NovelToon NovelToon
Pear

Pear

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Biru Vanila

[CERITA INI MASIH DALAM TAHAP REVISI] Pear akan dikembalikan seperti versi wa**pad mulai dari status pernikahan tokoh utama dan juga agamanya, sesuai First Impression kalian di sana. Kalian bisa lihat aku baru revisi sampe mana sesuai judul-judul di part-nya ya (aku harap pada ngeh :') yang udah aku revisi judul babnya itu "Chapter ...(...)", kalo ga gitu artinya belum sampe sana ✌🏻 so, sorry kalo kalian baca ceritanya jadi ga konsisten.

***

"Kalo lo masih sayang sama Devan, terserah," ucap Rafa bergetar, seolah tak kuasa mengucapkannya, tapi jika pada kenyataannya Vallen ingin dengan Devan, ia bisa apa.

"LUPAIN JANJI LO SAMA BUNDA! Berduaan lagi sana, lakuin hal MENJIJIKAN yang udah biasa lo pada lakuin!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru Vanila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 (4)

Rafa masih tak membuka suara, tatapannya terpaku pada mata Vallen yang di dalamnya menyiratkan kesungguhan. Tanpa menjawab. Cowok itu malah menaikkan tangannya hingga sampai di kepala Vallen.

Dan selanjutnya Vallen merasakan belaian lembut, merasakan pertama kalinya seorang Rafael Hansel Samudra melakukan hal demikian. Hal yang selalu Vallen suka jika Devan melakukan itu kepadanya.

Akhirnya seulas senyum pun terbit di wajah gadis itu.

"Kalo gue nanya tuh, jawab ...," sindir Vallen masih dengan nada yang halus. Bukan sebuah perintah, tapi benar-benar hanya sindiran karena ia tahu gengsi Rafa terlampau besar.

Tanpa berkata dan cukup dengan mengelus kepala pun, Vallen tahu ini bukan Rafa yang dikenalnya kemarin yang terlihat begitu tak acuh. Ini Rafa yang mau ia ajak kerja sama dalam misinya membangun harapan bersama.

Rafa mendekatkan wajahnya ke kepala Vallen, membuat detak jantung cewek itu langsung terasa lebih cepat dari sebelumnya. Hidung cowok itu terus mendekat hingga Vallen pun bisa merasakan hangat dari napas Rafa. Kemudian Vallen tak lagi bisa menatap wajah Rafa, karena dihadapannya adalah dada cowok itu.

Vallen merutuk. Apakah ini jadi adegan romantis pertama dia dengan Rafa? Tapi tempatnya amat sangat tidak epic! Ah dasar!

Ok, singkirkan masalah tempat, pada dasarnya Vallen pun belum siap mendapat perlakuan manis dari Rafa. Mendorongnya agar menjauh, haruskah?

Semakin dekat Rafa mendekati Vallen hingga gadis itu merasakan geli di sekitar rambutnya ...

"Val?"

"H-hah?"

Vallen masih belum bisa mengontrol dirinya, apa ini, Vallen harus bagaimana?

"Rambut lo bau!" kata Rafa yang kemudian mundur lagi.

Vallen kembali mendongak, merapalkan kata-kata hujatan dalam hati sembari mengeratkan jari-jarinya kesal.

"IH!" pekiknya sambil memukul dada cowok itu. Lalu dia membuka pintu karena tak mau lebih lama lagi di sini bersama orang menyebalkan. Kurang ajar! Pikiran Vallen sudah melayang ke mana-mana, dan Rafa malah meledek rambutnya?! Padahal gadis itu rutin shampoo-an!

Vallen kaget saat kenop pintu yang diputar itu tidak menyebabkan pintu terbuka. Ia lalu menengok ke arah Rafa dengan cemas tanpa bicara. Terus saja Vallen memutarnya, tapi tetap tidak bisa. Pantas fans Rafa tadi tidak bisa masuk, ternyata karena kenopnya rusak?!

"Jangan bercanda!" kata Rafa yang tadinya menganggap Vallen hanya acting, tadi juga kan dia bisa membuka pintu ini, tapi melihat Vallen yang semakin khawatir membuat Rafa ikutan panik. Ia pun segera mengambil alih percobaan membuka pintu.

Sial.

Betulan tidak bisa dibuka!

Rafa melihat sekitar, di atas memang bolong sekatnya, tapi bagaimana Rafa mencapai ke sana?

Ia pun melirik Vallen, gadis yang langsung meneguk ludah karena mengerti apa yang Rafa pikirkan.

"Gak gak, gue bisa aja dibantu naik, tapi turunnya gimana?"

Iya juga.

"Berarti lo yang jadi tumpuan gue naik," putus Rafa.

"What?!"

Mereka pikir itu cara yang tidak bagus juga, maka darinya mereka tetap diam di sana untuk memikirkan cara lain tanpa harus melibatkan orang di luar. Rafa masih berdiri, sedangkan Vallen berjongkok menghadap pintu, memegang dagunya bosan sambil satu tangannya tetap memutar kenop.

Ckrkkk ....

Mata Vallen langsung berbinar.

Akhirnya ...

Setelah menunggu berabad-abad ...

Terbuka!

Ia mendorong pintu dengan cepat dan menghirup udara di luar sebanyak-banyaknya. Padahal rasa udaranya sama saja seperti saat di toilet tadi. Beruntungnya mereka karena toilet di sana tidak ditelantarkan dalam keadaan bau.

Arcturus telah sepi, sepertinya pembelajaran selanjutnya sudah dimulai.

"Mampus!" rutuk Vallen yang langsung berlari, disusul Rafa di belakangnya.

🍐 Bersambung ....

...✨ Jangan lupa vommentnya gaisss ☺️...

...Makasih ✨...

1
nickname
udah ijab kabul kok masih tunangan?
nora utami
ditunggu S2 nya
Widhi astuti
ceritanya kerennn bikin baper....
Widhi astuti
ceritanya keren bikin baper trus bikin hati campur aduk..
Senja 🌹
mulai baca semoga seru cerita nya 😘
Sity Fatmaladewi
kok tunangan sih bukannya udah sah ya 🤭😌
Galaxy_713
Knp g lnjut d wp sih?
NIF:)
gue baca, yang kedua. kangen soalnya (๑・ω-)~♥”
🇧 🇮
huwaaaaaaa othoorrr jahat,,,, np bang devannya dibuat pergi,, 😭😭.
kan kasiaann.... padahal aku lebih Suka Devan dibanding Rafa.. Devan lebih besar cintanya ke vallen... hiks. hiks. hiks.
Dewiamsyhar Julianti
biadab
Putri Salju
Statusnya istri apa tunangan yah? Di bab awalan kan udah ijab qabul, lah sekarang ganti tunangan
Aprilia Amanda
tadi suami sekarang tunangan
Aprilia Amanda
sd tadinya mesra😂 sekarang ga mesra lg gitu thor??🤣🤣
Aprilia Amanda
devan sm meisha aja udah. kasian tau🥺
Aprilia Amanda
awalnya nikah. trs tunangan. awalnya sholat maghrib ini gereja. bingung dah ah😴
Aprilia Amanda
masih tanya knpa?? gw colok juga tuh matanya si rafa😒
Aprilia Amanda
rafa ogeb😒
Aprilia Amanda
kok gw jadi gedeg ya sm rafa
Aprilia Amanda
sama aku aja yuk van🤣
Aprilia Amanda
dorong pintu yang ada tulisan tarik?? kek gw lu val🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!