Sebuah kesaksian hidup yang di angkat dari kisah nyata yang pernah terjadi di kota Manado di tahun1998,tentang keterlibatan seorang gadis bernama Laura dalam kelompok penyembah iblis/ Satanic Church,sebuah perjanjian lama dan satu nyawa sebagai taruhan.
Bagi Laura,kebebasan adalah segalanya.namun,ia tidak pernah menyadari bahwa apa yang ia dapat dari kebebasannya harus ia bayar dengan potongan jiwanya sendiri.
Dalam pelarian mencekam antara logika dan mistis,Laura harus mencari cara untuk membatalkan dan memutuskan kontrak darahnya dengan Lucifer.
Bisakah ia lepas dari cengkraman Lucifer sebelum fajar terakhir menyapa? ataukah ia akan menjadi penghuni abadi dalam kegelapan tak berujung?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gans March, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan di ambang fajar 1
Di tengah ketegangan yang memuncak di dalam pub Borneo,saat fajar hampir menyingsing,Marco melakukan sebuah pertaruhan yang sangat berbahaya.ia tahu ia tak bisa hanya sekedar membawa lari Laura tanpa izin; ia akan di buru dan di bunuh sebelum mencapai gerbang kota.
Dengan keberanian yang lahir dari keputusasaan,ia melangkah maju dan berlutut di hadapan Michael tepat di bawah bayang-bayang altar yang masih berbau darah.
" Tuanku..." suara Marco bergetar namun tegas,ia menundukkan kepala sedalam mungkin.
" gelar Anak Setan Emas telah sah.kontrak darah sudah tertulis.namun ada satu penghalang yang bisa merusak kerahasiaan organisasi kita di kota ini."
Michael yang sangat mengagumi pendar emas di atas Satanik Bible,melirik Marco dengan tatapan dingin dari balik topeng Dracula nya.
" katakan,ada apa boy,"
" Omanya," lanjut Marco.
" wanita tua itu memiliki insting yang tajam.jika Laura tidak kita bawa pulang pagi ini,atau jika ia hilang tanpa kabar,wanita itu bisa saja memicu keributan di lingkungan majikannya.Polisi,warga...itu akan menarik perhatian yang tidak kita inginkan saat posisi kita baru saja di perkuat."
Michael terdiam sejenak.ia membelai rambut pirangnya yang panjang, menimbang-nimbang resiko antara membiarkan "aset" berharganya pergi,atau memicu skandal publik.
" kau ingin membawanya pulang hanya untuk menjaga rahasia?" tanya Michael dengan nada menyelidiki.
" hanya untuk beberapa hari saja tuanku," jawab Marco dengan jantung yang berdegup kencang.
" biarkan dia terlihat normal di depan orang orang di sekitarnya.saya akan memastikan ia kembali bersama kita,saat misa hitam tiba.ini akan memberikan kita waktu untuk menyiapkan semua keperluannya,saat ia kembali dan tinggal di tengah-tengah kita."
Setelah keheningan yang terasa seperti selamanya,Michael memberikan isyarat dengan tangannya yang bersarung tangan hitam.
" bawa dia.tapi ingat Marco,darahnya telah terhubung dengan penguasa kegelapan.jika kau mencoba membawanya lari melampaui kota ini,jantungmu akan berhenti berdetak saat itu juga.pergilah,sebelum fajar menyentuh kulitnya yang telah di tandai."
Marco dengan segera berdiri,lalu memapah Laura yang sudah kehilangan separuh dari kesadarannya.ia menutupi luka di tangan gadis itu dengan kain hitam dan mengenakan jaket tebal untuk menutupi Laura dari hawa dingin yang memancar dari ruangan itu.
Di dalam mobil,Marco memacu kendaraanya dengan cepat.ia tahu izin Michael adalah bom waktu.
Di dalam kabin mobil Starlet yang membelah kabut subuh,suasana terasa mencekam dan dingin.meskipun pemanas mobil sudah di nyalakan maksimal,namun tubuh Laura yang duduk di kursi penumpang tetap sedingin es.
Marco menyetir dengan satu tangan sementara tangan yang satunya berkali-kali mengguncang bahu Laura,mencoba menarik kembali gadis itu dari jurang kekosongan mentalnya.
"Laura,! Tatap aku,lihat aku Laura,!"
teriak Marco,suaranya parau dan hampir pecah.
Laura hanya duduk tegak.matanya terbuka lebar namun pupilnya,sama sekali tidak bereaksi terhadap lampu jalan yang sedang melintas.ia tampak seperti manekin porselen yang mahal,namun tak bernyawa.gelar anak setan emas seolah-olah telah membungkus jiwanya dalam lapisan baja yang tak tertembus.
Marco sadar bahwa logika tak akan mempan untuk menyadarkan Laura.ia mencoba membisikan hal-hal yang paling berarti bagi Laura.
" Laura...ingat Oma,ingat doa-doa yang selalu ia panjatkan untukmu.kita hampir sampai di rumah,kau tak bisa bertemu Oma dengan tatapan seperti ini!"
Mendengar kata "Oma" dan " doa",tubuh Laura tiba-tiba menegang.ia mulai mengerang kecil,sebuah suara yang terdengar seperti gesekan logam.napasnya memburu,mengeluarkan uap putih meski suhu di dalam mobil seharusnya hangat.
Marco semakin panik.di tengah keputusasaannya,Marco mengambil botol air mineral,dan memercikkan air ke wajah Laura.ia juga merobek sebagian dari dasinya untuk mengikat lebih kencang perban di jari Laura yang mulai merembeskan darah hitam pekat.
" jangan biarkan Michael menang,Lau! Kau harus lebih kuat dari kontrak itu!" seru Marco lagi.
Tiba-tiba,Laura tersedak.ia terbatuk hebat seolah-olah baru saja menghirup udara setelah tenggelam lama.matanya mulai fokus beberapa detik.ia menoleh ke arah Marco dengan tatapan yang penuh ketakutan murni.ini adalah tatapan Laura yang asli.
" Marco...sakit...tanganku...kenapa gelap sekali?" rintihnya,dengan suara yang sangat halus.
Namun,momen itu hanya bertahan sekejap.sebelum Marco sempat menjawab, otot-otot wajah Laura kembali kaku dan dingin.sosok Anak Setan Emas kembali mengambil alih,memadamkan percikan kemanusiaan itu.
Marco memukul setir dengan frustasi.ia tahu ia tak bisa benar-benar " menyembuhkan" Laura sendirian.kekuatan Price of Michael dan ritual Satanik Bible terlalu kuat untuk di lawan hanya dengan kata-kata.
" bertahanlah sedikit." gumam Marco saat ia melihat atap rumah kediaman Oma di kejauhan.
" aku akan membawamu pulang.hanya Oma yang bisa menarikmu sepenuhnya."
Kegelisahan Marco memuncak saat melihat atap rumah tempat Oma tinggal.Oma bukanlah wanita tua biasa yang mudah di kelabui ; insting spiritualnya setajam belati.jika ia membawa Laura masuk dengan kondisi seperti ini pucat,berbau darah,dan dengan tatapan yang masih belum stabil,seluruh sandiwaranya akan runtuh dalam hitungan detik.
Kurang dari tiga ratus meter dari halaman rumah,Marco menginjak rem dengan mendadak.ia menepikan mobilnya di bawah bayangan pohon besar yang gelap,jauh dari lampu jalan.
" Lau,dengarkan aku!" Marco meraih kedua bahu Laura,memaksa gadis itu memfokuskan pandangannya.
" kita tidak bisa masuk kalau kau seperti ini.sekali lihat,Oma akan tahu keadaanmu...!"
untuk menyembunyikan jejak ritual mengerikan itu,Marco akhirnya melakukan beberapa hal dengan tergesa-gesa.
Marco mengambil parfum oud yang sangat kuat dari laci mobilnya.ia menyemprotkannya ke seluruh tubuh Laura,bahkan ke rambutnya untuk menutupi bau amis darah dan dupa ritual yang masih melekat kuat.
Ia lalu mengambil syal tipis miliknya.ia tak hanya membebat tangan Laura dengan perban,tapi ia membungkus tangan gadis itu dengan syal dan melilitnya hingga ke pergelangan tangan,membuatnya terlihat seperti aksesoris mode.
Marco menghapus air mata di pipi Laura dan merapikan rambut hitam panjang gadis itu agar menutupi bekas luka mahkota duri.ia harus memastikan agar Laura terlihat cukup sadar,agar Oma tidak langsung syok melihat kondisi tubuhnya.
Suara lonceng gereja subuh yang menggema di ujung jalan,seolah menjadi pedang cahaya yang membelah kabut hitam di ujung kepalanya.
Cengkraman dingin gelar Anak Setan Emas,sedikit melonggar.
Laura tersentak.napasnya tersedot kuat-kuat ke dalam paru-parunya,seperti seorang yang baru saja di tarik dari kedalaman air yang membeku.pupil matanya yang tadi lebar dan statis mulai mengecil,bereaksi terhadap cahaya lampu mobil yang lewat.
"Mar...co...?" suaranya pecah,serak,dan nyaris tak terdengar.
ia menoleh ke arah pemuda di sampingnya dengan nyawa.nyawa,yang terluka.bukan lagi pendar emas yang dingin melainkan air mata hangat yang mulai menetes di pipinya yang pucat.ia mulai gemetar hebat,bukan karena sihir,tapi karena ketakutan yang murni.