NovelToon NovelToon
My Husband Is Vampire

My Husband Is Vampire

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Contest / Vampir / Keluarga / Romansa / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Little Monster

Candy Jovanka adalah seorang gadis cantik dan polos yang sedikit bodoh dari keluarga kaya. Ketika dia berusia 18 tahun, ke dua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan mobil.

Candy yang baru saja lulus sekolah harus menanggung hutang yang di miliki oleh perusahaan keluarganya yang tiba-tiba bangkrut.

Tidak dapat menanggung beban hutang yang terlalu banyak, kedua bibi dan Pamannya berakhir menjual gadis itu pada seorang Vampire Bangsawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Monster, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 Lawrence Family

Panas matahari terhalangi awan yang menggumpal diatas langit. Udara dingin bercampur dengan suasana kelam menampakkan misteri.

Kabut terlihat membentang sejauh mata memandang. Mata berwarna biru cemerlang itu tampak kesal saat dia terus menatap sekitarnya berdiri.

Sosok tampannya dengan rambut keemasan tampak mencolok diantara hutan belantara dan hamparan kabut putih. Dia mendecakkan lidahnya kesal dan terus mengeluh.

"Bajing4n Edward! Apa yang dia pikirkan! Jika bukan karena ikatan masa lalu aku tidak akan perlu ke kastil terkutuk ini!" Sosok tampan itu tidak lain adalah James, dia terus menatap sekitarnya cemberut.

"Kenapa kabut ilusi disini semakin tebal? Lawrence Family terlalu berlebihan!"

Jika saja James tidak memiliki kekuatan ilusi pada dirinya, dia pasti sudah tersesat dan tidak dapat kembali.

Namun, karena kekuatan ilusinya inilah dia berada di sini saat ini. Mencari kastil yang di tinggalkan milik Lawrence Family.

Jika saja Edward tidak bertindak bodoh, James lebih memilih untuk tidak pernah menginjakkan kakinya di Kastil terkutuk milik keluarga Edward.

Setelah berkeliling dan mematahkan berbagai pertahanan ilusi yang begitu sulit, kaki jenjang James berdiri di sebuah tembok kokoh dengan gerbang berwarna Emas.

Dia menatap kemewahan Kastil di hadapannya itu sedikit terpepsona, tidak peduli berapa banyak waktu berlalu Kastil ini tetap kokoh dan megah seolah Hidup seperti pemiliknya.

"Oho, James?!" Sosok cantik berambut putih muncul dari dalam gerbang ketika itu terbuka, dia berjalan anggun kearah James berdiri diam "Kau tidak pernah datang berkunjung kecuali Edward dirumah, dan sudah lebih dari Ribuan tahun sejak Edward kembali..."

"Aku berkunjung karena Edward!" James menyela ucapan gadis cantik di hadapannya dan kembali melanjutkan "Apakah Bibi ada di dalam?"

"Heh, ibu akan membunuhmu jika dia mendengar kau memanggilnya bibi" gadis itu terkekeh pelan dan berbalik pergi "Jadi, pada akhirnya itu karena kakak bodoh itu kau datang..."

James mendesah panjang dan hanya mengikuti gadis itu di belakangnya.

Setelah mereka berjalan kedalam Kastil James kembali membuka suara "Cornelia, kenapa kau ada di rumah? Kau bukanlah gadis yang akan tinggal di rumah!"

Cornelia menghentikan langkah kakinya, dia menatap kearah James sekilas sebelum kembali berjalan "Kau tahu kenapa aku pulang! Kakak bodoh itu akan menyebabkan bencana yang tidak perlu! Bukankah kau datang untuk mencegahnya?!"

James terdiam oleh jawabannya. Dia hampir lupa bahwa kekuatan Cornelia adalah penglihatan masa depan.

Wajah James mengeras ketika dia mengingat kembali alasan kenapa dia sampai datang ke Kastil keluarga Edward.

Beberapa Jam Sebelumnya...

James menatap kearah Edward dengan tidak percaya, dia selalu berfikir bahwa Edward dan dirinya memiliki banyak keinginan berbeda. Tapi, walaupun begitu Edward tidak akan bertindak bodoh. Yang selalu bertindak bodoh dan konyol adalah dirìnya bukan Edward.

"Apa yang sebenarnya kau pikirkan Ed? Kau benar-benar akan menikahinya? Lalu setelah itu apa, kalian akan hidup sampai Candy menua? Kau akan ikut mati bersamanya setelah dia pergi?" Rentetan pertanyaan keluar dari bibir James ketika dia menatap kearah Edward seolah melihat orang lain yang tidak di kenalnya.

Edward menatap kearah sahabatnya itu dengan mata lelahnya. Dia terlihat lelah dengan semua yang terjadi dalam hidupnya dan lelah telah hidup begitu lama.

James menggertakkan giginya keras menatap raut wajah Edward, tanpa dia menjawab, James sudah tahu apa yang di pikirkan pria ini.

Sebelumnya James bahkan tidak dapat mengerti dengan baik apa yang dia pikirkan tapi, entah kenapa sekarang dia merasa sedikit lebih mengerti dirinya.

"Kalau begitu, rubah Candy menjadi Vampire! Itu adalah pilihan yang paling masuk akal!"

"James..."

"Tidak! Dengarkan aku!" Nada suara James dingin, dia menatap kearah Edward penuh kemarahan untuk pertama kalinya "Kau tidak akan pernah bisa melindungi gadis itu sendirian! Dengan dia tetap menjadi Manusia, maka akan banyak serigala lapar yang mengintai! Jika dia menjadi Vampire, dia akan..."

"Dia akan mati..." Edward memotong ucapan James dan membuat pria itu terdiam seketika.

Setelah menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya, Edward membuka suara kembali "Gadis itu akan mati jika dia berubah menjadi Vampire! Tidakkah kau lihat yang tertera dalam dokumen itu? Nenek mereka, Ibu dari Stella meninggal dan tidak bisa menjadi Vampire!"

Seolah juga mengingat hal itu, wajah James menjadi gelap. Dia menatap kearah Edward yang terdiam dan ikut tediam tidak lagi tahu harus bagaimana.

Setelah hening yang cukup lama, James akhirnya membuka suara dengan tidak yakin "Tapi, tetap saja itu adalah pilihan yang paling bijak. Bisa saja tubuh Candy bisa menerima Serum Vampire. Tidak seperti leluhurnya! Jika dia tetap menjadi manusia, kau tidak akan dapat bertahan melindunginya sendiri!"

"James, terimakasih untuk semua yang kau lakukan. Tapi mulai sekarang, biarkan aku yang menyelesaikan masalahku!"

Untuk pertama kalinya James benar-benar kehabisan kata-kata. Wajah tampan miliknya menatap kearah Edward dan tidak bisa untuk tidak mengingat setiap memory yang mereka lewati sejak kecil.

Tangan James terkepal erat, begitu erat hingga terluka. Dia keluar dari Kastil Edward dan memutuskan.

Jika dia tidak bisa membantu pria bodoh itu, maka hanya ada satu orang yang bisa membantunya.

Lawrence Family!

Keluarga Edward yang telah lama dia tinggalkan karena perbedaan pandangan.

Disinilah James, di kediam keluarga Edward. Dia terhenti di sebuah ruangan yang luas dengan kursi besar di tengahnya. Sosok wanita cantik terduduk diatas kursi itu layaknya singgah sana ratu.

"Ibu aku membawanya, sekarang dia milikmu! Aku akan kembali!" Cornelia bersuara acuh saat detik itu juga sosoknya menghilang meninggalkan James dan wanita itu sendirian.

"Bibi, lama tidak bertemu!" James menyapa dengan canggung, tapi yang dia dapatkan adalah tamparan di pipi.

"James kau masih sama menyebalkannya! Bukankah aku sudah bilang untuk tidak memangilku Bibi!" Wanita itu mengerutkan kening marah saat sosoknya muncul tepat di hadapan James.

Jemari tangan James mengusap pipinya yang terasa panas. Mata berwarna biru cemerlangnya melihat wanita di hadapannya dengan kedutan.

Wanita ini adalah ibu Edward, tapi entah kenapa sejak dia kecil wanita di hadapannya ini memiliki kebencian yang kuat pada kata Bibi. Bukankah dia memang seorang Bibi karena usianya? Tapi kenapa dia begitu bersikeras bahwa dia bukan seorang bibi?!

"Bi... Bianca! Lama tidak bertemu" James mengigit bibirnya saat dia hampir mengucapkan kata bibi lagi.

"Yah sudah terlalu lama" Bianca menghela nafas panjang dan kembali ketempat duduknya "Sudah sejak Edward meninggalkan rumah kau tidak pernah datang berkunjung. Jadi, tentang apa kali ini?"

James terdiam oleh pertanyaan Bianca. Penyihir tua di hadapannya ini jelas tahu maksud kedatangannya tapi masih saja bertanya seolah tidak tahu. Betapa tercela!

"Aku mungkin membutuhkan sedikit bantuan! Bagaimana aku menjelaskannya..." James berbicara dengan ragu saat kalimatnya terbata-bata.

"Tidak perlu gugup, kalian para bocah memeng selalu pulang jika membutuhkan sesuatu! Maka dari itu aku merasa sangat kesepian" Bianca memperlihatkan raut wajah sedih ketika kalimatnya terdengar menusuk "Kali ini bahkan kau sama, datang berkunjung karena membutuhkan sesuatu, bukan karena merindukanku! Aku sangat sedih"

Wajah James terpelintir jelek melihat nada manja yang di ucapkan Bianca. Dia ingin sekali maju untuk memberikan tamparan di bibirnya yang menyebalkan itu. Tentu saja James menahan keinginannya dan kembali berkata "Tentu saja aku datang karena merindukanmu, tapi ada hal yang lebih mendesak dan aku membutuhkan bantuanmu!"

"Berhenti membual, aku tahu kau hanya datang untuk meminta bantuan!" Bianca mendengus kasar. Melihat raut wajah James yang terlihat jelek dia tertawa dalam hatinya "Apakah ini tentang Edward?"

James hanya mengangguk sebagai jawaban dan menatap tepat kearah Bianca dengan sungguh-sungguh.

"Bocah nakal itu marah dan meninggalkan rumah Ribuan Tahun yang lalu karena kami menjadi Vampire. Tapi sekarang dia membuat masalah dan tidak bisa menyelesaikannya sendiri?! Membuat keributan besar dimana-mana?!" Ada nada khawatir serta penyesalan dari kalimat yang di lontarkan oleh Bianca. Wanita itu menghela nafas panjang dan menutup matanya dalam diam.

James melihat kearahnya dan tidak mengatakan apapun. Dia tahu bahwa keluarga Edward memang bertengkar dengan Edward tapi bukan berarti mereka tidak peduli.

Selama ribuan tahun ini mereka terus mengawasi Edward diam-diam dan menjaganya. Dan inilah kenapa James datang secara langsung, dia ingin keluarga Edward tidak lagi sembunyi untuk melindungi Edward.

"Bukankah pernikahan mereka Besok?" Bianca bertanya pada James yang hanya mengangguk "Lihatlah! Bocah nakal itu bahkan tidak mengundang keluarganya sendiri! Mungkin aku perlu datang dan membuat keributan disana!"

Rasa dingin merayap di punggung James saat kalimat menakutkan Bianca keluar. Dia merasa kasihan pada Edward jika penyihir ini benar-benar datang. Bencana pasti akan terjadi esok.

"Kau bisa pergi, biar aku yang akan mengatasi masalah Edward! Dan James, bukankah kau seharusnya berhenti mengurus masalah Edward?! Itu bukan tanggung jawabmu! Jadi, berhentilah dan nikmati hidupmu!"

James terdiam oleh perkataan Bianca, dia mengerti benar apa maksud dalam kalimatnya itu. Tapi tetap saja James masih belum bisa meninggalkan Edward, karena rasa tanggung jawabnya. Setidaknya sampai Edward benar-benar menemukan kebahagiaan.

Setelah kepergian James dari ruangan luas dan sunyi itu. Bianca mengetuk jemari tangannya diatas tempat duduknya.

Dia memejamkan mata miliknya sebelum membuka suara "Apa kau hanya akan melihat Cucumu meninggal kali ini? Sama seperti kau melihat anakmu Stella meninggal, Arthur?"

Sosok pria muncul di sisi Bianca terduduk. Dia menundukkan kepalanya penuh hormat dan tidak menjawab pertanyaan Bianca.

Melihat hal ini Bianca menghela nafas panjang "Aku tidak pernah berharap bahwa bayi yang aku selamatkan itu akan berkaitan dengan Edward! Tapi setidaknya, kali ini jangan hanya diam! Cobalah untuk menemui Cucu perempuanmu!"

Sosok Bianca lenyap setelah dia mengatakan kalimat itu. Arthur menatap kearah kursi yang kosong itu sebelum mengingat malam saat dia bersumpah setia pada Bianca.

"Aku bersumpah akan menjadi pelayan setiamu jika kau mampu menyelamatkan Istri dan putriku!"

Sebagai bayaran atas nyawa Stella yang selamat, Arthur telah berubah menjadi Vampire dan pelayan setia Bianca.

Dia meninggalkan Stella untuk hidup damai diantara Manusia, tapi sepertinya pilihannya hanya membunuh putrinya. Dan sekarang pilihannya itu akan membahayakan Cucunya, Candy!

....

Bianca membuka sebuah pintu besar di bawah tanah, dia menghilang untuk datang kemari setelah selesai dengan ucapannya.

Melihat sebuah peti mati hitam dengan hiasan indah. Jemari tangan Bianca terangkat untuk mendorong peti itu terbuka.

Sosok pria dengan rambut putih panjang terbaring dengan mata tertutup didalamnya.

Bianca membelai wajah pria itu dan berbisik pelan "Erlando, waktunya bangun! Putra kita membutuhkan bantuan!"

Perlahan mata pria itu terbuka dan memperlihatkan warna merah darah yang menyihir. Wajah halusnya tersenyum saat dia bergumam pelan "Bianca..."

1
im3ld4
wuaaa ada misteri
im3ld4
candy khas remaja pe ak kasraman🤣
im3ld4
mirip 1. wanita tak pernah salah. 2. jika wanita bersalah lihat kembali ke no.1 🤣
im3ld4
baru mendarat
Sri Astuti Tuti
Kecewa
Sri Astuti Tuti
Buruk
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali ❤️❤️
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
mantap sekali karya nya kak thor...
Yunerty Blessa
moga Candy cepat sedar
Yunerty Blessa
moga Candy bertukar vampire berjalan lancar tanpa gangguan vampire yang lain
Yunerty Blessa
best cerita nya....
Yunerty Blessa
sabar Candy mendengar kebenaran yang diucapkan oleh Edward..
Yunerty Blessa
moga bahagia selalu Edward dan Candy....
Yunerty Blessa
jangan marah Candy..... biasalah malam pertama pengantin 🤭
Yunerty Blessa
semoga pernikahan Edward dan Candy berjalan lancar....
Yunerty Blessa
nah bergabung semua keluarga Edward.... makin seru
Yunerty Blessa
semoga bahagia selalu 😘
Yunerty Blessa
mantap visual nya kak thor
Yunerty Blessa
semoga Edward dan Candy bahagia
Yunerty Blessa
itulah nama cinta sejati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!