Gisel seorang gadis dewasa memutuskan menikah dengan seorang Duda bersikap dingin dan memiliki seorang putri yang lucu dan cantik.
semua bermula dari perjodohan dari orang tua nya mereka.
tanpa di duga Putri dari laki - laki itu sangat menyukai Gisel,begitu juga dengan Gisel sangat mencintai putri Pria duda itu.
setelah mendapatkan Cinta dari putri pria itu,akan kah Gisel mendapatkan Cinta Pria itu juga?
Yuk Disimak.
Semoga suka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29 - Perubahan Sikap Brams
Hari pun semakin malam.
Mereka sedang bersantai di ruang keluarga.
Ayah dan Ibu Brams serta Ayah ibu Gisel menginap di rumah ini.
Sementara Thalia sudah di bawa ke kamar untuk beritirahat bersama pengasuhnya.
"Gisel,ayo istirahat."ajak Brams dan membuat Gisel sedikit terkejut dengan ajakan suami nya,begitu juga dengan ayah dan ibu nereka. yang merasa senang karena brams tidak cuek lagi pada Gisel.
Sementara Pricil yang melihat perubahan Brams dengan wanita tampak heran.
"Gisel,apa kamar utama sudah di bersih kan?" Tanya Brams.
"Sudah Mas,sudah di bersihkan." Jawab Gisel.
"Baiklah,malam ini kita tidur di sana ya." Kata Brams.
"Mama,Papa kami ke kamar dulu." Kata Brams dan Orang tua nya pun mengiyakan.
"Pricil kami ke kamar dulu ya." Kata Gisel.
"Ia Kakak Ipar,selamat beristirahat." Saut Pricil tersenyum.
Brams dan Gisel lalu berjalan meninggal ruang keluarga dan menaiki anak tangga menuju ke kamar.
"Itu kan kamar sudah lama tidak di tinggali Kak Brams,bahkan sekarang kak brams sudah mengajak istri baru nya ke kamar itu." Gumam Pricil dalam hati dan agak kesal.
Di kamar
Gisel tampak masih tidak terbiasa dengan sikap Brams yang tiba - tiba berubah pada nya.
Gisel masih berdiri memandangi suami nya yang sudah naik ke atas tempat tidur.
"Kenapa masih berdiri di situ?,kemari lah dan istirahat." Kata Brams dan Gisel pun tersenyum dan mengiyakan,ia berjalan dan berbaring di tempat tidur tepat di samping Brams.
Gisel berbaring membelakangi Brams,karena hati nya sedang tidak karuan,jantung nya berdetak kencang saat ia melihat suami nya di tambah lagi suami nya yang Kini semakin perduli dan memandang nya ada.
Brams yang melihat Gisel tampak gugup dan membelakangi nya tersenyum dan ia pun mendekati istri nya dan memeluk nya dari belakang.
"Gisel,aku minta maaf karena selama ini bersikap tidak baik dengan mu." Kata Brams dengan pelan membuat Gisel semakin gugup.
"Tidak apa - apa Mas,aku bisa mengerti." saut Gisel.
"Tidur lah." Kata Brams lagi dan tidak melepaskan pelukan nya.
Di kamar Lain.
Hari yang sudah malam,Pricil pun masuk ke kamar untuk beristirahat.
di dalam kamar tampak Pricil sedang menghubungi teman nya sekaligus sepupu jauhnya untuk menceritakan apa yang ia lihat.
"Aku mengatakan hal yang benar,kak Brams sudah berubah,dia menjadi lebih perhatian pada wanita,aku pun tidak tahu kalau dia sudah menikah." Kata Pricil memberi tahu seseorang.
"Boleh kah kau meminta izin pada kak Brams,aku ingin ikut dengan mu menginap disana,aku ingin menyaksi kan sendiri apa yang kau bilang pada ku." Ucap Clara sepupu Pricil.
"Baik lah,kalau kau mau datang,aku akan meminta izin pada Kak Brams." Lanjut Pricil.
Terimakasih Pricil,sudah dulu ya,besok ku hubungi lagi." Kata Clara Pricil dam mematikan sambungan telefon nya.
Setelah mematikan sambungan telefon nya,pricil merebahkan tubuh nya di tempat tidur,mata nya menatap ke langit - langit.
"Kak Brams pasti sudaj jatuh cinta pada wanita itu,tapi bagaimana bisa,selama ini Teman ku selalu mencoba mendapatkan hati nya tapi tidak berhasil,sekarang wanita itu bahkan wanita yang di jodohkan,tapi bisa menaklukkan hati kak Brams." Ucap Pricil berbicara sendiri.
Iya pun segera memejam kan mata nya untuk beristirahat.
.
.
.
.
.
Bersambung