Aira adalah Gadis yatim piatu Dia Tinggal bersama Tantenya yang Baik dan lembut dan Pamannya Yang Tempramental dan Serakah, Suatu Hari dia Pingsan dan Ditolong seorang Pria yang ternyata Orang kaya Raya yang Baik Hati ternyata Pria tersebut seorang Duda Bernama Reno Pradipta, Aira Ternyata memiliki wajah yang Sangat Mirip dengan Istri Reno walau sikap dan Gerak Tubuh sangat jauh berlawanan dengan Aira
Akankah kebaikan Reno dapat Menaklukan Hati Aira..?
Akankah Kebaikan Reno seterusnya Tulus Kepada Aira..?
Bagai mana Nasib Aira Selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahel Gracia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prubahan Pada Diri Mu
Aira Kembali ke Rumah Reno di temani Mira Sahabatnya.
Aira Mengajak Mira ke Kamar si kembar .
dan Mendapati Si Kembar sedang lelap Tertidur.
"Ini putri Kembar Reno Mira, entah mengapa mereka sudah menjadi Bagian dari Jiwaku."
Aira mengusap Rambut Reva dan Revi serta mencium kening mereka.
"Kamu benar Aira, mereka berwajah seperti Malaikat, Wajah mereka sedikit mirip dengan Mu, mungkin karena Amara kan wajahnya Mirip dengan Kamu. "
Mira pun semakin yakin kalau Amara Mirip sekali dengan Aira, itu sangat terlihat dari Wajah Si kembar.
"Inilah yang membuat tekat Ku bulat akan Rencana Yang di buat Oleh tante Lani, selain karena Aku Mencintai Reno aku juga Tak bisa tanpa Si kembar, Aku Egois ya Mir."
"Kamu Bukan Egois Sobat, kamu hanya tak Bisa Menolak Cinta sebab, gak Ada Orang yang dapat menolak datangnya Cinta. "
Mira Memeluk Aira sahabatnya, Saat seperti inilah Aira butuh seorang teman untuk bertukar pikiran.
"aduh, malam sudah semakin larut aku Harus Pulang Sobat, Takutnya Ayah khawatir dan mencari ku. "
"iya maaf yah, aku sudah Merepotkan kamu sejak tadi."
"Aira kita kan Sahabatan sejak dulu, sudah selayaknya aku membantu kamu Sobat ku sayang."
"aku antar kamu ke gerbang yah, sampai Taxi online nya datang. "
Setelah Mira pulang Aira kembali Ke kamarnya, Matanya tak dapat Terpejam masih memikirkan Rencana Tante Lani nanti.
Lama kelamaan pun mata Aira mulai lelah dan Dia Mulai terlelap Tidur.
*Ke Esokan Harinya.
Lani terus mengetuk pintu kamar Aira, dan Aira pun terkejut lalu terbangun.
Aira pun segera membuka pintu kamarnya.
"Ma,maaf tante Lani aku terlambat bangun"
"Kamu gak usah takut begitu, sebentar lagi kamu kan jadi Nyonya di Rumah ini, jadi kamu jangan menganggap diri kamu adalah seorang pengasuh lagi ya."
"iya, maaf tante"
"Mulai sekarang Kamu panggil saya Mama dan bukan Tante, oke sekarang kamu mandi kita akan segera ke Rumah Sakit untuk menemui Reno, nanti kamu pakai saja baju Amara yang ada di lemari putih besar di kamar kamu. "
Aira segera mandi dan mulai memilih pakaian Amara yang berada di Lemari besar berwarna putih yang ada di kamar Aira.
Aira terkejut beberapa baju yang dia Cobai semua sangat pas di Tubuh Aira.
Selesai berpakaian Aira segera turun dari kamarnya Betapa terkejutnya Lani yang melihat Penampilan Aira Saat ini benar-benar mirip sekali dengan Amara.
"Sekarang kamu pakai jepitan Rambut ini, Sebab Amara sangat senang menyanggul Rambutnya dengan jepitan ini. "
Lani pun membantu Aira memakainya.
"ingat ya Sayang kamu pangil saya Mama dan kamu adalah Amara bukan Aira."
"Apakah Reno tidak akan Curiga Atas sikap saya Ma ?"
"Reno pasti hanya heran sebentar Karena ada perubahan dari Amara Istrinya, Amara sedikit pendiam sementara tipe wanita yang di kagumi Reno adalah wanita yang tidak Pasiv.
Jadi sangat pas dengan Sifat yang Reno ingini."
"lalu apakah keluarga Amara akan dapat menerima ini, Ma.? "
"Kamu tenang saja Aira, Ibunya Amara berada di Luar kota, dan Mama akan mengadakan Pesta pernikahan Ulang jadi semua keluarga Kami akan merasa kamu adalah Amara, masalah tanda tangan Reno pada surat nikah kalian mama punya cara sendiri."
Aira dan lani segera berangkat menuju Rumah Sakit tempat Reno di Rawat.
***
Setibanya di Rumah Sakit.
"Hai, Anak ganteng Mama gimana keadan kamu dan perasaan kamu sekarang.? "
Tanya lani sambil memeluk Reno Anaknya.
"Reno sudah agak baikan ma, loh Amara kamu kenapa ke sini, Harusnya Kamu menjaga Anak kita. "
"Reno Aku,Aku..? " Aira tak dapat berbicara Apa-apa dia masih nampak gugup menjadi Amara.
"Kamu tenang saja Reno, si kembar di jaga oleh Baby Sitter mereka dan di awasi bi Ana, Amara kesini karena dia Khawatir sama Kamu nak."
"tumben mama akrab dengan Amara, ada apa ini." tanya Reno yang seakan melihat pemandangan yang tidak biasanya.
"Amara adalah Menantu Mama, bagai manapun Juga Mama harus menerimanya. "
"Ren, kamu belum makan ya, sini biar aku menyuapi kamu" pinta Aira yang melihat nampan makan paginya masih utuh di atas meja.
Reno hanya tersenyum dan mengangguk.
Lalu Aira mulai menyuapi Reno.
"Reno, kamu setuju gak kalau mama mengadakan pesta pernikahan untuk kalian, sebab kalian dulu kan hanya Menikah di catatan sipil, keluarga dan kerabat kita banyak yang belum mengenal Amara"
"tapi Reno kan belum sembuh ma, kaki Reno belum dapat berjalan. "
"kamu tenang saja nanti kita pakai kursi Roda, mereka juga paham akan kondisi kamu yang baru saja mengalami kecelakaan. "
Reno Melirik ke arah Amara.
"apa Kamu setuju Amara atas usul mama. " tanya Reno kepada Aira yang menjadi Amara saat ini.
"Aku ikut keputusan kamu saja Reno. " jawab Aira datar.
"Amara-Amara kamu masih saja sama, semuanya terserah aku."
"Aku pasti setuju dengan apa yang kamu mau, aku yakin kok kalau pilihan kita Sama" tegas Aira sambil menyuapi Reno.
Reno terus Menatap Aira yang dia pikir adalah Amara Istrinya
"kamu kenapa liatin Aku begitu ?"
Tanya Aira yang agak gugup karena tatapan Reno yang Merasa Asing Akan Amara.
"Aku hanya merasa Kamu sedikit Berbeda Amara "
Tanya Reno sambil terus memandang Wajah Amara.
"Beda di Mana, Aku Tetap Amara kok, lagi pula Apa yang terlihat Beda dengan diriku ?"
Tanya Aira yang masih Canggung Bersikap sebagai Amara Istri dari Reno.
"Aku melihat kamu lebih bersemangat dari biasanya. " jawab Reno yang seakan melihat perubahan Amara yang jauh berbeda dari biasanya
"Kamu lucu deh Reno, Aku merasa di riku biasa aja, gak ada yang berubah kok"
Aira sebisa mungkin meyakinkan Kalau yang dimaksud Reno tentang dirinya Sebagai Amara itu Salah.
"Ok..mungkin kamu benar Kalau Aku salah, tapi untuk hal ini Mata ku tidak lah Salah. "
Reno Melihat Kalau Lani sudah keluar dari Ruangan itu dan Reno lalu Menarik kuat tangan Aira sehingga tubuh Aira terhempas ke pelukan Reno.
"Kamu semakin Cantik Amara. "
Mata Mereka pun Bertemu dan Posisi wajah Aira saat ini sangat dekat dengan Reno.
Tanpa sadar Pipi Aira menjadi merah.
Reno lalu merangkul Pinggang Aira, sehingga Aira tak dapat Melepaskan diri dari Reno.
"Maaf ya, Aku beberapa Hari ini membiarkan Mu sendiri mengurus Anak-Anak kita, Andai saja Kaki ku dapat Berjalan."
Nampak ada bulir-bulir kesedihan di Mata Reno dan Aira Seakan ikut Sedih melihatnya.
"Amara, kenapa Kamu Menangis aku salah Bicara ya. "
Reno heran melihat Istrinya menangis, Reno sadar walau dia Tidak pernah bersikap Romantis kepada Amara, tetapi dia Selalu berusaha Agar Amara tidak Menangis.
"Seharusnya Aku yang Minta Maaf, Sebab ini semua kesalahan Ku. "
Aira hampir saja tak kuasa ingin mengatakan kalau dia Bukan Amara Melainkan Aira.
"Shuttt..., kamu tidak salah kok, mama sudah cerita semua, ini murni kesalahan ku yang minum Terlalu Banyak, padahal kamu tidak suka kalau Aku minum-minuman keras. "
Reno pun Memeluk Aira dan Aira membiarkan Tubuhnya Mendekap pada Dada Reno.
"Pokoknya Kamu harus Sembuh Reno, Aku akan selalu merasa bersalah jika melihat mu seperti Ini. "
Tegas Aira Yang mencoba menyemangati Reno untuk sembuh.
"Oh, iya Siapa Nama Putri kita, maaf karena Aku kehilangan Beberapa memori dalam Ingatan ku. "
"Reva dan Revi kamu yang memberi mereka Nama, kamu bilang Nama depan mereka haruslah sama dengan huruf dari nama kamu. "
Untunglah mama Lani sudah menceritakan sedikit masa lalu Reno dan Amara.
"Reva dan Revi, mereka pasti cantik seperti kamu, Trimkasih ya Amara kamu sudah memberi ku 2 Putri yang cantik. "
Aira hanya tersenyum dia harus mengorbankan perasaan nya menjadi Amara yang berarti segala pujian dan kata manis dari Reno hanyalah untuk Amara bukan untuknya.
"Besok lusa kamu sudah bisa pulang, tadi Dokter Bilang kamu dapat terapy di Rumah oleh petugas Rumah sakit yang nanti di datangkan Mama"
Reno tersenyum mendengar kata pulang, dan Reno sudah tidak Sabar ingin bertemu Si Kembar.
"Amara, boleh aku menceritakan sesuatu. "
Sementara Aira sedang merapihkan nampan tempat makan pagi Reno.
"ya, Ceritakan saja, aku siap kok dengarin."
"saat Aku belum sadarkan diri, Apakah aku memanggil Nama seseorang. "
Aira bingung Apa maksud Reno, dan siapa Orang yang dia maksud.
"Aku gak paham maksud kamu"
Tanya Aira sambil mebersihkan mulut Reno dari sisa makanan yang menempel.
"Sebab dalam Alam bawah sadar ku, Aku sedang Mengejar Seorang Wanita yang lari dariku, entah kenapa aku seakan Takut kehilangan dia, tapi aku melihat wajah nya Mirip sekali dengan Kamu hanya namanya, A.. Aira ya Aku ingat Namanya Aira. "
Aira yang mendengar cerita dari Reno sesaat itu juga langsung berdiri mematung dan tak dapat berbicara Apa-apa.
Reno, bahkan dalam keadaan tidak sadar pun kamu masih mengingat ku.
Betapa senangnya aku masih ada di dalam dirimu walau hanya sekilas.
Kau tidak tau Reno, Ketika itu betapa hati ku menjerit saat aku mendengar kondisi mu dari Dokter, bisik Aira dalam benaknya
Aku terus berdoa pada Tuhan untuk kesembuhan Mu.
Bahkan Saat ini pun Aku rela mengorbankan persaan ku demi kesembuhan Mu dan demi si Kembar.
-Bersambung- 💞
mksih 😘