nyawaku! Aku sudah tahu salah! Ampuni nyawaku! Selir Su, tolong aku!”

Su Qian mengepalkan tangannya, menolak membantu Selir Mu. Perbuatan Selir Mu juga menyeretnya. Jika menolongnya, dia akan semakin terpojok.

“Bawa perempuan hina itu!” ucap Su Qian.

“Ibu Suri, bukankah masih ada satu orang lagi yang harus dihukum?”

Ibu Suri menahan napas dan memejamkan mata. Dia sempat melirik Su Qian sebentar sebelum akhirnya berkata, “Selir Su lalai dalam menjaga selir dan membiarkan orang mengotori harem. Mengingat dia adalah selir tingkat tinggi dan telah bekerja keras, dia akan dihukum cambuk sepuluh kali dan dikurung selama tiga bulan!”

“Ibu Suri… aku sudah tahu salah dan lalai… tolong jangan mengurungku,” mohon Su Qian.

Tapi, penolakannya tidak berguna. Di hadapan para selir, Ibu Suri tentu tidak bisa memihak. Terpaksa dia menjatuhkan hukuman pada keponakan kesayangannya.

“Pekerjaanku sudah selesai. Ibu Suri, selamat menikmati harimu. Jangan lupa memanggil tabib untuk mengobati Selir Su!”

1
Ai
sekejam kejamnya ibu kandung tdk mgkn mencelakai anaknya sendiri meski anak itu ada dari seorg laki2 yg tdk dia suka.. klo cuma mengacuhkan msh bisa ditoleransi tapi ini keterlaluan, klo aku jg akan benci setengah mati sama ibu yg spt itu
Ai: banget banget banget 🤭
total 2 replies
Biyan Narendra
Sempet khawatir banget td sama Mei..
Takut knp knp sama Liu yan
Sun Flower: tenang pemirsa
total 1 replies
Imas Fatimah
kayaknya mereka ini satu ibu beda ayah 🤭😉
Sun Flower: hmmmmmm
total 1 replies
Dyana
bgus ibu suri ni d apa in y... Liu cheg jg mnding d buang jauhhh.. putri ruoxi d nikahnya aj k tmpat jauh ga bs balik lg.... huhhhhhb
Sun Flower: digoreng rame-rame
total 1 replies
Dyana
mg aj putri ruoxi ini bknsahabat zhiyi yg brkhianat... mg aj org baik
Sun Flower: baik gak yaaa
total 1 replies
Ai
tenang mei zhiyi tdk akan mati semudah itu😄
Ai: 🤣🤣🤣🤣lanjut yg bnyk thor
total 2 replies
vivi oh vivi
🤭🤭
Sun Flower: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
Biyan Narendra
Semoga Mei baik baik saja
Sun Flower: baik-baik kok
total 1 replies
Biyan Narendra
Makin gondok dong ibu Suri
😁😁😁😁
Sun Flower: darting gak tuh
total 1 replies
Biyan Narendra
bakalan rame nih pestanya
Sun Flower: mau ikut?
total 1 replies
Imas Fatimah
wah...penasaran nih kelanjutannya,up lg thor..
Sun Flower: siappp
total 1 replies
Machsunatul Istianah
hmmm.... mencurigakan putri ruoxi ini🤔
Sun Flower: kenapa hayooo
total 1 replies
Libra
Putri Ruoxi itu musuh Zhiyi di dunia modern ya kk author?
nebak" aja dulu
Sun Flower: coba tebakkk
total 1 replies
Biyan Narendra
🤣🤣🤣🤣🤣
Emang enak di ghibahin sama Mei
Sun Flower: gibahin dalam hati lebih seru, apalagi kalau bisa didengar, mau kesal pun tak berdaya🤣
total 1 replies
Ai
apakah penyerangan mei zhiyi ada hubungannya dg putri ruoxi.. tp knp dan apa alasannya? penasaran ini thor
Ai: ada hubungannya ini pasti soale klo ibu suri ndak mgkn
total 2 replies
Ai
andai kaisar daqi tau yg sebenar nya kampung halaman yg diceritakan mei zhiyi berasal dari dunia yg jauhhh di masa depan gimana respect ya
Ai: klo kaisar daqi ikut pantes klo jd ceo keren pasti y thor😄
total 2 replies
Machsunatul Istianah
Liu zhao atau putri ruoxi itu perpindahan jiwa yao shu🤔
Sun Flower: ayoo tebakkk
total 1 replies
Imas Fatimah
mungkinkah yg menyerang Mei itu putri Ruoxsi?🤔
Sun Flower: apa alasannya cobaa
total 1 replies
Imas Fatimah
kaisar bisa membaca pikiran org lain?atau khusus Mei saja yg bisa dibaca pikirannya?
Sun Flower: cheat khusus untuk Mei Zhiyi
total 1 replies
Machsunatul Istianah
pujian yang ber bahaya 😁
Sun Flower: berbahaya untuk jantung dan hati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!