"Tinggalkan putraku dan ambil ini! Ingat jangan kau injakkan kaki kotor mu itu di mansion keluarga Xie." Xie Lihua
"Baik Nyonya, saya akan pergi dari sini. Dan ini amplop dari anda, saya bukan seperti apa yang anda pikirkan." Lin Wu
"Shit! Beraninya dia pergi meninggalkanku, lihat saja aku akan menghukumnya dan membawanya kembali ke sisiku." Xie Yanshen
Dua insan yang terpaksa menikah karena sebuah scandal dan juga tuntutan dari Tuan Jin Hao, Ayah Yanshen. Pernikahan yang tak diinginkan itu membawa Lin Wu ke dalam neraka kehidupan. Lihua, Ibu Yanshen begitu membencinya hingga suatu hari dia sukses menyingkirkan Lin Wu.
Tanpa ada seorang pun tahu, bahwa Lin Wu pergi membawa rahasia besar. Dan kepergiannya membuat Yanshen murka.
Akankah Yanshen tahu rahasia besar Lin Wu? Dan berhasilkah Yanshen membawa kembali wanita yang masih sah menjadi istrinya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBSK 15
"Maaf, Tuan sudah membuat anda menunggu kami lama. Kenalkan saya Zeze, dan ini Nona Lin Wu sahabat saya selaku pemiliik rumah makan J-TWINS." Dengan sopan Zeze mengulurkan tangannya sambil tersenyum menatap pada lelaki yang ada di hadapannya.
Lelaki itu tersenyum ramah sambil mengangguk sopan pada dua perempuan tersebut.
"Tidak apa-apa Nona, saya juga baru saja sampai. Oh ya, kenalkan saya Guangyi manager dari perusahaan Shen Wu. Tangan besar Guangyi langsung menjabat tangan dua perempuan cantik itu secara bergantian.
"Dan ini rekan saya ...." Lanjutnya yang kemudian memperkenalkan seorang lelaki disampingnya.
"Silahkan duduk Nona," ucap Guangyi mempersilahkan keduanya untuk duduk.
"Oh ya Tuan, Bukankah anda bilang bos anda yang ingin bertemu langsung dengan pemilik dari rumah makan J-TWIN'S, meminta kami datang kesini untuk mendiskusikan mengenai kerja sama dengan perusahaan anda," tanya Zeze sambil memicingkan matanya menatap pada Guangyi yang mulai keringat dingin.
"Maaf Nona, sekali lagi saya minta maaf karena hari ini bos saya tidak bisa datang karena mendadak ada urusan penting. Disini saya yang akan mewakili bos saya untuk bertanya mengenai berapa harga per porsi untuk makan siang dan juga apa saja menunya," terang Guangyi merasa tidak enak hati karena bosnya tidak bisa hadir.
Seketika ingatan Guangyi terlempar pada beberapa jam yang lalu. Tiba-tiba saja Guangyi mendapat telpon dari Fen Ang mengabarkan bahwa ada hal penting di perusahaan pusat. Sebelum akhirnya Fen Ang menyuruh Guangyi untuk menggantikan Yanshen menghandle penyedia catering.
Dimana Yanshen yang tiba-tiba mendapat kabar dari sekretarisnya bahwa dirinya ada jadwal meeting bersama perusahaan asing yang kebetulan perusahaan itu baru saja datang dan menyetujui kerja sama yang telah Yanshen ajukan beberapa bulan yang lalu. Sebuah proyek yang sangat penting bagi Yanshen, juga sudah lama lelaki itu mendambakan kerja sama dengan perusahaan raksasa itu mengingat betapa pentingnya proyek tersebut baginya.
Di lain sisi, Yanshen juga tidak ingin menunda persiapan untuk proyek pembangunan jalan tol di kota Hangzhou, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menyuruh Fen Ang menghubungi Guangyi selaku manager perusahaan Shen Wu. Tidak mungkin juga Yanshen menyuruh Fen Ang terjun ke kota itu, karena disini sang asisten juga memiliki peran ganda untuk menyambut kedatangan perusahaan asing di kota Shanghai. Selain itu Fen Ang lah yang akan menemani Yanshen dalam meeting tersebut.
"Oh iya, jadi bagaimana apa anda menerima kerja sama ini Nona?" lanjut Guangyi memastikan.
"Kerja sama, kerja sama apa ya Tuan? Bisa dijelaskan detailnya?" Meskipun Lin Wu sendiri sudah tahu maksud dari pertemuannya ini dengan perusahaan Shen Wu, tapi dia tetap menanyakan kembali tujuan dari lelaki di hadapannya. Bukan Lin Wu tidak percaya dengan Zeze, tapi alangkah baiknya jika dia kembali memastikan mendengar sendiri dari orang yang ingin mengajak dirinya menjalin kerja sama. Pasalnya kemarin Zeze tidak menjelaskan mengenai berapa jumlah makanan yang harus mereka sediakan untuk pekerja dari perusahaan tersebut.
"Begini Nona, kami bermaksud mengajak anda untuk menjadi penyedia catering untuk makan siang para buruh kami sebanyak 1250 orang. Apakah Nona bersedia?" tanya Guangyi
Benar, ternyata yang dikatakan sahabatnya itu benar bahwa lelaki di hadapannya itu mengajak dirinya bekerja sama sebagai penyedia catering. Tentu hal itu membuat hati Lin Wu berbunga.
"Oh tentu saja boleh Tuan, dengan senang hati," jawab Lin Wu mengangguk pelan.
"Kalau begitu saya perlu tahu berapa harga per porsi makan siang, dan juga apa saja menunya." balas Guangyi.
Lin Wu dan Zeze pun berunding menentukan harga, hingga akhirnya dia memberitahu mengenai list harga per porsi beserta apa saja menu makanan di rumah makan miliknya.
"Baiklah Nona, segera saya akan menghubungi anda lagi. Terima kasih juga sudah menyempatkan waktu untuk datang kesini."
"Iya Tuan saya tunggu kabar baik selanjutnya," timpal Lin Wu.
"Kalau begitu kami permisi dulu ya, Nona," sahut kedua orang itu sebelum kemudian keluar dari ruangan mewah itu.
Lin Wu kembali melemparkan senyum manisnya, jangan ditanya lagi bila hatinya saat ini sangat berbunga. Karena sebentar lagi dia akan bekerja sama dengan perusahaan raksasa di kota Hangzhou, tanpa berpikir panjang bahwa perusahaan itu adalah milik keluarga Xie.
Tentu saja Lin Wu tidak menyadari hal itu mengingat selama ini perempuan cantik itu tidak tahu bahwa Yansen memiliki perusahaan sendiri di kota Hangzhou. Membuat wanita itu tidak berpikir negatif dan langsung menerima kerja sama dengan perusahaan Shen Wu.
🥕🥕🥕
Sementara di tempat yang berbeda, tampak seorang lelaki dnegan rahang tegas, wajah dingin, berjalan keluar dari ruang meeting. Ya lelaki itu tak lain adalah Yanshen yang baru selesai meeting bersama perusahaan asing membuahkan hasil yang sesuai dengan keinginannya. Sekian purnama, akhirnya pengajuan kerja sama antara perusahaannya dengan perusahaan asing terealisasikan hari itu juga. Disisi lain, persiapan pembangunan jalan tol pun sudah mencapai 90 persen yang itu artinya proyek itu segera dilakukan dalam waktu dekat ini. Meskipun dia tidak datang dalam pertemuan dengan rumah makan itu, tapi dia merasa lega bahwa apa yang dia rencanakan sesuai dengan ekspektasinya.
Kini, Yanshen masuk ke dalam ruang kerjanya, kemudian lelaki itu mendaratkan bobot tubuhnya di kursi kebesarannya.
"Bagaimana apa Guangyi sudah menghandle semuanya?" tanya Yanshen to the point.
"Oh sudah Tuan, ini tender pengajuannya. Barusan saja Guangyi mengirimkan proposal ini ke perusahaan. Silahkan anda periksa dan tanda tangani disini," ucap Fen Ang sambil menyodorkan sebuah berkas di atas meja kerja bosnya. Lelaki itu memperlihatkan harga satu persatu makanan yanh terdapat dalam proposal milik rumah makan J-TWIN'S tersebut.
Yanshen berkerut alis dalam melihat nominal yanh tertera di list harga per porsi makanan.
"Kenapa murah sekali? Apa masakannya enak?" tanya Yansen ragu.
"Anda tenang saja Tuan, masakannya benar-benar nikmat dengan harga yang terjangkau untuk para buruh yang bekerja di proyek kita," jawab Fen Ang mantab berusaha meyakinkan bosnya bahwa makanan disana sangat lezat.
"Benarkah?" tanya Yanshen sekali lagi.
"Iya Tuan. Awalnya saya sendiri tidak percaya karena harganya yang sangat murah. Tapi setelah saya coba sendri makanan dari rumah makan itu, ternyata enak Tuan. Tak hanya saya, Guangyi oun memuji masakan di rumah makan J-TWIN'S," ucap Fen Ang kembali meyakinkan bosnya itu.
"Kau mencobanya sendiri? Memangnya kau dari sana?" Yanshen memicingkan matanya menatap sang asisten penuh intimidasi.
"Waktu itu Guangyi menelpon saya, memberitahu bahwa masakan di rumah makan itu sangat enak dan ekonomis. Akhirnya saya minta Guangyi mengirimkan beberapa makanan dari rumah makan tersebut.
"Baiklah, kalau begitu untuk rapat besok kau pesan saja catering di rumah makan J-TWIN'S. Segera beritahu Guangyi untuk menghubungi rumah makan itu," titah Yanshen.
"Baik Tuan, siap laksanakan!" Fen Ang mengangguk paham kemudian berjalan keluar menuju ruangannya. Lelaki iyu segera menghubungi Guangyi untuk menjalankan tugas dari atasannya.
🥕🥕🥕
Disisi lain, Guangyi yang baru saja mendapat kabar dari Fen Ang, sebelum akhirnya dia pun langsung mencari nama seseorang yang hendak dia hubungi.
"Selamat pagi rumah makan J-TWIN'S disini, ada yang bisa saya bantu?" Suara lembut dan merdu, terdengar menyapa Guangyi dari seberang telpon.
"Iya, ini saya Guangyi manager dari perusahaan Shen Wu," ucap Guangyi.
"Oh Tuan Guangyi, ada apa Tuan?" tanya Lin Wu yang baru saja teringat akan nama yang tidak asing di indra pendengarannya.
"Begini Nona, saya ingin memberitahu bahwa besok perusahaan kami akan mengadakan rapat. Dan saya bermaksud untuk memesan 60 porsi paket nasi lengkap untuk rapat besok," jawab Guangyi menerangkan dengan detail.
"Oh tentu bisa Tuan Guangyi. Kalau begitu saya akan mengirimkan foto dan harga per paketnya ya," balas Lin Wu dengan antusias.
"Oh iya Nona Lin Wu, terima kasih. Kalau begitu secepatnya ya, biar saya bisa langsung order hari ini juga," ucap Guangyi mengingatkan.
"Oke Tuan siap, kalau begitu selamat siang Tuan."
"Selamat siang, Nona Lin Wu."
.
.
.
🥕Beraambung🥕