Kinara Aulia. Seorang gadis pilihan keluarga Dirgantara, yang akan menjadi istri Kenan, laki-laki tampan, sukses, yang mempunyai segalanya, namun nahasnya. Ia mengalami kecelakaan saat akan menikah dengan wanita pujaannya.
Setelah mengalami kecelakaan, sang wanita yang ia cintai malah meninggalkan dirinya, karena tidak mau mempunyai suami cacat.
Kenan merasa terpuruk, tidak percaya diri. Sampai dimana keluarganya mencarikan istri untuk dirinya.
"Jaga batasan, kamu cuman istri kontrak pilihan keluargaku!" bentak Kenan.
"Aku juga tidak tertarik denganmu, jangan terlalu percaya diri," jawab Kinara Ketus.
•••
Lalu bagaimana kisah mereka? Setelah melewati banyak hal dalam kehidupan mereka?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukacoretan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Dua bulan kemudian..
Kehidupan rumahtangga Kinara dengan Kenan, benar-benar sangat bahagia, karena keduanya memberikan kesempatan kedua, untuk memperbaiki semuanya.
"Positif."
Senyuman Kinara menghiasan wajahnya, dia baru saja melakukan tes kehamilan.
Kinara langsung berlari keluar, dia akan memberitahukan semua anggota keluarga suaminya.
"Sayang, jangan lari-larian, nanti jatuh," teriak Kenan,
Saat dia melihat istrinya berlari kearah dirinya.
"Coba tebak, ditanganku ini apa?" ucap Kinara.
"Apa? Aku tidak tahu," jawab Kenan.
Kinara memberikan alat tes kehamilan itu kepada suaminya.
"Sayang, apa ini?" tanya Kenan tidak tahu.
"Aku hamil," ujar Kinara tersenyum.
Mendengar itu, sontak saja, Kenan memeluk istrinya.
"Kamu hamil?" ucap Kenan, masih tidak percaya.
Kinara mengangguk, sembari tersenyum, matanya berkaca-kaca.
"Kita akan mempunyai anak," kata Kinara tersenyum.
"Terima kasih," ucap Kenan, memeluk istrinya lagi.
"Ada apa ini, kenapa pagi-pagi seperti ini, sudah saling memeluk?" tanya Amira, yang kebetulan baru keluar dengan suaminya, Edrick.
"Mom, dad. Aku mempunyai kabar bahagia untuk kalian," ucap Kinara.
"Apa itu?" tanya Edrick.
"Mommy jadi penasaran," kata Amira.
"Sebentar lagi, kalian akan mendapatkan cucu," ucap Kinara tersenyum.
Mendengar itu, Amir langsung melepaskan tangannya dari genggaman suaminya, dia langsung memeluk menantunya.
"Benarkah?" tanya Amira.
"Benar, tadi aku tes kehamilan, dan hasilnya positif," jawab Kinara.
"Syukurlah, mommy bahagia mendengarnya, akhirnya mansion ini akan ada tangisan baby.
" Selamat, jaga kesehatanmu, supaya bayi yang kamu kandung, juga sehat," ucap Edrick.
"Terima kasih, dad, doakan kami selalu," kata Kinara.
"Pasti, sekarang kamu harus istirahat, jangan kemana-mana dulu," ucap Edrick.
"Iya dad, kali ini, aku tidak mau kehilangan anakku lagi," jawab Kinara.
Edrick mengangguk, tak banyak yang dia katakan, karena tugas Edrick melindungi keluarganya dari belakang, tanpa sepengetahuan mereka.
"Katakan dengan mommy, kalo kamu mau makanan apapun," ucap Amira tersenyum.
"Iya mom, aku akan mengatakannya dengan mommy, daddy, dan suamiku," jawab Kinara.
"Ah kamu benar, kamu harus merepotkan suamimu," ujar Amira.
"Sama sekali tidak keberatan," sahut Kenan, dia belum tahu, akan bagaimana seorang wanita mengidam.
Edrick hanya tertawa, mendengar ucapan Kenan, karena Edrick pernah keluar mansion malam-malam, karena disuruh Amira membeli sesuatu, tetapi saat dia pulang, Amira sudah tidur.
"Kau harus sabar son, apalagi dengan kehamilan awal, istrimu akan selalu membutuhkanmu," kata Edrick.
"Iya dad, aku akan berusaha menjadi suami yang siaga, ada ketika istriku membutuhkan diriku," jawab Kenan.
"Jangan banyak tingkah, jangan seperti sebelumnya," cetus Amira, menatap tajam.
"Mommy tenang saja, aku tidak akan melakukan kesalahan apapun lagi," jawab Kenan.
Kemudian, mereka melakukan sarapan terlebih dahulu, karena masing-masing akan pergi bekerja.
....
Sedangkan disisi lain.
"Badebah, susah sekali mendekati anak itu!" geram Gunawan.
Setelah Gunawan mengetahui, kalo Kinara adalah istri dari Kenan, dia berniat akan meminta maaf, dan meminta perusahaannya dikembalikan.
Beberapa waktu kebelakang, Alex dengan Aaron. Berhasil merebut perusahaan yang seharusnya milik Kinara, sekarang sudah berpindah tangan atas Kinara, meskipun bukan Kinara yang mengelola.
"Kita harus memberikan dia pelajaran, anak itu sudah membuat hidup kita susah," geram Retno.
"Tidak semudah itu, dia dilindungi oleh keluarga suaminya," jawab Gunawan.
"Kenapa tidak kita bunuh saja dulu, bersama kedua orangtuanya," ujar Retno kesal.
"Kalo tahu akan seperti ini, sudah aku bunuh dia sejak dulu," ucap Gunawan, penuh dengan emosi.
"Kau terlalu lemah!" kesal Retno.
"Apa maksudmu, hah!" bentak Gunawan, yang tidak terima dikatakan lemah.
"Ya, karena ini salahmu, tidak membunuh dua anak itu sekalian," jawab Retno.
"Kau hanya bisa menghabiskan uangku, tanpa tahu bagaimana mengelola perusahaan itu, minimal sadar diri!" hardik Gunawan.
"Sudah menjadi tugasmu, menafkahi aku dengan anakku, kenapa kau sekarang itungan sekali," kata Retno kesal.
"Karena kau, tidak bisa diandalkan," jawab Gunawan,
"Punya anak dan istri, hanya menyusahkan saja."
Retno kesal dengan apa yang suaminya katakan, dia langsung meninggalkan Gunawan.
"Gunawan benar-benar keterlakuan," gerutu Retno,
"Dari pada aku kesal tidak jelas, mending aku ke club, senang-senang dengan berondongku.."
Retno memang selalu bermain gila, di belakang suaminya, tetapi Gunawan tidak tahu, kalo istrinya selalu melakukan hal menjijikan itu, karena Gunawan juga sama persis kayak istrinya. Tetapi mereka sama-sama tidak tahu.
"Ibu, ngapain kesini?" tanya Rista, yang kebetulan sedang melayani tamunya.
"Senang-senanglah, ngapain lagi. Dirumah bosan," jawab Retno.
"Nanti ayah tahu, bisa jadi masalah," kata Rista.
"Kamu tenang saja, ayahmu tidak akan mengetahuinya, dia sedang sibuk," jawab Retno.
"Yasudah, enjoy bu," kata Rista.
"Benar-benar menjijikan, seorang ibu dan anak, saling memberikan semangat akan melakukan hal serupa," ucap Aaron, yang kebetulan sedang meeting dengan kolega bisnisnya.
"DNA mereka sudah terlihat jelas," sahut Alex.
"Kau benar, menjijikan sekali," ujar Aaron.
"Ini akan menjadi berita yang menggemparkan, kalo media tahu," kata Alex.
"Ya, lakukan apa yang harus kau lakukan, Lex. Kenan akan sangat senang," ujar Aaron.
"Aman, tunggu berita esok hari, maka mereka tidak akan sanggup keluar dari rumahnya," ucap Alex tersenyum menyeringai.
"Kerja bagus, mereka pantas mendapatkan semua itu, sudah merampas milik orang lain, dan tidak tahu diri," ujar Aaron.
Alex mengangguk, dia faham, apa yang harus dia lakukan kali ini.
"Cepatlah kau nikah, supaya tidak sendirian," cetus Alex.
"Mentang-mentang sudah menikah, jadi kau mengejek aku," ucap Aaron kesal.
"Loh, aku tidak mengejekmu, aku cuman menyuruhmu menikah, agar kamu tidak sendirian lagi. Jangan pernah membohongi perasaanmu," ucap Alex.
"Belum saatnya, masih banyak masalah, yang belum aku selesaikan," jawab Aaron.
"Kau selalu beralasan," ujar Alex.
Alex dengan Tita, memang sudah menikah satu bulan yang lalu, sesuai dengan keinginan mereka, mau menikah dengan waktu yang cepat.
"Yasudah, aku duluan, istriku sudah menungguku dirumah," pamit Alex, dengan senyuman yang mengejek.
"Sialan kau, Alex!" ujar Aaron kesal.
Alex hanya tertawa, melihat ekspresi wajah kesal Aaron.
Sepeninggalan Alex, Aaron juga berniat akan pulang, karena malam sudah larut, dan meeting sudah selesai.
"Apa harus, ya, aku menikah," gumam Aaron.
Aaron kepikiran dengan apa yang Alex katakan tadi, Aaron memang merasakan hidupnya sepi, tapi dia tidak mau menikah terburu-buru.
"Tolong.."
Suara seorang wanita, yang meminta tolong dimalam hari, dan dijalan sepi, cukup membuat Aaron tertarik, dia langsung keluar dari mobilnya.
"Tuan, tolong saya," pinta wanita muda itu, dengan napas yang sudah ngos-ngosan.
"Kenapa saya harus menolong kamu, apa keuntungan saya, kalo menolongmu?" tanya Aaron.
"Saya tidak mempunyai banyak harta, tapi saya bisa bekerja dengan anda, bahkan menjadi maid juga tidak apa-apa," jawabnya.
Aaron tersenyum menyeringai.
"Menarik."
"Masuklah kedalam mobil," titah Aaron.
***
tolong lanjutkan dulu crita kenan nya jangan lompat2 kak🤭