REVISI...!!
Ketika ketiadaanku menjadi angin segar untuk mu maka aku bersedia pergi dari sisi kehidupanmu.
Dan
Ada cerita yang sejak detik itu harus berubah menjadi kenangan.
Nama nya Azura, wanita ini terpaksa menikah dengan laki-laki yang bernama Elvan. Elvan berjanji akan membiayai semua biaya perawatan ibu Azura selama dia menjadi istri nya.
Laki-laki yang awal nya di kenal sangat baik oleh Azura ternyata seorang yang kejam. Wanita ini memutuskan untuk pergi di saat diri nya tahu bahwa Elvan dan ketiga sahabat nya hanya menjadikan nya seorang wanita taruhan.
Jangan Lupa Like Rate Coment And Vote.
Selamat membaca😊😊
Follow👇🏻
IG:Riani.Vii
FB:Ni R
Tw:Ni R
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28.Elvan Mengidam
Cukup jauh Viska dan Vilna mutar-mutar, akhir nya kedua gadis itu menemukan pohon mangga yang sedang berbuah. Mereka awal nya berniat untuk membeli, karena yang punya rumah gemas melihat kedua gadis kembar itu akhir nya mereka di beri gratis.
"Akhirnya.....dapat juga." ujar Viska.
"Nama nya gak musim ya gini." sambung Vilna.
"Jika kak Zura benar hamil, kita berdua yang akan susah." ucap Viska dari balik kemudi nya.
"Kenapa?" tanya Vilna tidak mengerti.
"Jelas saja, kau lihat saja hari ini kita di suruh nyari buah mangga muda yang gak musim besok apa lagi dan seterus nya apa lagi."
Vilna membenarkan ucapan Viska, tak lama mereka akhir nya tiba di rumah, mereka malah di buat kaget oleh Elvan yang sudah siap dengan bumbu rujak nya.
"Apa kakak membuat nya sendiri?" tanya Viska.
"Hmmmm...." ujar Elvan.
Elvan langsung merampas bungkusan dari tangan Vilna, pria itu langsung mengupas lalu mencuci nya. Elvan menikmati mangga nya dengan sangat lahap, membuat Viska dan Vilna yang melihat nya hanya bisa menahan liur mereka.
"Apa kakak sedang mengidam?" tanya Vilna datar.
"Tidak, kakak hanya ingin saja." jawab Elvan.
"Tidak, kakak sedang mengidam, kak Zura pasti sedang hamil." ucap Viska membuat Elvan tersedak.
"Apa maksud mu Viska?" tanya Elvan sambil menautkan kedua alis nya.
"Kata google, jika seorang wanita hamil mida bisa berpengaruh kepada suami nya, ya seperti kakak ini yang sedang ngidam mangga muda." tutur Viska.
Elvan terdiam, pria itu mengingat kembali kejadian satu bulan yang lalu saat ia merenggut paksa keperawanan istri nya.
"Apa dia baik-baik saja? kenapa dia pergi begitu lama? apakah aku tak pantas untuk di maafkan?" ujar Elvan sedih.
"Sabar kak, Vilna yakin jika kak Zura hanya butuh waktu."
Elvan melanjutkan makan rujak nya, meski sedih namun ia tak kehilangan selera dengan mangga muda di depan nya.
Di tempat lain, Azura hanya tiduran manja setelah selesai membuat kue, wanita itu bahkan membiarkan Anya yang menjaga toko sendirian.
"Kau tidak ingin memberitahu suami mu Zura?" tanya Anya.
"Biarkan saja,hati ku masih sakit saat ia membohongi ku." jawab ketus Zura.
"Seorang anak butuh ayah, apa kau tidak kasihan jika ia lahir nanti tanpa seorang ayah."
"Jika dia laki-laki baik, dia akan mencari ku, nyata nya sudah sebulan aku pergi dia bahkan bersantai ria."
"Karna kau pergi nya terlalu jauh." ujar Anya.
Azura hanya mencibir, wanita itu kembali memejamkan mata nya. Satu minggu berlalu, Anya merasa heran melihat Zura yang tak seperti ibu hamil biasa nya. Azura tak pernah mengalami morning sickness atau ngidam yang aneh-aneh.
"Kau tahu Zura, meski kau tak pernah muntah-muntah atau mengidam aku sangat yakin jika suami mu yang mengalami ini semua." tutur Anya.
"Sok tahu ah..."
"Hei...kau bisa mencari tahu nya sendiri jika kau tidak percaya pada ku."
Tangan yang semula memegang mixer kini terhenti, Azura teringat kembali pada Elvan namun sayang, rasa benci jauh lebih besar saat ini.
"Apa...? lo ngidam?" ujar Raka kaget "Dan lo makan rujak mangga muda?"
"Hmmm...." jawab Elvan.
"Jadi, bagaimana keadaan Zura sekarang? pasti dia sangat menderita." tukas Julian seketika membuat Elvan sedih. Erkan menyikut Julian, ketiga pria itu saling tatap saat melihat wajah Elvan berubah.
"Kita semua akan bantu lo, bagaimana pun kami juga merasa bersalah pada Zura." tutur Raka.
Elvan hanya bersandar di kursi pasrah, pria itu sedang hidup dengan penuh rasa penyesalan.