Di temukan oleh seseorang di pinggir jalan dengan keadaan sangat kurus dan lemas Senia di bawa pulang dan di rawat dan dibesarkan dengan kasih sayang dan perhatian .
Ketika suatu hari kedua orang tuanya secara paksa membawanya pulang ke rumah dengan berbagai macam alasan membuat Senia merasa bingung antara bertahan bersama keluarga baru atau kembali bersama kedua orang tuanya .
Kejadian demi kejadian kembali teringat dipikirannya dan menyadarkannya akan perbuatan kedua orang tuanya di masa lalu tapi ia mempunyai rencana sendiri .
Ikuti terus kisahnya sampai selesai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31. KRITIS
Adit pulang dengan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar Aluna .
"Ibu ,” katanya memanggil Aluna berjalan mendekati tempat tidur dan memegang tangan Aluna .
Adit berdiri menatap istrinya lalu Senia . Ia mendekati Senia lalu mencengkeram leher Senia dengan menekan lebih kuat membuat Senia susah berbicara dan bernapas .
" Ini karena kamu sudah datang kemari dan kamu yang membuat ibu seperti ini , kamu tidak pantas berada di keluarga kami lebih baik kamu mati saja ," bentak Adit tersulut emosi .
Ranka terkejut melihat sikap suaminya kepada Senia berusaha melepaskan tangan Adit .
" Mas , jangan lakukan ini kasihan Senia . Dia tidak bersalah aku mohon sama kamu kalau Senia meninggal kamu akan jadi seorang tersangka dan mendekam di penjara ," teriak Ranka sambil menangis .
Adit tertegun mendengar perkataan istrinya lalu melepaskan tangannya tapi tatapan matanya seperti menusuk sebilah pisau tajam .
Senia terbatuk dan merasa lega bisa bernapas . Dia memijat lehernya yang terasa sakit .
" Kalau terjadi sesuatu pada ibu aku tidak akan pernah memaafkan mu , ingat itu baik-baik," ancam Adit melihat Senia tidak suka .
"Kak , kita harus bawa ibu ke rumah sakit sekarang ini perintah dokter Irgi setelah memeriksa ibu ," kata Senia memberitahu Adit .
Adit menatap nyalang Senia ." Apa kamu bilang ke rumah sakit memangnya ibu sakit apa sampai di bawa ke sana ? " tanya Adit .
"Tidak ada waktu berdebat kami menunggu Mas Adit pulang karena meminta tolong membawa ibu ke rumah sakit . Ayo cepat bawa ibu sekarang ," perintah Ranka istrinya .
Tanpa menunggu lama Adit menggendong ibunya keluar kamar berjalan menuju mobil Senia yang sudah di buka oleh Senia . Mereka berangkat ke rumah sakit dan Senia yang mengemudi dengan kecepatan penuh .
Adit merasa kagum melihat cara Senia mengemudi seperti seorang pembalap yang begitu lincah menyalip kendaraan lain . Kurang dari setengah jam mobil sampai di parkiran rumah sakit .
Adit dengan sigap menggendong ibunya keluar dari mobil sementara istrinya mencari brangkar untuk ibunya berbaring . Begitu menemukannya mendorong ke tempat Adit berada lalu ibunya direbahkan di brangkar tersebut .
Seorang suster menghampiri mereka dan bertanya . "Ada apa ini ?" tanya suster curiga .
"Tolong ibu kami , ibu pingsan dan dokter Irgi menyarankan untuk membawa kemari ," jelas Ranka dengan wajah panik .
"Baiklah kalau begitu ikut saya ," kata suster tersebut berjalan lebih dulu dan diikuti mereka .
Suster mengantar mereka membawa Aluna ke rumah UGD .
"Maaf kalian tidak boleh masuk silahkan tunggu di luar , sebentar lagi kami akan melakukan penanganan pada pasien ,"perintah Suster .
Mereka bertiga menunggu di luar , Adit mendekati Senia memasang wajah geram melihat Senia .
”Kamu yang harus membayar biaya rumah sakit karena kamu yang menyebabkan ibu sakit , ” tekan Adit lalu duduk di samping istrinya .
Senia diam tidak membalas perkataan Adit , ia justru menangis melihat kondisi ibunya yang semakin buruk . Senia berdoa demi kesembuhan ibunya .
Imran datang dengan berlari menghampiri mereka , sewaktu pulang ia tidak melihat satu orang pun di rumah lalu bertanya sama tetangga dekat kalau ibunya di bawa ke rumah sakit , ia pun langsung pergi ke rumah sakit .
"Kak Senia , apa yang terjadi sama ibu ?" tanya Imran begitu sampai langsung duduk di samping Senia .
Senia menoleh langsung memeluk Imran sambil menangis . Imran heran kenapa Senia menangis membalas pelukannya . Setelah reda dan merasa lebih baik ia melepaskan pelukannya .
"Ibu , tadi pingsan waktu aku peluk dan aku panggil dokter , dokter bilang kalau ibu harus di rawat di rumah sakit ," jawab Senia sambil terisak .
"Memangnya ibu sakit apa ?" tanya Imran semakin heran dan penasaran .
Setahu Imran ibu tidak pernah mengeluh kalau mempunyai suatu penyakit . Tapi kok sampai harus ke rumah sakit ini pasti ada yang tidak beres batin Imran .
“Belum tahu dokter masih memeriksa ibu ," jawab Senia .
Pintu ruang UGD terbuka dokter Irgi keluar dengan wajah sedih melihat satu per satu orang didepannya .
"Beliau ingin bertemu dengan anaknya yang bernama Senia ,“ katanya sambil menarik napas berat .
"Saya ,Dok ,"Senia menunjukkan dirinya .
“Mari ikut saya ," sahut dokter mengajak masuk ke dalam .
Senia mengikuti di belakang dokter Irgi dengan perasaan tidak menentu jantungnya berdegup cepat . Ia berjalan masuk mendekati ibunya dengan berairmata .
Digenggamnya jemari ibunya dan menciumnya , demikian juga dengan Aluna . Ia merasa hidupnya tidak akan lama lagi dan selama ini sudah menyimpan rahasia besar bertahun-tahun lamanya .
"Ibu harus kuat dan ibu harus sembuh , Senia akan pulang menjaga ibu di rumah ,“ tangis Senia semakin kencang namun tertahan di dalam dadanya .
“Senia , dengarkan apa yang ibu katakan ini menyangkut masa lalu ibu dan seseorang ," Aluna menjeda kalimatnya napasnya naik turun dan terasa berat .
Senia semakin kuat memegang tangan ibunya menunggu perkataan ibunya .
"Sebenarnya kamu bukan anak ibu , kamu anak dari Aira dan Prambudi ," kata Aluna dengan suara semakin berat .
Senia terkejut bukan main pikirannya teringat ketika dirinya secara tidak sengaja bertemu dengan Prambudi dan ibunya waktu itu . Yang ia pikir adalah selingkuhan ibunya dan ternyata bapaknya .
"Ibu pasti bohong , ini gak benar kan Bu jangan bohongin Senia , Senia pasti anak ibu . Senia bukan anak orang lain , Senia anak ibu dan bapak Bian . Tolong jangan berkata seperti itu Bu , ibu Aluna itu ibu Senia dan bapak Bian bapaknya Senia bukan ... Bukan orang lain , Senia gak mau ,“ Senia menangis histeris .
Sebuah fakta terungkap setelah puluhan tahun lamanya tersimpan begitu rapih di ruang hati paling dalam . Aluna merasa lega setelah mengungkapkan apa yang selama ini dipendamnya seorang diri bahkan suaminya pun tidak tahu .
Aluna melakukan semua itu karena rasa sakit hati pada Prambudi yang menikahi perempuan lain . Ia merencanakan ingin membunuh anaknya namun ketika melihat bayi mungil yang di lahirkan Aira niat itu berubah menjadi mengasuh dan membesarkannya namun tidak dengan kasih sayang melainkan siksaan demi siksaan kepada Senia .
"Jadi selama ini Senia bukan saudara kami ," kata Adit berdiri tak jauh dari tempat tidur ibunya sambil meneteskan airmata .
Adit tidak percaya dengan fakta yang ia dengar dari mulut ibunya di saat kritis . Sedangkan Imran pingsan mendengar dan di bawa ke ruang rawat inap .
Senia belum sepenuhnya percaya masih menyangkal kalau ia bukan anak dari Aluna dan Bian . Senia bahkan tidak tahu jika selama ini dijadikan alat balas dendam ibunya terhadap Aira ibu kandungnya . Senia pingsan di samping ibunya ,suster membawa ke ruang rawat .
"Iya ,Nak . Maafkan ibu sudah membohongi kalian semua , maafkan ibu ," ucap Aluna . Hatinya merasa lega setelah mengungkapkannya .
semasa hidup aja bian tak pernah kasih uang jajan sm mu tak pernah sayang pada mu 🤭🤣🤣🤣