"Ra, lo liat sahabat lo sakit Ra.. dia kehilangan lo disisinya. Gue nggak tahu kehidupan Gema di hari berikutnya tanpa lo di sisinya... Dia akan menjadi manusia versi apa, gue tahu lo capek, lo sakit, lo menderita dan lo pilih pergi dari neraka ini, keputusan lo tepat ra.."
"Tapi bagi Gema itu semua nggak tepat, dia akan jauh lebih sakit ketika lo nggak ada di sisinya lagi. Gue berharap Gema bisa menjalani hari - hari selanjutnya tanpa lo walaupun itu mustahil, dan gue berharap lo disana bahagia Ra... Dan sering - sering untuk datang ke mimpinya Gema Ra"
" Selamat tinggal Tiara Arabella.."
.
.
.
.
Jangan lupa ramaikan!
Yang ngak suka SKIP!!
Terima kasih~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonya_860, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
"ARA SINI!!!" Teriak Kayla,
Ara yang baru saja sampai di lapangan langsung mendapat kan teriakan dari teman nya langsung meringis malu saat mereka menjadi pusat perhatian,
Alamak.. Dasar temen toa..
Ara langsung berlari kecil menghampiri Kayla dari pada tambah malu jika Kayla kembali teriak..
"Ihh!! Kayla! Ngapain sih pakek teriak - teriak malu tahu di liatin " gerutu Ara saat sudah sampai di samping Kayla.
Kayla mengaruk tengkuk nya.." Hehehe reflek tadi Ra, sorry" cengir Kayla, kelepasan dia.
"Eh lo bawa sayur apa Ra?" tanya Kayla.
"Gue bawa sayur pare, suma itu yang ada di rumah itu pun bunda belum kasih ke tetangga depan rumah" jawab Ara,
"Emang lo suka sama sayur pare ya Ra? Em setahu gue sih pare itu pahit" tanya Kayla, Ara mengelengkan kepala nya.
"Lah kalau lo ngak suka ngapain lo bawa sayur pare Ara cantik!" geram Kayla.
"Gue emang cantik, and gue terpaksa bawa nya puas? Lagian cuma ada itu di rumah kalau mau beli bayam kelamaan itu pun kalau ada, lo bawa sayur apa?"
"Ouh gue bawa sayur bayam, iya sih sekarang susah kalau cari sayur bayam, gue aja kemarin sore petik bayam langsung di kebun nenek gue. Yaudah deh nanti gue kasih lo sayur bayam buatan gue" tawar Kayla,
Aea mengelengkan kepala nya kembali, " Gue juga ngak suka sayur bayam Kayla"
"Lah terus lo suka nya sayur apa sih Ra?"
"Nasi goreng, mie ayam bakso, sate, tempe, tahu, Si—"
"Udah - udah gue nanya nya sayur yang keluar jauh dari kata sayur!" kesal Kayla, Ara hanya tersenyum kikuk,
"Udah - udah nanti gue kasih sayur bayam milik gue di jamin enak deh, ngak kayak sayur pare lo yang pahit kek jamu godong telo." ucap Kayla
"Em yaudah deh nanti gue minta sayur lo tapi dikit aja" pasrah Ara dari pada dia makan pare kan..
"Yaudah yok kita pergi kelapangan udah mau jam setengan delapan nih," ajak Kayla, Ara menganguk dan mereka berjalan beriringan ke lapangan dengan tangan saling bergandengan.
Persis kek bocil TK,
"Nanti ada pembagian kelas juga kan yah?" Ara membuka percakapan di sela - sela jalan nya.
Kayla menganguk pelan, " Ho'oh nanti ada pembagian kelas, gue sih berharap kita nanti bisa satu kelas jadi gue ngak perlu lagi cari temen" ucap Kayla.
"Hum iya semoga aja kita satu kelas," balas Ara yang menyetujui, Kayla lumayan asik jadi Ara mau bertemen dengan nya yah walau pun Kayla seperti nya pernah nelen toa mushola.
“AYO SEMUA NYA SEGERA MERAPAT KE LAPANGAN ACARA AKAN SEGERA DI MULAI!!”
“AYO CEPAT BARIS YANG RAPI YANG TINGGI DI DEPAN, YANG COWOK BARIS SEBELAH KANAN! AYO YANG DI BELAKANG SEGERA MENYESUAIKAN AGAR SENAM CEPAT DI MULAI SEBELUM SEMAKIN PANAS”
Teriak OSIS mengunakan pengeras suara..
Yang tinggi di depan! Ngejek banget sih...
.
.
.
"Huft, capek banget" keluh Ara, mereka saat ini tengah istirahan di pingir lapangan setelah senam selesai beberapa menit yang lalu.
"Iyah huftt..huh.. Kayak nya ini skincare gue luntur deh kena panas lama - lama..." rengek Kayla,
"OKE SEMUA NYA.. SILAHKAN KALIAN AMBIL BEKAL KALIAN DI AULA DAN KEMBALI LAGI KE SINI," Ucap OSIS kembali terdengar di pingir lapangan.
Dengan segera mereka yang ada di pingir lapangan yang tengah berteduh, langsung berlari menuju Aula untuk mengambil bekal mereka.
Tak lama mereka kembali dengan membawa bekal mereka dan kembali duduk di pinggir lapangan.
“Oke semuanya udah membawa bekal yang sudah di intruksikan oleh kakak OSIS bukan??”
"Sudah kak!!" jawab mereka serentak,
"Oke bagus, ya sudah sekarang kalian makan sebelum lanjut ke acara selanjut nya."
"Ini lo cobain deh sayur bayam milik gue deh, ini nama nya bobor bayam" Kayla menyendokkan bayam dan memindahkan nya ke kotak bekal milik Ara.
Ara mengamati sayur milik Kayla yang ada di kotak bekal nya, "Em ini beneran bisa di makan kan ya Kay?" tanya Ara ragu,
"Ya beneran bisa di makan lah Ra, kalau pun beracun gua udah masuk UGD di rumah sakit dari kemarin gue" celetuk Kayla. Aneh nih bocah,
"Mungkin badan Ara ngak ada masalah sama sayur kali yah, apa gue coba aja dulu?" batin Ara ragu,
Glek,
Ara menelan ludah nya kasar, "Gue coba dulu, lagian gue penasaran juga sama rasa nya.. Bismilah moga gue ngak mati lagi," batin nya kembali.
Ara mulai mengambil satu sendok sayur milik Kayla dan memasukkan nya ke dalam mulut nya.
"Iyek.. Rasa nya kayak daun" Ara memuntahkan sayur yang ada di mulut nya.
"lah? Ya kan emang ini daun Ra daun bayam lo kira apa?" heran Kayla.
"Gue-"