Menceritakan seorang gadis cantik imut dan polos, yan rela tinggal serumah dengan seorang pemuda berhati dingin hanya untuk melunasi hutang kedua orang tuanya?...
"Nabilah itulah namaku usiaku uda 24 tahun tapi belom nikah,apakah aku bisa melunasi hutang ke dua orangtuaku?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Setelah pulang dari rumah sakit Doni merasa sangat bahagia. Doni merasa ada kebahagian baru dalam hidupnya. Namun setelah mengingat pada Nabila rasa bahagia itu hilang seketika.
"Sayang maafkan aku,karna telah menyakitimu, aku sangat mencintaimu tidak ada wanita lain di hatiku selain dirimu, aku sangat merindukanmu, pulanglah," Ucap Doni dalam hati.
Di perjalanan pulan Doni menyuruh Harlan untuk membawanya kerumah orang tuanya.
"Lan,bawa aku ke rumah orang tuaku, aku ingin memberitahukan mereka kabar gembira ini."
"Baik Tuan." Kata Harlan pelan.
Sesampai di rumah orang tuanya, Doni langsung masuk ke dalam rumahnya, Arman yang melihat putranya datang dengan segera dia memanggilnya lalu bertanya.
"Doni,kamu kenapa nak, apa sesuatu terjadi padamu?."
Arman yang melihat penampilan putranya begitu sangat berantakan,heran melihatnya karna setau Arman, Doni itu anak yang rapi tidak berpenampilan seperti saat ini.
"Mama mana pa?." Tanya Doni.
"Mama di sini sayang, bagaimana?, apa kamu sudah menjelaskan semua padanya?."
Mendengar ucapan yang di katakan Mira, Arman bingun dan penasaran lalu mencoba bertanya pada Mira.
"Ma, sebenarnya apa yang terjadi?."
Tanya Arman pada Mira.
Mira pun menjelaskan semuanya pada Arman, Arman begitu sangat kaget mendengar cerita Mira. Setelah selesai menjelaskan pada Arman,Mira lalu bertanya pada Doni.
"Nabila mana Don,?"
"Nabila, Nabila pergi Ma, Pa."
Mendengar kabar soal Nabila, Arman dan Mira terkejut.
"Apa," Ucap Mira dan Arman bersamaan.
"Apa kamu sudah mencarinya?," Tanya Arman.
"Sudah,Pa,aku sudah mencarinya kemana -mana,namun Nabila tak meninggalkan petunjuk apapun, bahkan sampai saat ini nomornya pun tak bisa di hubungi."
"Oya, Ma, Pa, Doni punya kabar gembira buat kalian."
Mendengar ucapan Doni Mira menyekitkan dahinya, karna dalam situasi seperti ini Doni ingin mengatakan kabar bahagia.
"Kabar baik apa Don?, jangan -jangan kamu mau bilan kalau kamu ingin kembali pada wanita jalan itu."
"Enggak Ma, dengerin dulu penjelasan Doni, dengar ya, sebentar lagi Mama dan Papa akan segera punya cucu karna saat ini menantu kalian sedang mengandung dan usia kandungannya kini sudah masuk minggu ke 8," Ucap Doni menjelaskan
Mendengar ucapan Doni barusan Mira merasa sangat bahagia, namun juga penasaran.
"Kamu tau dari mana kalau Nabila sedang mengandung?."
"Tadi siang Harlan mengikuti Nabila ke rumah sakit dan aku pun sudah menemui lansung dokter yang menangani Nabila dan memang benar kalau saat ini menantu Mama sedang mengandung."
"Terimah kasih ya 'Allah'," Ucap Mira sambil memeluk Doni.
Arman pun ikut merangkul pundak Doni lalu berkata.
"Segera temukan menantu Papa, dan bawa langsung ke rumah ini bukan ke Apartmens kamu, Papa tak mau terjadi sesuatu pada menantuku dan juga calon cucuku."
"Baik, Pa, Doni janji akan segera membawa pulang menantu kalian."
"Papa percaya sama kamu nak."
Sementara di kota B, Nabila melamun sendiri di balkom kamarnya, Nabila kemudian berkata sendiri dalam lamunanya.
"Dia siapa mas?,kenapa dia memelukmu, apa sebelumnya menikah denganku mas memang punya kekasih?."
Nabila merasa sangat pusing memikirkan itu semua sehingga Nabila berteriak di balkoom kamarnya.
"Aaaaa, teriak Nabila."
"Aku harus kuat, aku tak boleh lemah dan stres demi calon anakku, aku harus tetap semangat,Mas Doni aku sangat merindukanmu, dan tampa Nabila sadari air matanya jatuh membasahi wajah cantiknya,tampa Mas Doni aku harus tetap kuat dan semangat," Ucap Nabila sambil mengelus lembut perutnya yang masih terlihat rata.
tp sya ska thor😘😘😘😘lnjut kn thor syemangatttt
tp sya ska thor😘😘😘😘