NovelToon NovelToon
Petualangan Wanita Berduri

Petualangan Wanita Berduri

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Spiritual / Wanita perkasa / Cintapertama
Popularitas:27.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Franceska wanita cerdas berpendidikan tinggi, berparas cantik dan berprofesi sebagai guru matematika. Suatu kombinasi yang melengkapi penampilannya yang good looking, cemerlang dan bersinar dari keluarga sederhana.

Prestasi akademik, serta kecerdasannya mengola waktu dan kesempatan, menghentarkan dia pada kesuksesan di usia muda.

Suatu hari dia mengalami kecelakaan mobil, hingga membuatnya koma. Namun hidupnya tidak berakhir di ruang ICU. Dia menjalani penglihatan dan petualangan dengan identitas baru, yang menghatarkan dia pada arti kehidupan sesungguhnya.


》Apa yang terjadi dengan Franceska di dunia petualangannya?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Petualangan Wanita Berduri."

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. PWB

...~•Happy Reading•~...

Semua orang melongo melihat yang dilakukan Hernita. Mereka mengira Hernita akan telanjang setelah melempar roknya kepada Lenox dan Juke. Tetapi melihat dia memakai celana olah raga di balik rok, Sarah mengelus dada, lega.

"Duduk lagi Nita. Jangan masukan omongannya ke hati." Bisik Sarah.

Tetapi Ceska tidak bergeming dan tidak menanggapi saran Sarah. Apa yang dikatakan wakil kepala sekolah sudah memberikan isyarat bahwa sekolah telah menolak Hernita. Ceska memanggul ransel dan segera berjalan keluar dari kelas.

Tanpa menengok atau melihat kepada semua orang dan isi kelas yang pernah menjadi tempatnya menuntut ilmu.

Rasa sedih, gembira dan senang Hernita dengan teman yang tulus berteman, tidak bisa menahan langkah Ceska.

Wakil kepala sekolah sangat terkejut dengan gerak cepat Hernita. Dia langsung meletakan tas begitu saja di atas meja, lalu berjalan cepat mengejar Hernita untuk melihat yang dilakukan selanjutnya.

Ketika melihat Hernita menuju ruang guru, dia jadi berlari untuk mencegah. Namun terlambat, Hernita langsung masuk ke ruang guru, karena mendengar suara sepatu orang yang mengejarnya.

"Hernitaaa... Tadi saya hanya bercanda." Teriak Ibu Sance saat melihat Hernita mau ke ruang kepala sekolah.

Semua guru yang ada di ruangan jadi berdiri melihat wakil kepala sekolah mengejar Hernita sambil berteriak. Pak Murai tetap duduk sambil memperhatikan dengan serius.

"Bercanda? Jadi Ibu mau bilang pengumuman yang ditempel di dinding itu juga bercanda?" Hernita balik menatap Ibu Sance dengan berani, membuatnya jadi berdiri di tempat dengan nafas tersengal.

Kepala sekolah keluar dari ruangan karena mendengar suara ribut di ruang guru. "Ada apa ini?" Tanyanya sambil melihat Hernita dan wakil kepala sekolah bergantian.

"Syukur Pak kepala sekolah sudah keluar. Jadi saya tidak perlu masuk ke dalam. Saya akan bicara di sini, di hadapan semua guru." Ceska bicara tanpa melepaskan ransel di punggung dengan nada yang sangat marah.

"Pak kepala sekolah, selama ini saya sangat menghormati bapak dan berpikir bapak bijaksana." Ucapan Ceska membuat kepala sekolah tertegun.

"Kalau mau keluarkan saya dari sekolah ini, jangan tanggung-tanggung. Sekalian saja pajang nama saya di papan pengumuman itu."

"Supaya jangan seperti ini, saya datang ke sekolah dan harus dengar sindiran yang memukul gendang telinga. Saya kira sekolah ini, tempat orang berilmu tinggi. Ternyata ...." Ceska tidak melanjutkan.

"Bapak dan ibu guru, saya berterima kasih sudah mengajar saya dengan baik di sini. Kalau saya ada buat salah, disengaja dan tidak disengaja, mohon maafkan saya." Hernita menunduk, hormat kepada para guru yang lain, tidak kepada wakil kepala sekolah yang wajahnya sudah pucat.

"Saya permisi." Ucap Ceska lagi.

"Hernita tunggu. Ada apa ini?" Kepala sekolah mengangkat tangan untuk mencegah Hernita keluar.

"Pak kapala sekolah tanya sendiri pada wakil bapak, mengapa saya sangat marah saat ini." Ucap Ceska lalu menunduk hormat.

"Pak Murai, mengapa diam saja? Ini ada apa?" Kepala sekolah melihat Pak Murai dengan pandangan bertanya-tanya.

"Mengapa bapak bertanya pada saya? Saya bukan sapu untuk menyapu ..... (ucapan sampah)." Pak Murai meneruskan dalam hati, karena sudah kesal dari kemarin.

"Mari bapak antar keluar." Pak Murai berdiri, lalu mengerakan tangan, mempersilahkan Hernita keluar dari ruang guru.

"Sebentar, Pak. Saya mau ambil rapor saya." Ucap Hernita sambil melihat wali kelasnya.

Setelah menerima rapor, Ceska berjalan keluar dari ruang guru. Maka terdengar teriak kepala sekolah menggelegar dalam ruang guru.

"Kau benar tidak mau sekolah di sini lagi?" Bisik Pak Murai kepada Hernita di sampingnya.

"Iya, Pak." Jawab Ceska singkat tanpa berhenti berjalan.

"Ambil ini, sekarang ke sana. Ketemu langsung dengan kepala sekolah. Bilang kau murid binaan Ibu Franceska untuk ikut kompetisi...." Pak Murai menjelaskan, lalu berikan secarik kertas ke dalam tangan Hernita.

"Terima kasih, Pak." Ceska menunduk hormat, karena aura positif yang dipancarkan oleh Pak Murai.

Setelah Hernita menghilang dari pandangannya di lorong, Pak Murai masuk ke dalam ruang guru. "Pak Murai, apa yang anda lakukan? Anda membiarkan dia pergi begitu saja?" Kepala sekolah menyembur tanya, setelah melihat Pak Murai kembali seorang diri.

"Pak kepala sekolah mengharapkan dia tetap sekolah di sini setelah apa yang kita lakukan padanya?" Tanya Pak Murai berani dan melihat ke arah wakil kepala sekolah.

"Anda sangat tidak berperasaan. Dia hanya anak remaja yang sedang menuntut ilmu. Dia melakukan salah apa pada kita? Apakah dia salah kalau cerdas dan berprestasi?"

"Saya heran dengan anda semua. Kalian memperlakukan dia seperti penyakit menular yang akan menjangkitkan semua orang di sini."

"Setelah kalian mengatur penetapan peserta tanpa lakukan seleksi, lalu sekarang mengusir dia dari sini. Apa yang kalian takutkan dari gadis remaja itu, hingga perlu tabrak dan gilas dia?" Pak Murai melihat kondisi Hernita ibarat sudah ditabrak, lalu digilas.

"Kita tunggu dan lihat saja apa yang akan terjadi dengan kalian yang memperlakukan anak sederhana dari keluarga kebanyakan." Pak Murai mengambil tas lalu keluar ruang guru, tanpa menghiraukan kepala sekolah yang diam sambil menatapnya.

~▪︎▪︎~

Di sisi lain ; Setelah keluar dari gerbang sekolah, Hernita duduk di halte bus sekolah sambil memegang dadanya yang bergemuruh.

'Mah, apa aku tidak sekolah lagi di sini?' Hernita mengajak bicara Ceska.

'Iya. Buka tanganmu, lihat apa yang diberikan Pak Murai.'

Hernita membuka tangan dan membaca apa yang diberikan Pak Murai. Hanya secarik kertas bertuliskan SMA Harapan. 'Maksudnya aku diminta sekolah di sini, Mah?'

'Iya. Kau tahu sekolahnya?'

'Tahu, Mah. Hampir sama dengan SMA Pelita, tapi tidak populer.'

'Tidak usah pikirkan itu. Sekarang ke sana.'

'Baik, Mah.' Hernita langsung berdiri dan naik angkot yang melewati sekolah harapan.

Setelahnya tiba di gerbang sekolah, Hernita berdiri dengan jantung berdegup seperti pelari yang baru berlari. 'Jangan ragu, Nak. Masuk ke dalam dan biarkan Mamah yang bicara dengan semuanya.'

'Iya, Mah.' Hernita melangkah dalam keraguan. 'Semangat Nita.... Semangat.' Hernita mengepalkan tangan lalu melangkah ke gerbang untuk bicara dengan security.

Setelah Ceska bicara dengan berbagai pihak tentang tujuan kedatangannya, Hernita dibawa ke ruang kepala sekolah. "Siapa anda dan sebutkan tujuan anda mau bertemu dengan saya." Ucap kepala sekolah yang sudah berdiri menunggu.

"Nama saya Hernita, Pak. Saya..."

"Sebentar..." Kepala sekolah mengangkat tangan. "Apa kau Hernita dari SMA Pelita?" Kepala sekolah bertanya dan melihat Hernita dengan seksama.

"Iya, Pak. Saya Hernita." Ceska berkata yakin. Namun Hernita terkejut, kepala sekolah menyebut namanya.

"Baik. Apa tujuanmu datang ke sini." Kepala sekolah sangat ingat nama Hernita, karena sering dibicarakan oleh Ibu guru Franceska.

"Saya mau sekolah di sini, jika diijinkan. Saya salah satu murid binaan Ibu Franceska." Ceska berbicara sesuai dengan yang dikatakan Pak Murai.

"Apa saya tidak salah dengar? Kau dari pelita mau pindah ke sekolah kami?"

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~•○¤○•~...

1
𝐘𝐖💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
Bener, stiap keputusan pas akan ada resiko ny, yg pnting kita fokus ke hasil yg positif 👍👍👍
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
good gercep ini kepsek harapan memang seperti berjudi tapi yakin pasti Hernita bisa membawa sekolah harapan sebagai pemenang secara dia berprestasi dan murid cerdas binaan Ceska makanya kepsek berani ambil keputusan dan umumkan
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
setuju pak kepala sekolah. mungkin ini peluang untuk kalahkan sekolah pelita yg komesial itu 🙊🙈
🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴❣️
Ikut senang kepala sekolah dan Ketua Yayasan memberikan dukungan kepada Jefase dan Hernita untuk maju ikut kompetisi
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
🍁αlҽα❣️
mampus Lu Lorna makanya jan brani"nya ngisengin Nita,,bisa kacau hidup lu nanti wkwkwk
🍁αlҽα❣️
klo bs memang nita dan jafes menang smua,,kalaupun kalah y tidak masalah yg penting kn sudah bersaing sehat tidak sprti lenox dan juke
🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴❣️
Malu sendiri kan Lorna mau bikin ulah malah kena batunya sendiri, memang enak Jefase jadi tamengnya Hernita
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
good jefase biar lorna kapok gak usa bikin drama tiap hari di sekolah. lebih baik fokus pada kompetisi ❣️
𝐘𝐖💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
"Kepsek", auto mikir 2 kali kn, klo mau bikin msalah
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
sokorinnn luuu Lorna jadi orang kok licik untung Jefase lihat sendiri mau playing victim luuu mimpi sono kau tidak tau Hernita murid yang akan ikut olimpiade matematika jelas dia harus sering interaksi sama Jefase huh 😏
Ƭђi̽є💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
keren Ceska selain membina dia bakal ajarin Hernita bela diri untuk perlindungan jangan sampai mengalami perundungan kembali
Dew666
🍦🍦🍦🍦🍦
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwk bahkan pengacara mu langsung mundur Bob emang enak udahlah kalo keluarga mu salah ya salah udah sana bayar denda lalu mendekam di balik jeruji besi❣
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
ayo Rina semangat udah dapet pengacara yang bagus untuk menegakkan keadilan untuk mu agar keluarga sampah mendekam dibalik jeruji besi ❣
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
emang real keluarga sampah dah dari awal kukira Boby nikahi Rina karena cinta tapi ternyata cuma dijadikan budak, dan sekarang akhirnya keluarga sampah udah dapat karma nya❣
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
loh loh kok suami dodol nya Rina datang main cekik² aja ,tapi darimana ni orang tau kalo ortu nya masuk penjara ya ada yang tau juga kah terus dikasih tau ❣
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hayoo polisi udah ada didepan pintu lohh panik gak kalian tau rasa tuh semoga mereka dihukum seberat-beratnya,ayo Rina semangat untuk lawan para tikus got ❣
🤎🍁Faiz❣️
penasaran sama kata-kata terakhir.. taring??? emang apa sih maksudnya?.. ❣️
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
memang tidak umum kondisi seperti ini. cuma orang2 yang hatinya sehat dan seluas samudra 🙊❣️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!