NovelToon NovelToon
Suara Hati DARREN

Suara Hati DARREN

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Balas Dendam / Berbaikan / Anak Genius / Murid Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Menceritakan seorang pemuda bernama Darren yang kehidupannya tampak bahagia, namun terkadang menyedihkan dimana dia dibenci oleh ayah dan kakak-kakaknya karena sebuah pengakuan palsu dari seseorang.

Seseorang itu mengatakan bahwa dirinya sebagai pelaku atas kecelakaan yang menimpa ibunya dan neneknya

Namun bagi Darren hal itu tidak penting baginya. Dia tidak peduli akan kebencian ayah dan kakak-kakaknya. Bagi Darren, tanpa mereka dirinya masih bisa hidup bahagia. Dia memiliki apa yang telah menjadi tonggak kehidupannya.



Bagaimana kisah kehidupan Darren selanjutnya?
Yuk, baca saja kisahnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekecewaan Serta Kemarahan Gilang Dan Darka

Semuanya sudah berada di rumah sakit. Mereka semua menunggu di depan ruang UGD dengan pikiran yang khawatir dan takut.

Erland dan keenam putranya kini menangis sejadi-jadinya, terutama Erland dan keempat putra tertuanya.

"Apa yang terjadi pada putra bungsuku? Kenapa... Kenapa dia mengatakan bahwa dia merasakan sakit itu lagi di dada kirinya? Apakah... Apakah dulu putraku belum benar-benar sembuh," ucap Erland dengan berlinang air mata.

Mendengar ucapan dari ayahnya membuat Davin dan adik-adiknya langsung melihat kearah ayahnya. Mereka meyakini bahwa adik bungsunya dalam keadaan tak baik-baik saja. Dengan kata lain, sakit adik bungsunya itu memang sudah diketahui sejak lama oleh ayahnya.

"Apa maksud Papa?" tanya Davin.

Erland seketika terkejut ketika mendengar pertanyaan dari putra tertuanya. Dia kemudian melihat kearah putranya itu. Dan dia terkejut bahwa semua putranya melihat kearah dirinya.

"Pa." kini Andra yang berbicara.

"Maafkan Papa merahasiakan hal ini kepada kalian."

"Ada apa, Pa?" tanya Gilang dan Darka bersamaan.

"Dulu saat adik bungsu kalian lahir, kondisi adik kalian tidak baik-baik saja. Dokter mengatakan bahwa terjadi sesuatu terhadap jantung adik kalian."

Deg..

Davin dan kelima adiknya terkejut ketika mendengar ucapan sekaligus cerita dari ayahnya mengenai adik bungsunya.

"Kenapa dengan jantung Darren, Pa?" tanya Dzaky.

"Jantung adik kalian saat itu lemah. Bahkan adik kalian sulit bernafas jika tidak menggunakan alat bantu pernafasan. Saat itu dokter mengatakan bahwa kondisi adik kalian tidak baik-baik saja sehingga diharuskan dirawat di rumah sakit, di inkubator selama dua Minggu."

Isak tangis ketika terdengar di depan ruang UGD tersebut ketika mendengar cerita dari Erland.

Semuanya menangis terisak, terutama Davin dan kelima adiknya.

"Ja-jadi ini alasannya saat itu Darren belum diizinkan pulang ke rumah, walau saat itu Mama sudah diizinkan pulang?" tanya Gilang.

"Iya, Sayng!" Erland menjawab pertanyaan dari putra kelimanya. "Setelah dua Minggu dirawat, Dokter mengatakan kepada Papa bahwa kondisi adik kalian sudah membaik. Maka dari itulah kenapa dokter tersebut memperbolehkan adik kalian pulang."

"Apa dokter itu ada mengatakan sesuatu sama kak Erland saat dia memperbolehkan Darren pulang?" tanya Delia kepada kakak iparnya.

"Ada."

"Apa itu kak?" tanya Clarissa.

"Dokter itu mengatakan pada kakak bahwa Darren tidak boleh banyak pikiran dan tertekan. Dia harus tetap tenang dan dalam kondisi baik-baik saja. Jauhkan segala masalah dan keributan. Jauhkan dari segala berita dan kabar buruk."

Mendengar jawaban dari Erland seketika membuat Davin dan ketiga adiknya langsung terdiam seribu bahasa. Detik kemudian mereka mengingat kejadian dimana ibu dan neneknya kecelakaan hingga berakhir ibunya meninggal dunia.

Sementara Clarissa dan Marco, keduanya menatap dengan berlinang air mata kearah kakak laki-lakinya itu. Disatu sisi, mereka sangat marah terhadap kakaknya itu. Namun disisi lain, mereka tidak tega.

Marco kemudian melangkahkan kakinya mendekati kakaknya itu. Dia akan mengatakan yang sebenarnya kepada kakaknya itu tentang kondisi keponakan kesayangannya.

"Kak."

Erland seketika melihat kearah Marco. Dapat dia lihat bahwa adiknya itu ingin mengatakan sesuatu.

"Aku ingin mengatakan sesuatu sama kakak. Dan kemungkinan besar, kakak pasti akan terkejut mendengarnya. Dan bisa juga dipastikan kakak akan menyesal seumur hidup kakak."

Erland terkejut mendengar ucapan dari Marco. Begitu juga dengan Davin dan adik-adiknya. Mereka tidak menyangka jika Marco akan berbicara seperti itu.

"Apa kakak siap mendengarkannya?"

"Apa? Katakan. Apapun yang ingin kamu katakan, kakak akan siap mendengarkannya."

"Sakit yang dirasakan oleh Darren adalah sakit di jantungnya. Dengan kata lain, jika dulu Darren sudah dinyatakan sembuh. Namun sekarang jantungnya kembali bermasalah."

Deg..

Erland seketika menggelengkan kepalanya secara brutal ketika mendengar ucapan sekaligus pengakuan dari adiknya. Begitu juga dengan keenam putranya.

"Tidak... Itu tidak benar! Marco, kau jangan asal bicara. Putra bungsuku sudah sembuh," ucap Erland dengan berlinang air mata.

"Apa aku terlihat sedang bercanda atau asal bicara?"

"Tidak, kakak tidak percaya!"

"Apa yang dikatakan Marco benar, kak!" seru Clarissa tiba-tiba. "Jantung Darren kembali kambuh. Aku dan Marco saksinya. Darren kembali merasakan sakit setelah kejadian itu. Dan ini semua kesalahan kakak dan kalian." Clarissa berucap dengan tatapan matanya menatap kearah kakaknya dan keempat keponakan tertuanya.

Erland dan keempat putra tertuanya seketika terdiam ketika mendengar ucapan dari adik perempuannya/Bibinya.

"Bukankah Dokter yang menangani Darren saat Darren masih bayi sudah mengatakan kepada kakak bahwa untuk menjaga jantung Darren tetap aman adalah tidak membuatnya tertekan dan stres, membuatnya tetap tenang, membuatnya tetap nyaman dan menghindarinya dari segala masalah dan berita buruk."

"Namun nyatanya, kakak melupakan hal-hal yang dilarang oleh dokter tersebut. Kakak sendiri yang sudah membuat putra bungsu kakak kesakitan."

"Dan kalian juga!"

Clarissa berucap dengan tatapan amarahnya menatap kearah kakak laki-lakinya dan keempat keponakan tertuanya.

"Seperti yang sudah aku katakan bahwa apa yang aku katakan akan membuat kakak menyesal seumur hidup. Kakak telah mengabaikan kesehatan putra bungsu kakak hanya dikarenakan berita yang disampaikan oleh Riyo. Kakak melontarkan kata-kata yang tak seharusnya kakak katakan sehingga membuat kondisi kesehatan Darren down," ucap Marco.

"Begitu juga dengan kalian." Marco berucap dengan mengalihkan pandangannya menatap kearah keempat keponakan tertuanya.

Erland dan keempat putra tertuanya hanya bisa menangis ketika mendengar ucapan demi ucapan dari kedua adiknya/Paman dan Bibinya. Di dalam hati mereka masing-masing merutuki kebodohannya karena tidak mempercayai kesayangannya.

Sementara Gilang dan Darka! Keduanya kini menangis terisak dengan tatapan mata yang tajam menatap kearah ayah dan keempat kakaknya.

"Jika terjadi sesuatu pada adikku. Aku bersumpah tidak akan pernah memaafkan kalian!" teriak Darka histeris.

"Kalian tidak pantas disebut manusia!" bentak Gilang dengan sorot matanya yang tajam dan merah.

Grep..

Evan dan Marco seketika memeluk tubuh Gilang dan Darka. Dia tahu bagaimana perasaan yang dirasakan keponakannya ini terhadap adiknya.

Cklek..

Mereka tiba-tiba dikejutkan dengan suara pintu UGD dibuka. Dan terlihat seorang dokter cantik keluar dari ruangan tersebut.

"Celsea, bagaimana? Apa yang terjadi?" tanya Erland.

Dokter cantik itu adalah Celsea Immanuel, ibu dari Yonathan Axel Immanuel sahabatnya Darrendra Smith.

Celsea tidak langsung menjawab pertanyaan dari Erland. Justru dia menatap satu persatu orang-orang di depannya.

"Bibi Celsea, katakan padaku. Bagaimana kondisi adikku?" tanya Darka dengan berlinang air mata.

"Darren harus dirawat selama satu Minggu di rumah sakit. Jantungnya tidak baik-baik saja saat ini. Kondisi jantungnya saat ini lemah," jawab Celsea.

Erland serta yang lainnya menggelengkan kepalanya. Mereka menangis mendengar apa yang disampaikan oleh Celsea.

Bruukk..

Gilang dan Darka seketika terjatuh terduduk di lantai. Kepalanya menggeleng brutal ketika mengetahui kondisi adik kesayangannya.

"Hiks... Ren."

Melihat kedua putranya terduduk di lantai membuat Erland langsung menghampirinya. Dia kemudian memeluk tubuh kedua putranya itu secara bersamaan.

Gilang dan Darka langsung memberontak dengan mendorong kuat tubuh ayahnya itu.

"Ini semua salah Papa dan keempat putra tertua Papa itu!" teriak Darka dengan tatapan tajamnya menatap ayahnya dan keempat kakaknya itu.

"Puas kalian sekarang! Inikan yang kalian mau. Bukankah kalian tidak menginginkan anak dan adik pembunuh seperti adikku! Kata-kata itu yang kalian lontarkan kepada adikku saat adikku baru pulang ke rumah!" teriak Gilang.

Erland dan keempat putra tertuanya hanya bisa menangis ketika mendengar ucapan serta kemarahan dari Gilang dan Darka. Mereka menyadari dan bahkan membenarkan apa yang dikatakan oleh Gilang dan Darka.

1
sri wahyu
sekarang baru menyesal
MifadiruMzn
cerita nya bagus thor. bahasanya ringan, mudah dimengerti
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
lagi kak
sri wahyu
up yg banyak
penasaran kelanjutannya
sri wahyu
makasih kak
semangat
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
semangat kak
up lagi ya
Glastor Roy
up
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
makasih kak semangat updatenya
sri wahyu
baru sadar setelah satu tahun benci
sri wahyu
semangat kak
sri wahyu
menyesal kan
sri wahyu
semngat kak
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
semngat kak
sri wahyu
jantungnya kambuh kah


kasian Darren
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
emang enak di cuekin
semangat trus kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!