NovelToon NovelToon
Ternyata Hanya Kamu Cintaku

Ternyata Hanya Kamu Cintaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berondong / Ketos / Dosen / Nikahmuda / Poligami / Romansa Fantasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Adra

Bella, seorang gadis ceria berusia 21 tahun, diam-diam menyukai Alex, pria berusia 33 tahun yang sukses menjalankan perusahaan keluarganya. Perbedaan usia dan status sosial membuat Bella menyadari bahwa perasaannya mungkin hanya akan bertepuk sebelah tangan. Namun, ia tak bisa mengingkari debaran jantungnya setiap kali melihat Alex.

Di sisi lain, Grace, seorang wanita anggun dan cerdas, telah mencintai Alex sejak lama. Keluarga mereka pun menjodohkan keduanya, berharap Alex akhirnya menerima Grace sebagai pendamping hidupnya. Namun, hati Alex tetap dingin. Ia menolak perjodohan itu karena tidak memiliki perasaan sedikit pun terhadap Grace.

Ketika Alex mulai menyadari perhatian tulus Bella, ia dihadapkan pada dilema besar. Bisakah ia menerima cinta dari seorang gadis yang jauh lebih muda darinya? Ataukah ia harus tetap berpegang pada logika dan mengikuti kehendak keluarganya? Sementara itu, Grace yang tak ingin kehilangan Alex berusaha sekuat tenaga untuk memiliki Alex.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Adra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Ulang Tahun Alex

Hari itu, Grace berdiri di depan kantor Alex, mengenakan dress elegan yang menunjukkan kelasnya sebagai wanita dari keluarga terpandang. Ia mengambil napas dalam, lalu melangkah masuk dengan percaya diri. Seorang resepsionis menyambutnya dengan ramah.

“Selamat siang, Mbak Grace. Ada yang bisa saya bantu?”

Grace tersenyum. “Aku mau ketemu Pak Alex. Dia ada di dalam?”

Resepsionis itu tampak sedikit ragu. “Maaf, Mbak, Pak Alex sedang dalam rapat penting. Mungkin butuh waktu cukup lama.”

Grace menghela napas, tapi ia tetap tenang. “Baiklah, aku tunggu di sini.”

Ia berjalan ke area ruang kantor, duduk di sofa empuk, dan membuka ponselnya untuk mengusir kebosanan. Tapi pikirannya tetap fokus pada satu hal yaitu rencana kejutan ulang tahun untuk Alex.

Sudah beberapa hari ini ia memikirkan bagaimana cara membuat Alex terkesan. Setelah diskusi dengan teman-temannya, akhirnya ia memutuskan untuk mengadakan pesta kecil di cafe Edward bekerja. Dengan cara itu, ia bisa menunjukkan sisi perhatiannya pada Alex sekaligus memastikan semua orang tahu bahwa mereka memiliki hubungan spesial.

Setelah hampir satu jam menunggu, pintu ruang rapat terbuka. Beberapa orang keluar dengan ekspresi serius, mendiskusikan sesuatu sambil membawa dokumen. Tak lama, sosok Alex muncul, mengenakan jasnya dengan sempurna, berjalan dengan langkah tegas.

Mata Grace berbinar. Ini kesempatan yang ia tunggu.

“Alex!” panggilnya sambil berdiri.

Alex berhenti sejenak, tampak sedikit terkejut melihatnya di sana. Ia melirik jam tangannya sebelum berjalan mendekat.

“Grace? Ngapain kamu di sini?”

Grace tersenyum manis. “Aku mau bicara sesuatu yang penting. Tapi tadi katanya kamu lagi rapat, jadi aku tunggu.”

Alex menatapnya sebentar, lalu menghela napas. “Aku cuma punya waktu sebentar. Ada urusan lain setelah ini. Jadi, langsung saja, ada apa?”

Grace dengan semangat menjelaskan rencananya. “Aku mau buat kejutan ulang tahun buat kamu di cafe Edward. Aku udah atur semuanya, jadi kamu nggak perlu khawatir.”

Alex menatapnya dengan ekspresi datar. “Grace, aku nggak suka kejutan.”

Grace sedikit terkejut dengan reaksinya. “Tapi, Alex...”

“Grace,” potong Alex dengan nada tegas. “Aku nggak minta pesta. Aku lebih suka sesuatu yang simpel.”

Grace mengerjap, sedikit kecewa, tapi ia tak mau menyerah begitu saja. “Ya udah, kalau nggak mau pesta besar, setidaknya datang aja, oke? Aku janji nggak akan berlebihan.”

Alex terdiam sejenak, tampak mempertimbangkan. Akhirnya, ia mengangguk kecil. “Oke, aku lihat nanti. Tapi jangan berharap terlalu banyak.”

Meskipun jawabannya tidak pasti, Grace tetap merasa lega. Yang penting, ia sudah menyampaikan rencananya.

Saat Alex kembali masuk ke ruangannya, Grace tersenyum puas. Ia yakin, dengan atau tanpa persetujuan penuh Alex, pesta ini akan tetap berjalan sesuai keinginannya.

Hari yang dinantikan pun tiba.

Pesta ulang tahun Alex akan digelar malam ini. Grace telah mengatur semuanya dengan sempurna. Ia sudah berbicara dengan pihak cafe sejak beberapa hari yang lalu, meminta agar tempat itu disediakan khusus untuk acaranya dari jam 7 malam hingga selesai. Ia juga berjanji menanggung semua biaya makanan dan minuman yang dipesan para tamu yang bebas datang.

Bagi Grace, pesta ini bukan sekadar perayaan. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan pada semua orang, terutama pada Alex sendiri, bahwa ia adalah wanita yang paling tepat untuk mendampinginya.

Di sisi lain, kabar tentang pesta ini akhirnya sampai juga ke Edward dan Bella.

Bella yang sedang membantu Edward merapikan studio menerima pesan dari salah satu teman cafenya. Matanya sedikit membesar saat membaca isi pesan itu.

"Bella, kamu bakal datang ke pesta ulang tahun Alex kan? pestanya di cafe ini."

Bella terdiam sejenak, membaca ulang pesan itu, memastikan ia tidak salah paham.

" Kak Alex ulang tahun?" gumamnya pelan.

Edward yang sedang memindahkan peralatan musik menoleh ke arah adiknya. “Kenapa, Bel?”

Bella mengangkat ponselnya. “Ini, ada pesta ulang tahun Kak Alex di cafe malam ini. Kakak udah tahu?”

“Ya, aku baru dengar tadi. Grace yang ngadain.”

Bella menggigit bibirnya. Ada perasaan aneh yang menggelayuti hatinya.

“Bang, kita bakal datang?” tanyanya hati-hati.

Edward mengangkat bahu. “Aku sih harus datang, kan dia sobat aku juga. Masa aku nggak hadir?”

Bella mengangguk pelan, lalu kembali menatap ponselnya. Ia ragu. Di satu sisi, ia ingin datang karena ini ulang tahun Alex. Tapi di sisi lain, ia tahu pasti pesta ini diatur oleh Grace. Dan melihat Grace di dekat Alex, entah kenapa, membuat hatinya sedikit sesak.

"Kenapa Bel, sepertinya kamu ragu? Harusnya kamu juga datang. Biar Alex bahagia."

"kenapa aku yang membuatnya bahagia, semestinya Grace dong," sedikit sewot.

"Lho, dari omonganmu,kayaknya kamu cemburu ya," goda Edward.

"Siapa yang cemburu, aku nggak ada perasaan apapun, bang. Cuma aku malas aja cafe berubah jadi pesta ulang tahun." Sanggahnya.

_____

Cafe malam itu lebih meriah dari biasanya. Lampu-lampu hias menggantung di beberapa sudut, memberikan suasana hangat yang elegan. Grace sudah tiba lebih dulu dan juga teman-temanmya, ia mengenakan gaun merah marun yang anggun, rambut panjangnya tergerai dengan rapi, dan riasannya sempurna. Ia berjalan penuh percaya diri, memastikan segala persiapan pesta ulang tahun Alex berjalan sesuai rencana.

Grace telah meminta pihak cafe untuk memberikan waktu khusus dari jam 7 malam sampai selesai, dan ia menanggung semua biaya tamu yang memesan sesuatu. Ia ingin memastikan bahwa malam ini menjadi perayaan yang tak terlupakan bagi Alex.

Edward yang bertugas mengatur musik sudah berada di cafe sejak sore, memeriksa sound system dan memastikan segalanya siap. Bella juga ada di sana, sibuk membantu abangnya dengan beberapa persiapan di belakang bar.

Jam menunjukkan pukul 8 malam, tetapi Alex belum juga datang. Grace mulai gelisah, sesekali melirik ponselnya, berharap ada kabar dari Alex.

"Dia ke mana sih?" gumamnya pelan, sedikit kesal.

Edward yang berdiri di dekat panggung hanya mengangkat bahu. "Mungkin masih di kantor."

Beberapa menit kemudian, pintu cafe terbuka, dan semua mata langsung tertuju ke arah seorang pria yang baru saja masuk.

Alex...!

Ia datang dengan setelan kasual tetapi tetap berkelas. Kemeja putih yang lengannya sedikit digulung ke siku, celana panjang hitam, dan jam tangan mewah di pergelangan tangan kirinya. Rambutnya tertata rapi, dan ekspresi wajahnya tetap tenang seperti biasanya.

Tamu-tamu yang sudah menunggu langsung bersorak kecil, memberi tepuk tangan sambil tersenyum ke arahnya.

Grace yang melihatnya langsung berdiri dan berjalan cepat menghampiri Alex.

"Kamu lama banget!" katanya dengan nada setengah manja, tetapi tetap berusaha menjaga sikap.

Alex tersenyum tipis. "Maaf, ada urusan yang harus diselesaikan dulu."

Grace menghela napas pelan, lalu meraih tangan Alex dengan lembut. "Ya udah, ayo masuk. Ini pesta buat kamu."

Alex mengangguk, lalu melangkah masuk ke dalam cafe. Ia menyapa beberapa tamu yang dikenalnya dengan anggukan atau senyuman kecil. Namun, pandangannya sempat tertuju pada seseorang di balik bar yaitu Bella.

Bella yang melihat Alex hanya menundukkan kepala sedikit, lalu kembali fokus dengan tugasnya.

Sementara itu, Grace menarik tangan Alex ke tengah cafe, bersiap untuk memberikan kejutan yang telah ia rencanakan.

Jangan lupa like dan komen readers...

1
shabiraalea
👍🏻👍🏻👍🏻
shabiraalea
semangat nulisnya thor 💪💪
Dee: Terima kasih kak❤️
total 1 replies
Dee
terima kasih kak/Heart/
Amalia Mirfada
Langsung jatuh cinta deh!
Dee: terima kasih dukungannya...
total 1 replies
Alma
Keren ceritanya, tertata dengan rapi, bahasa teratur, lanjutkan thor/Good/
Alma
lanjut thor keren ceritanya/Kiss//Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!