Halo Teman - Teman Sekalian ini novel pertama saya semoga banyak dukungan dan menghibur teman2 sekalian terimakasih
Di sebuah desa terdapat seorang anak berumur 12 tahun yang sudah tidak mempunyai keinginan untuk hidup setelah milihat orang tua nya tewas di depan mata nya tapi ketika merasa putus asa dia pun bertemu seorang yang menjadikan nya seorang pendekar
Kira kira bagai mana kelanjutan nya ikuti terus novel saya jangan lupa Like/Komen
Foloww IG @eri.hermawan14
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DisconnectID, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Pertama Huang Zi
Setelah beberapa jam berlarian mereka pun akhirnya berhenti dan tertawa bersama sampai terlelap tidur karna kelelahan
Mereka tertidu dan ketika pagi tiba mereka pun pergi memberaihkan diri
Setelah kejadian itu merka lebih fokus untuk berlatih kadang Yui mengajari Huang Zi kadang Huang Zi yang memberi masukan kepada Yui tentang kekurangan berpedang nya
Hari Hari mereka lewati dengan latihan bersama kadang kadang ada Patriak datang berkuntung dan Tetua lain hanya sekedar bercengkrama
Sudah hampir lima bulan mereka berdiam di sakte dan akhir nya Yui pun mendapatkan sebuah misi dari sakte
"Hua'er kita akan menjalankan misi persiapkan lah diri mu dua hari lagi kita akan berangkat ke ibukota kekaisaran" Ucap Yui setelah kembali dari tempat Patriak
"Baik Guru, tapi boleh kan kita berangkat tiga hari lagi murid minta izin untuk bermeditasi terlebih dahulu sebelum berangkat" Ucap Huang Zi saat setelah selesai latihan
Dia meminta izin karna dia merasa akan naik tingkatan makanya dia minta untuk bermeditasi selama tiga hari
Yui pun hanya mengangguk karna dia tau apa yang akan murid nya perbuat
selama tiga hari Huang Zi hanya mengurung diri di dalam kamar sedang kan Yui melatih kemampuan pedang nya
Pagi saat sudah tiga hari di dalam kamar terdengar sebuah ledakan
"Akhirnya aku bisa naik ketahap pendekar suci dan sekarang aku memiliki 800 tenaga dalam" ucap Huang Zi saat melihat ke pintu kamar disana berdiri guru nya
Yui yang ada di ambang Pintu hanya tersenyum kepada murid nya dia begitu senang karna Huang Zi berhasil menerobos tapi walau pun begitu Yui tidak pernah tau tingkatan asli dari Huang Zi pada tingkat apa karna Huang Zi sendiri selalu menekan kekuatan nya hanya setara pendekar raja
"Guru" Huang Zi pun langsung bangkita dan memberi hormat
"Baiklah bersihkan dirimu dan sarapan setelah itu kita akan berangkat ke ibukota" ucap Yui sambil meninggal kan Huang Zi di kamarnya
Huang Zi yang masih kelelahan akibat menerobos dengan susah payah untuk membersihkan diri karna dia tamau membuat guru nya menunggu lama
Setelah semua nya selesai Yui pun bersama Huang Zi bergerak menuju gerbang Sakte
Nampak disana ada Patriak Li Tetua Zo Tetua Ho Dan Tetua Ning sedang menunggu keberangkatan mereka"
"Salam Hormat Patriak" Keduanya pun membungkuk memberi hormat
"Berdirilah, Yui'er ingat dalam misi ini kau tak perlu memaksakan diri jika emang situasi nya tidak menguntungkan kembali lah kesini, dan untuk kau bocah aku sebagai ayah meminta tolong padamu untuk menjaga putriku" Ucap Patriak Li dengan tatapan penuh harap
"Baik Patriak aku akan melindungu guruku dengan nyawaku ini" Ucap Huang Zi dengan tegas
Yui yang mendengar itu merasa geram
"Aku ini gurumu seharus nya aku yang bilang seperti itu, sudah lah kau jangan so terlihat keren" Ucapan Yui membuat Tetua dan Patriak tertawa
"Ah sudah lah Yui'er segerala berangkat" Ucap Patriak setelah selesai tertawa
"Hua'er Tetua Yui aku harap kalian bisa kembali dengan selamat ingat nyawa kalian lebih penting jadi jangan berbuat hal yang aneh aneh" Ucap Tetua Ho
"Betul apa lagi kau Hua'er jangan sampai merepotkan Tetua Yui dalam misi ini" Ucap Tetua Zo
Huang Zi menanggapi nya hanya dengan senyuman dan mereka pun pamit undur diri untuk berangkat
Patriak Dua Tetua itu hanya bisa melambaykan tangan untuk melepas kepergian mereka
"Hua'er kita akan memburuhkan waktu satu minggu untuk sampe ke ibukota itupun kalo tidak ada hambatan di jalan" Ucap Yui setelah pergi untuk memecahkan keheningan
Huang Zi sengaja menurunkan kecepatan larinya suapay guru nya bisa mengimbangi nya dia yakin kalo dia memakai kecepatan penuh gurunya pasti takan sanggup mengejarnya apalagi sekarang dia sudah ada di tahap pendekar suci
"Baik Guru, Guru misi apa yang di berikan sakte di ibukota" Ucap Huang Zi yang merasa penasaran
"Misi kita hanya mencari persembunyian markas pembunuh bayaran yang berada di ibukota" Ucap Yui
"Bukan kah itu berbahaya guru" Ucap Huang Zi yang baru tau misi yang diberikan sakte pada mereka
"Kau bilang berbahaya bukan kah lebih berbahaya masuk dan menyusup ke sakte iblis biru, sudahlah kita harus mempercepat langkah suapaya sebelum malam kita sudah mencapai desa untuk mencari penginapan" Ucap Yui yang mempercepat langkah nya
Sepanjang jalan tidak ada hambatan karna masih daerah kekuasaan aliran putih jadi taaada kendala untuk sampai kesana
Sebelum malam pun Huang Zi dan Yui sudah tiba di sebuah desa bernama "Desa Lotus" Dan setelah Itu mereka pun memutuskan mencari restoran untuk makan sebelum mencari penginapan
Setelah beberapa saat beejalan di desa itu karna suasana di sana cukup ramai jadi tidak terlalu sulit menemukan sebuah restoran
"Selamat datang Tuan dan nyonya" Ucap pelayan penjaga pintu restoran
Huang Zi dan Yui pun mengambil kursi di dekat jendela karna mereka ingin melihat situasi diluar
"Maaf Tuan, Nyonya mau pesan apa" Ucap pelayan sebari memberikan sebuah kertas menu
"Berikan kami dua potong daging dan sayuran " Ucap Huang Zi dengan senyum ramah
Pelayan itu pun pergi untuk membawakan pesanan yang telah di pesan Huang Zi
"Hua'er kenapa kau memesan daging kita harus menghemat karna untuk sampai ke ibu kota memerlukan beberapa kali singgah kau ini, haiss" Ucap Yui yang menggerutu melihat tingkah murid nya
"Tetua Yui tenang saja aku yang akan membayar nya karna sewaktu aku akan keluar dimensi pulau petir aku di beri beberapa uang oleh guruku" Ucap Huang Zi dengan tenang
Sebenar nya Uang Huang zi yang di berikan oleh gurunya mungkin melebihi kekayaan sakte nya atau mungkin melebihi kekayaan kaisar Han tapi dia tidak mau Yui tau itu jadi dia memilih untuk tidak terus terang pada Yui
mendengar itu Yui hanya mendengus sebal dan memalingkan wajah nya walau pun Tetua Yui seorang Tetua tapi dia masih berumur 20 tahun dan sipat remaja nya pun tak bisa di hilangkan begitu saja
Taklama makanan yang di pesan Huang Zi dan Yui pun datang
"Tuan apakah anda ingin memesan arak disini tersedia arak terbaik" Ucap pelayan itu setelah meletakan makanan di meja
"Tidak perlu dia masih belum cukup untuk meminum minuman itu" Ucap Yui yang lebih dulu menjawab Huang Zi hanya tersenyum dan tak menghiraukan nya lagi
Ketika sedang asik makan tiba tiba masuk seorang pemuda dengan aura kebangsawanan nya dan beberapa pengawal nya menghampiri Huang Zi
"Maaf sodara boleh kah aku duduk disini" Ucap pemuda itu
"Maaf tuan disana masih banyak kursi yang kosong kami sedang ingin makan berdua" Ucap Huang Zi dan kembali memakan makanan nya
"Kau berani sekali menolak Tuan Zein apa kau tak tau siapa Tuan Zein Hah" Ucap Pengawal itu
"Maaf tuan saya emang tidak mengenal siapa dia tapi kami emang tidak ingin di ganggu" Ucap Huang Zi
"Lancccccang kauuuu" ucap pengawal itu dengan marah
"Maaf Tuan sekalian kelakuan murid ku ini jika Tuan ingin bergabung silahkan saja Tuan" Ucap Yui yang menengahi
Pemuda itu pun duduk di sebelah Yui itu membuat Huang Zi merasa tidak nyaman
"Terima kasih nona, boleh aku tau siapa nama nona" ucap pemuda itu sambil mengangkat tangan nya untuk berkenalan
"Aku Yui Tuan" Ucap Yui dengan senyum ramah
"Jangan panggil Tuan panggil saja Zein aku tuan muda keluarga Lang" Ucap pemuda itu dengan bangga
ngintilinbgurunya gurunya mulu thor
jgn ngikutin gurunya mulu
terlalu lebay