Cerita seorang anak bernama Kiara,yang harus berjuang untuk dirinya sendiri karna harus ditinggal oleh ibu nya untuk selama nya,Dan dibuang oleh ayah kandung nya sendiri.Ia berjuang keras agar bisa meraih cita citanya dan menunjukan kepada ayahnya bahwa dia bisa.
Disaat ia susah payah menjalani hidup nya ditanah rantau ia bertemu dengan orang orang yang baik.Ia menemukan sahabat,Seorang pelindung dan ia juga menemukan orang yang ia cintai.
Akankah hidup Kiara akan berakhir bahagia seperti harapannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diandrahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 28
Setelah kejadian semalam,Kiara berusaha keras agar tidak bertemu Dewa.Pagi itu Kiara sengaja pergi sebelum Danu dan Dewa bangun.
Ia hanya sekedar berjalan jalan disekitar apartemen.Dan ia berencana untuk pulang setelah Dewa dan Danu berangkat ke Kantor.
Didalam apartemen, Danu mencari keberadaan Kiara kesemua sudut apartemen,tapi tak menemukan Kiara dimana pun.
"Bos gawat,Kiara hilang!". Kata Danu panik.
"Udah kamu cari kesemua tempat?"tanya Dewa dengan santai
"Ya ampun Bos, apartemen ini tak seluas rumah Bos.Jadi seharusnya gampang nyari Kiara"kata Danu makin panik saat melihat Dewa yang tenang.
"Udah kamu telpon dia?"
"be...belum".kata Danu
"Makannya gak usah panik dulu,coba kamu telpon dia"
"*Kenapa gak Bos aja yang telpon?"
"Gak usah bawel,telpon aja cepet*".bentak Dewa
Kemudian Danu pun menelepon Kiara. Karna Dewa tau kalau Kiara sedang menghindarinya.
Sudah 3 kali Danu mencoba menghubungi Kiara,tapi Kiara tak mengangkat nya.Tak lama kemudian Danu mendapat pesan dari Kiara.
"Maaf Mas,aku pergi gak bilang bilang.Aku mau kesuatu tempat,jadi jangan kwatir aku baik baik saja.Aku bakalan cepet pulang kok".Isi pesan Kiara.
Lalu Danu menunjukan isi pesan Kiara pada Dewa. Setelah membaca sekilas kemudian Dewa berdiri dari duduknya.
"Ya udah kita cari sarapan dulu,kemudian langsung berangkat ke kantor."ucap Dewa sambil berlalu meninggalkan Danu dibelakang.kemudian Danu cepat cepat menyusul Dewa.
Kiara melihat mobil Dewa sudah pergi meninggalkan apartemen.
"berarti mas Dewa udah berangkat kekantor"gumam Kiara.kemudian Kiara pulang ke apartemen Dewa.
"Hah...begini rasanya kucing kucingan sama mas Dewa".kata Kiara sambil mengatur detak jantung nya sendiri yang sedari tadi berdebar.
Kemudian Kiara masuk kedalam kamarnya,ia lalu mandi dan Menganti bajunya.
Setelah siap Kiara meninggalkan apartemen Dewa.Sebenarnya ia tak ada tujuan kemana pun.Akhirnya untuk membuang waktu,Kiara memutuskan untuk berjalan disekitar apartemen.
Ia berjalan sambil melihat pemandangan didaerah itu.Kiara melihat sebuah warung makan,kemudian ia berjalan masuk kerumah makan itu untuk mengisi perutnya.
Kemudian Kiara memesan Rawon dan segelas es jeruk.Lalu Kiara duduk ditempat yang kosong.
Tak lama pesanan Kiara pun datang.Kemudian Kiara mulai menyendok makanan nya.
Satu suapan membuat nya,mengingat kenangan sewaktu kecil.Dulu orang tuanya sering membawa Kiara makan Rawon ditempat langganan nya.
Dan Rawon yang dimakan Kiara saat ini memiliki rasa yang sama dengan yang ia makan bersama orang tuannya dulu.
Seketika rasa rindu menyelimuti hati Kiara,ingin rasanya merasakan kembali kenangan dulu.
Lalu Kiara pun melanjutkan makannya,ia menepis semua kenangan yang ia ingat.Setelah selesai makan Kiara memutuskan pergi ke suatu tempat.
Setelah membayar, Kiara mengambil hp nya yang ada ditas.Ia terlihat mengotak Atik hp nya.Kiara membalas beberapa pesan yang ia terima satu persatu.
"Hay Ki gimana kabarnya,cie yang seneng liburan sama belahan jiwanya".bunyi pesan Ajeng.
"Aku baik baik saja kok,kamu gimana liburannya.hahahahah...liburan apaan,ini aja aku kemana mana sendirian".balas Kiara.
"Kamu lagi dimana Ki?jangan lupa makan!."pesan dari Dewa.
"Aku cuma jalan jalan aja kok Mas.Maaf ya Mas,sudah buat Mas kwatir.Mas juga jangan lupa makan,semangat kerja nya💪."balas Kiara.
Saat sedang balas membalas pesan,Ojol pesanan Kiara pun datang.Segera Kiara memasukan HP-nya kedalam tas,dan segera naik keatas motor.
motor itu pun memulai lajunya.Setelah melewati beberapa lampu merah, akhirny motor itu menuju kepinggiran kota.tepatnya suatu kampung yang masih asri.
Kiara menapakkan kakinya untuk pertama kali setelah sekian lama pergi dari kampung itu.Kiara berjalan kesebuah rumah, Ia melihat sebuah bangunan rumah berwarna putih dengan halaman yang luas.Terdapat pohon mangga disamping rumah dan ada ayunan yang menggantung diatas dahan pohon itu.
"Masih seperti dulu".gumam Kiara dalam hati.
Kiara hanya memandang rumah itu dari luar.Begitu banyak kenangan dirumah itu,tapi sayang Ayahnya sudah menjual rumah itu pada orang lain.
Saat Kiara sedang memandangi rumah itu,seorang Ibu paruh baya melintas didepan Kiara.Tetapi Kiara tidak memperhatikannya.
Ibu itu memandang Kiara dengan heran.
"Mbak nyari alamat siapa?"Tanya ibu tadi pada Kiara yang masih bengong.
"Maaf Bu,saya cuma sedang melihat lihat rumah ini."Kata Kiara sambil menatap Ibu tadi.
Dipandangnya wajah Ibu itu, Kiara merasa familiar pada beliau.Kiara mulai mengingat sosok Ibu itu.
"Mbok..Mbok Yati,.."kata Kiara setelah mengenali sosok didepannya.
"Iya Mbak,saya Yati. Mba kenal saya?"Tanya Mbok Yati sambil memperhatikan wajah Kiara.
"Ini aku Mbok, Ki... Kiara". Kata Kiara sambil memegang tangan Mbok Yati.Terlihat kegembiraan diwajah Kiara.
"Kiara,si Denok kecil (panggilan dari Mbok untuk Kiara saat kecil)itu?"tanya Mbok Yati memastikan. Kiara pun menganggukan kepalanya.
"Ya Allah Nok,kamu kemana aja.Mbok nyariin kamu?"kata Mbok sambil memeluk kiara erat.
"Yaudah sekarang pulang dulu kerumah Mbok,nanti cerita disana."lanjut Mbok yati. Kiara pun mengikuti Mbok kerumahnya.
Jarak rumah Mbok ternyata tidak jauh,rumah Mbok berada tepat dibelakang rumah lama Kiara.
Rumah Mbok tidak begitu luas,tampak sederhana dan bersih.
"Mbok tinggal dengan siapa?"tanya Kiara saat memasuki rumah yang terlihat sepi.
"Mbok tinggal sama Mbak anik(anak si Mbok)."jelas Mbok Yati.
"Dulu setelah suami si Mbok meninggal, Mbok menjual rumah yang ada dikampung,terus Mbok beli rumah ini biar bisa deket dengan denok.Tapi saat Mbok pindah kesini ternyata keluarga Denok udah pindah. Mbok gak tau harus nyari kemana lagi.Akhirnya mbok menetap disini."kata Mbok terlihat kesedihan Dimata nya.
"Mbok terus berharap suatu saat Denok bakalan kesini lagi,sampai beberapa Minggu yang lalu.Si Mbok melihat Tuan Gunawan di TV.Tuan bilang kalo denok..."lanjut Mbok yang terhenti karena tangis nya.
"Ssssttt...yang penting Kiara sekarang disini Mbok. Kiara baik baik aja".kata Kiara sambil memeluk Si Mbok yang sedang menangis.
"Sekarang kamu tinggal dimana Nok?"tanya Mbok sambil menghapus air matanya.
"Kiara sekarang tinggal di Jakarta Mbok."
"Sama siapa kamu tinggal disana?kalo kamu mau kamu boleh tinggal sama si mbok."
"kiaratinggal dirumah majikan Kiara Mbok."
"Majikan?Kamu sudah kerja Nok?
"Kiara masih sekolah Mbok,tapi setelah sekolah Kiara bantu bantu dirumah majikan Kiara".jelas Kiara. Terlihat kekhawatiran dari wajah Mbok.
"Kenapa kamu sampai harus kerja?Apa yang sebenarnya kamu alami?Kenapa Tuan bilang kalo kamu sudah meninggal? Sebenarnya apa yang terjadi Nok?"Tanya Mbok yang seakan tak percaya.
"Kalo diceritain panjang Mbok, intinya setelah pindah dari sini,Kiara kehilangan Ayah.Kiara harus kerja untuk membiayai kebutuhan Kiara sendiri.Setelah lulus SMP Kiara dapet Beasiswa di Jakarta.Pokoknya begitu dech ceritanya."kata Kiara yang tak mau menceritakan panjang lebar Masalahnya.
"Maafin Mbok ya Nok,karna Mbok telat datang kesini.Andai saja Mbok datang lebih cepat pasti kamu gak akan menderita kayak gini."Kata Mbok penuh penyesalan.
"Mbok gak salah kok,mungkin ini sudah nasib Kiara. Dengan begini Kiara jadi orang yang lebih kuat.Mbok tenang aja,meskipun Ayah gak Nerima Kiara,Tapi Kiara tetap bersyukur.Karna masih banyak orang yang sayang sama Kiara."kata Kiara sambil memeluk Mbok.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung...
Berikanlah mrk kebahagiaan thor
Lanjut thor