NovelToon NovelToon
Andrea, Rahim Pilihan

Andrea, Rahim Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Qinan

Andrea, seorang gadis yang memiliki profesi sampingan sebagai joki balap liar itu tidak pernah merasa tidur dengan pria mana pun bahkan dengan kekasihnya sendiri. Namun gadis muda itu sangat terkejut karena tiba-tiba saja hamil, sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Atau justru ada konspirasi jahat di balik ini semua?

Gerrard pria kaya raya yang sangat menginginkan seorang anak, namun Lucy yang telah ia nikahi selama 5 tahun itu tak menginginkannya karena wanita itu sudah sangat bahagia meskipun tanpa adanya anak lagipula hamil hanya akan merusak bentuk tubuhnya yang ideal. Oleh karena itu Lucy rela mencari seorang wanita pengganti yang mau melakukan inseminasi dari benih suaminya agar mereka tetap memiliki keturunan.

"Dasar gadis brandalan awas saja jika terjadi sesuatu pada bayiku," ancam Gerard ketika mengetahui wanita yang telah mengandung anaknya sedang mengikuti sebuah balap liar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab~28

Gerard nampak menatap karyawannya satu persatu dengan wajah datarnya. "Ini waktunya bekerja bukan menggosip," ucapnya dan mereka semua pun langsung kembali ke ruangannya masing-masing. Entah ada apa dengan bosnya itu yang tiba-tiba menjadi sedikit galak, setelah itu Gerard pun kembali melangkah kan kakinya masuk ke dalam lift.

"Tuan...." Henry yang ingin membahas perkataan karyawannya tadi pun langsung menjeda ucapannya ketika Gerard mengangkat tangannya, padahal bisa jadi gadis yang sedang di sewa rahimnya oleh nyonya mudanya sedang positif hamil pikirnya.

"Kata dokter asam lambungku sedang naik jadi tak usah berlebihan," potong Gerard mengingat tadi pagi dokter yang memeriksanya mengatakan jika ia mengalami gangguan lambung dan setelah ia pikir-pikir akhir-akhir ini ia memang sering telat makan dan juga banyak pikiran. Lagipula apa hubungannya ia sakit dengan kehamilan wanita itu dan ia berharap wanita itu juga takkan hamil sampai kapan pun.

Henry pun akhirnya tak membahasnya lagi, mungkin itu hanya mitos toh dulu istrinya hamil ia juga tak pernah merasakan apapun.

Sesampainya di ruangannya Gerard segera menghempaskan bobot tubuhnya di sofa dan Henry dengan sigap mengganti pengharum ruangannya dengan yang baru.

"Apa jadwalku hari ini?" Tanya Gerard kemudian.

"Siang ini anda ada jadwal meeting di hotel Hilton lalu di lanjutkan dengan pengecekan proyek." Sahut Henry membacakan jadwal pria itu.

"Batalkan semuanya, hari ini aku tidak ingin kemana-mana !!" Perintah Gerard kemudian.

"Baik tuan," Henry pun mengangguk pasrah semoga saja tuannya itu cepat membaik mengingat perusahaan sangat membutuhkannya.

"Apa ada yang bisa saya bantu lagi, tuan?" Tanya pria itu sebelum kembali ke ruangannya.

"Aku ingin makan yang segar-segar apa kamu punya rekomendasi?" Tukas Gerard menatap asistennya tersebut.

"Dingin?" Tanya Henry ingin tahu.

"Tidak, tidak dingin tapi segar." Sahut Gerard dan tentu saja itu membuat Henry langsung berpikir keras.

"Bagaimana dengan buah-buahan tuan?" Ucapnya memberikan saran.

"Bisa, tapi aku mau yang sedikit pedas." Sahut pria itu menanggapi.

"Sedikit pedas?" Henry kembali berpikir, tidak mungkin jika salad buah atau jangan-jangan...

"Rujak buah, tuan?" Tawarnya, barangkali itu yang di maksud pria itu.

"Apa itu pedas?" Tanya Gerard ingin tahu, karena jujur ia tak pernah mendengar makanan tersebut.

"Benar tuan dan istri saya bisa membuatnya," sahut Henry mengingat dulu ketika hamil istrinya sering membuat makanan tersebut. Apa jangan-jangan wanita yang sedang mengandung darah daging bosnya itu juga sedang hamil? Tapi sepertinya tidak, karena aneh saja jika pria itu yang merasakan ciri-ciri kehamilannya. Jujur Henry benar-benar tidak memahami hal-hal tentang kehamilan meskipun sudah memiliki seorang anak.

"Kalau begitu minta istrimu membuatkan untukku !!" Perintah Gerard kemudian.

"Baik tuan," Henry pun segera pergi dari sana. Sungguh bosnya itu benar-benar aneh hari ini, apa semua karena sakit yang di deritanya mengingat selama ini tuannya itu hampir tak pernah sakit. Pria itu selalu menjaga asupan makannya dan juga rajin berolahraga setiap hari.

Gerard nampak memijit pelipisnya yang kembali berdenyut nyeri, harusnya ia di rumah saja tapi percuma juga ia di rumah karena sang istri lebih mementingkan pekerjaannya.

"Sayang, aku tidak bisa ijin dan kamu tahu itu kan karena jadwalku sudah di atur dari jauh hari." Ucap wanita itu tadi pagi.

"Jadi seandainya aku mati pun kamu tetap akan pergi?" Cibir Gerard menanggapi.

Lucy yang sedang merias wajahnya pun langsung berbalik badan menatap pria yang kini nampak tiduran di atas ranjangnya tersebut. "Kamu baik-baik saja sayang, bukankah kata dokter hanya gangguan lambung saja? Nanti juga lebih baik setelah kamu minum obat dan beristirahat," ucapnya meyakinkan tanpa sedikit pun ada kekhawatiran di wajahnya.

"Jadi kamu benar-benar akan pergi?" Ulang Gerard lagi.

"Hm," Lucy yang kembali merias wajahnya di depan cermin pun hanya mengangguk kecil.

"Apa uang yang ku berikan padamu kurang?" Ucap Gerard kemudian.

"Lebih dari cukup sayang," sahut wanita itu di tengah memasang bulu mata palsunya.

"Lalu kenapa kamu masih bekerja?" Ucap Gerard lagi meskipun ia sudah tahu jawabannya pasti akan sama seperti sebelumnya.

Mendengar itu pun Lucy kembali berbalik badan, wanita itu terlihat sangat cantik dengan penampilannya yang sempurna. Sebagai model yang lumayan tenar membuat wanita itu harus selalu tampil maksimal ketika berada di luar rumah.

"Bukankah itu sudah sering kita bahas sayang, tolong aku tidak mau berantem hanya karena hal sepele." Ucapnya seraya mendekati pria itu.

"Baiklah aku pergi dulu ya, jika butuh sesuatu kamu bisa menghubungi bibi." Imbuhnya lantas di kecupnya pria itu sejenak sebelum pergi meninggalkannya.

Tentu saja bukan uang yang wanita itu cari, ia sudah memiliki segalanya bahkan orang tuanya yang notabennya seorang pejabat pun sangat kaya raya. Namun ada hal lain yang belum Lucy dapatkan dengan sempurna yaitu sebuah popularitas, ia ingin semua orang mengenalnya bahkan seluruh dunia sekali pun.

Gerard nampak membuang napasnya dengan kesal ketika ingatannya kembali pada kejadian tadi pagi di mana istrinya itu tetap bersikeras pergi meskipun ia sudah memohon, ia merasa semakin lama hubungan mereka benar-benar hambar. Ia seperti berjuang sendiri sedangkan wanita itu sedikit pun tak ada usaha untuk membuat hubungan mereka kembali hangat.

"Hen, siapkan mobil semua meeting hari ini akan saya hadiri !!" Perintahnya saat menghubungi sang asisten, lebih baik ia fokus bekerja saja siapa tahu dengan begitu rasa sakit di kepalanya bisa mereda.

Sementara itu Andrea yang kini sibuk dengan rutinitas pekerjaannya nampak sangat bersemangat, entah kenapa ia sedikit pun tak merasa lelah dan selalu ingin bergerak padahal tadi pagi saat baru bangun ia merasa mual.

"Apa mungkin karena vitamin yang di berikan oleh Julian tadi pagi?" Gumamnya, jika seperti ini terus ia takkan keberatan meminumnya kapan pun itu, kebetulan ia juga membawanya karena pria itu mengatakan jika tak bisa makan siang bersama karena harus pergi mencari barang-barang untuk keperluan bengkelnya. Sebenarnya ia tak mempermasalahkan kekasihnya itu tidak datang tapi ia sudah merasa terbiasa di temani saat makan siang hingga kini terasa ada yang kurang.

Kini gadis itu pun nampak duduk di belakang hotel tempatnya bekerja untuk makan siang, sebenarnya tempat kerjanya juga memberikannya fasilitas ruangan untuk makan dan beristirahat tapi ia lebih suka di luar. Meskipun hanya di temani oleh angin tapi itu tak masalah baginya.

Ehmm

Di tengah menikmati makan siangnya tiba-tiba terdengar seseorang berdehem hingga membuat gadis itu langsung menoleh ke sumber suara.

"Kau?" Ucapnya terkejut ketika melihat Gerard yang sudah berdiri tak jauh dari mejanya tersebut.

1
Retno Harningsih
up
Tri Handayani
mungkin untuk sekarang mama'nya gerald msh mendukung lucy'tpi klu tau kelakuan menjijikan lucy d belakang gerald mungkin lbh menyayangi andrea.
Slamet Widodo
bagus ceritanya
Mommy El
ok kak Qinan,,, lanjut terus kisahnya...
aku di kubu tuan Adrian yg lebih milih menantu nya adalah Andrea,,
Eh Btw tuan Adrian apakah juga menyelidiki kebusukan Lucy,, lebih tepatnya ikut mencari keberadaan Tom?
#segera ceraikan Lucy.
#lucy ratu drama
#Lucy sombong tapi oon.
Syavira Vira
lanjut
Cicih Sophiana
lucu nih om oon baru sadar yah klo anda berjuang sendiri... ratu sihir itu cuma manfaatin mu aja tuan oon... sadar wiy sadar
Samsuna
Andrea kamu harus jual mahal am Gerard 🤭
Fitria Syafei
Mungkinkah hal itu akan terjadi di antara mereka dan mereka bersatu? 😞 Kk yang baik terima kasih 😍😍❤️
Salim ah
Aku Mencintaimu..
nah kan akhirnyaa Gerard mengatakan tentang perasaannya yg mencintai Andrea
dan satu lagi dre kamu jangan percaya begitu saja karna Gerard blm sepenuhnya bisa melupakan lucky, sabar ya dre akan indah pada waktunya
ummah intan
terciduk
ummah intan
hahaha.. cosplay jd kang kepo
Haikal syahputra haykal
good job lah thor, buat gerald jujur sm ortu ny. syg ny cm up 1
Saadah Rangkuti
jangan mudah luluh ndrea...
վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Jangan marah2 Mama...
Ingat kesehatan..
Nanti saat tiba waktu nya Mama akan tau seperti apa watak dan kelakuan Lucy yang sesungguhnya...
Tak sebaik yang Mama pikirkan ...
Karena Lucy sedang memakai topeng dan memainkan drama romanticnya ...
վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Kesibukan baru di hari tua 😂😂😂...
Ngepoin anak dan menantu 😂😂...
Rutinitas yang mengasyikan ya Pa 😂...
Yayayaya baiklah lanjutkan saja ...
Semangat Papa biar hidup semakin penuh warna /Doubt/...
վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Ciluuubbb Buaaaaa ketemu lagi 😂😂😂😂...
Sengaja nguping saking penasaran sama anak dan menantunya lagi ngobrol apa /Facepalm/.....
վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Memang lebih baik seperti itu dulu Ndre...
Mengikuti kata hatimu....
Pengalaman bisa menjadi pelajaran berharga ...
Dengan sikap Gerard yang terkadang masih labil..
Jangan menyerahkan hatimu ketika Gerard belum usai dengan kisahnya bersama istri pertama...
Demi menjaga kewarasan mental healthmu Andrea 😕...
վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Yakin Pak begitu 🤔...
Andrea jangan menjadi tempat pelarian di saat hatimu sedang tidak baik2 saja loh ya...
Karena nanti yang akan menjadi korban utama tetaplah Andrea..
Andai sikapmu belum berubah masih tetap sama seperti yang sudah berlalu...
Seenaknya saja memperlakukan Andrea, moodian...
Tahan dan sabar ya Ndre...
Jangan mudah baper dan percaya dengan perkataan seeta perlakuan Gerard...
Memang terkesan manis dan empuk tapi ɴʏᴇʀᴇᴛɪ seperti ᴛᴇʟᴏ 🙊..
վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Salahmu sendiri beristri dua 😂..
Bingung kan jadinya...
Sedangkan Papa Adrian dan Mama Mery sudah tahu kelakuan putranya yang mendua 😝...

Lain kali jangan sembrono ya Pak Gerard...
Biar ngga bikin mumet diri sendiri dan menyakitinya ...
Harus diingat jika hati Andrea sangat "mungil" dan mudah rapuh saat kamu abaikan...
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!