NovelToon NovelToon
Membawa Benih Suami Kontrakku

Membawa Benih Suami Kontrakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Pernikahan Kilat / One Night Stand / Anak Genius / Nikah Kontrak
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Tinggalkan putraku dan ambil ini! Ingat jangan kau injakkan kaki kotor mu itu di mansion keluarga Xie." Xie Lihua

"Baik Nyonya, saya akan pergi dari sini. Dan ini amplop dari anda, saya bukan seperti apa yang anda pikirkan." Lin Wu

"Shit! Beraninya dia pergi meninggalkanku, lihat saja aku akan menghukumnya dan membawanya kembali ke sisiku." Xie Yanshen

Dua insan yang terpaksa menikah karena sebuah scandal dan juga tuntutan dari Tuan Jin Hao, Ayah Yanshen. Pernikahan yang tak diinginkan itu membawa Lin Wu ke dalam neraka kehidupan. Lihua, Ibu Yanshen begitu membencinya hingga suatu hari dia sukses menyingkirkan Lin Wu.

Tanpa ada seorang pun tahu, bahwa Lin Wu pergi membawa rahasia besar. Dan kepergiannya membuat Yanshen murka.

Akankah Yanshen tahu rahasia besar Lin Wu? Dan berhasilkah Yanshen membawa kembali wanita yang masih sah menjadi istrinya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBSK 28

"Ji Chan ... nanti kalau sudah sampai di kota jangan lupa sama Tante ya. Kita videocall, ok." Zeze menatap sendu pada Ji Chan yang merupakan anak dari atasannya itu.

Sedari dulu, keduanya tampak akrab karena setiap pulang sekolah Ji Chan dan Jun Jie selalu mampir ke rumah makan milik Mommy nya. Mereka akan makan siang dan tidur siang disana, beruntung ruangan Lin Wu cukup luas dan terdapat ruang istirahat di balik bufet di belakang kursi kebesarannya.

Saat ini keduanya sedang duduk di salah satu meja bulat, dimana ada Lin Wu, Junjie, dan Yanshen. Tampak mereka memperhatikan perbincangan antara Ji Chan dan Zeze yang begitu akrab, tidak seperti Junjie yang hanya diam dengan ekspresi datarnya. Tidak ada sepatah katapun yang terlontar dari bibirnya, sesekali dia hanya menyesap susu coklat buatan karyawan Mommy nya. Bocah lelaki itu sangat mirip dengan Yanshen, baik sifat dan cara bicaranya begitu kental mewarisi Yanshen sepenuhnya. Sedangkan Ji Chan entahlah dia menuruni sifat siapa.

"Siap Tante," sahut Ji Chan sambil meletakkan tangannya ke samping kepala, layaknya seseorang yang memberi hormat.

"Anak pintar. Tante bakalan kangen sama kamu, sayang." Tanpa peringatan Zeze mencubit gemas pipi Ji Chan yang seoerti bakpao.

"Ji Chan Juga. Aduh sakit Tante," ringis Ji Chan mengelus pipinya yang terasa sakit karena ulah teman Mommy nya.

Zeze terkekeh melihat ekspresi Ji Chan yang tampak menggemaskan. "Aduh, maaf ya sayang. Habis tante gemas sekali sama kamu."

"Tante, kemarin Om Cheng datang kesini nggak? Biasanya juga bawain Ji Chan coklat," bisik Ji Chan tepat di telinga Zeze.

Mendadak raut wajah Zeze pias saat mendengar pertanyaan dari anak bosnya itu. Jujur saja dia bingung mau menjawab apa mengingat tadi malam Lin Wu menelponnya, memberitahu bahwa besok pagi mereka akan kembali ke kota Shanghai. Namun sebelum itu, Lin Wu mengatakan bahwa dirinya akan menemuinya sebentar di rumah makan J-TWIN'S sekalian membawa barang-barang miliknya yang tersimpan di dalam laci meja kerjanya.

Selain itu, Lin Wu juga melarang Zeze untuk menyebut nama Tuan Cheng karena ada Yanshen yang tentu akan ikut mengantarnya. Bukan tanpa alasan Lin Wu melarangnya, dia takut jika Yanshen kembali murka saat mendengar nama itu. Sudah pasti Yanshen kembali ngambek seperti kemarin saat Ji Chan menyebut nama Tuan Cheng di hadapannya.

Meskipun Lin Wu telah menjelaskan bahwa Tuan Cheng hanya sekedar klien nya saja yang sering order makan siang di rumah makannya saat ada meeting dengan para investor di kantornya. Tetap saja takut jika Yanshen tidak dapat menerima itu dengan kepala dingin. Mengingat jika Ji Chan sepertinya sangat akrab dengan Tuan Cheng, terbukti saat Ji Chan yang teringat sosok Tuan Cheng dan menyebut nama lelaki itu tepat di hadapan Yanshen. Itu semua karena Ji Chan sangat merindukan sosok Ayah dalam hidupnya.

"Tante, kenapa bengong? Kemarin Om Cheng datang kesini atau tidak?" tanya Ji Chan lagi membuyarkan lamunan Zeze yang terdiam beberapa saat.

Mendengar itu, jelas membuat dada Yanshen bergemuruh hebat. Jujur saja dia tidak senang jika putrinya menanyakan seorang lelaki selain dirinya, terlebih sang putri terlihat menyukai lelaki tersebut. Lin Wu yang mengetahui ekspresi Yanshen langsung menyentuh punggung tangan mantan suaminya, berusaha menenangkan lelaki yang ada di sampingnya. Lin Wu tidak ingin kembali melihat Yanshen ngambek seperti kemarin, mengingat rasa cemburunya yang begitu besar.

Belum juga Zeze menjawab, tiba-tiba terdengar suara bariton yang begitu familiar di indra pendengaran Ji Chan. Segera mungkin bocah perempuan itu menoleh ke asal sumber suara.

"Ji Chan ...," panggil Cheng sambil berjalan masuk ke dalam rumah makan J-TWIN'S.

"Om Cheng ...." Lirihnya langsung beranjak dari tempatnya kemudian berlari menghampiri lelaki yang selama ini telah dia klaim sebagai Ayahnya. Sedangkan lelaki itu sama sekali tidak keberatan, justru Tuan Cheng senang jika dia bisa akrab dengan Ji Chan.

"Om, Ji Chan hari ini mau pergi. Untuk kedepannya mungkin kita tidak bisa bertemu lagi," ucap Ji Chan memberitahu Tuan Cheng mengenai kepergiannya saat ini.

"Pergi? Emangnya Ji Chan mau pergi kemana?" tanya Tuan Cheng berkerut alis dalam.

"Pergi ke suatu tempat yang jauh dari kota ini. Dan pastinya disana ada banyak makanan kesukaan Ji Chan kata Mommy," jawab Ji Chan menjelaskan.

Tuan Cheng mendongakkan wajah menatap ke arah Lin Wu yang kini duduk bersama dengan Yanshen di sebuah meja yang tidak jauh dari tempatnya. Sorot matanya tak henti menatap Lin Wu yang masih terdiam membisu seolah menuntut penjelasan dari perempuan itu, sedangkan Yanshen yang mengetahui hal itu segera mungkin dia mendekatkan kursinya tepat di samping sang istri sambil salah satu tangannya terulur merangkul bahu istrinya dengan posesif, memberikan kode jika Lin Wu adalah miliknya yang tidak boleh dilirik oleh siapapun.

Lin Wu sendiri tersentak kaget melihat sikap Yanshen yang tiba-tiba posesif padanya, sebelum kemudian dia paham dengan situasi yang ada membuat Yanshen bersikap seperti itu. Tentu saja hal itu membuat Lin Wu tersenyum geli melihat kelakuan Yanshen yang seperti anak kecil. Padahal sebelumnya dia telah menjelaskan semuanya kepada Yanshen mengenai Tuan Cheng. Tapi tetap saja seolah penjelasan Lin Wu seperti angin lalu yang tidak pernah Yanshen gubris.

Perlahan, Lin Wu beranjak dari tempatnya, diikuti Yanshen yang berjalan disampingnya sambil menggandeng erat jemari tangan istrinya.

Kedua netra Cheng tak lepas dari tangan Yanshen yang masih setia menggandeng tangan Lin Wu. Terlihat jelas kebingungan di raut wajah lelaki itu melihat Yanshen yang begitu posesif pada Lin Wu.

"Tuan Cheng, hari ini saya dan anak-anak akan kembali ke kota kelahiran saya, Shanghai. Saya ucapkan terimakasih banyak atas kerja samanya selama ini dengan perusahaan anda yang selalu mempercayakan J-TWIN'S sebagai penyedia catering di perusahaan anda juga para buruh yang bekerja di proyek anda. Meskipun saya tidak ada disini, tapi jangan khawatir untuk cita rasa dan harga pun masih tetap sama. Saya akan memastikan hal itu agar para pelanggan tidak kecewa dan tetap menjadikan J-TWIN'S pilihan sebagai rumah makan favorit. Saya harap kerja sama kita tetap berlanjut meskipun nantinya rumah makan ini dipimpin oleh orang lain, tapi tetap semuanya melalui persetujuan saya," terang Ji Chan pada Tuan Cheng.

"Kenapa kalian tiba-tiba ingin kembali kesana? Lalu bagaimana dengan J-TWINS?" tanya Tuan Cheng yang mulai bingung.

"Untuk soal itu, J-TWIN'S tetap beroperasi seperti biasanya. Meskipun saya tidak ada disini lagi, saya akan tetap mengontrolnya dari kejauhan," jawab Lin Wu menerangkan.

Tuan Cheng tampak canggung berbincang dengan Lin Wu. Terlebih ada seseorang lelaki yang sedari tadi menatapnya dengan tajam. Bahkan melihat gaya pakaian dari lelaki di hadapannya ini saja, jelas kalau lelaki itu bukanlah orang biasa.

Mendadak Tuan Cheng merasa minder melihat Yanshen yang tampak sempurna dengan balutan jas mewah yang melekat di tubuh kekarnya itu. Padahal Tuan Cheng sendiri berpakaian rapi dengan balutan jas tapi tetap saja tidak dapat mengimbangi penampilan Yanshen.

Lin Wu yang mengetahui jika Tuan Cheng merasa kikuk pun, langsung menyikut perut suaminya dengan siku tangan.

"Yanshen," ucap Yanshen memperkenalkan diri.

"Terimakasih banyak atas bantuanmu selama ini untuk anak dan istriku." Lanjutnya yang seakan menekankan kata istri pada Tuan Cheng.

"Eumm, maaf Tuan Cheng suami saya memang tidak bisa senyum. Maklumlah dia lagi sariawan banyak di mulutnya," sahut Lin Wu yang membuat Yanshen melototkan matanya.

"Om Cheng bawa coklat kesukaan Ji Chan tidak? Katanya mau ngasih Ji Chan coklat dubai, gimana sih bentuknya?" sela Ji Chan dengan jiwa kepo nya yang meronta.

"Bawa dong, kan Om sudah janji. Ini coklatnya," ucap Tuan Cheng sambil tersenyum sebelum kemudian menyerahkan sebuah paper bag pada Ji Chan.

"Yeaah asiiik," seru Ji Chan bersorak ria sambil melompat.

Tentu saja hal itu membuat Yanshen iri dengan kedekatan putrinya dengan orang lain. Apalagi melihat Ji Chan yang barusan mencium pipi lelaki itu membuat hatinya terasa sakit seolah ada ribuan anak panah yang melesat di jantungnya. Sungguh dia tidak suka dengan situasi seperti ini, dia tidak rela jika putrinya terlalu dekat dengan orang lain. Sedangkan padanya yang merupakan Ayah kandungnya sendiri tidak begitu dekat.

"Waaah terimakasih banyak ya Om udah beliin coklat dubai buat Ji Chan. Ini nih tipe yang cocok jadi Daddy Ji Chan, banyak uang dan tidak pelit," ucap Ji Chan dengan polosnya tanpa tahu jika ucapannya itu sukses menohok hati Yanshen.

"Ji Chan sayang Om Cheng." Tanpa peringatan Ji Chan langsung mencium pipi mulus Tuan Cheng.

Sontak mata Yanshen membulat sempurna, dia tidak percaya bahwa putrinya akan seberani itu mencium lelaki lain di hadapannya. Tentu saja hal itu membuat Yanshen semakin murka dengan perbuatan putrinya yang mencium lelaki lain selain dirinya yang notabenenya Ayah kandungnya sendiri.

"Lebay deh kamu, Ji Chan. Orang cuma dikasih coklat aja kok," sahut Junjie memutar malas bola matanya.

Yanshen tersenyum miring mendengar ucapan putranya yang tampak tidak menyukai lelaki di hadapannya saat ini. Itu berarti dia sehati dengan putranya yang sama sekali tidak menyukai lelaki itu. Ya, begitulah pikir Yanshen.

"Biarin, kan suka-suka Ji Chan dong. Mau lebay kek atau apa, itu urusan Ji Chan tahu bang. Daripada Abang dingin banget kek es batu, wleeee ...," balas Ji Chan sambil menjulurkan lidahnya ke arah saudara kembarnya.

"Ehh ... sudah sudah jangan berantem," lerai Lin Wu yang sedikit pusing melihat tingkah anak-anaknya seperti Tom and Jerry.

"Sayang, ayo kita pulang," bisik Yanshen tepat di telinga Lin Wu agar menyudahi drama perpisahan ini dan juga pertengkaran anak-anaknya.

"Iya." Lin Wu mengangguk mengiyakan ucapan suaminya.

"Tuan Cheng kami pamit dulu ya. Sekali lagi terimakasih atas bantuan anda selama ini," ucap Lin Wu sambil tersenyum lembut.

"Iya Lin Wu, kamu hati-hati ya sama anak-anak. Semoga selamat sampai tujuan." Terdengar ucapan Cheng yang begitu perhatian pada Lin Wu sambil menampilkan senyuman manisnya.

"Da ... da ... Om Cheng ganteng. Ji Chan bakal rindu Om. Emmmuaah ...." ucap Ji Chan sambil melambaikan tangannya kemudian melayangkan flying kiss dengan gerakan memonyongkan bibir ke arah Cheng.

.

.

.

🥕Bersambung🥕

1
Reni Anjarwani
lucu dejh kok bisa 11,12 kaya omanya
Kaizy celine
Klo abangnya mirip papa nya ini pasti😍
Kaizy celine
🤣🤣🤣🤣nurun mommy yaa ga nurun bapaknya🤣
Rara Kayla
Yanshen puret🤣🤣...
partini
Mak Lampir nyerocos Mulu dah
Jia Li: 😂😂😂

dia gak suka sama Ji Chan yang cerewet apalagi berani sama dia 🤭
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Jia Li: tunggu kelanjutannya ya 😊
total 1 replies
Kaizy celine
Awasss nnti papa mu marahhh🤣🤣🤣🤣
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Alfiah🐣
Liat anaknya Lin Wu sama Yanshen tuh lucu-lucu gemess gimana gitu yaaa🤣🤭
Kaizy celine
Selamaatt authorr ... smoga makin smngatt yaa update bab nyaa dan buat novel2 dengan karya2 yg bagus2 lagii😍
Jia Li: makasih kak 😊
total 1 replies
Kaizy celine
OMG 😭😭😭😭🤣🤣🤣😍😍😍😍 GAK BISA BERKATA2 😍😍😍😍 lope lope buat kalian berduaaa😍😍🤣🤣
Kaizy celine
Co cweettttt😍😍😍😍
Reni Anjarwani
lanjut up trs thor
partini
👍👍👍👍
Rara Kayla
serang Daddymu, Ji Chan🤣
Rara Kayla
selamat ya Kak Author, dan semangat utk bab² berikutnya😁
Jia Li: makasih kak 😊
total 1 replies
Reni Anjarwani
akhirnya lin wu mendpt kan kebahagian
Kaizy celine
Katakaaan yesssss plisssss😭😍
Kaizy celine
Heemm co cweet nya pasti kyk papanya ini🤣
Oma Gavin
selamat kak tetap semangat up
Jia Li: makasih Oma 😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!