NovelToon NovelToon
Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Perperangan / Persahabatan / Anime / Barat / Tamat
Popularitas:64k
Nilai: 5
Nama Author: Mirles

Perselisihan antara umat manusia dan bangsa siluman mengakibatkan perang besar yang meluluh lantakan daratan timur, kini perang itu kembali pecah di karenakan bangkitnya kembali siluman penguasa yang ratusan tahun silam dikurung dalam segel oleh seorang pemuda misterius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirles, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba di akademi pedang dan sihir

Tiga petarung datang menghampiri dan langsung memberi hormat.

"Salam pemimpin."

"Salah satu dari wanita yang ada di markas Utara sedang kontraksi, sepertinya wanita itu akan segera melahirkan," ucap salah satu petarung yang di tugaskan untuk menjaga desa sunyi.

"Seperti yang tuan muda Tian Zhi katakan sebelumnya, kita harus segera memisahkan bayi itu dari ibunya jika terlihat tanda-tanda insting siluman pada bayi itu, jangan sampai bayi itu memakan ibunya sendiri!" terang Gong Fei.

"Kami mengerti pemimpin."

Kemudian para petarung itupun kembali ke markas Utara untuk membuat suatu pengaturan sesuai perintah dari sang pemimpin.

Para gadis yang sedang mengandung, belum di perbolehkan pulang karena masih dalam masa pengawasan. Jika mereka sudah melahirkan baru gadis itu di bolehkan pulang ke kediamannya masing-masing.

Namun tidak dengan bayi yang mereka lahir kan. Karena sejauh ini, setiap bayi yang telah di lahir kan mempunyai insting siluman. Para bayi itu suka mengkonsumsi daging manusi.

***

Ming Shu dan rombongan lainnya tiba di akademi pedang dan sihir keesokan harinya, mereka semua langsung disambut oleh para siswa yang melihat kedatangan mereka.

Tetua Ming Hao yang sedang berjalan berkeliling di akademi mendengar suara kegaduhan di depan gerbang, tetua Ming Hao pun segera mendekat dan melihat keributan apa yang sedang terjadi.

"Ayah," panggil Ming Shu.

"Salam master." guru pembimbing dan semua siswa senior maupun junior kompak memberi hormat kepada tetua Ming Hao.

"Shu'er akhirnya kau kembali nak!" Tetua Ming Hao sangat senang melihat putranya kembali dengan selamat, tetua Ming Hao memperhatikan Ming Shu dari ujung kaki sampai ujung kepala. Tidak ada yang kurang satu apapun dari Ming Shu, akhirnya tetua Ming Hao pun bisa bernafas dengan lega.

"Syukurlah kau kembali dengan selamat," ucap tetua Ming Hao dengan penuh syukur.

"Ayah, dimana Paman ketua? Ada hal serius yang ingin Ming Shu sampaikan!" Ming Shu berkata dengan raut wajah serius.

"Paman mu ada di aula ketua," jawab tetua Ming Hao.

"Guru dan semua senior beristirahatlah, biar saya yang melapor pada ketua," ucap Ming Shu pada semua rombongan.

"Terimakasih tuan muda Ming,'" jawab guru pembimbing dan siswa senior kompak.

"Ayo ayah, kita ke aula ketua sekarang juga, ini sangat penting, kita harus membahasnya sekarang juga!" Ming Shu langsung mengajak ayahnya ke aula ketua.

Guru pembimbing beserta Jia Li dan siswa senior yang sempat terluka saat pertarungan segera masuk ke asrama untuk beristirahat, dan sebagian siswa senior lainnya sibuk menceritakan kejadian di desa sunyi. Mereka juga menceritakan tentang kehebatan Guan Lin saat menghadapi siluman laba laba dan juga tentang panda gendut bernama Pang Xiongmao yang telah berkorban demi melindungi Guan Lin.

Masih banyak lagi yang mereka ceritakan. Tentang aksi Tian Zhi dan juga Ming Shu, para siswa senior itu seperti tidak kenal lelah. Setelah menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki pun, mereka masih tetap bersemangat untuk bercerita.

Semua siswa yang mendengarkan pun tak kalah semangat, mereka sangat antusias dan menyimak apa saja yang siswa senior ceritakan.

*

"Salam Paman ketua, salam tetua Yu." Ming Shu memberi hormat setelah memasuki aula.

Didalam aula, ketua Guan Lao dan tetua Yu sedang berbicara serius. Mereka membahas tentang gadis yang Ming Shu temukan ternyata berasal dari desa makmur, begitu juga sebagian barang yang ditemukan juga barang dari para gadis yang tinggal di desa makmur.

"Shu'er.. Syukurlah kau telah kembali," ketua Guan Lin menepuk bahu Ming Shu dengan bangga.

"Ada apa Shu'er? sepertinya kau terlihat tegang sekali," tanya ketua Guan Lao setelah memperhatikan raut wajah Ming Shu.

"Paman ketua, ada dua hal yang ingin Ming Shu sampaikan, satu kabar baik dan satu lagi kabar buruk," ucap Ming Shu.

Ketua Guan Lao dan tetua Ming Hao mengerutkan keningnya sambil menunggu Ming Shu melanjutkan ucapannya, sementara Tetua Yu hanya menyimak dengan tenang.

"Kabar baiknya adalah, kami bertemu dengan Guan Lin di desa sunyi," Ming Shu memberitahukan kabar baik terlebih dahulu.

"Benarkah? lalu dimana Lin'er sekarang? Kenapa dia bisa berada di desa sunyi?" ketua Guan Lao memberondong ming Shu dengan berbagai macam pertanyaan, ketua Guan Lao sangat senang setelah mendengar kabar baik yang Ming Shu ucapkan.

Ming Shu terdiam sejenak, sampai saat ini Ming Shu juga masih bertanya-tanya akan kehadiran Guan Lin yang datang dihadapannya secara tiba-tiba di desa sunyi.

Karena semua kejadian di desa sunyi, membuat Ming Shu lupa untuk menanyakannya pada Guan Lin.

"Guan Lin melakukan perjalanan melewati jalur kota Paman, karena ada salah satu temannya yang sedang terluka, jadi mereka harus menggunakan kereta kuda saat menempuh perjalanan!" terang Ming Shu.

"Guan Lin berpesan agar Paman dan bibi tidak usah mengkhawatirkannya, Guan Lin juga meminta Paman untuk memberhentikan pencarian karena Guan Lin akan segera kembali," Ming Shu menyampaikan pesan Guan Lin.

"Baiklah, Paman akan menyuruh Jing Mi untuk memberhentikan pencarian. Lalu berita buruk apa yang ingin kau sampaikan? katakanlah!" ucap ketua Guan Lao dengan suasana hati yang kini sudah mulai membaik.

"Kabar buruknya adalah, ternyata selama ini desa sunyi telah menjadi markas dari orang-orang berjubah hitam, dan orang-orang berjubah hitam itu bukanlah manusia biasa melainkan jelmaan dari siluman laba laba," ucapan Ming Shu mampu membuat ketiga pasang mata melotot kearahnya.

"Apa?"

Ketua Guan Lao dan tentu Ming Hao bertanya dengan serempak.

"Saat kami tiba di desa sunyi, kami menemukan sebuah penginapan yang selalu kehilangan gadis yang menginap di penginapan itu,"

"Ternyata, setiap gadis yang menginap di penginapan itu akan di bawa oleh siluman laba laba ke markas mereka. Beruntung kami bertemu dengan senior Yue Yin sang pengendali tanah di desa terbuang, dia juga sedang menyelidiki kasus di desa sunyi sehingga kami pun bekerja sama."

"Dan kami juga bertemu tuan muda Tian beserta tuan Feng Ying, kami bekerja sama untuk memberantas para siluman di markas mereka. Pada akhirnya kami berhasil memberantas para siluman yang ada di desa sunyi,"

"Tapi sepertinya desa sunyi hanyalah markas kecil, karena para siluman itu sengaja membuat pasukan dari keturunan mereka. Mereka sengaja membuat keturunan dengan para gadis manusia." Ming Shu menceritakan semua yang ia ketahui di desa sunyi.

"Jadi mereka menculik para gadis itu untuk menghasilkan keturunan?" Tanya tetua Ming Hao memastikan.

"Benar ayah, entah kemana mereka membawa semua bayi-bayi yang telah di lahir kan oleh para gadis. Ayah tau, Ming Shu melihat sendiri saat bayi yang baru saja terlahir langsung merangkak dan memakan ibunya sendiri."

Ming Shu masih terbayang saat dia menyaksikan sendiri sosok bayi mungil yang masih berwarna merah sedang mengunyah daging yang berhasil ia gigit dari bagian tubuh ibunya sendiri, darah menetes dari sudut bibir meraka yang keluar dari setiap kunyahannya.

"Berarti kita harus semakin berhati hati, para siluman itu telah kembali menyerang umat manusi," ucap tetua Yu.

"Apa penguasa kota juga tahu tentang para siluman itu?" tanya tetua Ming Hao.

"Sepertinya penguasa kota juga akan tahu hal ini, pasti tuan muda Tian Zhi dan tuan Feng Ying juga melaporkan hal yang sama pada penguasa kota," jawab Ming Shu.

"Tidak pernah terduga, ternyata selama ini masih ada siluman yang hidup di tempat kita," ucap ketua Guan Lao.

"Segel yang sang pahlawan ciptakan pun sudah mulai melemah, jika para siluman itu berusaha merusak segel itu, maka sudah dapat dipastikan perang beberapa ratus tahun yang lalu akan kembali terulang di dataran ini!" ucap ketua Yu sambil menghela nafas.

"Kita harus memperketat penjagaan, bila perlu kita harus memindahkan pembelajaran siswa junior untuk berjaga jaga!" usul tetua Ming Hao.

"Kau benar, siswa Juniar adalah masa depan kita. Mereka semua belum bisa melindungi diri jika terjadi hal yang tidak di inginkan," timpal tetua Yu.

"Tunggu tetua Nuwa kembali, kita harus memulai persiapan. Kita adakan pertemuan bersama penguasa kota, bagaimanapun ini bukanlah masalah kecil!" ucap ketua Guan Lao.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
apa yg di bisikkan burung cantik itu ke Kien Hua 🤔
🪷🍾⃝ʙᴀʙͩʏᷞ ɢᷰᴇᷠᴍᷧᴏʏ𝓐𝓷𝓷𝓪࿐
mampir kak
𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe_👻ᴸᴷ
Apa yang di katakan tetua betul, yakin pada diri sendiri yang utama. Kalau kalian ngga yakin dan percaya pada diri sendiri ya ngga akan bisa
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Zhi lin sangat baik walaupun kamu setengah siluman 😣
Nuri
gaun Lin akan jadi pahlawan dimasa depan 👍
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
siluman rubah itu dah tau akan kalah kali makannya tertawa hihi
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
wah wah kejam kenapa kau melakukannya hah emang ada salah kah dia padamu
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
nah bener kan ngek ujungnya terlalu percaya sih jadi orang kena kan ngalamat sudah nyawa mu
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ♉🏫⃟Sᵐᵖ
ngebayangin bikin merinding & mual apa lg yg melihat didepan mata mu sendiri y Mingshu, itu serigala berebutan makan mayat orang 🤢
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ♉🏫⃟Sᵐᵖ
gak Puy penglihatan pasti km mempunyai kelebihan yg lain y Lien Hua, yg gak bs dimiliki oleh manusia normal
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
haish Tian Bao pegu ini nih karena dah terlanjur cinta ma tuh rubah sampai kagak ada rasa curiga nya sama sekali, titeni sih pas mendekat pasti siluman rubah langsung menebas nya
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
dusta kau mengatakan itu semua wahai siluman rubah, jangan percaya itu cuma siasat dia aja tuh
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
haish dasar rubah licik dah jadi sifatnya mau kalah kaya apa ha pasti akan ada ide liciknya ja yang muncul
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
Jangan tinggalkan aku dengan jurus berdoa nya biar kalian menang hihihi 😁
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
gimana kagak mental itu kibasan bukan sembarang kibasan, mana gede banget lagi bentuknya pasti. Ku harap bangsa manusia bisa mengalahkan nya kembali
Ney 🐌
knp udh meninggal kah🤔🤔
Ney 🐌
🤗🤗🤗🤗
Alan Bumi
bentar jadi Tian Zhi itu pemimpin Kota Timur apa Kota Utara?
Alan Bumi
kok Tian Zhi?
Alan Bumi
lah kok Tian Zhi?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!