NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / BTS / Keluarga / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tinta Kuning

Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.

Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.

Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.

jangan lupa like dan komen 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

“Ra, kita kabur sekarang aja yuk?” aku mendesak pada sahabatku itu, berulang kali aku mengucapkan kata yang sama, tapi dia diam saja.

“Din, lo mau gue di penjara?” Aira menatap semua keluarga dan tetangga yang masih berkumpul di basement hotel, “Keluarga lo dan keluarga suami lo semua pada ngumpul.”

Aku mengernyitkan dahi, semua keluarga suami? Cuma ada om Abi pun.

“Besok aja, toh kita juga nggak dapet hotel di sana, hotel sekitaran stadion sudah penuh.” ujar Aira.

Iya juga.

“Tapi lo beneran ya? Janji—”

“Sayang?” kak Jonie memanggil Aira.

“Iya Yang sebentar!” kedua sejoli itu pun berbicara dengan bahasa isyarat yang hanya mereka berdua yang mengerti, “Din, udah dulu ya. Gue mau lihat Ayang dulu.”

“Tapi, Ra—”

“Chat aja!” katanya dan jalan terburu-buru mendekati kak Jonie. Setelahnya aku tidak tahu lagi mereka akan pergi ke mana.

Aku menghela, seharusnya aku punya dua sahabat. Jika yang satu sedang bucin, setidaknya masih ada satu lagi yang menemaniku.

“Dinda!”

“Iya, Bu!” sahutku karena yang memanggil ibu Elyana.

Aku pun mendekati ibu dan ummi Lailatul. Aku berjalan mengekori keduanya. Tiba-tiba aku kepikiran dengan ibunya suami keduaku, kenapa tidak pernah nampak? Apakah lelaki itu sudah tidak punya ibu lagi? Kasihannya.

Pantas saja dari kemarin-kemarin cuma ada om Abi yang datang.

“Kak Dinda, gimana? Deg-degan nggak?” bisik Aaliyah, gadis itu tiba-tiba menyusul dan menggandeng lenganku.

Aku mengangguk sekali. Aku memang deg-degan, tapi bukan karena mau menikah. Deg-degan karena takut ketahuan kabur lebih tepatnya.

“Kamu bisa bantu kakak nggak?” aku pun berbisik di telinganya.

“Apa, Kak?”

“Gantiin Kakak besok.”

Netra Aaliyah membulat.

Aku terkekeh, “Bercanda.”

Dia menghembuskan napas lega. Aku juga. Aku khawatir sekali dia akan mengadu dengan ibuku. Aaliyah dan Aisyah sangat dekat dengan ibu Elyana soalnya.

“Ini kamar kakak,” beritahu Aaliyah setelah kami keluar dari lift. Kamarku bertepatan sebelah lift. “Nanti kalau menuju Ballroom, ada lift khusus di sebelah sana. Kamar yang kita sewa ini memang khusus untuk tamu wedding.”

Aku mengangguk.

“Kalau ballroom hanya untuk resepsi aja, kalau untuk akad nanti di Garden area pinggir pantai. Lewat lift yang lain lagi, ada di sebelah sana.” aku mengikuti tempat-tempat yang Aaliyah tunjuk.

Segalanya Aaliyah lebih tahu dari pada aku. Sebab dia selalu ikut kemana pun ibu dan ummi Lailatul mengurus masalah pernikahan.

“Ya udah Kakak langsung masuk aja.” kata Aaliyah, atensinya kembali ke pintu kamar depan kami.

Aku hanya menatap nanar pintu kamar yang sudah di hias bunga-bunga di depannya.

Glek!

“Nggak ada orangnya kok, Kak. Kak Din masih tidur sendirian malam ini.” ujar Aira membuatku lega.

“Uhm—Dia?”

“Kakak dan suami kakak masih di pingit, kata ibu.”

Aku mengangguk. Benar juga, karena Ayahku dan om Abi orang asli Jawa. Jadi, masih berlaku tentang pengantin yang harus di pingit sebelum pernikahan.

Baguslah.

“Ya udah, aku mau ke kamarku ya, Kak. Kita sekeluarga ada di sebelah kamar Ayah dan ibu.” katanya lagi.

Aku memberikan dua jempol untuknya. Kalau begitu, Aku jadi tahu dan lebih hati-hati untuk datang ke kamar ummi Lailatul. Takutnya ada lelaki itu disana jika aku datang tiba-tiba.

Aku masuk ke dalam kamarku yang begitu luas. Hanya sendiri tapi kamarnya seperti untuk kamar satu keluarga. Aku berjalan menuju balkon, angin pantai langsung menerpa wajahku. Aku mencari-cari keberadaan Aira di sekitar, barangkali ada dia yang sedang bermain di pantai.

Sesuai tebakanku.

Di sana, Aira dan kak Jonie sedang berfoto seperti orang praweding. Memang hotel tempat resepsi pernikahanku ini dekat dengan pantai. Aku ikut tersenyum kala mereka tertawa, Aku senang mereka bahagia. Akhirnya Aira menemukan seseorang yang bisa mencintainya dengan tulus seperti kak Jonie.

Selama ini, sahabatku satu-satunya itu hanya dipermainkan oleh lelaki karena dia anak orang kaya, para lelaki itu hanya mau uangnya saja.

Dasar mokondo!

“Dindaaa... ” Aira melambaikan tangannya. Dia menyadari aku yang tengah memperhatikan mereka. Aku pun membalas tak kalah heboh.

“Aira... Have fun!” Aku berteriak.

“Aydannn... ” kak Jonie pun mengikuti yang Aira lakukan.

Aku tertegun.

Aku menoleh di balkon kamar sebelah. Lelaki itu juga berdiri di balkon sedang menatap pantai. Dia hanya bergeming, tidak merespon sapaan kak Jonie. Kedua tangannya dia simpan dalam saku celananya, wajahnya datar tidak terbaca.

Deg!

Dia pun menoleh ke arahku.

Lantas aku membuang wajahku ke arah lain. Jantungku tidak aman karena kepergok memperhatikannya.

“Dindaaa ayo main... ” teriak Aira lagi.

Aku melambaikan kedua tanganku, bermaksud menolak ajakannya.

Entah mengapa kepalaku ingin sekali menoleh kamar sebelah lagi.

Hilang.

Lelaki itu tidak ada lagi di balkon sebelah kamarku.

\*

Sedari tadi Aku hanya duduk di depan cermin, hanya satu kata yang dapat disimpulkan;

Cantik.

Aku terkekeh sendiri. Riasan pengantinnya sangat cocok denganku, MUA yang ummi Lailatul pilih benar-benar seleraku.

Gaun pengantinnya juga sangat cantik meski sederhana, sangat pas di tubuhku. Sudah aku katakan, walaupun aku tidak ikut fitting, gaunnya pasti tetap cantik kalau aku yang pakai.

Henna di tanganku juga sangat cantik, seperti orangnya. Sekali lagi satu kata untuk penampilanku;

Sempurna.

Foto-foto diriku di galeri sudah penuh berisi foto selca pose yang sama, anggun dan feminim. Tak lupa ku share di story medsosku. Notif like dan komentar tidak berhenti berbunyi, tapi Aku abaikan. Nanti saja membalasnya.

Euforia menjadi pengantin harus Aku nikmati dulu sebelum Aira datang menjemputku untuk nonton konser BTS.

Tapi kalau dipikir-pikir ini seriusan pengantin tidak ada rewang? Sejak di rias Aku sendirian loh di kamar ini sama MUA. Setelah meriasku MUA-nya keluar sampai sekarang tidak datang lagi.

Ibu, ummi Lailatul dan anak-anaknya datang cuma sebentar dan bertanya apakah Aku membutuhkan sesuatu. Itu saja. Selebihnya mereka di kamar mereka masing-masing. Terutama Aira, kemana manusia itu? Sejak dia berkata belum bisa diajak kabur, dia tidak menampakan batang hidungnya lagi. Pesan-pesanku pun tidak di balas.

Ting!

|Din, siap-siap. Otw.|

Kok aku jadi berdebar mendapat pesan dari Aira?

Ku tatap sekali lagi riasan pengantin dari pantulan kaca. Sayang sekali kalau harus dihapus, aku cantik banget soalnya. Belum pernah aku secantik ini.

Ting!

|Din nggak usah ganti baju sama hapus make up.|

Loh?

“Rencana baru apa yang Aira buat? Kok diluar rencana sebelumnya?” aku bergumam. Tapi aku tetap menuruti yang Aira pesankan.

Aku menatap baju ganti dan tas berisi perlengkapan nonton konser di samping ranjang.

Tok.. Tok.. Tok...

Aira datang!

Ku angkat gaunku untuk membuka pintu tanpa memakai sepatu karena buru-buru. Nanti saja pakai sneakers ketika mau pergi.

Ting!

Aira kirim pesan lagi.

Sembari berjalan menuju pintu, aku tetap membuka pesannya.

|Din, tetap pakai sepatu pengantin.|

Dah terlambat aku sudah sampai di depan pintu, aku gesekkan kartu ke sensor di gagang pintu, dan menunggu sampai lampu indikator berubah jadi hijau.

Bip!

Kunci terbuka.

Ceklek!

“Ra— loh?”

Kok?

“Mana Aira, dok?” tanyaku kepada Kim Taehyung kw. Aku mencari-cari mungkin Aira ada di belakangnya.

“Ada dibawah.” jawabnya singkat.

Loh?

“Kenapa dokter yang kemari?”

“Menagih janji.”

“Apa?”

Dia mengangguk sekali, “Bukankah kamu berjanji akan hadir di pernikahanku?”

\*\*\*

1
Sari Saputri
apapun masalahnya BTS solusinya 🤣
Sari Saputri
Aira hamil 😮 sensitifnya bumil, siap2 jadi musuh bumil kak jonie, yang biasa mengahadappi pasien hamil kali ini harus berhadapan dengan istri yang hamil dan dengan berpart part merajuknya 🤣 kim dinda gak boleh sedih dan cemburu karena keduluan Aira
Sari Saputri
holang kaya 🤭
Sari Saputri
suami suami yang kehilangan para istrinya 😄
Sari Saputri
apa itu libur kim dinda 🤣
Sari Saputri
pusing2 kepala baca nya kakanda /Chuckle/
Sari Saputri
sedikit banget thorr, double up dong thorr
Sari Saputri
kim dinda lihat Ayah Danu dan ibu El obrolan mereka udah bahas cucu aja, siap2 mandinya sebelum subuh trus karena kakandamu ada tim support nya /Facepalm/
𝑯𝒖𝒖𝒓𝒖𝒏 ‘𝑰𝒊𝒏: wkwkwkwkw habislah Dinda
total 1 replies
Sari Saputri
hei kim dinda jangan menolak ingat sudah ada kakanda 🤭 nanti kakandamu ngadu ke lakinya Aira
Sari Saputri
aaaiiihhhh..... pancing trosssss buk El 😄 lebih bagus lagi kalau di depan kim dinda /Grin/
Sari Saputri
ayah Danu mas Aydan ini dokter loh yah mosok mandiin embek suruh kim dinda ajalah yah lebih mumpuni 🤣
Sari Saputri
cepat sehat pak luruh sebelum istrimu bebas bisa2 mencak2 nanti istrimu jika tahu penyakitmu
Sari Saputri
dasar kakanda gombal gembel trossss
𝑯𝒖𝒖𝒓𝒖𝒏 ‘𝑰𝒊𝒏: wkwkwk gombal gembel🤣
total 1 replies
Sari Saputri
ampun dah kakanda suka kali minta imbalan
Sari Saputri
bukannya enak kim dinda menikah, makanan selalu tersedia 🤭
Sari Saputri
hahahhahhaa.... kum dinda mau ngibuli kakanda, keknya gak berhasil 😄 gagal maning gagal maning /Facepalm/ siap2 kim dinda habis sudah dirimu malam ini /Joyful/ apa gak ada plan 2 kim dinda 🤣
Sari Saputri: terima nasib ajalah kim dinda 😄
total 2 replies
Sari Saputri
seperti apa kim dinda tolong di perjelas jangan buat yang baca jadi pinisirin
Sari Saputri: okeh thor
total 2 replies
Sari Saputri
berarti yang boleh jadi ARMY hanya yang gadis2 ajeh nih kim dinda 🤭
Sari Saputri: hahahhahahaaa...../Smirk/
total 2 replies
Sari Saputri
comot aja ibu El mulutmya kim dinda kayak lagi buat tekwan, mumpung kakandanya lagi gak ada kalau ada kan ibu El-nya jadi gak enak hati 🤣
𝑯𝒖𝒖𝒓𝒖𝒏 ‘𝑰𝒊𝒏: wkwk🤣
total 1 replies
Blueberry Solenne
Rajin banget si Ayah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!