Wei Chan, gadis desa malang yang diselamatkan di hari bersalju serta diangkat menjadi pelayan pribadi dari Permaisuri Xin Yi Lan, istri dari Kaisar Jiang Fei.
Suatu saat, dirinya melihat hal kotor yang dilakukan oleh Kaisar Jiang Fei dan pelayan kepercayaan permaisuri, Yu Jia di belakang majikannya.
Merasa pengkhianatan itu adalah harga yang tidak pantas untuk sang majikan yang sangat setia pada Kaisar membuatnya hendak membongkar semua itu.
Naas, nasib berkata lain. Dirinya harus berakhir dihukum mati atas tuduhan membunuh majikannya sendiri yang terkena racun.
Di hari eksekusinya, dia akhirnya tau bahwa yang merencanakan pembunuhan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Yu Jia.
Sebelum mati dia bersumpah, "Aku akan terlahir kembali dan Dewa akan menurunkan takdir paling kejam untuk kalian!"
Inilah perjalanan Wei Chan yang kembali ke masa lalu demi menyelamatkan sang majikan dan menuntut balas atas kejahatan Yu Jia padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuduhan Palsu bag. 1
Di ruang kekaisaran berada, tepatnya di aula, semua berkumpul dengan Bai Luohan dan empat orang prajuritnya yang menjaga ketat rekan sesama penjaga gerbang untuk memberikan kesaksian.
Disaksikan semua orang termasuk Wei Chan, mereka diberi pertanyaan oleh Bai Luohan. Tentu saja kejadian sebenarnya sudah diketahui oleh sang panglima.
Wei Chan yang mengingat kejadian itu sudah dapat membaca apa yang akan terjadi pada dirinya setelah ini.
“Aku ingat bagian ini. Bagian dimana mereka akan mulai menyudutkan dan mulai menganggap aku adalah orang yang patut dicurigai.”
“Benar! Ini adalah saat dimana aku akan mendapatnya hal itu…tuduhan palsu dari para menteri dan juga gadis jalang bernama Yu Jia!”
“Siapa yang akan melupakan kejadian ini? Bahkan jika ada bagian dari kejadian di masa lalu yang berbeda dengan yang terjadi saat ini, aku masih menyadari bahwa ada takdir yang sama sekali tidak berubah.”
“Kematian An Wang…itulah takdir yang tidak berubah sejauh ini.”
“Tapi aku datang ke masa lalu bukan untuk mencegah kematiannya. Aku datang untuk membalaskan dendamku pada kedua orang yang sudah menbunuh Nyonya Yi Lan di masa lalu!”
“Aku akan mengubah Nyonya Xin Yi Lan menjadi satu-satunya kaisar di negara ini dan aku akan memastikan bahwa kali ini…meskipun harus berkorban nyawa, aku akan membunuh kedua orang itu bila perlu!!”
Kembali ke tempat dimana Bai Luohan membawa para penjaga dan bertanya tentang kematian An Wang.
“Aku kira kalian mengetahui kemana An Wang pergi di pagi hari. Apa yang terjadi?” tanya Bai Luohan pada para penjaga pintu gerbang.
Mungkin karena panik dan takut, mereka langsung bersujud dan dengan terbata-bata, mereka menjawab bahwa tidak ada yang tau kemana An Wang pergi selain berasumsi bahwa saat itu dia mungkin saja pergi ke toilet atau beristirahat.
Saat ini, Wei Chan sedang berdiri di dekat seniornya yaitu Mei Lan, Feng Meng dan Yu Jia. Ekspresi Yu Jia yang tampak biasa saja tidak membuat Wei Chan menganggap bahwa dia polos.
“Aku tau dia yang membunuh An Wang! Senyum iblisnya yang baru aku lihat beberapa saat lalu itu adalah bukti nyata!”
“Meski begitu, aku tidak bisa terburu-buru untuk sekarang. Tidak ada yang tau bahwa aku yang menemukan mayat An Wang di danau belakang istana.”
“Jika aku memberikan satu atau dua pernyataan yang aneh, maka aku akan benar-benar dituduh seperti masa lalu.”
“Tapi…ini akan berbeda! Kali ini, aku bukanlah Wei Chan lemah yang hanya bisa diam!!”
Saat kesaksian dari para penjaga didengar oleh semua orang termasuk Kaisar Jiang Fei dan Permaisuri Xin yang duduk di singgasana istana, Kaisar Jiang menatap pelayan sang istri. Lebih tepatnya, ke arah pelayan baru sang istri yaitu Wei Chan.
“Kamu…” panggil kaisar pada Wei Chan. Tapi, Wei Chan tidak menengok atau menjawab. Dia hanya memberikan lirikan ke arah sang kaisar kemudian bersikap biasa kembali.
Para menteri mulai berbisik dan memperhatikan sikap Wei Chan yang dianggap angkuh sehingga seorang menteri mulai menyindirnya.
Menteri itu menunjuk Wei Chan dengan tatapan emosi.
“Sungguh wanita rendah yang tidak tau sopan santun! Bahkan di saat Kaisar Jiang sendiri yang memanggilnya, dia sama sekali tidak menengok!”
Wei Chan tampak biasa saja, namun kedua seniornya yang mencoba membela.
“Menteri Hao, siapa yang Anda maksud?! Kami tidak melakukan kelancangan apapun di hadapan kaisar dan Nyonya Xin!” Mei Lan membantah dengan nada sedikit emosi.
Sang menteri yang dipanggil Menteri Hao mulai membentak mereka, “Siapa lagi kalau bukan Nona Wei yang berdiri di sana?!”
Wei Chan langsung menunjukkan bahwa dia memang bukan Wei Chan yang lemah. Dengan maju ke depan, dia mulai mendekati menteri yang berada di tengah saat ini.
“Menteri Hao, boleh aku bertanya? Wei Chan ini hanya anak jalanan tapi Wei Chan tidak tuli. Apa Anda mendengar nama Wei Chan keluar dari mulut Kaisar Jiang tadi?”
“Apa katamu?”
Dengan ekspresi tegas dan sorot mata tajam, Wei Chan melirik ke arah Kaisar Jiang di singgasananya dan menatap menteri itu kembali dengan beberapa pembelaan.
“Wei Chan yakin kalau Kaisar Jiang hanya berkata ‘kamu’ dan meskipun melihat ke arahku berdiri, di dekatku ada ketiga seniorku. Bisa saja salah satu dari mereka yang dipanggil.”
“Apa yang membuat Anda berpikir bahwa Wei Chan inilah yang dipanggil? Apa ada bukti yang menjelaskan bahwa Kaisar Jiang memang memanggilku?”
“Kh…” menteri itu hanya diam karena dia tampak tidak mempunyai buktinya. Tapi seakan ingin membuat malu, Jiang Fei menjawab.
“Aku memang memanggilmu. Sungguh tidak sopan kamu tidak menjawab panggilanku.”
Mendengar jawaban sang kaisar, Wei Chan melihat Kaisar Jiang Fei dan bertanya.
“Kapan Anda memanggilku?”
“Bukankah kamu mendengarnya tadi. Kenapa masih bertanya?”
“Tapi, Kaisar tidak memanggil namaku.”
Kaisar Jiang Fei membalas, “Kenapa aku harus memanggil namamu?”
Wei Chan tersenyum dan membalas dengan sarkas, “Sungguh Wei Chan yang tidak tau sopan santun atau Kaisar Jiang yang melupakan tata krama pada rakyatnya.”
“Bukankah untuk memanggil seseorang harus dengan namanya? Memang kapan aku tidak memperkenalkan diriku pada Kaisar Jiang? Kaisar Jiang tidak memiliki lemah ingatan sampai harus memanggilku dengan sebutan ‘kamu’, kan?”
“Haruskah Wei Chan yang dari jalanan ini mengajari Kaisar Jiang cara untuk memanggil orang lain?”
Bai Luohan yang ada di sana sampai dibuat terperanga mendengarnya. Bukan hanya sang panglima, Kaisar Jiang dan para menteri, Permaisuri Xin dan bahkan Yu Jia dibuat tidak bisa berkutik.
Kalimat Wei Chan tidak menunjukkan rasa takut pada pemimpin sama sekali. Para menteri mulai meneriaki dan memaki dirinya.
“Lancang sekali kamu!”
“Dasar gadis jalanan!”
Mendengar itu, permaisuri berdiri dan berkata, “Hentikan itu! Jangan ada yang memaki Xiao Chan di hadapanku!”
Para menteri masih belum puas dengan makian itu sampai akhirnya Bai Luohan berjalan untuk menengahi antara Wei Chan dengan para menteri yang berjalan dan mencoba memakinya dari dekat.
“Hentikan itu, Menteri Lao, Menteri Hao. Kita masih menghadapi masalah serius tentang kemungkinan adanya penyusup yang membunuh penjaga An.”
Menteri Hao langsung berteriak dengan suara keras, “Jangan membelanya, Panglima Bai! Gadis jalanan ini mungkin saja yang membunuh An Wang!”
“Apa?”
Sang menteri masih melanjutkan kalimatnya, “Melihat sikapnya yang tidak sopan pada Kaisar Jiang Fei dan tidak adanya rasa takut saat dia bicara pada Kaisar, besar kemungkinan bahwa dialah yang membunuh An Wang!”
“Sejak gadis itu datang, tidak pernah ada hal aneh seperti ini dan ini semua terjadi setelah Nona Wei datang!”
Kalimat yang sungguh provokatif sekali dari menteri yang sudah tua. Tapi, hal ini mulai dimanfaatkan oleh seseorang.
Siapa lagi kalau bukan Yu Jia yang terlihat seolah terkejut dan membenarkan hal tersebut.
“Xiao Chan…benarkah…benarkah kamu melakukannya? Kenapa kamu membunuh An Wang?”
“Hah?” Wei Chan hanya bisa membuka mulutnya dengan satu kata.
Keadaan menjadi sulit dikendalikan untuk saat ini, tapi Wei Chan tampak sudah mempersiapkan semuanya dengan baik.
Wei Chan melihat wajah terkejut dan polos Yu Jia dengan sorot mata tajam.
“Jadi…ini deklarasi perang lain ya. Rupanya tuduhan palsu itu akhirnya datang.”
******
baguslah , kalo bisa jgn hanya sekali tamparnya 😔
tapi panglima juga ada di luar sana.. ayokkk seret si jiahaahahahaha🤣