Malika adalah murid cerdas cantik selalu juara di sekolahnya dan tiba tiba saja dirinya harus di jodohkan dengan seseorang yang Malika tak suka, karena selalu buat keributan di sekolah
pria itu bernama Sumedh Alexander yang merupakan putra seorang pengusaha ayah nya teman ayah Malika yang telah tiada ,sifat Sumedh adalah jail sedikit arogan dan juga bermusuhan dengan Malika setiap sekolah karena Malika murid yang cukup berani dengannya..
apakah mereka akan setuju menikah atau justru menolak karena mereka bermusuhan di sekolah?
_____________________________________
"nak ,mau kamu penuhi keinginan terakhir ayahmu?"tanya Ambika membuat Malika mengerutkan keningnya.
"memangnya,apa keinginan ayah?"tanya Malika balik membuat Ambika menghela nafas.
"JODOHKAN mu dengan anak teman ayah!"jawab Ambika membuat Malika terkejut.
"Mahh.. aku masih sekolah,lagi pula aku udah punya kekasih,"ucap Malika membuat Ambika tersenyum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam yang panas +18
tiba tiba saja ada suara petir membuat Malika kaget terlihat takut dengan petir lalu Sumedh pun mendekat Malika yang sedang baring di ranjang reflek Malika memeluk Sumedh membuat Sumedh terkejut..
mereka pun saling menatap jantung mereka sama sama berdegup kencang, lalu Sumedh mengecup kening Malika satukan tangan mereka keningnya mereka menempel, mereka begitu intim malam ini..
"Aku mencintai mu,"bisik Sumedh membuat Malika menatap.
"Aku juga, mencintaimu Sumedh!"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.
Sumedh pun menghela nafas hasratnya naik karena Malika sentuh tubuhnya yang paling sensitif, Sumedh pun segera lakukan penyatuan membuat Malika terkejut lalu genggam erat tangan Sumedh air mata tiba-tiba menetes..
"kenapa Malika?"tanya Sumedh membuat Malika geleng.
"ngga Sumedh, hanya sedikit sakit sesak,"jawab Malika membuat Sumedh menghela nafas.
"Ehmm.. kalo aku buatmu sakit, bilang ya karena aku ngga mau kamu merasa tak nyaman,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk.
"shh.. kamu masih lumayan sempit Malika,"desis Sumedh.
"aku baru merasakan ini,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.
"Ehmm.. boleh aku, lakukan cepat?"tanya Sumedh membuat Malika merona.
"iya boleh!"jawab Malika merasa gugup.
Sumedh pun segera bergerak karena ngga mau ulur waktu udah lumayan malam mereka berhubungan, menatap Malika yang dari tadi terpejam membuat Sumedh tersenyum lalu kecup keningnya dengan lembut..
"wajah mu,makin memerah Sumedh?"tanya Malika membuat Sumedh tersenyum.
"karena sudah puncak nya sayang!"jawab Sumedh membuat Malika bingung.
Sumedh satukan keningnya dengan Malika nafas naik turun kedua nya lalu Malika menatap Sumedh mengusap keringat Sumedh di kening Sumedh membuat Sumedh tersenyum..
"Aku ingin,kamu segera mengandung anakku,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk.
"kamu dulu sayang,aku nyusul!"bisik Sumedh membuat Malika merona.
Malika pun cengkram lengan Sumedh membuat Sumedh tersenyum lalu makin semangat agar dirinya pun bisa buat Malika keluar lebih dulu,Sumedh mencoba tahan agar dirinya tak keluar dan akhirnya Malika pun berhasil keluar membuat Sumedh menghela nafas..
"Yaampun Sumedh, kenapa aku merasa sesuatu yang membesar?"tanya Malika dengan ngos ngosan.
"Yahh.. karena,aku akan segera isi kamu!"jawab Sumedh merasa geram.
_____________________________________
Setelah beberapa menit akhir Sumedh dan Malika segera selesaikan lakukan Hb dengan perasaan penuh cinta,Sumedh pun menatap Malika lalu memeluk Malika merasa lega akhirnya bisa memenuhi keinginan mamah Sumedh..
"Terimakasih sayang,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk.
Sumedh pun menyender di kayu ranjang dengan menghela nafas mencoba atur nafas nya karena sangat lelah,lalu Sumedh menarik Malika agar di pelukannya Malika pun menatap Sumedh yang sedang pejamkan mata..
"Tampan!"celetuk Malika membuat Sumedh terkekeh.
"Heh, keadaan kacau gini kamu malah bilang aku tampan astaga!"ucap Sumedh merasa tercengang.
Malika pun ambil tisu usap kening Sumedh membuat Sumedh menatap,lalu perbaiki rambut Malika yang berantakan tak menyangka berjodoh dengan adik kelas sendiri namun bersyukur Malika sangat tulus dengan Sumedh begitu pun Sumedh..
"Terimakasih sudah,mau pertahankan pernikahan kita,"ucap Sumedh membuat Malika tersenyum.
"Aku merasa bersyukur,kamu pun mau sabar mencintai ku,"ucap Malika membuat Sumedh mengerutkan keningnya.
"Kata siapa cinta?"tanya Sumedh membuat Malika mengerutkan keningnya.
"Kamu waktu itu ih!"jawab Malika.
"Atau kamu bohongi aku,"ucap Malika membuat Sumedh terkejut.
"Haha.. ngga Malika,aku hanya bercanda sayang!"ucap Sumedh membuat Malika menghela nafas.
_____________________________________________
PAGI HARI KEMUDIAN..
Pagi ini hari Minggu kantor pun libur Sumedh sedang olahraga gym karena sudah lama ngga nge gym,Sumedh bersama Devan karena udah janjian Mereka benar benar sudah damai dengan keadaan keluarga mereka dan juga Devan ikhlas Malika menjadi istri Sumedh..
"Dimana Istrimu?"tanya Devan membuat Sumedh menghela nafas.
"Mungkin dia masih beres beres,"jawab Sumedh membuat Devan ngangguk.
Sementara itu Malika ternyata datang ke tempat Gym bersama temannya seperti biasa walaupun semalam sebenarnya lelah,gara gara Sumedh semalam walaupun lembut tapi tetap tubuhnya berasa pegal..
"Ah.. itu Malika!"celetuk Devan membuat Sumedh terkejut.
"Kamu mau olahraga?"tanya Sumedh membuat Malika mengerutkan keningnya.
"Iya lah.. masa mau jungkir balik!"jawab Malika membuat Sumedh terkekeh.
Malika pun bingung karena mau cari pelatih gym tapi belum berangkat lalu tiba tiba Sumedh hampiri Malika yang sedang sit up,Sumedh pun bantu Malika membuat Malika terkejut lalu merasa gugup ingat kejadian semalam..
"Ayo aku yang latih sayang,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk saja.
"Kenapa harus cari pelatih,kan ada aku?"tanya Sumedh membuat Malika menghela nafas.
"Kalo kamu pelatihnya,aku ngga fokus!"jawab Malika membuat Sumedh terkekeh.
Sumedh pun tahan kaki Malika karena sedang melatih Malika olahraga sit up,namun tiba-tiba kening mereka bertabrakan membuat Malika terkejut lalu menatap Sumedh dengan intens jantung nya berdegup kencang..
"Huft, jantung ku ngga aman Malika,"ucap Sumedh membuat Malika terkekeh.