jika hati sudah memilih, maka logika tak bisa lagi bicara. percuma saja punya kriteria jika yang sesungguhnya menilai adalah perasaan
kita tak pernah tau pada siapa akan jatuh cinta, ketika hati memilih bukan kesempurnaan yang diutamakan, tapi cintalah yang menjadikannya sempurna
ku memilihmu, karena kamulah cintaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hilang Kabar
assalamua'laikum
"kak clay, keyza ada disana?"
Gaffi menunggu istrinya pulang biasanya sebelum jam dua belas sudah minta jemput atau sudah berada di rumah. sudah subuh dan gaffi di rumah sakit tapi tidak ada yang tahu kemana keyza pergi
Beberapa informasi mengatakan bahwa keyza sudah izin pulang dan tak ada lagi yang melihat
Gaffi menghubungi clayton yang memang istrinya adalah sahabat keyza
"engga gaf, ada apa?" clayton yang baru bangun tidur langsung terkejut gaffi pagi buta bertanya keberadaan adiknya
"sebentar" clayton membangunkan gita
"sayang, keyza semalam kesini?" clayton cukup panik. keyza memang bandel tapi selalu pulang selama ini
"engga yang, tapi aku lihat dulu siapa tahu sama aruni" gita langsung mengambil baju dan keluar kamar
"gaf, kita cari di rumah dulu, nanti saya telfon lagi" clayton juga ikut mencari keyza di rumah
Beberapa menit kemudian clayton mengabarkan bahwa keyza tak ada di rumahnya
Gaffi menghubungi ayah dan juga papanya. Meminta bantuan pada dendi yang banyak bekerja sama dengan pihak polisi
gaffi berputar mencari keyza sampai ke makam orang tuanya, berharap menemukan istrinya disana
nyatanya nihil. Gaffi bingung harus kemana lagi. Membuka ponselnya menghubungi novi, mungkin saja ada janji. Hasilnya juga tak ada
Gaffi pulang ke rumah juga penuh harap keyza sudah ada di rumah.
"bu marni, keyza sudah pulang?" gaffi berharap jawabannya ada
"belum den, belum ada kabar ya den?" bu marni juga ikut khawatir. Rumah sangat sepi saat majikannya itu tak ada
"ya sudah bu, saya ke kamar dulu" gaffi ingin beistirahat sambil meminta bantuan orang yang ahli dalam bidangnya. Untuk lapor polisi gaffi harus menunggu dua puluh empat jam dulu
Gaffi mandi dan beribadah, berdoa agar istrinya dilindungi dan juga pulang dalam keadaan selamat
lepas ibadah gaffi terus mencari informasi, dan menunggu kabar istrinya
Ponselnya sudah tak aktif dan terakhir dilacak ada di rumah sakit. Gaffi bergegas kembali ke rumah sakit. Mungkin istrinya ketiduran atau lelah dan memang terbiasa bangun siang
Sesampainya di rumah sakit gaffi hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya. Masih belum bisa menemukan keyza
"gimana den?" gaffi menelfon adiknya
"kalau dari analisis teman ku, insyaallah kak key bukan diculik kak. Saya masih tetap mencari informasi kita yakin saja istri kakak akan kembali dalam keadaan baik" dendi memberikan dukungan penuh pada kakaknya
"iya den, makasih" gaffi tak langsung kembali pulang tapi masih berada dimobil menunggu istrinya sampai malam menjelang
Gaffi kembali masuk ke rumah sakit dan mencari di ruang kerja istrinya. Kata teman satu ruangnya hari ini dan besok keyza tak ada jadwal
setelah menanyakan banyak hal gaffi memutuskan pulang dan mencari tempat lain.
"apartemen!" gaffi ingat dia pernah mengajak keyza ke apart miliknya dan istrinya itu menyukai pemandangannya
Gaffi dengan kecepatan tinggi mengendarai mobil ke apart nya ditengah kemacetan kota
sudah tengah malam gaffi lelah dan memutuskan bermalam di apart. Seharian tak makan dan istirahat hanya saat ibadah saja
Gaffi membaringkan tubuhnya. Terus berdoa agar pagi nanti bangun sudah ada kabar dari istrinya
Sangat sulit untuk memejamkan mata, semua bayangan indah keyza melintasi pikirannya tak mau diam
hanya tubuhnya yang tidur tapi mata dan pikirannya tak bisa
"kamu dimana sayang, maaf aku tak bisa menjagamu" gaffi melihat foto keyza diponselnya dan menangis
Tak lama ada panggilan masuk dari nomer tak dikenal
"halo, ini siapa?"
"ha---lo, ini......" tut...tut...tut
"sayang, ini kamu ya?" gaffi mengenali suara keyza
Sayangnya suaranya tak jelas dan langsung mati lagi
Gaffi menghubungi ulang sampai berkali-kali tapi tak bisa