Kania adalah gadis yatim piatu yang di sangat disayangi oleh kakak tirinya sendiri, Angga.
Namun Kania tidaklah mengetahui cerita yang sebenarnya...
lalu apa yang akan di lakukan Angga agar Kania mengetahui cintanya dan bagaimana reaksi kania selanjutnya setelah mengetahui cerita yang sebenarnya...???
Cerita halu / cerita Fiksi ☑️
Hiburan di kala senggang ☑️
Ini hanya sekedar cerita halu saja. Author minta maaf jika apa yang ada di dalam cerita tidak sesuai dengan kenyataan.🙏
Jangan jadikan bacaan dalam cerita ini sebagai keseriusan. Jadikan isi dalam cerita novel ini hanya sebagai hiburan di kala senggang saja.
Dan Ini hanyalah cerita fiksi... Jika ada kesamaan nama, itu hanyalah faktor ketidak sengajaan.
jangan lupa di comen dan di like ya...🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
Setelah di luar kantor, aku tiba-tiba berdiri mematung.
“What..? Tadi mas Angga bilang aku apa dan aku harus apa? Haiz ni orang satu. Bisanya bikin orang jadi snewen.” Gumamku dalam hati
“Hai Kania..!! Mau sampai kapan kamu diam mematung seperti itu hah?! Cepat masuk ke dalam mobil. Ayah bunda sudah menunggu kita nih.” Ucap mas Angga
Begitu mendengar teriakan mas Angga, aku pun langsung masuk ke dalam mobil
“Mas, tadi mas bilang apa di dalam? Trus maksud mas bilang begitu itu apa?” tanyaku bertubi-tubi dan sedikit emosi
“Ish ni anak satu ya. Mas tadi tuh lagi membela kamu tahu. Mas tidak suka ada orang yang menjelek-jelekan kamu. Apalagi menganggap kamu seperti wanita tidak benar.” Jelas mas Angga
“Mas, dengerkan aku. Mereka seperti itu tu bukan sepenuhnya salah mereka. Kalau mau menyalahkan, berarti aku juga salah donk mas. Karena bisa jadi seperti ini kan karena ulahku sendiri yang melarang mas untuk membuka identitasku yang sebenarnya.” Ucapku
“Tidak kania, kamu tidak salah. Mereka yang salah. Kalau pada dasarnya sifat mereka bagus, maka siapapun dan bagaimanapun identitas kamu yang sebenarnya, tidak seharusnya mereka menilai dari segi layak atau tidaknya orang tersebut.” Ucap mas Angga kekeh
“Mas, mereka memiliki kepribadian seperti ini karena mereka iri mas.” Jelasku
“Apapun alasannya, aku tetap tidak bisa menerimanya.” Ucap mas Angga
“Ya sudah.. Ya sudah.. Terserah mas saja. Tapi yang aku tidak suka dari mas itu, kenapa mas minta aku jadi pengaudit internal perusahaan. Buat pusing kepala saja tahu tidak sih mas?!” ucapku
“Ya mau gimana lagi, dek. Mas tidak punya pilihan lain selain minta tolong sama kamu.” Ucap mas Angga sambil nyengir
“Minta tolong kok tidak pakai ijin dulu.” Gerutuku
Mas Angga yang lihat sikapku pun hanya menggeleng-gelengkan kepala.
******************************
Setelah perjalanan beberapa lama, akhirnya kami sampai di tempat menunggunya Ayah dan Bunda
“Oh Kania sayang, bunda kangen sekali sama kamu.” Ucap bunda yang langsung memelukku
“Sama bunda, Kania juga kangen sama bunda.” Ucapku
“Oh ya, gimana kalian? Apa selama ini Angga sudah mempersulitmu?” Tanya bunda
“Banyak, bun. Mas Angga sepertinya senang sekali buat aku susah.” Ucapku
“Memang Angga sudah ngapain kamu, Kania?” tanya Ayah
“Mas Angga suruh aku jadi auditor internal perusahaan, ayah. Kan pusing. Kenapa mas Angga tidak cari pegawai yang lain saja sih?” rengek ku
“Apa benar itu, Angga?” tanya Ayah
“Iya, ayah. Angga memang menginginkan Kania yang megang kendali urusan pengecekan laporan perusahaan.” Jawab Mas Angga
“Tuh kan, yah. Ayah dengar sendiri.” Ucapku
“Alasannya apa, Angga?” tanya Ayah kemudian
“Alasannya, Angga tidak ingin jauh-jauh dari Kania, Ayah.” Jawab mas Angga
“Huh.. Bohong Ayah. Itu cuma alasannya mas Angga saja, ayah.” Ucapku
“Kamu..! Awas nanti ya..” ancam mas Angga
“Bwek..😝” ucapku
“Sudah-sudah.. Kalian ini udah jadi suami istri juga tapi tingkahnya masih kaya’ kucing sama anjing. Heran bunda sama kalian.” Ucap bunda menengahi
“Huh..” ucap kami berdua bebarengan
Ayah dan bunda cuma bisa geleng-geleng melihat tingkah kami
“Ya sudah.. Ya sudah.. Ayo kita pulang. Sudah cape’ nih. Ingin istirahat.” Ucap Ayah
Setelah mendengar ucapan ayah, kami pun akhirnya pulang.
Setelah sampai di rumah ayah dan bunda langsung masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Dan kami berdua pun masuk ke dalam kamar kami
“Dek, mas minta maaf ya atas kesalahan mas yang sudah egois memaksakan kamu buat ikutan mengurusi perusahaan.” Ucap mas Angga yang tiba-tiba meluk aku dari belakang.
“Hah.. Ya sudahlah. Tidak usah di bahas. Percuma. Sekarang tinggal berdoa saja semoga aku tidak stres.” Ucapku santai
“Sayang.. Sekali lagi mas minta maaf ya.” Ucapnya
“Hmm...” jawabku singkat
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like dan comennya ya..🙏
makasih ya thor sukses selalu 👍👍
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih
tp suka
gak bertele-tele 👍