Di temukan oleh seseorang di pinggir jalan dengan keadaan sangat kurus dan lemas Senia di bawa pulang dan di rawat dan dibesarkan dengan kasih sayang dan perhatian .
Ketika suatu hari kedua orang tuanya secara paksa membawanya pulang ke rumah dengan berbagai macam alasan membuat Senia merasa bingung antara bertahan bersama keluarga baru atau kembali bersama kedua orang tuanya .
Kejadian demi kejadian kembali teringat dipikirannya dan menyadarkannya akan perbuatan kedua orang tuanya di masa lalu tapi ia mempunyai rencana sendiri .
Ikuti terus kisahnya sampai selesai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30. DEKAPAN KERINDUAN
Keesokan harinya Senia bersiap pulang ke rumah begitu selesai keluar dari penginapan menuju tempat mobilnya dan menyalakannya .
Rasa lelah itu hilang ketika melihat sebuah pemandangan di depan mata senyum terukir di wajahnya .
Sebuah panti asuhan tempatnya berbagi cerita bersama anak-anak dan juga bermain .
Ibu panti menyambut kedatangannya dengan ramah . Senia mencium tangannya lalu duduk berbicara berdua .
"Apa kabar Senia , sepertinya sibuk sekali akhir-akhir ini," tanya ibu panti bernama Farida Ashari .
"Saya baik Bu . Benar saya sibuk bekerja dan maaf baru sempat kemari ," jawab Senia
Seorang anak kecil menghampiri mereka lalu duduk di sebelah Senia sambil bermanja.
"Kak Senia , aku ingin diceritain sama kakak ," bujuknya menggenggam tangan Senia .
"Ayo kakak ceritain tapi di taman saja ya ," sahut Senia memberi ide .
"Boleh deh , ayo Kak kita ke sana ," ajak anak tersebut beranjak dari tempat duduk sambil menggandeng tangan Senia .
”Maaf Bu , saya ajak Maya dulu ," Senia pamit kepada Farida dan berjalan bersama anak kecil bernama Maya .
Di sebuah taman kecil Senia menceritakan sebuah kisah kepada Maya . Gadis kecil itu mendengarkan dengan serius sesekali bertanya kalau tidak paham dengan ceritanya .
Keduanya tertawa ketika Senia bercandanya berlebihan , Maya sangat senang mendengarkan cerita dari Senia . Keduanya memutuskan menyudahi ceritanya dan beranjak masuk ke dalam rumah .
" Sayang , maaf ya Kakak harus pulang ,lain kali kita bisa cerita lagi ," kata Senia sambil membelai rambut ikal Maya .
" Tapi aku pengen main sama Kakak ," Maya dengan wajah sedih .
Senia memeluk gadis kecil itu dengan sayang dan mencium keningnya .
"Kan masih ada waktu sementara kamu main sama teman-teman yang lain ya , " Senia mengajak Maya bergabung bersama teman -temannya .
Senia berpamitan setelah memberikan donasi kepada Bu Farida . Lalu meninggalkan langi asuhan tersebut .
Selama perjalanan pulang Senia merasa tenang . Senia tidak menyadari kalau perjalanan pulang bukan ke rumah Bu Ayu melainkan ke rumah Aluna .
Mobil terparkir dengan sempurna di depan rumah , Senia turun lalu berjalan sambil membawa beberapa barang bawaannya masuk ke dalam rumah .
Terlihat Aluna sedang membuat sesuatu dari benang rajut pemberian Arumi tetangga sebelah . Aluna menyadari kedatangan seseorang menoleh dengan tatapan dingin .
Senia menghiraukan tatapan ibunya langkahnya menghampiri ibunya dengan perasaan rindu di dalam dadanya .
Aluna melirik barang di tangan Senia tanpa mau bertanya atau menyapa .
"Ibu , ini ada beberapa keperluan ibu semoga ibu menyukainya ," Senia meletakkan di samping ibunya .
Senia meraih tangan Aluna namun di tampik dengan dingin . "Dasar keras kepala ," kata Aluna dengan suara tegas dan terdengar kasar .
Senia duduk di samping ibunya melihat cara Aluna merajut begitu lihai . Jari lentiknya yang lentur memainkan benang dan jarum rajut membentuk suatu kain .
Senia merasa kagum melihat ibunya yang ternyata pintar merajut . Di meja ia melihat sebuah tas kecil hasil kerja keras ibunya .
"Bagus sekali tas ini mungil dan menggemaskan ," kata Senia memuji hasil kerajinan ibunya .
Aluna hanya melirik namun hatinya tidak menyangkal kalau Senia mempunyai hati yang tulus . Namun rasa itu hanya ia simpan tidak ditunjukkan .
Senia mengajak berbicara meskipun diabaikan oleh ibunya yang sedang merajut . Sesekali ia melirik ibunya sambil tersenyum getir .
" Eh , ada Senia , kok aku tidak mendengar kalau kamu datang tunggu sebentar , " kata Ranka muncul di ambang pintu yang baru saja selesai membersihkan dapur .
"Oh iya waktunya makan siang , ayo kita makan bersama ," Ranka mengajak Ibunya dan Senia makan bersama .
Aluna meletakkan rajutannya yang belum selesai di atas meja lalu pergi ke ruang makan dengan di dorong Ranka .
Senia merasa canggung melihat sikap ibunya yang cuek padanya membuatnya tidak nyaman sedangkan Ranka menyiapkan makan siang mertuanya dengan terampil .
Dalam hati Ranka kesal meladeni mertuanya , ia kecapekan mengenakan pekerjaan rumah sendirian . Sedangkan Adit suaminya tidak mau membantunya memilih pergi dan acuh tak acuh dengan kondisi rumahnya .
Mereka bertiga menikmati makan siang bersama tanpa ada suara . Selesai makan Senia beranjak membawa piring kotor saat akan mencuci Ranka melarangnya .
"Senia , biar aku saja yang mencuci kamu temani ibu saja ya ," perintah Ranka . Senia nurut perintahnya menghampiri ibunya kembali melanjutkan merajut .
Senia duduk di samping ibunya melihat tangan ibunya bergerak dengan lincah mengintal benang menjadi bentuk benda cantik .
"Kenapa tidak pergi sudah selesai kan urusanmu ?" Aluna dengan nada dingin tanpa melihat Senia .
"Bu , maafin aku . Tolong jangan membenci aku , ibu boleh marah sama aku tapi jangan membenciku . Aku anak ibu , aku kangen sama ibu ," ucap Senia menangis sambil berjongkok di depan Aluna memeluk lutut kakinya ibunya .
Aluna terkejut melihat Senia berada didepannya sambil berjongkok , dadanya bergemuruh bukan marah bukan menahan senang tapi perasaan yang selama ini ia rasakan adalah sebuah rindu . Rindu dan bangga pada Senia yang berubah menjadi sosok perempuan dewasa .
Airmata Aluna tertahan di pelupuk mata lalu menghentikan kegiatannya melihat Senia tangannya terulur bergetar membelai rambut Senia .
Senia merasakan belaian pada rambutnya mengangkat kepalanya melihat wajah ibunya sudah meneteskan airmata . Senia memeluk ibunya sangat erat .
Keduanya hanyut dalam dekapan antara sedih dan bahagia . Ranka melihat momen tersebut sambil merekam mereka lalu mengirimkan video kepada Imran dan suaminya .
Keduanya melepas pelukan dan tersenyum bersama , Aluna mencium kening Senia dengan sayang lalu mencium kedua pipinya .
Baru kali ini sejak melahirkan Senia mencium dan memeluknya . Entah mengapa ia merasa sangat jauh sekali dengan Senia seperti ada jarak membentang di depannya .
Ada rasa hampa namun bahagia , ada keinginan bersama namun seolah itu tidak mungkin . Aluna menangis sampai dadanya merasa sesak dan ulu hatinya sangat sakit melihat wajah Senia .
"Maafkan ibu , Senia . Maafkan ibu , ibu sudah menelantarkan kamu selama ini , maafkan ibu . Maafkan ibu .... Maaf ," Aluna menangis histeris mengungkapkan permintaan maaf kepada Senia sambil memegang dadanya .
Ia sangat menyesal dengan perbuatannya pada Senia . Senia kembali memeluk ibunya dan menenangkannya . Aluna jatuh pingsan dalam pelukan Senia .
Senia terkejut merasakan tubuh ibunya lemas dan tidak bergerak menggoyangkan tubuh ibunya dengan keras .
"Kak Ranka , Kak . Tolong ibu pingsan ," Senia berteriak memanggil Ranka kakak iparnya .
Ranka datang membantu Senia membawa ibunya masuk ke dalam kamar lalu merebahkan tubuh Aluna di tempat tidur .
" Ibu , bangun . Aku mohon bangun , Senia akan menjaga ibu di sini . Bangun Bu ," pinta Senia sambil menangis .
Ranka menelpon suaminya dan Imran memberitahu kalau ibunya pingsan untuk segera pulang .
Senia menelpon salah satu dokter untuk datang ke rumah memeriksa ibunya . Setelah menunggu beberapa menit datang seorang dokter bernama Irgi memeriksa kondisi Aluna .
semasa hidup aja bian tak pernah kasih uang jajan sm mu tak pernah sayang pada mu 🤭🤣🤣🤣