NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Bayangan

Pewaris Dalam Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Persahabatan / Action / Romantis
Popularitas:252
Nilai: 5
Nama Author: Hime_Hikari

Semua orang melihat Kenji Kazuma sebagai anak lemah dan penakut, tapi apa jadinya jika anak yang selalu dibully itu ternyata pewaris keluarga mafia paling berbahaya di Jepang.
Ketika masa lalu ayahnya muncul kembali lewat seorang siswa bernama Ren Hirano, Kenji terjebak di antara rahasia berdarah, dendam lama, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh.
Bisakah seseorang yang hidup dalam bayangan, benar-benar memilih menjadi manusia biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hime_Hikari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 – Dua Kenji

Angin malam menusuk kulit ketika Kenji berlari keluar dari gedung sekolah. Nafasnya tajam, tidak beraturan. Ingatan tentang sosok misterius bertopeng dan foto dirinya waktu kecil masih berputar-putar di kepalanya. Hatinya dipenuhi ketakutan yang bahkan tidak ia tahu bagaimana harus menghadapinya.

“Kenji! Tunggu!” Mira mengejarnya sampai pintu gerbang, tapi Kenji tidak berhenti.

Ia tidak bisa, napasnya saja terasa seperti mengiris paru-parunya. Siapapun pria bertopeng itu, dia sudah mengenal Kenji sejak kecil, dia berada di rumah Mama sebelum rumah itu terbakar. Dan yang membuat Kenji semakin gemetar, Whisperer menginginkannya hidup.

Apa arti semua itu? Kenji memegang dinding untuk menahan tubuhnya yang goyah. Hujan mulai turun pelan, mendinginkan kulitnya, tapi tidak sedikitpun menenangkan amukan pikirannya. Langkah-langkahnya semakin berat, dan akhirnya ia berhenti di taman kecil dekat gerbang.

“Aku … harus tahu,” gumam Kenji pelan.

Tapi seolah mendengar gumam nya, suara langkah terdengar dari belakangnya, Bukan langkah Mira, bukan Yuto atau Akira. Langkah itu terlalu tenang terlalu pelan seperti seseorang yang sengaja membuat dirinya terdengar agar Kenji sadar akan kehadirannya. Kenji berbalik cepat. Dan ia membeku. Di bawah lampu jalan yang temaram, seorang laki-laki berdiri. Tinggi, tegap, mengenakan hoodie hitam panjang yang menutupi sebagian wajahnya. Embusan angin membuat rambutnya berkibar.

Tapi bukan itu yang membuat Kenji sulit bernafas, wajah itu, mata itu, struktur rahang itu. Semuanya persis dirinya. Seperti melihat cermin hidup, hanya saja versi yang sedikit lebih dewasa.

Kenji memundurkan langkah, jantungnya memukul dada. “S-siapa kau…?”

Laki-laki itu tersenyum tipis. Senyum samar yang terasa sangat familiar, meski Kenji tidak pernah melihatnya sebelumnya.

“Akhirnya kita bertemu.” Terdengar suara laki-laki itu dalam, tenang, namun ada ketegangan yang disembunyikan.

“Aku sudah menunggu momen ini dua belas tahun, Kenji.”

Kenji merasakan kulit tengkuknya meremang. “Bagaimana kau tahu namaku?”

Laki-laki itu melangkah mendekat. “Bagaimana aku tidak tahu?”

Ia membuka penutup kepalanya perlahan.Dan Kenji melihat semuanya, garis wajah yang sama,mata yang sama. Bahkan bekas luka kecil di bawah bibir tempat Kenji pernah jatuh saat kecil. Tidak itu bukan mirip, ini mustahil.

“Kau … siapa sebenarnya?” suara Kenji bergetar.

Laki-laki itu menatapnya lurus. “Aku Kaito.”

Nama itu seperti pisau dingin yang menusuk dada Kenji. Kaito,nama yang pernah disebut Ryo beberapa kali, tapi tidak pernah dijelaskan Kazuma, nama yang muncul di dokumen-dokumen lama yang disimpan Kazuma. Nama yang selalu dihindari Papa setiap ditanya.

Kenji merasakan dunia sekelilingnya menghilang. “Kenapa kau … mirip aku?”

Kaito tidak menjawab langsung. Ia merogoh saku dan mengeluarkan sesuatu, bukan senjata, bukan ancaman, tetapi sebuah foto. Foto tua yang warnanya sudah agak pudar dan Kenji mengenalinya seketika. Foto seorang wanita muda tersenyum hangat sambil menggendong dua bayi.

Kenji merasakan lututnya lemah.Wanita itu adalah mamanya. Ada dua bayi itu dan salah satunya adalah dirinya. Yang satu lagi adalah memiliki wajah Kaito.

“A … apa ini?” gumam Kenji, hampir tidak bersuara.

Kaito mendekat beberapa langkah lagi, lalu berhenti tepat dua meter di depannya. “Apa yang kamu lihat itu … kebenaran yang selalu disembunyikan Kazuma darimu.”

Kenji menatap foto itu lama, tubuhnya gemetar. “Mama melahirkan anak kembar?”

“Ya.”Kaito mengangguk pelan.

“Kau dan aku, ” tambah Kaito.

Kenji menggeleng berkali-kali. “Tidak … kalau itu benar, Papa pasti—”

“Telah menyembunyikannya semua ini darimu, benarkan? ” Kaito memotong dengan nada datar.

Kenji merasakan hatinya terhimpit. “Kenapa…? Kenapa Papa menyembunyikan kau?”

“Karena aku bukan bagian dari rencananya.” Tatapan Kaito berubah dingin.

“Aku diambil oleh keluarga Takatori. Sejak hari kita lahir.” Petir menyambar, menerangi wajah Kaito.

Sorot matanya yang tajam dan penuh luka seperti menyimpan bertahun-tahun kebencian yang terpendam. “Mereka membesarkanku sebagai ‘proyek bayangan’. Pewaris cadangan. Senjata. Pilihan kedua bila kau gagal.”

Kenji merasakan darahnya berhenti mengalir. “Tidak, Papa tidak mungkin … Papa tidak mungkin tahu”

Kaito tertawa pelan tawa pahit. “Tentu dia tahu. Kazuma setuju dengan pemisahan itu.”

Mendengar perkataan dari Kaito. Membuat dunia Kenji runtuh seketika. Ia masih tidak percaya dengan semua kejadian ini. Selama ini ia merasa kalau selama ini Kazuma sudah membohonginya mulai dari ia punya saudara kembar, dan kematian mamanya.

“Tidak …” Kenji mundur selangkah, air matanya hampir jatuh. “Papa tidak mungkin—”

“Kau pikir laci yang menyimpan kalung Ryuga hanya kebetulan?” tanya Kaito.

“Kau pikir dia membencimu dekat dengan Hirano hanya karena trauma?” tanya Kaito kembali.

“Kau pikir rumah Mama terbakar tanpa alasan?” Kaito mendekat, kini hanya satu langkah dari Kenji.

“Kenji… semuanya direncanakan,” jelas Kaito.

“Cukup!!” teriak Kenji, air matanya melesat.

Ia memukul dada Kaito, tapi Kaito hanya diam, tidak membalas,tidak menghindar. Kaito hanya terdiam saat Kenji memukul badannya, karena ia tahu kalau semua ini pasti akan mengejutkan Kenji.

“Kau bohong!! Papa tidak akan melakukan itu!! Dia tidak mungkin—!” Kaito menatapnya penuh iba.

Seperti seseorang yang melihat dirinya sendiri dalam bentuk yang lebih rapuh. “Aku tahu kau tidak siap menerima ini … tetapi kau harus tahu kebenarannya.”

Kenji jatuh berlutut, menutup wajahnya dengan tangan. “Aku … aku tidak mengerti kenapa semua ini terjadi padaku.”

Kaito menghembuskan napas. “Whisperer ingin kita bersatu.”

Kenji tersentak.“Mengapa Whisperer menginginkan kita?”

“Karena perang akan dimulai.”Kaito menatapnya tajam.

“Dan hanya kita berdua pewaris kembar Kazuma dan Takatori yang bisa menentukan siapa yang menang.” Sebelum Kenji sempat bertanya, suara dentuman kecil terdengar.

Klik, Kenji menoleh cepat. Seseorang berdiri di atap gedung seberang, siluet tinggi, jas panjang gelap dan topeng putih, dan itu adalah tangan kanan Whisperer. Sepertinya ia berhasil menemukan lokasi Kaito dan Kenji. Melihat kedatangan tangan kanan Whisperer, Kaito langsung mengajak Kenji untuk pergi dari sana.

Kaito memaki pelan. “Sial … dia menemukan kita.”

“Kenji! Lari—!” teriak Kaito.

Belum sempat Kaito dan Kenji pergi tiba-tiba terdengar suara boom! Sebuah ledakan besar terjadi dan ledakkan tersebut berasal dari arah kiri taman sekolah. Tanah bergetar keras. Pecahan kaca berterbangan. Cahaya api menyala tinggi, menerangi area sekitar. Kenji terhempas ke belakang, tubuhnya menghantam beton. Ia meringis, pandangannya buram.

“K-Kaito…?” Samar-samar ia melihat Kaito berdiri di tengah asap, melindungi Kenji dengan tubuhnya.

“Kau harus hidup …,” kata Kaito dengan suara serak dan penuh tekad.

“Sebelum kau tahu semuanya,” tambah kaito.

Ledakan kedua terdengar lebih dekat. Boom! Api menyapu taman. Kenji dan Kaito terjebak dalam kobaran api tersebut. Kaito mencoba untuk melindungi Kenji.

Dan suara Kaito menggema sebelum semuanya gelap. “Karena Whisperer akan datang menjemputmu … malam ini.”

1
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
update
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torrr ku
Hime_Hikari: hallo kak di tunggu saja kak untuk update terbarunya
total 1 replies
putri baqis aina
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
Hime_Hikari: Terima kasih kak 😁😁
total 1 replies
Ryner
Author, kapan nih next chapter?
Hime_Hikari: Ditunnggu saja ya kak

Terima kasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!