NovelToon NovelToon
ISTRI DADAKAN MAS SANTRI

ISTRI DADAKAN MAS SANTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Poligami / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Pernikahan rahasia
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Flou

Arshaka Beyazid Aksara, pemuda taat agama yang harus merelakan hatinya melepas Ning Nadheera Adzillatul Ilma, cinta pertamanya, calon istrinya, putri pimpinan pondok pesantren tempat ia menimba ilmu. Mengikhlaskan hati untuk menerima takdir yang digariskan olehNya. Berkali-kali merestock kesabaran yang luar biasa untuk mendidik Sandra, istri nakalnya tersebut yang kerap kali meminta cerai.
Prinsipnya yang berdiri tegak bahwa pernikahan adalah hal yang sakral, sekeras Sandra meminta cerai, sekeras dia mempertahankan pernikahannya.
Namun bagaimana jika Sandra sengaja menyeleweng dengan lelaki lain hanya untuk bercerai dengan Arshaka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Flou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacar Sandra

Sementara itu di sisi lain, Sandra tengah dikucilkan oleh temannya. Baru ia sampai di kampus dengan style pakaian seperti biasa tanpa menuruti perintah Arshaka, tetapi Aca dan Dita sudah menjauhinya.

“Lo pada kenapa sih?” tanya Sandra mengejar keduanya. “Gue salah apa sampe didiemin begini?”

“Ogah gue temenan sama lo lagi. Lo butuh kita selalu ada, tapi giliran kita butuh, lo nggak ada kabar!” balas Dita menohok.

“Gue sakit kemarin. Bukan nggak mau bantu kalian.” Benar tempo hari keduanya mengirim pesan dan meminta bantuan untuk menjemput Aca dan Dita sebab ban mobil Aca bocor. Namun, Sandra bisa apa? Tubuhnya benar-benar sedang tidak bersahabat.

Aca mendorong pundak Sandra. “Minggir lo. Jauh-jauh. Orang kayak lo cuma bisa cari alesan buat menghindar.”

“Gue bilang jujur ya!” balas Sandra tidak terima. “Kok lo berdua begini? Temen sakit bukannya dijenguk, lo juga malah pada party!”

“Heh, udik! Lo pikir kita sudi temenan sama lo, ha? Bocah nggak punya etika, nggak punya otak, nggak punya adab. Nakal begini gue sama Dita masih hormat sama orang tua, sama yang lebih tua. Nggak kayak lo, rela durhaka sama perempuan yang udah lahirin lo demi happy-happy. Sinting lo?” hina Dita lalu tertawa keras.

Di balik kesialan yang menimpa Sandra hari ini, ada Arshaka yang tidak meridhoi dirinya. Di balik air mata Sandra, ada air mata dan sujud Arshaka yang mengadukan sakitnya pada Tuhan.

Rusaknya mental suami seringkali hasil perbuatan istrinya.

Kifarah menyakiti hati orang yang tulus itu benar-benar nyata ada. Suatu saat dia akan tersakiti berkali-kali lipat. Cepat atau lambat hidupnya pasti akan hancur entah dari jalur mana pun. Terlebih jika yang dizalimi adalah suami yang bersedia memberikan jiwa raga untuk sang istri.

Arshaka memejamkan matanya sambil menikmati pijatan Arvhi di kening dan rahangnya yang terasa sangat berat serta kaku. Ia berbaring di atas sofa dengan paha sang adik sebagai bantal. Sembari itu Arshaka memegangi inhaler untuk membantu pernapasannya yang semakin sesak setelah dia mengadu pada Tuhan.

Beberapa saat yang lalu Arvhi bahkan dibuat sangat panik melihat dirinya yang begitu kesulitan untuk bernapas.

“Vhi,” panggil Arshaka pelan.

Arvhi menundukkan kepala dan menyenggut. Ia tilik wajah lelah nan pucat sang kakak.

“Kamu mencintai calon suamimu?” tanya Arshaka dibalas anggukan. “Apa tujuanmu menikah?’

“Melaksanakan sunnah, menyempurnakan separuh agama, dan berbakti pada suami,” balasnya dengan bahasa isyarat.

Arshaka menarik sudut bibirnya. “Memusuhi suami sama dengan memusuhi Allah. Kelak apapun yang terjadi di antara kalian, saat kamu melihat kekurangannya yang membuat dia tampak buruk di matamu, jangan mencela apalagi sampai harga dirinya terusik, ya?”

“Apa yang terjadi di antara kamu dan Sandra, Kak?”

“Tidak ada, Sayang. Aku sedang lelah saja, sakit saat bersamaan dengannya. Tidak mungkin aku meminta dia mengurusku sementara dia sendiri sedang sakit, makanya Kakak tandang kemari,” kekeh Arshaka lalu mendudukkan tubuh saat hidungnya terasa sangat gatal.

“Lanjutkan aktivitasmu. Maaf tidak jadi menemani kalian ke As-Shobirin hari ini.”

“Tidak apa-apa. Ayah juga ada rapat dadakan di kantor, Kak,” balas Arvhi.

Arshaka mengangguk, rencana mereka ke As-Shobirin untuk memberikan undangan pernikahan Arvhi gagal sebab kondisi kesehatan Arshaka yang kurang memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh.

Pemuda itu menaikkan sebelah alis saat Arvhi memegang pergelangan tangannya. “Kenapa?”

“Jangan keluar rumah. Di dalam saja, tetangga sebelah baru membakar sampah soalnya. Nanti napasmu semakin sesak, Kak,” peringat Arvhi menggelengkan kepalanya.

Arshaka tersenyum sembari menggosok hidungnya yang merah seperti kepiting rebus. “Baik. Aku ke kamar saja kalau begitu,” ucapnya diacungi jempol oleh sang adik.

Sampai di kamar, Arshaka membuka tirai jendela, seketika cahaya matahari masuk ke dalam memberikan kehangatan pada kamar yang cukup dingin tersebut. Ia mengambil satu buku bacaan yang belum dirampungkan lantas duduk di single sofa dekat jendela.

“Sebaik-baiknya wanita adalah wanita yang jika kamu memandangnya, ia menyenangkan kamu, apabila kamu memerintahkannya, ia mentaatimu, dan apabila kamu tinggal pergi, maka ia menjaga harta dan dirinya.”

Arshaka terpengkur membaca hadis tersebut. Teringat kembali perlakuan Sandra yang sangat melukai harga dirinya. Tak sedikitpun memandang dirinya sebagai imam atau paling tidak sebagai orang yang lebih tua darinya.

Kemudian, rasa sakit itu kembali menyelinap masuk dalam dada hingga ia harus menahan napas beberapa detik. Pelan ia menasehati sudah dilakukan sebagaimana yang dianjurkan oleh Al-Qur’an dalam surah An-Nisa:34.

Namun hal tersebut tidak berguna apa-apa, kelembutannya hanya dianggap angin belaka. Lalu mengambil jalan kedua dengan pisah ranjang? Sejak awal pernikahan hanya saat malam di mana Sandra sakit, Arshaka tidur dalam satu selimut yang sama dengan istrinya. Haruskah ia menggunakan opsi terakhir, yaitu memukul istrinya?

Walaupun diperbolehkan bagi lelaki memukul istri dengan syarat tertentu, tetapi sebaik-baiknya lelaki adalah yang tidak melakukan hal demikian, itu yang ada dalam benak Arshaka. Namun bagaimana jika Sandra tidak pernah bisa sadar?

Menggelengkan kepalanya samar, Arshaka meraih ponsel yang diletakkan di atas meja. Ramai notif dari grup kampus, berpikir bahwa ada satu hal penting yang ia lewatkan, Arshaka membuka grup tersebut.

Pupil mata Arshaka seketika terbuka lebar setelah memutar satu video di mana Sandra tengah diolok-olok oleh para mahasiswa. Tanpa berlama-lama, Arshaka langsung menghubungi Sandra untuk mengetahui keberadaannya. Ketika tidak mendapatkan jawaban dari panggilannya sebanyak tiga kali, Arshaka langsung melacak ponsel Sandra. Namun, usahanya itu tidak berhasil sebab ponsel Sandra tiba-tiba tidak aktif.

“Astaghfirullah, Sandra.” Ia meletakkan buku, menutup tirai jendela dan melangkah lebar keluar dari kamar dengan perasaan cemas yang menyelimuti hati.

“Dek, Kakak pergi dulu. Jangan mencari!”

Memilih menyerah setelah satu jam tak kunjung menemukan Sandra, Arshaka meminta bantuan pada Kenneth untuk mencari keberadaan gadis itu. Jika fisiknya sedang kuat, ia takkan lelah mencari istrinya tersebut.

Tidak begitu lama menunggu, Kenneth memberi kabar baik. Arshaka langsung menginjak pedal gas menuju titik lokasi yang ia terima. “Apa yang ada di dalam kepalamu. Kenapa pergi ke tempat seperti itu, Ya Tuhan! Kemana perginya akal sehatmu, Sandra?”

Arshaka benar-benar tidak mengerti dengan cara Sandra berpikir. Dalam keadaan kacau, gadis itu justru mencari mati dengan mendatangi bar yang buka dua puluh empat jam. Semua tindakannya selalu didasari dengan emosi tanpa pernah pikir panjang.

“Gue yang salah? Cih, mereka aja yang pada kurang ajar. Kalo nggak pada kurang ajar juga nggak bakal gue bacotin,” gerutu Sandra lalu meneguk lagi minum alkohol berkadar rendah itu.

Perasaannya benar-benar dilimbung amarah yang ingin membludak keluar. Sudah kesal dan jijik sebab Arshaka mencium dirinya, ditambah lagi dengan masalah yang terjadi di kampus akibat perseteruannya dengan Aca dan Dita, yang membuat pihak kampus mengeluarkan surat peringatan pertama. Sandra merasa sangat direndahkan oleh mereka semua tanpa menyadari, tanpa mengoreksi diri bagaimana ia bersikap dengan sekitar.

“Sandra?”

Tepukan tiba-tiba di pundaknya membuat Sandra tersentak kaget. Ia membawa pandangannya ke samping, mulutnya spontan menganga melihat pria matang yang berdiri gagah di sampingnya. “Siapa?”

“Kenapa kamu di sini?” tanya pria tersebut dengan suara beratnya. Kemudian sudut matanya menatap apa yang ada di hadapan Sandra. “Kamu mabuk? Ibumu bisa marah jika dia tau kamu mabuk-mabukan!”

“Kamu siapa mengatur aku?!” delik Sandra.

“Ck! Ikut saya pulang!” decaknya mengeluarkan beberapa lembar uang lalu diserahkan pada bartender. “Kamu masih terlalu kecil untuk berada di tempat seperti ini!”

Sandra melotot nyalang, tak terima dirinya diatur-atur oleh orang. “Jangan sok kenal jadi orang. Aku kenal kamu juga nggak! Pergi sana, ganggu aja!” usirnya. “Aku udah punya ktp, bukan anak kecil lagi!”

Dia merasa marah saat pria itu mengaturnya, tetapi entah kenapa marahnya tidak bisa membludak seperti yang ia lakukan pada Arshaka. Seperti ada sesuatu yang menahan Sandra ... kharisma dan aura old money dalam diri pria tersebut.

Regan Bagaskara.

Pria yang pada awalnya akan dijodohkan dengan Sandra itu berdecak pelan. Bukan hal aneh yang ia dengar mengenai Sandra jika gadis ini sangatlah nakal dan tidak tahu aturan. Mendiang ayah Sandra sering memberi tahu hal tersebut padanya. Bahkan dulu tak jarang dia diberikan wejangan untuk mendidik Sandra dengan hal apapun yang terpenting anak itu bisa sadar.

“Saya Regan. Pria yang kamu tolak untuk dijodohkan. Sudah jelas? Sekarang pulang!”

Pupil mata Sandra sontak membulat tak percaya. Ia buka lebar-lebar matanya, lalu berdiri pun mencondongkan tubuh untuk menilik lekat wajah pria berusia tiga puluh empat tahun tersebut. “Kamu Regan? Pria tua yang mau dijodohin sama aku? Sungguh? Haha nggak mungkin, ini pasti operasi plastik. Mana ada pria tua tapi mukanya masih fresh banget kayak gini.”

“Tidak usah banyak bicara! Cepat ambil tasmu dan ikut saya!” titah Regan tak ingin dibantah.

Sandra mendorong pelan dada Ares. “Kamu belum menjawab pertanyaanku! Kamu sungguh Ares? Pria tua yang selalu dibanggakan sama Mama?” Ia berdecih pelan.

Regan terlalu malas basa-basi, matanya bergerak mencari-cari tas milik Sandra. Setelah ia ambil, ia mengulurkan tangan hendak menggandeng Sandra keluar dari klub. Akan tetapi belum sempat Regan menyentuh tangan Sandra, seseorang mencekal dirinya lebih dulu.

“Jauhkan tanganmu!” Arshaka menatap tajam pada pria asing di depannya.

“Siapa kamu?” tanya Regan menarik tangannya.

Sandra berdecak malas melihat kehadiran Arshaka yang dia tidak tahu dari mana pria itu mengetahui keberadaannya. Tiba-tiba terbesit sebuah ide dalam benak Sandra. Ia langsung melingkarkan tangan dan memeluk lengan kekar Regan. “Antarkan aku pulang ya, pacar,” ucap Sandra dengan suara mendayu-dayu penuh menggoda. Matanya mengerling pada Regan yang terbelalak akibat ia tiba-tiba mencium pipinya.

Sinar mata Arshaka tidak bisa tertolong lagi saat melihat itu. Menghujam begitu dingin pada istrinya yang kurang ajar itu. “Jangan keterlaluan, Sandra!” Dia mendesis dengan tangan terkepal kuat. Rahang tegas yang tersembunyi di balik masker kian mengerat hingga gemeretak giginya terdengar.

“Ayo pacar, antarkan aku pulang. Jangan dengarkan orang gila itu ....”

“Sandra Sri Febiola!” Arshaka memperingati dengan suara sedikit keras.

“Jangan membentakku, sialan!” balas Sandra berteriak. “Kamu tanya siapa laki-laki yang aku suka ‘kan? Nih, kamu udah berdiri di depan orangnya. Dia laki-laki yang aku suka dan hari ini kita baru jadian. Cinta aku nggak bertepuk sebelah tangan.”

1
kalea rizuky
peran utama di sini siapa thor adeeba apa nadera
Miss Flou: Adeeba siapa sengkuh🤭
total 1 replies
muna aprilia
lanjut t
kalea rizuky
mending ceraiin aja lah mending ma naderra yg sopan gk kayak Sandra kelakuan kayak pelacur
kalea rizuky
ceraiin aja istri kayak. lacur gini buat apa g guna jg
kalea rizuky
cerai aja shaka istri kayak pelacur g bs di didik muak bgt
kalea rizuky
istri rasa lacur gk ada. aklak minus lagi. buang aja istri kayak gini
Miss Flou
oke gaaaasssss😍😍😍
liejave
semangat kak lanjuttt💪😍
Asihfitr
bau2 poligami skip jangan ada poligami gak suka udh tokoh utama wanita bikin geregetan LG
Nurul Uyun
jgn ad istri kedua
Miss Flou: T-tapi ini cerita poligami👉👈
total 1 replies
liejave
KAK??🥺🥺 PLIS LAH JANGAN GINI GREGETAN AKUUHH😭😭
Miss Flou: Yuu gregetan bareng wkwkwk
total 1 replies
Marlina Selian
Jagan ada poligami dan cerai thoor
Miss Flou: bisa aja ngerayunya😭🤣
total 3 replies
Nurul Uyun
jngn ada cerai n poligami
Miss Flou: 🤣🤣🤣🤣🤣🤭
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut kk
Miss Flou: Siap, Sayang😍
total 1 replies
Marlina Selian
haha lucu banget
Marlina Selian
lanjut thoor tetap semagat 🥰🥰🥰🥰
Marlina Selian
ikutan hayut dalam cerita ya hati ku teriris jugak
윤기 :3
Gila aja nih cerita, bikin gue baper dan seneng banget!
Miss Flou: Hallo, terima kasih sudah mampir, Kak. Semoga betah ya di sini sampe ending🥰
total 1 replies
Miss Flou
Annyeong, selamat datang😍
Ini novel pertama saya, semoga kalian suka ya. Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar, Sayangku🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!