NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Aku

Kenapa Harus Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Wanita Karir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Romansa / Konflik etika
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vanillastrawberry

Meski tidak di awali dengan baik, bahkan sangat jauh dari pernikahan impian nya. sejak kalimat akad di lantunkan, saat itu ia bersumpah untuk mencintai suami nya, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun.
Tanpa Arina tau kalau detik itu juga ia dengan sadar membakar hidup nya, dunia nya bahkan cinta nya dengan perihnya api neraka pernikahan .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanillastrawberry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

calon mantu

Setelah berhasil memarkirkan mobilnya di bagasi, Fabio melangkah menuju pintu utama dengan tangan yang sibuk melonggarkan dasinya, laki-laki itu juga melepas kancing lengan kemejanya lalu menariknya hingga ke siku.

sebenarnya ia terpaksa datang kemari, tapi mommy nya mengancam akan merajuk kalau dia tidak pulang malam ini.

" wah lihat siapa yang datang?" mommy nya tampak antusias mengusung pria itu ke dalam pelukannya, setelah itu Fabio mengecup kedua pipi mommy nya. Ia beralih mendekati daddy nya, memeluknya singkat lalu menghempaskan tubuhnya nya di atas sofa.

Wajah terpukul Arina menari-nari dalam pikirannya, membuatnya teramat ingin menghancurkan siapa saja yang terlibat dalam insiden itu.

" mommy mengundang mu makan malam, tapi lihat jam berapa kamu datang." wanita setengah baya itu mencebik bibir nya.

" maaf mom, aku sedang sibuk "

" memang pekerjaan lebih penting kan dari mommy, bi tolong buatkan Fabio kopi ya sekalian kue yang tadi saya beli " kebetulan bi lina sedang lewat, biasanya Fabio suka sekali menggoda bi Lina, respon wanita paruh baya itu menjadi hiburan tersendiri untuk nya selama berada di rumah. Tapi rasanya kali ini ia enggan untuk sekedar bercanda karena pikirannya sedang di kuasai oleh Arina.

" baik nyah, eh ada den Fabio."

" halo bi, tambah cantik aja." dan seperti biasa wanita yang usianya terpaut beberapa tahun lebih tua dari mommy nya itu tersipu malu.

" den Fabio mah suka usilin bibi " bi lina mempercepat langkahnya menuju dapur di iringi tawa ringan Fabio.

" seperti nya kamu sedang banyak pikiran, ada masalah di kantor?" pertanyaan daddy nya sukses membuat mommy nya memperhatikan nya dengan serius, untuk memastikan kebenaran ucapan suaminya.

" nggak ada, hanya kecapean saja."

" kamu jangan terlalu menghabiskan waktu mu untuk pekerjaan mu, Bi! kalau seperti itu terus kapan kamu memberikan menantu untuk mommy?"

Fabio menghela napas pelan, itulah kenapa ia begitu malas pulang kerumah, bahkan setelah kembali dari Singapura ia hanya beberapa kali kembali ke rumahnya, selebihnya ia menghabiskan waktunya di apartemen setelah seharian bekerja.

" kapan kapan mi, Bio lagi nggak berpikir ke arah sana"

Mommy nya menghela napas kasar, selalu itu yang menjadi jawaban Fabio setiap dirinya menyinggung tentang pernikahan.

Bukan apa-apa, usia Fabio sudah menginjak kepala tiga akhir tapi pria itu sama sekali belum pernah membawa perempuan pulang ke rumah sebagai kekasih, Fabio terlalu fokus pada perusahaannya, dia khawatir anaknya itu akan melupakan tentang pentingnya menikah hingga usianya expired.

Sebenarnya Fabio sudah berniat memperkenalkan Arina kepada orang tua nya, hal itu sudah di rencanakan matang-matang ketika dirinya ada di Singapura, karena selama ini ia terkesan main-main dalam mendekati nya, maka ia berniat untuk membuktikan nya sekaligus memberi Arina kejutan sepulangnya dari Singapura. Tapi apalah daya, justru dirinya yang di berikan kejutan oleh situasi Arina saat ini.

mommy nya berdecak sebal." kamu nih mau nunggu rambut mu ubanan dulu baru memikirkan pernikahan? Nggak kasihan sama Salsabila yang masih menjomblo karena menunggu mu sold out duluan."

Mommy nya sengaja menyinggung Salsabila karena ia melihat anak itu muncul dari dapur dengan kue lapis legit di tangannya.

Tidak Fabio tidak Salsabila, keduanya sama-sama betah menjomblo saking fokus nya menjalankan perusahaan, tidak bisa di pungkiri, masing-masing perusahaan yang mereka kelola memang berkembang pesat, bahkan baru-baru ini Fabio berhasil melebarkan sayapnya di bidang jaringan perhotelan.

Tapi sebagai orang tua, melihat anak nya tidak kunjung menemukan pasangan hidup membuat hidupnya tidak tenang, di usianya sekarang harusnya ia sudah menggendong cucu seperti teman-teman sosialita nya.

" eh apa nih, kok bawa-bawa nama ku." Salsabila tampak sewot karena ia sudah mendengar selentingan percakapan keluarga nya dari dapur.

Wanita itu meletakkan kuenya di atas meja lalu memilih duduk di samping Fabio, mulut nya penuh dengan kue, ia tampak acuh dengan ekspresi kesal mommy nya. Membuat mommy nya kembali berdecak sebal, tentu tingkah Salsabila yang seperti itu di sengaja untuk menghindari percakapan yang cukup sensitif itu

" mama, sudahlah! Biarkan Fabio dan Salsabila bebas menentukan kapan mereka akan menikah, mereka juga masih manusia biasa kok, pasti merasakan kesepian. Apalagi sekarang sudah masuk musim hujan." pria paruh baya itu tergelak mendengar jokes nya sendiri, berbeda dengan mommy nya, Daddy nya jauh lebih santai dan cenderung membebaskan apapun keputusan Fabio dan Salsabila .

mommy Nara mencebik bibirnya, tangannya terulur menggapai kue lapis legit di atas meja untuk memenuhi mulut nya sebagai pengalihan rasa kesalnya. Sikap Salsabila memang sama persis seperti mommy Nara, mereka berdua akan makan dengan cara yang paling menggemaskan menurut Daddy dan juga Fabio, untuk mengalihkan situasi hati atau situasi di sekitarnya yang tidak mereka sukai.

" tuh lihat, mommy kalian sudah kesal, mending kalian cepetan deh turutin keinginan mommy." daddy Aron tergelak, ia ingin mencubit pipi istri nya karena gemas, tapi karena duduk nya yang berjauhan terpaksa ia mengurungkan niatnya.

" segera daddy." sahut Salsabila acuh.

" beneran? Kamu udah punya kekasih Bil?" wajah mommy Nara kembali sumringah, matanya berbinar-binar menatap Salsabila.

" bukan Bila mi, Tapi abang."

" beneran Bi? "binar mata mommy nya bergeser pada Fabio yang tengah menatap Salsabila seperti bersiap akan menelan adik nya bulat-bulat.

Melihat respon Fabio yang tidak sesuai harapan membuat mommy Nara kembali merajuk. " kalian itu susah banget sih di suruh menikah, padahal menikah itu enak loh, seperti yang daddy kalian katakan tadi, kalau musim hujan ada yang angetin. Kami juga tidak menerapkan syarat yang gimana-gimana. Asal perempuan dan laki-laki baik-baik, juga bukan istri atau suami orang, meski dari keluarga biasa, mommy dan daddy nggak apa-apa. Tapi kenapa kalian susah sekali menemukan seseorang yang kalian cintai."

Fabio menyorot tajam ke arah Salsabila, harusnya pembahasan tentang pernikahan sudah berhenti dari tadi, tapi Adik nakalnya itu kembali memancing mommy nya untuk membahasnya lagi.

" loh aku benar kan, kalau nggak ada halangan pasti abang sudah bawa Arina kesini." Fabio semakin ingin melenyapkan Salsabila hingga ke inti bumi, wajah mommy nya kembali di penuhi harapan begitu mendengar nama perempuan dari mulut Salsabila.

" Siapa Arina, Bi? Apa dia kekasih mu?"

Fabio bingung memberikan jawaban seperti apa untuk mommy nya, binar bahagia itu sudah muncul dua kali malam ini berkat perkataan ambigu Salsabila yang mengorbankan diri nya.

" jadi benar dia kekasih mu, Bi?" sikap Fabio yang tidak langsung membantah seperti biasanya memberikan secercah harapan pada wanita paruh baya itu.

" benar bang?" Daddy nya yang lebih memilih menyimak dari tadi meski sesekali menimpali juga ikut kepo, meski ia membebaskan anak-anak nya untuk urusan asmara dan pernikahan, tapi, mendengar Fabio memiliki kekasih cukup menarik perhatian nya.

" itu.." Argkh Salsabila! Bagaimana ia menjelaskan kepada kedua orang tua nya, sedang sekarang situasi Arina sangat rumit, cukup mustahil untuk membawa wanita itu ke rumahnya, karena syarat utama dari daddy dan mommy nya adalah siapa saja asal bukan istri orang.

Salsabila terkekeh. " seperti nya tidak bisa sekarang-sekarang atau dalam waktu dekat mi."

" kenapa?" Nara memicing menatap kearah Fabio, pikirannya sibuk menerka-nerka.

" kami sedang ada masalah dan Arina juga belum siap bertemu mommy dan daddy, nanti kalau hubungan kami sudah membaik dan Arina sudah siap, secepat nya Bio akan membawa nya kesini."

" beneran? Akhirnya pa, kita sudah punya calon mantu." Nara beranjak dari duduknya lalu berhambur untuk memeluk Aron membuat Fabio meringis seraya mengusap tengkuknya.

" kamu nih, belum juga di kenalin mommy sudah di ajak bertengkar saja, awas kalau Arina sampai kabur, kamu mommy coret dari KK."

Salsabila tertawa terbahak mendengar ancaman mommy nya, mengabaikan tatapan Fabio yang sudah setajam silet.

1
j_ryuka
bagus
Mentariz
Good girl! Kusuka gayamu 😄
Mentariz
Idih sok beralasan luuu kelaut aja lu sono
Panda%Sya🐼
Habislah kalau di suruh nikah😆
Panda%Sya🐼
Lumrah manusia ini. Setiap kali ada hal darurat, pasti ponselnya lowbet atau gak ada jaringan
Blueberry Solenne
Bener, semua harus ke handle, dan harus mengutamakan pekerjaan utama, semangat ya Arina!
Blueberry Solenne
Ya ampun gemesnya yang lagi kasmaran, cuit cuit... 😁
HOPEN
😢😢
Kim Umai
wajar sih gak mau ketemu
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
paling benci sama cowok selingkuh
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
bukan kesalahan kamu Arina jangan merasa bersalah
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
waalaikumsalam
j_ryuka
kamu gak salah, tapi waktu yang membuatnya ini harus terjadi
Tulisan_nic
Aduh, tapi ya gimana ya. Sebagai posisi korban aku rasa juga wajar kalau begitu
Tulisan_nic
banyak juga kornanya
Tulisan_nic: korban🥲
total 1 replies
Panda%Sya🐼
Yang sabar Rin/Sob/
Panda%Sya🐼
Hmm selingkuh lagi ini/Sob/
chrisytells
Jangan ada korban? Anak SD disekolah itu mungkin, sampai masuk penjara?
chrisytells
Bisa jadi Arina benar nih.
Blueberry Solenne
Ini bukan kesalahan kamu Arina ini sudah kehendak sang penguasa, kamu pasti bisa melewatkan ujian ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!