NovelToon NovelToon
Erick-Melina Dosen Dan Mahasiswinya

Erick-Melina Dosen Dan Mahasiswinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Dosen / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Greta Ela

Melina Lamthana tak pernah merencanakan untuk jatuh cinta ditahun pertamanya kuliah. Ia hanya seorang mahasiswi biasa yang mencoba banyak hal baru dikampus. Mulai mengenali lingkungan kampus yang baru, beradaptasi kepada teman baru dan dosen. Gadis ini berasal dari SMA Chaya jurusan IPA dan Ia memilih jurusan biologi murni sebagai program studi perkuliahannya dikarenakan juga dirinya menyatu dengan alam.

Sosok Melina selalu diperhatikan oleh Erick Frag seorang dosen biologi muda yang dikenal dingin, cerdas, dan nyaris tak tersentuh gosip. Mahasiswi berbondong-bondong ingin mendapatkan hati sang dosen termasuk dosen perempuan muda. Namun, dihati Erick hanya terpikat oleh mahasiswi baru itu. Apakah mereka akan bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greta Ela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Bunga mempersiapkan bahan masakan, Ia memutuskan untuk memasak sup saja, cocok juga untuk orang sakit.

Aroma sup hangat perlahan mulai terasa.

Ia berdiri di dapur dengan mengaduk panci berisi sup ayam yang baru saja mendidih. Api kompor sudah ia kecilkan sejak beberapa menit lalu. Ia tidak terburu-buru. Sesekali matanya melirik ke arah kamar, memastikan Melina masih berbaring dengan tenang.

Sup itu sederhana, hanya kuah bening, potongan wortel, kentang, dan suwiran ayam. Tidak istimewa, tapi cukup untuk perut orang sakit.

Setelah mematikan kompor, Bunga menuangkan sup ke mangkuk. Ia meniup perlahan sebelum membawa mangkuk itu ke kamar.

Melina masih berbaring setengah miring, punggungnya disandarkan ke bantal. Matanya terbuka, menatap langit-langit kamar tanpa fokus. Wajahnya pucat, tapi napasnya sudah sedikit lebih teratur dibanding saat mereka baru pulang dari kampus.

"Mel," panggil Bunga pelan.

Melina menoleh. "Hm?"

"Makan dulu."

Bunga duduk di tepi ranjang. Ia mengambil sendok, meniup sup sekali lagi sebelum menyuapkannya ke mulut Melina. Melina menuruti tanpa protes. Rasa hangat sup langsung terasa di tenggorokannya.

"Panas dikit?" tanya Bunga.

"Eggak kok," jawab Melina pelan.

Bunga menyuapi dengan sabar. Tidak banyak bicara. Ia tahu Melina tidak suka ditanya berlebihan saat kondisinya sedang begini. Beberapa sendok masuk, meski Melina memakannya perlahan.

"Habisin ya, walau dikit," ujar Bunga.

"Iya."

Setelah mangkuk hampir kosong, Bunga meletakkannya di meja kecil. Ia lalu mengambil obat dari laci, obat penurun panas dan vitamin.

"Ini diminum," katanya sambil memberikan segelas air hangat.

Melina menelan obat itu tanpa banyak bicara.

"Abis ini istirahat. Jangan main ponsel," tambah Bunga.

Melina hanya mengangguk.

Bunga berdiri, membereskan mangkuk, lalu kembali ke dapur. Ia mengambil porsi sup untuk dirinya sendiri dan makan siang dengan cepat.

Tepat saat Bunga makan, ia teringat pada kelas tadi pagi. Wajah Melina yang jelas tidak baik-baik saja ke sikap Erick yang terasa berbeda.

Setelah selesai, Bunga kembali ke kamar. Melina sudah memejamkan mata, tapi ia tidak tidur.

"Tidur?" tanya Bunga pelan.

"Enggak. Cuma merem," jawab Melina.

"Yaudah. Istirahat aja."

Bunga duduk di kursi belajar, membuka laptop sebentar. Ia berniat mengerjakan tugas, tapi perhatiannya teralihkan saat layar ponsel Melina menyala yang tergeletak di samping bantal.

Sebuah notifikasi masuk.

Nama di layar itu terlihat sekilas.

Erick.

Bunga refleks melirik, tapi hanya sepersekian detik. Layar itu langsung mati kembali. Ia mengerjap, ragu dengan apa yang baru saja ia lihat.

"Perasaanku aja kali," gumamnya pelan.

Ia tidak menoleh lagi. Tidak ingin terlihat kepo. Lagi pula, dosen mengirim pesan ke mahasiswa bukan hal aneh. Bunga berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

Beberapa detik kemudian, ponsel Melina berbunyi lagi. Kali ini Melina membuka mata.

Ia meraih ponselnya.

Layar menampilkan percakapan dengan nama yang sama.

Satu pesan sudah terhapus. Melina terdiam. Jantungnya berdegup lebih cepat. Tangannya sedikit bergetar saat menatap ponselnya.

"Kenapa?" tanya Bunga tanpa menoleh.

"Nggak... nggak apa-apa," jawab Melina.

Tiga menit kemudian, lalu ponsel itu kembali berbunyi.

Pesan baru masuk.

Melina membukanya.

@Erick: "Bagaimana keadaanmu sekarang?"

Singkat, formal, tidak ada emot, dan tidak ada panggilan romantis

Melina menelan ludah. Ia mengetik balasan.

@Melinaa_: "Masih agak pusing."

Tidak sampai satu menit, balasan datang.

@Erick: "Seharusnya kamu tidak usah masuk tadi. Tunggu UAS aja dua hari lagi. Kondisimu belum fit."

Melina menatap pesan itu lama. Hatinya terasa sakit.

Harusnya kamu tidak usah masuk.

Kalimat itu terngiang-ngiang di kepalanya. Padahal semalam Erick mengatakan ia rindu. Mengatakan ingin merawatnya. Mengatakan tidak sabar melihatnya lagi. Tapi hari ini di kelas, di pesan, semuanya terasa dingin dan berjarak.

Melina membalas singkat.

@Melinaa_: "Iya"

Hanya itu. Percakapan berhenti.

Melina meletakkan ponselnya kembali ke samping bantal. Matanya kembali menatap langit-langit kamarnya. Perasaan tidak enak mengendap di dadanya, bercampur dengan lelah yang tidak sepenuhnya berasal dari sakit.

Bunga melirik sekilas dari kursinya.

"Kamu chat sama siapa?" tanyanya, nada suaranya dibuat santai.

"Nggak," jawab Melina. "Cuma scroll IG."

"Oh."

Bunga mengangguk. Ia kembali menatap layar laptop, tapi pikirannya tidak sepenuhnya di sana.

Tadi... apa benar ia melihat nama Pak Erick?

Atau cuma salah lihat?

Bunga tidak ingin langsung berprasangka. Ia tahu Melina sedang sakit. Ia tahu situasi di kampus juga melelahkan. Ia memilih diam, meski ada sesuatu yang terasa mengganjal.

Melina memejamkan mata lagi, kali ini lebih lama. Bukan untuk tidur, tapi untuk menenangkan pikirannya yang mulai kacau.

"Mel, kalau kamu ada masalah cerita aja sama aku." ujar Bunga.

"Kamu kok bisa sakit kayak gini, Mel? Kamu mikirin apa?" akhirnya Bunga meninggalkan meja belajarnya dan duduk disamping Melina.

Melina tidak melihat Bunga. Memang seharusnya Ia menutupi rahasia itu dari Bunga.

"Nggak ada Bunga. Aku hanya ingin tidur. Kepalaku masih sakit." jawabnya tanpa melihat Bunga

Lama-kelamaan, Bunga menjadi curiga. Wajah Melina menunjukkan seperti ada sesuatu yang disembunyikan.

"Oh, ya udah. Kalau kamu mau minum atau ke kamar mandi, langsung panggil aku aja ya. Aku nugas kok, gak kemana-mana." tawar Bunga.

Melina hanya mengangguk lalu menutup matanya. Ia mencoba mengalihkan perhatiannya, menyingkirkan Erick dari pikirannya sejenak.

"Hmm kok Melina jadi gini, ya?" ujar Bunga dalam hatinya.

Bunga lalu kembali ke laptopnya dan mengerjakan beberapa laporan praktikum, tugas dari Pak Erick dan beberapa tugas project lain.

Jika ada waktu senggang, Bunga juga menyempatkan mengerjakan tugas Melina. Karena sebentar lagi UAS, jika tugas tidak selesai, maka tidak bisa ikut UAS. Ia tidak mungkin membiarkan Melina yang sakit mengerjakan tugas berat ini.

Hingga sore hari, Bunga selesai mengerjakan semua laporannya dan menyicil tugas Melina satu-persatu.

Melina membuka matanya dan melihat bagaimana Bunga dengan tulus mengerjakan tugas yang seharusnya menjadi tanggung jawab Melina. Ia tidak berkata apa-apa, Ia merasa bersalah pada Bunga karena harus berbohong.

Saat Bunga mengetik laporan praktikum Melina, Ia melihat ponsel Melina menyala lagi, kali ini ada nontifikasi tapi dari Devano.

"Mel, ada yang ngirim pesan sama kamu." ujar Bunga

"Siapa?"

"Devano." katanya

"Oh, biarin aja. Nanti aku balas." Melina membelakangi Bunga.

Bunga menghela nafas pelan dan tidak memaksa Melina. Mungkin kecurigaannya hanya perasaannya saja. Ia lalu melanjutkan tugas laprak Melina. Tidak terlalu banyak karena Melina juga suka menyicil tugas dari pada membiarkan menumpuk.

"Oke, beres." Bunga meregangkan tubuhnya.

"Mel, kepala kamu masih sakit?" Bunga duduk ditepi ranjang Melina.

"Udah mendingan." jawabnya singkat.

"Besok kamu masuk kuliah?" tanyanya

Melina mengangguk.

Melina peralahan duduk diranjangnya lalu meregangkan tubuhnya.

"Udah mendingan kok. Aku mau ke kamar mandi" ujarnya

"Perlu aku pegang?" tawar Bunga.

"Enggak usah Bunga. Aku bisa sendiri."

Perlahan sikap Melina mulai berubah, Ia harusnya tidak pernah menolak bantuan Bunga. Memang sebelumnya Ia pernah sakit sewaktu SMA dan Ia sangat manja pada Bunga.

Tapi semenjak masuk semester tiga ini, sifat Melina mulai berubah, keceriaanya berkurang, kadang Ia pusing sendiri, kadang bermain ponsel terlalu lama.

"Mel, ada apa denganmu?" ujar Bunga dalam hatinya.

1
CACASTAR
bagus
Kasychan`●⑅⃝😽
panas ga tuh si erick🤣
ℜ𝔞𝔦𝔫 𝔦𝔫 𝔖𝔲𝔪𝔪𝔢𝔯
Pada dasarnya. wanita akan benar - benar aman dan di ratukan di tangan pria yang benar - benar tulus mencintainya. Semoga hubunganny Langgeng pak Erick dan melina /Rose//Determined/
ℜ𝔞𝔦𝔫 𝔦𝔫 𝔖𝔲𝔪𝔪𝔢𝔯
Rupanya milan ni terkenal dimana mana lah...🤭
MARDONI
Melina yang milih nunggu libur semester tuh keliatan dewasa dan kalem… makin bikin aku sayang sama dia.
Greta Ela🦋🌺: Awas nanti Pak Erick ngamuk, kak Doniii🤣
total 1 replies
MARDONI
Baru seminggu tapi rasanya Melina udah nyatu banget sama dunia kampus 🥺 vibes-nya tenang dan nyaman
Noname
sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi 🗿
L̲̅I̲̅L̲̅Y̲̅V̲̅E̲̅Y̲̅
kirain luna maksa wkwkwk 🤣, untunglah sadar diri🤭
Hans_Sejin13
kenapa dengan bunga tulip nya ?
Greta Ela🦋🌺: Kenapa hayo?👀
total 1 replies
chemistrynana
dan Yap,sudah ku duga🤭🤭🤭
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
duh bunga.. Melina kan masii ingin berduaan ama pak dosen👉👈
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
tersadar😌
Greta Ela🦋🌺: Boleh dong🤭
total 3 replies
Alyaaa_Lryyy.
lelah letih lesuu campur mnjdi satuu , huff kuat2 yah klian brduaa , ttp sling menguatkan satu sm lain 🤗
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
ga kebayang klo misal ada yg ketuk pintu 🙈
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤: berharap pas enak enaknya ada yang ketuk pintu 🤣🤣🤣
total 2 replies
d_midah
udah bikin anak orang nangis, malah gak nongol.
kemana bang Erick? lagi nangis di pojokan😭😭
Greta Ela🦋🌺: Tabok aja ka Mida😇
total 1 replies
d_midah
😭😭😭😭😭 tiba-tiba dibuat nangis😭
d_midah
Yaampun bang, kamu jahat🥲
Anak orang kamu bikin nangis🥲
d_midah
Kasian banget babang satu ini, udah gak tahan🥲
nikahin dulu gih pak😇
Greta Ela🦋🌺: Stres dia itu ges. Kalau perlu tabok aja ya
total 1 replies
d_midah
Hayoloh pak Erick, kamu buat anak orang galau 🤭
d_midah
setan datanglah.. setan datanglaaah,😈😈 terus goda pak Erick 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!