Novel ini menceritakan kisah dari Andini Putri Atmaja, anak tunggal dari Hendra Atmaja, Pengusaha terbesar di kota ini.namun kisah cintanya yang indah di waktu SMA akan hilang dan menjadi kesedihan ketika dia harus menerima perjodohan orang tuanya dengan anak dari sahabat mama dan papanya yang sekaligus sahabat pacarnya.
Akankah Andini akan tetap bersama Cinta pertamanya ataukah dia akan bisa bahagia dengan perjodohan keluarganya???
Ikuti ceritanya ya guys...😄😄
Jangan lupa untuk vote, like dan coment ya 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cintya Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Koma
Deva, aldo, beni dan dia bergegas keluar dalam keadaan terbaru, Risa yang melihat mereka rasanya tak bisa menahan mulutnya untuk menjulid i mereka.
"Dis, loe liat mereka gak sih, gue berasa kayak nonton drakor tau, hahahaha. "kata Risa seraya tertawa.
" Ris, loe kok ketawa sih, loe gak liat muka mereka tadi, kayaknya terjadi sesuatu deh dan gue rasa andini kenapa napa. "jawab Disa.
" gue sih berharap emang dia kenapa napa. "balas Risa sambil menyendok makanan di piringnya.
" Ris, mulut loe kok jahat banget sih, gue rasa emang loe udah berubah, dan gue gak suka loe yang sekarang. Mending gue cabut aja, males gue temenan sama orang yang gak punya hati. "ucap disa seraya pergi.
" Terserah.... "balas Risa.
Dan kini disa pergi dari Cafe untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dirinya langsung mencoba menghubungi bita, namun nomor bita gak aktif.
" loe kemana sih bocil, disaat gue butuh loe, eh loe nya susah banget di hubungi. Udahlah mending entar gue main kerumah si bocil. Mending gue pulang dulu aja. " gumam disa.
Aldo yang hendak mengambil kendali sopir, kuncinya langsung di ambil beni.
" loe dibelakang aja sama deva, dit elo didepan ma gue, biar gue yang nyetir. "ucap beni.
" udah gue aja biar cepet sampe. Loe nyetirnya lama. "bentak aldo.
" loe jangan keras kepala, loe ma deva lagi kalut, loe mau kita semua juga celaka. Udah buruan. " balas beni.
Akhirnya mereka semua berangkat ke rumah sakit, beni pun mengendarai mobil lebih cepat dari biasanya, ya karena jujur dia juga merasa bersalah atas kejadian ini.
Sesampainya di rumah sakit, mereka semua berlari menuju ruang informasi dan menanyakan ruang rawat andini.
"suster, pasien atas nama Andini di rawat di ruang mana?? "tanya deva sambil ngos ngosan.
" ow andini atmaja yang baru saja mengalami kecelakaan, dia masih di ruang operasi. Ruangannya ini lurus nanti ke kiri."
"makasih suster. "ucap aldo.
Mereka semua berlari menuju ruang operasi untuk melihat kondisi andini saat ini.
Dilihatnya polisi dan 2 orang laki laki setengah baya yang membantu membawa andini ke rumah sakit.
" Selamat siang, apa benar ini keluarga andini.? "tanya pak polisi.
" iya pak benar, saya aldo kakaknya andini dan mereka sahabatnya. "bohong aldo.
" orang tuanya dimana mas? "tanya pak polisi kembali.
" oh baru perjalanan dari luar kota pak, bentar lagi mama dan papa datang kok.bagaimana keadaan adik saya pak. "tanya aldo kembali.
" oh adik mas masih di ruang operasi, dan sudah ditangani oleh dokter didalam karena kecelakaan tunggal yang dialaminya. Kami mengambil tindakan ini karena jika tidak segera dilakukan operasi adik anda dipastikan tidak selamat. Adik anda mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, dan mungkin lepas kendali hingga akhirnya menabrak pembatas tol, dan untuk mobil adik anda ada di kantor polisi. Seperti digambar(pak polisi menunjukan foto tkp dimana mobil andini benar-benar sudah gak berbentuk lagi) bisa dilihat betapa tingginya kecepatan mobil yang dikendarai adik anda.
Mobilnya bisa diambil jika orang tua mas sudah datang ya. " kata pak polisi.
" baik pak. "
" kalau begitu saya pamit, selamat siang. "ucap pak polisi itu.
" siang pak. "balas mereka semua.
Tiba tiba ada bapak bapak yang menolong andini datang menghampiri aldo.
" mas ini handphone nya mb andini, sama saya juga nemu cincin ini. "ucap sang bapak.
" oh iya terima kasih ya pak, "balas aldo.
" kalau begitu saya juga pamit ya mas, mbak, semoga mbak andini selamat ya. "pamit sang bapak.
" iya pak terima kasih. "ucap aldo.
Kini tinggallah aldo, deva, dita dan beni. Mereka menunggu dokter yang sedang melakukan operasi pada andini. Aldo yang kembali emosi dengan dita dan beni terus mengacau.
" LOE PUASSSS SEKARANG!!! LOE LIAT MOBIL ANDINI HAHH,,, SAMPAI ANDINI KENAPA KENAPA GUE GAK AKAN KENAL KALIAN LAGI. TERUTAMA LOE BEN, GUE MINTA LOE JAGAIN ANDINI KARENA GUE TAU ANDINI KALAU LAGI ADA MASALAH GAK BISA KONTROL DIRINYA SENDIRI, DAN LOE DIT, LOE ITU SAHABATNYA KENAPA LOE JUGA GAK PERCAYA SAMA SAHABAT LOE!!!!"Ucap aldo dengan penuh emosi sambil menangis.
"gue harus bilang apa sama om atmaja dan tante rara. "kata aldo kembali.
"maafin gue al dev,gue gak nyangka kalo kejadiannya bakal kayak gini." sesal beni.
"gue juga minta maaf al, dev, gue emang bukan sahabat yang baik. "balas dita sambil terus menangis.
Namun tiba-tiba deva menyahut pembicaraan mereka.
" loe semua gak salah, gue yang salah, gue yang bikin andini celaka,gue yang bikin andini sakit hati, gue yang gak percaya sama pacar gue sendiri, gue gak bisa kehilangan dia. "ucap deva sambil menangis dan memukul tembok.
" udah dev, gue yakin andini kuat kok, gue percaya andini pasti selamat. "ucap aldo sambil menenangkan deva.
" tapi loe liat mobil andini kan al, Mobilnya sampai gak bentuk sama sekali, gue takut al. Gue takut... "balas deva.
" STOPP DEV, GUE YAKIN ANDINI BAKAL SELAMAT. "bentak aldo.
"iya andini pasti selamat, iya kan al,, coba aja gue mau dengerin penjelasan dia dulu, coba aja gue percaya ma dia al." ucap deva.
"loe jangan berpikiran macem macem , percaya andini pasti baik baik aja, dev gue bisa minta tolong ke loe, gue mau ngabarin mama papanya andini. Nanti sebelum mereka dateng mending loe pulang dulu. Gimana? "tanya aldo.
" iya al, gue ngerti kok, gue gapapa tapi biarin gue ketemu andini bentar buat minta maaf. "balas deva.
" iya dev,andini didalam juga pasti nungguin loe. "ucap aldo.
Tak berapa lama dokter yang merawat andini keluar dari ruangan operasi.
" dengan keluarga andini. "ucap dokter tersebut.
" ya pak, saya kakaknya. "jawab aldo.
" kami sudah berusaha sekuat tenaga, namun karena pendarahan di kepala adik anda, sangat kecil kemungkinannya untuk dia selamat, sekarang dia masih koma,dan dia masih bertahan karena alat medis yang masih terpasang, berdoalah semoga adik anda bisa selamat. Kami akan memindahkannya di ruang ICU, kalian boleh menjenguk tapi satu satu. "ucap dokter tersebut sambil meninggalkan mereka.
Semua yang mendengarnya langsung menangis terlebih deva yang paling merasa bersalah.
" baru semalem kita bercanda di telpon yank, kenapa sekarang kamu kayak gini, aku emang gak berguna, maafin aku yank. " gumam deva sambil terus menangis.
Tiba-tiba aldo datang mengmmhampiri deva, dan menyuruhnya untuk terlebih dulu masuk sebelum kedua orang tua andini datang.
" Dev, loe masuk dulu, andini pasti lagi nunggu kedatangan loe, gue yakin andini bisa cepet sadar kalo loe ada disampingnya. "ucap aldo sambil menepuk pundak deva.
" makasih ya al, "balas deva seraya beranjak dari kursinya untuk masuk keruangan andini.
" jujur gue pengen liat keadaan loe saat ini din, gue khawatir, gue sendiri sebenarnya gak yakin loe bisa selamat, tapi gue gak sanggup kehilangan loe, gue sadar kalo saat ini gue bener bener cinta ma loe, gue janji jika loe sembuh gue bakal kembaliin semua senyum yang selama ini hilang dari diri loe. Dan gue pastiin loe tetep bisa bersama cowok yang loe cinta. Jadi tolong din cepet sadar. " batin aldo sambil mengangkat kepalanya untuk menahan air matanya yang hampir jatuh.