Habis manis sepah dibuang, begitulah kiranya Alex memperlakukan Lilyana setelah merenggut kesuciannya.
Lantas hal mengejutkan terjadi, sebab setelah melahirkan bayi perempuan, Lilyana justru menjadi sekretaris pribadi Axel yang notabenenya saudara kembar Alex sendiri.
"Dari semua pria, kenapa harus Axel yang menyukai Lilyana?" Alex.
"Dari semua orang, kenapa harus Alex yang meniduri Lilyana ku?" Axel.
"Aku tidak pernah menyesal mengenal Alex, karena Livia berasal darinya. Dan aku tidak pernah menyesal bertemu dengan Axel, sebab karena dirinya lah aku menjadi kuat." Lilyana.
Terjebak diantara dua pemuda tampan yang masih satu darah. Pada siapakah hati Lily berlabuh? Dengan siapa Lily mengakhiri status single mom nya?
Simak kisahnya di sini....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melamar sekali lagi
"Minum!" Axel berpaling pada satu pelayan laki-laki yang kebetulan lewat demi meraih minuman berwarna merah dari nampannya.
"Thanks." Ucapnya seraya meneguk.
"Lily ke mana Xel?" Queen lalu beralih pada putranya. "Kok belum datang, kamu nggak jemput dia?"
"Uhuk-uhuk!" Tersedak Axel saat tak sengaja melemparkan tatapan ke arah pintu masuk ruangan tersebut.
Di depan sana Lily beserta putrinya hadir dengan gaun cauple berwarna putih. Tidak terlalu terbuka, namun terlihat elegan dan mewah.
Livia pun tak kalah memesona, tampak di sepanjang jalan mereka, Livia menjadi pusat perhatian.
Alex mengikuti arah pandangan saudara kembarnya. Yang mana, Alex pun merasa Lily sangat cantik malam ini.
Seketika jantung Alex berdetak lebih cepat dari biasanya. Tak ayal, sekarang Alex tahu bahwa gadis kecil yang Lily bawa ialah darah dagingnya.
Betapa cantik wajah tembam Livia. Sekilas angan pun melambung tinggi, alangkah serunya jika suatu ketika ia bisa pergi bersama gadis cantik itu dan Livia memanggil dirinya Papa.
Mereka berlarian tertawa renyah di tepi pantai, saat masa muda sudah harus terhempas.
Oh Tuhan, lihatlah saat Livia melambaikan tangan mungilnya, Alex tersenyum-senyum menyambut kedatangannya.
"Pappa!"
Degup...
Bukan kepadanya melainkan kepada Axel yang merentangkan kedua tangannya demi menyambut pelukan gadis itu.
"Pappa, ..." Kecil, imut, lucu, ada sedikit serak yang menjadi ciri khas Livia. "Pappa esyuem."
Lily dan Axel terkekeh. "Terima kasih, Livia is also very beautiful." Livia juga sangat cantik.
"Ikiwu." Terima kasih. Kata Livia.
Axel mengalihkan pandangan pada Lily yang juga sangat cantik. "Kamu cantik malam ini dan malam-malam sebelumnya." Pujinya.
"Terima kasih gaunnya Pak." Lily tersenyum.
Tentunya kedekatan mereka membuat Alex meradang. Sejenak Alex menepi lalu meraih minuman berwarna merah kehitaman yang berjejer di atas meja bartender.
"Tuan jangan banyak minum dulu, bukankah hari ini Tuan muda mau memastikan pada Nona Lily tentang Nona kecil?" Miko menegur.
"Lihatlah, Livia terlihat senang saat memanggil Axel Papa. Bukankah ini tidak masuk akal?" Ketus Alex.
"Bersabar dulu." Sambung Miko.
...🎬🎬🎬🎬🎬...
Sah...
Sepasang pengantin telah resmi menikah. Semua bahagia termasuk para tamu yang datang meramaikannya.
Tak lama dari terucap nya kata sah yang para saksi gaungkan, jamuan makan malam pun dimulai.
Lily duduk berdampingan dengan Axel di kursi putih yang menghadap meja bundar putih. Ada Livia yang sekarang sudah tidak Lily sembunyikan lagi.
Bersama dengan Angel, Alex pun duduk di meja lainnya. Sedari tadi, mata Angel tak pernah lepas dari arah pandangan Alex yang selalu mengarah pada Lily dan Livia.
"Axel, Om dengar-dengar, ada gosip miring seputar kalian, tapi semoga saja benar." Ada teman Dhyrga yang menyeletuk seraya tergelak.
Meja mereka memang berlainan namun jaraknya terbilang dekat hingga semua orang bisa saling mengobrol dari masing-masing tempatnya.
"Iya loh, gosip ini beneran enggak sih?" Imbuh teman Dhyrga yang lainnya. Sedari tadi semua tamu memang menggosipkan hubungan Lily, Axel dan juga Livia.
Di saat semuanya tersenyum, Alex justru mengepal erat tangannya. Orang-orang sibuk membicarakan bayi Livia yang mirip dengan Axel, padahal kenyataannya adalah bayi itu milik Alex.
"Kapan dong Axel nyusul Chika, Ga?" Perempuan paruh baya bertanya pada mantan CEO Millers-Corpora.
"Segera, doakan saja." Queen menimpali dengan senyuman.
"Iya deh, aamiin. Rupanya Alex juga sudah ada gandengan nya loh, apa nantinya pernikahan mereka diadakan di hari yang sama juga kayak waktu lahir?" Sambung perempuan lainnya.
"Pokoknya doakan saja yang terbaik." Sahut Dhyrga kemudian.
Bosan dengan pembicaraan para orang tua, Angel berbisik pada Alex. "Gimana kalo kita yang lebih dulu menikah?"
Alex menoleh sinis. "Kamu tahu aku malas membahas ini, sementara kamu masih kekeuh dengan pendirian mu!"
Angel mendengus. Perbedaan keyakinan itulah yang menjadi tembok di antara mereka.
Acara berjalan dengan lancar. Alex masih setia mengamati Lily dan Livia. Sekitar pukul sembilan malam, Lily, Livia dan Axel menepi dari acara.
Terlihat, Axel menggiring Lily dan Livia untuk kemudian menaiki lift menuju kamar tamu di lantai atas.
Melihat itu, Alex melirik kode ke arah Miko. Angel sudah setengah mabuk, Alex juga menuntun kekasihnya menaiki lift lainnya.
Sampai lantai atas, Alex memasukkan Angel di salah satu kamar tamu lalu menidurkannya di atas ranjang.
Kebetulan, kamar tamu Lily juga berada di sisi kamar milik Angel. Selama Angel mabuk dan beristirahat, Alex akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk bisa bertemu dengan Lily, guna membicarakan Livia putri mereka.
"Kamu mau tidur di sini kan, Honey?" Angel meraih kerah jas kekasihnya sesaat setelah Alex beranjak.
"Ssstt iya. Tapi sekarang istirahat dulu. Aku perlu memesan minuman lain. Kamu tunggu di sini." Alex kecup kening kekasihnya lalu Angel setuju untuk terpejam.
Alex melangkah keluar dari kamar. Di depan pintu sudah ada Miko yang bersiaga.
"Kamu tunggu di sini, jangan sampai Angel tahu ke mana perginya aku." Pesan Alex. Dengan senang hati, Miko mengangguk bersedia.
...🎬🎬🎬🎬🎬...
Di lain pihak. Lily dan Axel baru saja tiba di kamar tamu yang akan Lily pakai untuk sementara malam ini saja. Livia tertidur dan sudah dibaringkan di atas permukaan ranjang.
Seketika bulu kuduk meremang ketika Lily merotasi arah pandangannya, Lily memang sedikit penakut saat harus tinggal di tempat yang baru.
"Kamu takut?" Axel mendengus melihat ekspresi ibu satu anak itu.
"Kamar ini pasti nggak pernah di huni kan Pak, pasti Tuan Raka sengaja membuat kamar-kamar ini cuma buat para tamu saja kan?" Cecar Lily.
Axel menghela sabar. "Tapi setiap harinya pelayan bolak-balik bersihin tempat ini. Jadi aman dari hal mistis. Aura manusia masih tercium, mana berani setan tinggal di sini!" Ketusnya.
Lily tergelak geli sendiri, Axel yang skeptis memang sedikit jutek saat membicarakan hantu dengan dirinya yang sangat percaya akan adanya penampakan.
"Kenapa ketawa gitu?" Dingin Axel. Dan ekspresi wajah itu lah yang Lily sukai dari CEO tampannya.
"Pak Axel lucu kalo jutek gitu. Aku seperti mengingat sesuatu, tapi entah apa dan di mana." Kata Lily.
"Mungkin aku mirip seseorang di masa lalu mu?" Terka Axel. Dan Lily menggeleng secara perlahan meski belum cukup yakin dengan jawabannya.
"Lupakan masa lalu mu. Dan dengarkan aku sekali lagi." Lily mengangguk setuju.
Axel membawa tangannya, menyentuh pipi dan bibir wanita itu. "Will you marry me?" Sekali lagi kata itu terceletuk.
Namun untuk kali ini, ucapan Axel disaksikan oleh saudara kembarnya. Dari balik pintu, Alex menyimak bagaimana hangatnya tatapan Lily kepada Axel.
Tatapan yang sama, saat Lily pertama kali menatapnya. Tatapan ketulusan dan penuh harapan yang tinggi, berbulan-bulan yang lalu.
...📣 Ini menyangkut tentang cover kenapa di ganti, hehe, cover itu diganti pihak yang berwenang gess,...
selama itu menarik,mau sad ending apa happy ending aku suka aja
apalagi yg plot twist ending
karena kalau terlalu ketebak ceritanya
ga seru..ya kan
lanjutkan Thor
kan Mayan dpt up bab banyak 🤣
tapi butuh pembuktian..yaitu money talks🤣🤣
bungkusin atu Thor....buat aku
seruu ni