NovelToon NovelToon
AYAT CINTA AISYAH

AYAT CINTA AISYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:305.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rohana Kadirman

Aisyah Huriyya Atmaja, gadis cantik keturunan ningrat dari Jogjakarta yang memutuskan untuk kuliah di Jakarta. Memiliki kisah cinta masa kecil dengan seorang putra kyai pemilik pondok pesantren yang terus terbawa hingga ia dewasa. Mempunyai impian untuk bisa mengunjungi Tajmahal di India.

Hamzah Alghazali, seorang pemuda gagah penuh kharisma, yang baru saja lulus dari Al-Ahzar, Mesir. Dia adalah putra sulung seorang Kyai pemilik sebuah pondok pesantren yang terkemuka di Jogjakarta.
Dengan demikian, dia lah penerus ayahanda nya kelak.

William Stevan Ballard, pria Indo-Jerman yang baru saja menyelesaikan sekolah bisnis nya di Canada, dan kembali ke Indonesia untuk menjadi Presdir muda di sebuah perusahaan executive di Jakarta milik Ayahnya.
mempunyai motto hidup :
One Life - One Wife.

Kisah antara Aisyah dan Hamzah nyaris sempurna.
Tapi kehadiran William ternyata mengubah segalanya.
Bagimanakah kisah mereka bertiga??
Siapakah yang akhirnya menjadi takdir cinta Aisyah??

Ayat Cinta Aisyah, kisah cinta yang menggugah jiwa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohana Kadirman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

100 Tangkai Mawar

Lisa menatap keheranan ke arah William.

“Saya pergi dulu Lisa, salam sama Babeh Jali.” Romi pamit kepada Lisa.

“Baik Bang Romi, nanti Lisa sampaikan salamnya sama babeh. Makasih ya Bang Romi.”

“Sama-sama. Asssalamualaikum.”

“Walaikumsalam.”

Segera setelah Romi pergi, Lisa memanggil pelayan untuk membersihkan meja. Pelayan laki-laki yang tadi mengantarkan makanan, datang. Ia segera membereskan piring-piring dan gelas, kemudian membersihkan dan mengelap meja sampai bersih, dan siap untuk menyambut pelanggan baru lagi.

“Ini untukmu Bang Maman.” Lisa memberikan selembar uang seratus ribuan kepada Maman, karyawannya itu.

“Buat saya Neng??” Tanya Maman dengan nada gembira.

Lisa menganggukkan kepala, “Iya, belikan jajan untuk Ratih.”

“Terimakasih Neng Lisa.” Mata Maman berbinar, ia membayangkan wajah Ratih, putrinya yang baru berusia lima tahun itu, pasti akan sangat gembira jika ia pulang nanti malam, dan membawakan oleh-oleh sekotak

donat coklat kesukaanya.

***

Sesampainya di kantor, Romi segera melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai. Ia harus merampungkannya segera dan menyerahkan laporannya kepada William siang ini juga, karena sore ini William meminta jadwalnya untuk di kosongkan.

“Rom, kau kan asistennya Pak William, kau selalu bersamanya setiap saat…” Luna mendekati Romi.

“Hmm, ya… Lalu?” Romi menjawab pertanyaan Luna dengan tanpa menoleh sedikit pun. Matanya tetap fokus menatap layar computer di depannya, dan jarinya pun sibuk di atas keyboard.

“Apa selama kau mendampinginya, Pak William pernah menemui seorang wanita?”

“Tentu saja pernah. Ibunya Pak William seorang wanita, dan Pak William juga mempunyai seorang adik. Adiknya juga wanita.”

“Kau ini memang menjengkelkan sekali Romi!” Luna meninju lengan Romi, lalu ia kembali ke meja kerjanya sendiri.

“Ha ha ha…” Romi tertawa melihat Luna kesal padanya. “Aku sedang sibuk Luna, nanti saja jika kau ingin tahu lebih banyak tentang Pak

William. Aku harus menyelesaikan laporan ini secepatnya.”

Tak lama kemudian, Diana datang. Ia baru saja kembali dari toilet.

Diana menghampiri Romi.

“Hai Romi, sepertinya kau cukup sibuk hari ini. Ada yang bisa ku bantu? Mungkin ada sesuatu yang bias ku lakukan untukmu?” Diana memegang sandaran kursi Romi.

Luna melirik kearah Diana dengan mimik wajah tak suka. Ia tahu Diana sedang melancarkan aksinya untuk mendekati Pak William melalui Romi.

“Ya, ada yang bisa kau lakukan untukku, jika kau ingin membantuku.” Ucap Romi menanggapi pertanyaan Diana.

“Oh ya? Apa itu? Dengan senang hati akan ku lakukan untukmu.” Sahut Diana bersemangat.

“Bisakah kau duduk di mejamu dan jangan menggangguku agar aku bisa fokus dengan pekerjaanku? Itulah yang harus kau lakukan, jika kau ingin membantuku.”

“Ha ha ha…” Luna tertawa mendengar jawaban Romi.

“Kau ini memang menjengkelkan sekali Romi!” Diana meninju lengan Romi, lalu ia kembali ke meja kerjanya sendiri.

“Kalian berdua ini…” Romi menolah ke kanan menatap Diana, lalu menoleh ke kiri menatap Luna. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Kedua lengannya terasa sakit akibat pukulan kedua rekan kerjanya itu.

"Dasar perempuan." Batin Romi.

Romi akhirnya menyelesaikannya laporannya. Ia segera berdiri dan berjalan menuju ruangan William.

“Tok tok tok,”Romi mengetuk pintu lalu masuk.

“Ini berkas yang harus di tanda tangani.” Romi

menyerahkan  beberapa berkas yang baru

saja selesai dikerjakannya. Ia kemudian duduk di kursi depan meja kerja William.

“Bagaimana dengan sekretarisku? Apa sudah beres?” Tanya William sembari menandatangani berkas di depannya.

“Sudah beres. Besok sekretaris barumu akan mulai masuk kerja. Ada berkas CV nya di lembaran terakhir map yang kau pegang itu.” Ucap Romi sambil menunjuk map yang sedang di pegang William.

“Oh, okay.” William membuka lembaran terakhir berkas di depannya.

“Raisya.” William membaca nama yang tertera di dalam berkas CV calon sekretarisnya barunya. Sebuah foto wanita memakai kemeja putih, rambut sebahu, tersenyum manis kearah kamera, tertempel di bagian bawah berkas CV itu.

“Cukup cantik.” Gumam William.

“Aku memilihkannya untukmu bukan karena kecantikannya, tapi karena pengalamam kerjanya.” Sahut Romi. “Dia sudah pernah menjadi sekretaris sebelumnya, dua kali. Jadi, ku pikir dia tepat untukmu." Romi melanjutkan.

“Aku percaya padamu.” William mengacungkan kedua jempolnya. “Baiklah,

jika sudah tidak ada lagi yang perlu aku tanda tangani, aku akan pulang sekarang. Sisanya ku serahkan padamu.”

William berdiri dari kursinya, lalu meraih jasnya dari atas sofa. Ia lalu mengenakan jasnya sambil berjalan.

William mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke Jln. Sartika.

William tidak terus pulang ke apartemennya, ia membelokkan mobilnya di sebuah toko bunga.

“Selamat datang di Natasya Flower.” Sapa seorang gadis begitu ia masuk kedalam toko bunga itu.

“Hmm…” William berdiri menatap berbagai macam bunga yang terpajang di dalam toko bunga itu.

“Ada yang bisa di bantu kakak? Mau cari bunga apa? Kami mempunyai banyak koleksi bunga.” Ucap Natasya.

William masih saja berdiri mematung. Ia sebenarnya tengah bingung, bunga seperti apa yang akan dia beli. Karena bunga itu akan dia berikan kepada orang yang sangat special untuknya, malam nanti.

“Excuse me Sir, are you speaking English?” Natasya bertanya kepada William. Dia mengira William diam saja karena ia tak memahami bahasa Indonesia.

“Oh, no no! Sebenarnya aku hanya sedang bingung saja.” Sahut William jujur.

“Oh… Biar saya bantu kakak. Apakah bunga ini akan di berikan kepada seseorang yang sangat special?”

“Ya, seperti itulah."

“Bunga apa yang ingin kakak berikan? Jika boleh saya sarankan, mawar merah adalah bunga terbaik untuk mengungkapkan rasa cinta.”

“Ya, dia sangat menyukai bunga mawar.”

“kalau begitu tepat sekali kakak. Kami punya koleksi buket bunga dengan berbagai macam bentuk dan harga. Mari saya tunjukkan kakak.”

“Tak perlu. Berikan saja aku buket mawar terindah dan termahal di toko ini.” Ucap William.

“Baik kakak, tunggu sebentar.” Sahut Natasya.

Tak lama kemudian ia datang dengan membawa sebuah buket bunga yang sangat besar.

“Ini adalah buket mawar termahal yang kami miliki. Buket ini berisi seratus tangkai mawar yang masih segar. Kami baru merangkainya siang ini.” Natasya menunjukkan buket mawar di tangannya. Buket itu sangat besar, ia harus merangkulnya dengan kedua lengannya.

“Baiklah, aku ambil yang itu.”

Natasya segera mengemas buket itu ke dalam box khusus, dan menyerahkannya kepada William.

“Terimakasih sudah berbelanja di Natasya Flower. Ini kartu nama kami, jika memerlukan bantuan, jangan segan-segan untuk menghubungi kami.” Natasya menyodorkan kartu namanya setelah William selesai membayar buket bunganya.

“Okey, thank you.” William keluar dari toko bunga itu dengan membawa satu box besar berisi buket bunga mawar di tangannya.

William menaruh box itu ke dalam bagasinya, kemudian ia masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanannya, pulang ke apartemen.

Di sepanjang jalan, hati William terasa berbunga-bunga. Mungkin terdengar aneh, di usianya yang bisa di bilang sudah cukup matang, ia baru merasakan jatuh cinta. Dan malam ini, ia akan berjumpa dengan gadis yang telah menaklukkan hatinya itu.

Aisyah… Aisyah… My angel.

_____________Bersambung____________

.

.

.

.

.

.

.

.

Terimakasih sudah mampir membaca Novel Ayat Cinta Aisyah.

Ini adalah karya pertama saya,.

Baruu belajar nulis

Beri dukungannya dengan cara

LIKE dan VOTE ya,..

Tinggalkan salam juga di kolom komentar.

 

❤️Rohana Kadirman❤️

1
Rasti Istiyanti
sejujurnya aku nungguin banget part selanjutnya sampe selesai, tp ga apa² aku tungguin versi bukunya ya thor
Rasti Istiyanti: sehat selalu thor, semangaaaaat terus ya 💪💪
total 1 replies
Rasti Istiyanti
kapan di lanjut thor ?
Ika Mei susanti 03
lanjutannya dong thor...udah terlanjur pinisirin nichh...
Kasmawati
lanjut .....
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Wardatus Syifak
wes lah Thor sak karep mu ape Karo William opo mas Hamzah
Wardatus Syifak
langsung favorit
Rasti Istiyanti
kak kpan di lanjut, udah lama ga up kak
Dewi Nurlela
cepetan mas Hamzah sela keburu dilamar karo william aisyahe🤭
Dhina ♑
Seru banget. Masa kuliah, tinggal di tempat kost. Kalo aku dulu, kerja, makanya ngekost
maaf Thor baru balik dukung karya 🙏🙏
Musayaroh
makin seru.lanjut trus.
Musayaroh
subhanallah
Musayaroh
makin keasyikan ya utk trus dan trus membacanya.lanjuuut.
Musayaroh
lanjut.bagus sekali kisahnya,makin penasaran.
syifa luthfiyahsalim
kapan di up nyaa Ka ?
Eny Hidayati
lanuutt..
Arum_13
assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh kak, aku mampir😊
Nengsulastri
kpn lanjutannya. di tunggu lo
Fufa Reys
🌸
Fufa Reys
😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!