NovelToon NovelToon
ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP

Status: tamat
Genre:Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Teman lama bertemu kembali / Misteri / Tamat
Popularitas:219.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

°•°Serial Detektif/Kriminal°•°
Novel lanjutan dari CLBK [Cinta Lama Belum Kelar].

Alangka baiknya membaca novel tersebut di atas, sebelum membaca novel ini. Agar bisa mengikuti lanjutan kisah 'Kasus Selokan' dan 'Asmara' serta 'Problem Hidup' dari tokoh-tokohnya.

Tawa dan tangis seiring sejalan dalam hidup seseorang. Tidak selamanya ada tangis, tidak selamanya tertawa. Semuanya silih berganti menghiasi hidup. Itulah romantika kehidupan'.

Mampukah Kaliana sang detektif dan 'Team Sopape' bisa menolong Chasina yang telah ditahan sebagai pelaku pembunuhan?

Bagaimana dengan 'Kasus Hati' Marons dan Kaliana? Siapakah yang akan menyelesaikan kasus ini?

"Kebenaran selalu menemukan jalannya, untuk menolong setiap orang yang berjalan di jalan-Nya."

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Kecolongan.

...~•Happy Reading•~...

Kaliana melihat Marons dengan wajah tersenyum, karena dia tahu Marons membuat wajah demikian untuk menganggunya.

"Yeee... ge'errr..." Kaliana memukul lengan Marons, karena tahu dia sedang diledekin.

"Mendingan ge'er... Daripada minder. Iya, ngga." Marons mengangkat kedua alisnya berulangkali sambil tersenyum. Membuat Kaliana tertawa, lalu melihat ke sembarang arah. Dia tidak tahan melihat wajah Marons yang demikian.

"Memang kau ngga merindukan aku? Haaaa...? Haaaa...?" Marons mencolek pundak Kaliana dan tersenyum melihat Kaliana yang tidak mau melihat ke arahnya dan masih melihat ke sembarang arah.

"Sudaaa... Berangkat sana, dan cepat kembali." Kaliana berkata sambil menepis jari Marons yang sedang mencolek bahunya.

"Astagaaa... Kau tidak berubah. simpan saja semuanya di situ. Kalau meledak, kering semua pohon-pohonya." Marons berkata asal dan ngeledekin Kaliana, sambil menunjuk dada dan kepala Kaliana dengan matanya. Dia tahu, Kaliana menyukainya, tapi menyimpan sendiri dan terlalu banyak pertimbangan untuk menunjukan rasa hatinya.

"Yaaaa... ngga pa'pa. pohonnya aku yang tanam dan siram sendiri. Mau kering, layu, segar, biarkan saja." Jawab Kaliana asal untuk menyamarkan rasa hatinya.

"Semoga bukan pohon cabe yang ditanam. Nanti kau buat sambal tiap hari." Marons makin iseng melihat wajah Kaliana yang memerah karena malu mendengar ucapan asalnya, tapi Kaliana tahu maksudnya.

"Buat sambal tiap hari? Seperti bisa makan pedas aja." Kaliana berkata dengan mimik lucu ke arah Marons.

Kaliana ingat Marons tidak bisa makan pedas, karena pernah terjadi dia harus bolak balik ke kamar mandi, karena ada teman sekelas memasukan sambal ulek ke mangkok baksonya.

Mendengar yang dikatakan Kaliana, Marons jadi ingat peristiwa itu. Bagaimana paniknya Kaliana melihat dia dengan rasa khawatir. Sehingga dia harus mencari obat, agar dia berhenti mures-mures.

Secara refleks, Marons menggapai tengkuk Kaliana dengan tangan kirinya dan tangan kanannya memegang tangan kiri Kaliana (karena Kaliana kidal). Kemudian dengan cepat dan lembut mencium bibirnya, sebelum Kaliana menyadari situasi. Tindakan Marons membuat mata Kaliana terbelalak, karena terkejut.

"Arrow... Kau mencuri ciuman pertamaku." Teriak Kaliana secara refleks, karena terkejut. Kaliana memukul lengan Marons berkali-kali, tidak terima dengan apa yang dilakukan Marons.

"Ssstttt... Kurang keras teriakannya. Pakai toa sekalian, biar pada keluar semua." Marons berkata sambil meletakan jari telunjuk di bibirnya dengan wajah tersenyum dan mata berbinar, senang.

"Abis kau keterlaluan. Kau selalu curang." Kaliana berkata dan kembali memukul lengan Marons berulang kali.

"Kalau aku minta baik-baik, boleee?" Marons kembali berkata sambil tersenyum. Hal itu membuat Kaliana makin kesal, karena kecolongan berbagai hal pribadi, tanpa bisa mengelak dari Marons.

"Nggaaa..." Suara Kaliana naik level, membuat Marons jadi tertawa dan tidak bisa mendiamkan Kaliana.

"Naaah, kan? Yang aman begitu. Ternyata, kau simpan itu untukku." Hati Marons sangat senang, dan percaya diri. Serasa hatinya mau melompat girang, mengetahui itu ciuman pertama Kaliana.

"Ge'errr.... senang sekali curang. Aku mau tidurrrr..." Kaliana langsung berdiri meninggalkan Marons. Selain merasa malu, jantungnya seakan mau lepas. Dia tidak menyangka, ciuman pertamanya seperti itu dan dalam keadaan tidak diduga.

"Anniiii... Mau aku kembalikan yang dicuri tadi, ngga?" Teriak Marons sambil tertawa senang. Kaliana hanya berbalik dan mendelik dengan kesal. Wajahnya juga makin memerah, karena mengerti yang dimaksudkan Marons.

Melihat Kaliana telah menuju kamar, Marons masuk ke dapur untuk ambil minuman dengan wajah sumringah, karena hatinya sangat senang.

"Tuan muda, ada apa? Mengapa wajah tuan terlihat berbeda dan senang sekali?" Tanya Bibi yang ada di dapur. Marons sontak melihat ke arah ruang makan. 'Apa'kah Bibi melihat yang aku lakukan pada Kaliana dari dapur?' Tanya Marons dalam hati.

Ketika melihat dari posisi Bibi tidak terlihat tempat duduknya dengan Kaliana, Marons jadi tersenyum sendiri. 'Astagaaa... Ini rumahku. Mengapa aku bersikap seperti anak sekolahan kedapatan orang tuanya melakukan sesuatu yang terlarang?' Marons bertanya dalam hati, tapi wajahnya terus tersenyum.

"Aku baru mencuri sesuatu yang menyenangkan." Marons berkata asal, membuat Bibi melihatnya dengan wajah tidak mengerti.

"Tuan muda bisa saja. Mana ada mencuri itu menyenagkan? Kalau ketahuan, digebukin masa atau dipenjara." Bibi berkata, karena tidak mengerti maksud tuannya.

"Iyaa, Bi.. Ada yang bilang aku mencuri, tapi hatiku merasa senang." Marons berkata asal, karena hatinya benar-benar senang mengetahui perasaan Kaliana padanya.

"Besok tuan mau sarapan apa? Biar Bibi siapkan, sebelum tidur." Tanya Bibi yang sudah mau tidur, tapi teringat tuannya mau berangkat pagi, jadi bangun lagi untuk menyiapkan keperluan.

"Apa saja, Bi. Lebih baik, sekarang Bibi tidur saja, karena besok pagi saya mau sarapan sama Ayah. Jadi Bibi tidak siapkan juga, tidak mengapa. Untuk sarapan yang lain, Bibi tanya sama Non Anna saja." Marons berkata lalu membawa minuman ke kamar tamu, setelah Bibi menjawab.

...~°°°~ ~°°°~ ~°°°~...

Di sisi lain ; Kaliana yang sudah di kamar, tidak bisa tidur. Walaupun Yicoe dan Novie sudah di alam mimpi, tapi dia tidak bisa menyusul mereka seperti biasanya. Apa yang dilakukan Marons membuat berbagai rasa di hati Kaliana dan juga pikirannya.

Berkali-kali dia bolak balik dan memikirkan semua yang terjadi begitu cepat. Dia berpikir, mungkin bisa siap menjalin suatu hubungan serius setelah kasus yang ditangani selesai. Tetapi yang dilakukan Marons, membuatnya berpikir. Apakah Marons melakukannya karena kesepian atau iseng atau dia benar suka padanya.

Kaliana mengambil ponselnya, lalu mengetik pesan kepada Marons. "Arroooow..." Hanya itu yang ditulis Kaliana.

Marons yang hendak mengatur alaram untuk bangun pagi, jadi tersenyum melihat ada pesan dari Kaliana. Senyumnya makin lebar, melihat pesan Kaliana hanya memanggil namanya.

"Tidak bisa tidur?" Tanya Marons singkat, tapi wajahnya makin tersenyum membayangkan Kaliana yang tidak bisa tidur karena dia menciumnya dengan tiba-tiba.

"Sudah tahu, balik nanya." Balas Kaliana, dengan emoticon kesal.

"Sudaaa, keluar. Aku tunggu di ruang keluarga." Marons membalas pesan Kaliana, lalu keluar dari kamarnya. Dia yakin, Kaliana akan keluar sesuai permintaannya. Jadi dia tidak menunggu pesan balasan dari Kaliana.

Marons duduk di sofa ruang tamu sambil mengotak-atik ponsel. Walaupun Kaliana tidak membalas pesan, dia yakin Kaliana akan datang.

"Duduk di sini." Marons berkata pelan sambil menunjuk sofa di sampingnya, saat melihat Kaliana masuk ke ruang keluarga dengan wajah kesal, tapi masih memerah.

"Aku di sini saja, supaya bisa bicara denganmu." Kaliana berkata pelan dan berusaha tenang. Dia mengambil tempat duduk yang berjarak agak jauh dari Marons.

"Astagaaa... Kita lebih sadis dari anak sekolahan yang sedang pacaran dan marahan." Marons berkata, lalu berdiri dan duduk di samping Kaliana. Tindakan Marons membuat Kaliana tidak bisa pindah tempat duduk.

"Apa yang kau pikirkan, sampai tidak bisa tidur?" Tanya Marons pelan dan serius. Melihat perubahan sikap dan wajah Kaliana, Marons jadi berpikir dengan serius.

"Bagaimana bisa tidur, setelah kau lakukan itu?" Tanya Kaliana serius, sebab dia ingin memastikan tindakan Marons.

"Soal yang aku curi tadi?" Tanya Marons untuk meyakinkan sumber perubahan Kaliana. Dia yakin, Kaliana masuk ke kamar dan berpikir apa yang dia lakukan. Kaliana mengangguk, mengiyakan.

...~°°°~...

...~●○¤○●~...

1
Hariyanti Katu
novelx mantaf🥰🥰🥰
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Makasih sudah baca & dukung karya ini & timggalkan jejak, Kak.🤗 Smg kita bisa bertemu di karya yg lain, ya. 🙏 Makasih 4 all Kak♡ 🙏❤️😍🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
aktorx trnyta jaret🫣🫣
Hariyanti Katu
mantaf🥰🥰
Hariyanti Katu
serasa nonton film detektif😁
Hariyanti Katu
kena p.rikus..ooohhh kamu kthuan🤣🤣
Hariyanti Katu
kerjasama yg manis🥰
Hariyanti Katu
grecep🤗🤗
Hariyanti Katu
waspada pak bram,banyak nyamuk mengintai,jgn sampai d gigit😄😄
Hariyanti Katu
saya suka sekali🥰team kaliana dan bram..kalian top banget...lanjut thoorr
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaaaah...🤭😄 Makasih 4 all Kak♡🙏❤️😍🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
🥰🥰🥰
Hariyanti Katu
sosialita😆gaya hedon
Hariyanti Katu
cerdas kaliana sm bram🥰
Hariyanti Katu
saya tdk bisa berkata2,damai negeriq🥰
Hariyanti Katu
wiih pak dany pengertian banget🤗
Hariyanti Katu
tuntaskn thoorrr
Hariyanti Katu
mm garet mainx luar biasa..ngeri🫢🫢
Hariyanti Katu
wauuoo..
Hariyanti Katu
mantul thoor,serasa saya jg ikut2 jadi detektif😅
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaaah.. 🤭😊 Makasih 4 all Kak🙏😍❤️🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
lanjut thoorr,trpesona diriq😄
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Makasih dukungannya Kak 🙏❤️😍🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
perikitiww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!