NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Bab 27

Tion sudan pulang ke rumahnya. Kini tinggal Arina sendiri di kamarnya. Dia mulai bosan lagi setelah kepergian Tion, dia mencari Rania. Ternyata Rania ada di ruang tamu sedang menonton TV bersama para pelayan.

"Kemana saja kau Ran? Aku mencarimu." Ujar Arina pada sahabatnya itu.

"Aku di sini, tadi ada kakakmu, aku tidak enak di antara kalian berdua bicara, jadi aku keluar sebentar." Ujar Rania pada Arina.

Mereka tidak melanjutkan nonton TV, mereka akan pergi ke studio Alexa untuk melihat proses syuting. Walau pun sudah tidak berada di defisi anti kriminal, Alexa masih menjadi sutradara.

Mereka berangkat dengan skuter milik Rania yang sudab terparkir di depan halaman. Tak lupa mereka mampir ke warung dimsum maknyus kesukaan Alexa. Arina memesan dua belas porsi untuk Alexa, dan para krunya. Dia lalu mengatakan pada warung dimsum untuk mengirimnya ke alamat yang sudah Arina tulis.

Setelah itu Arina pergi ke lokasi syuting Alexa. Dia melihat Alexa, dan timnya sedang istirahat. Tak lama berselang Alexa pun melihat Arina yang di ikuti driver pengantar dimsum dari warung dimsum maknyus.

Alexa sangat senang sebab oerhatian Arina padanya. Dia memuji Arina, dan menyuruhnya untuk duduk di sampingnya. Arina senang Alexa bahagia bisa makan, makanan kesukaannya.

"Kak Alexa, adik iparmunini sungguh perhatian, mengunjungimu di saat kita sedang lapar begini, sambil bawa dimsum. " Ujar salah satu kru. Alexa hanya tersenyum saja. Sementara Arina masih dalam mode dinginnya.

"Kenapa dia tidak tersenyum?" Tanya salah satu kru pada Alexa.

"Dia memang agak kaku anaknya, Arina memang jarang tersenyum." Ujar Alexa pada kru yang menanyainya. "Arina bagaimana kalau kau berakting lagi? Aku ingin melihat aktingmu, gantikan aktorku yang sedang cedera sebentar."

Setelah mendengar penuturan Alexa yang kedua, para kru terkejut. Bagaimana orang yang jarang tersenyum, dan kaku seperti Arina menggantikan karakter ceria?

"Aku tidak setuju Kak Alexa. Seperti katamu, anak ini kaku, dan tidak terbiasa tersenyum, bagaimana di bisa menggantikan karakter polos yang ceria?" Tanya salah satu Kru.

"Lihat saja nanti." Ujar Alexa percaya diri, dia segera memberikan skenario film pada Arina. Arina pun memahaminya lantas berkata.

"Jangan lupa bayar aku, ini tidak gratis." Bisik Arina pada Alexa.

Alexa menganggukkan kepalanya mengerti, dia juga tidak mungkin menyuruh-nyuruh Arina lantas tidak membayar.

Arina lalu mulai berakting, aktingnya begitu sempurna seolah-olah itu bukan Arina yang biasanya dingin. Karakter benar-benar alami, dan sangat sesuai dengan peran.

Para Kru bertepuk tangan ketika kata Cut di dapatkan, bahkan yang tadi protes hanya bisa terpana saja. Alexa sebenarnya ingin Arina menjadi Aktris, tapi Arina selalu menolak. Dia tidak ingin kehidupannya di penuhi kamera, dan tidak bebas. Alexa pun mengerti dengan keputusan Arina tersebut.

"Aktingmu bagus, kenapa kamu kaku sekali? Harusnya bisa seperti di aktingkan?" Tanya Kru yang tadi protes.

"Kamu mau aku berpura-pura di kehidupan asli?" Tanya Arina.

Si Kru tadi langsung menggelengkan kepalanya. Dia paham maksud Arina adalah lebih baik menjadi diri sendiri.

"Kamu tidak minat menjadi aktris?" Tqnya Kru yang lain, krunyang tafi protes juga ingin bertanya soal itu, tapi temannya sudah tanya duluan.

"Tidak, lebih seru bebaskan." Ujar Arina dengan muka seriusnya.

Para kru pun bubar. Mereka melanjutkan pekerjaan. Dan Arina melihat Alexa bekerja dengan keras di set film. Arina lalu beroamitan pada Alexa. Tak lupa dia berpamitan dengan kru film juga.

Banyak dari kru yang merasa jika Arina sebenarnya baik, sopan, dan dermawan. Hanya saja dia agak cuek, dan dingin. Meski begitu mereka menyikai Arina yang seperti itu, seperti kata Arina, lebih baik apa adanya dari pada harus berakting di dunia nyata. Meski akting di dunia maya memang di lakukan aktor. Tapi Arina memilih menjadi diri sendiri, dan tidak ingin terikat menjadi aktor.

Hari sudah sore, mata hari hampir terbenam. Arina memutuskan untuk ke pantai sebentar. Dia ingin melihat pemandangan, dan melihat mata hari tenggelam. Di pantai tampak seorang pria sedang menatap laut yang sama.

Dia adalah Bagas, teman satu SMA Arina. Apa yang Bagas lakukan di pantai sendirian? Biasanya dia bersama Selo, kemana teman baik Bagas itu sekarang?

Bagas menoleh, dan melihat mata Arina. Dia senang bisa bertemu Arina di sana.

"Arina. Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Bagas pada Arina yang tampak mencinjing roknyanyang panjang.

"Aku melihat mata hati tenggelam, aku suka senja." Ujar Arina pada Bagas. "Kau sendiri ngapain di sini?" Tanya Arina pada Bagas.

"Aku ke rumah Selo, dia tinggal di sekitar sini." Balas Bagas pada Arina. Dia hanya tersenyum tipis, senyum yang mengisyaratkan bahwa dia sedang sedih.

"Lalu di mana Selo?" Ujar Arina pada Bagas.

"Dia di rumahnya mengambil Air kelapa, dia bilang akan segera kembali." Bagas lalu melihat ke arah rumah Selo. "Lihat itu dia kembali." Ujar Bagas menunjuk ke arah Selo yang membawa tiga buah kelapa.

Selo memang melihat Arina tadi, jadi dia bawakan juga untuk Arina. Arina jadi merasa canggung, sebab dia merasa tidak dekat dengan Bagas, dan Selo, meski kedua orang itu pernah merayakan ualng tahun Arina.

"Arina, Bagas, silahkan di minum." Ujar Selo pada dua temannya yang semasa SMA itu.

Arina pun berterima kasih pada Selo, Selo hanya tersenyum saja melihat Arina. Bagas menatap Arina dengan mata sendu, dia sedih, karena tinggal menunggu hari, Arina, dan Rania akan pergi ke Singapore. Begitu juga Selo. Di dalam hati Selo, Rania masih di cintainya.

"Arina, aku akan mengusulmu ke Singapore." Ujar Selo pada Arina. Bagas terkejut, sebab dia tidak bisa menyusul seperti Selo.

"Benarkah? Rania, dan aku mungkin akan senang dengan itu." Ujar Arina pada Selo.

"Kau akan menyusul Arina, dan Rania ke Singapore? Bagaimana denganku sobat?" Tanya Bagas pada Selo.

"Aku tidak tahu bagaimana dengamu, tapi kalau kau mencintai Arina, maka kau harus berusaha." Ujar Selo pada Bagas.

Bagas pun tertawa mendengar itu, beban di hatinya seolah lepas setelah mendengar kata-kata sederhana dari Selo. Arina hanya menatap dua sahabat itu dengan mata yang mengingatkan pada Rania. Rania sering tertawa bersama Arina. Meski lebih sering Rania tertawa sendiri tanpanya, apa Arina keterlaluan? Dia tidak membalas tertawaan Rania selama ini.

"Lihat, mata hari sudah tenggelam." Ujar Bagas pada Selo, dan Arina.

Mereka bertiga melihat matahari yang tenggelam itu. Mereka merasa bahagia dengan matahari yang tenggelam itu. Tak lama berselang Rania datang, dia tadi sedang ke minimarket terdekat membeli minuman.

"Bagas, Selo. " Ujar Rania pada dua orang lelaki itu.

Bagas, dan Selo menoleh ke arah Rania.

"Rania, kamu di sini?" Tanya Selo pada Rania.

Rania menganggukkan kepalanya. Dia lalu duduk di sisi Arina, dan menikmati matahari tenggelam. Dia mengeluarkan ponselnya dan memotret mata hari tenggelam itu.

"Arina, mumpung Selo, dan Bagas di sini. Ayo foto bersama, untuk kenang-kenangan." Ujar Raniq pada Arina. Arina menganggukkan kepalanya setuju.

"Satu dua tiga. Cies..." Mereka foto bersama. Dan hari pun semakin gelap, sudah saatnya Arina, dan Rania harus pulang.

Mereka lalu berpamitan dengan Selo, dan Bagas, lalu menaiki skuter milik Rania lagi untuk pulang.

Di perjalanan....

"Rania apa kau menyukai Selo?" Tanya Arina pada sahabatnya.

"Ti...Tidak, aku tidak menyukainya, aku harus fokus dengan kuliahku." Ujar Rania.

"Baiklah kalau begitu. Semoga Selo bisa menyusul kita ke Singapore." Ucap Arina. Seketika Rania memerah, dia merasa pipinya panas.

"Selo mengatakan akan menyusul?" Tanya Rania.

"Entahlah...Hmm.." Arina hanya berdehem.

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝑫𝒆𝒘'𝒂⁹⁹
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!