Sekuel 'Harem Sang Penguasa'... sebaiknya baca itu dulu karena ini adalah kelanjutannya.
Dalam suatu organisasi yang dipanggil dengan sebutan Yakuza, Mafia jepang. Terlahirlah Yakuza paling termuda sepanjang sejarah yang bisa membuat gentar para musuhnya.
Evelyn yang bergender wanita setelah diculik saat kecil menyamar menjadi seorang laki-laki bernama Jepang Genkei Yamamoto. Dia menjadi pemuda paling ditakuti di organisasi tersebut. Hanya dengan mendengar namanya saja, para anggota Yakuza di pelosok Jepang akan bergetar ketakutan.
Dengan niat balas dendamnya kepada keluarga Lazarus, dia berganti nama lagi menjadi Kei Alejandro dan pergi dari Jepang untuk menuntut balas.
Akankah dendam yang diawali karena hasutan itu hilang atau dendam akan terbalaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.28
Kei pernah belajar tentang kedokteran dari teman Yakuza-nya yang sejak kecil selalu memberikan obat hormon untuknya, Daici. Di sela - sela latihan bela diri, dia sangat menyukai hal - hal tentang medis.
Berdasarkan pemeriksaannya, Lazarus diberikan sebuah racun Jepang yang akan membuat tubuhnya menderita selama berjam - jam lalu racun itu akan membuat Lazarus mati dalam 24 jam. Kei masih tidak habis pikir, bukan ini yang dia dan Pamannya rencanakan. Kenapa Pamannya itu seperti terburu - buru?
Kei menemukan obat penawarnya, ia dengan cepat menyuntikkan pada Lazarus. Obat penawar itu akan bereaksi setelah beberapa menit, obat itu akan menjalar ke seluruh jaringan saraf melalui darah yang mengalir ke seluruh bagian tubuh Lazarus.
Kei melihat jam di tangannya sambil memeriksa denyut nadi, ia menghitung detak nadi Lazarus yang semakin kuat. Denyut nadi pria yang kena racun itu tidak lemah seperti tadi, Kei melepaskan nafasnya yang tertahan ia merasa lega Lazarus selamat.
Lazarus akan sadar beberapa jam ke depan, Kei bangkit dan memanggil salah satu anak buah Pamannya, " Jaga dia, beberapa jam lagi dia akan siuman. Setelah dia siuman, panggil aku. Aku akan berkeliling sebentar."
"Baik, Tuan Kei."
Kei membuang alat suntik ke tempat sampah, merasa kesal Pamannya tak berbicara dengannya lebih dulu jika rencana sudah berubah. Bagaimana pun sejak awal dia meminta kepada Pamannya jika dia yang akan membunuh Lazarus dan Pamannya setuju. Sekarang kepercayaan Kei pada Pamannya sedikit goyah.
Kei berjalan melewati beberapa kamar, ia ingin ke patry mengambil air. Saat ia berjalan telinga sensitifnya mendengar suara rintihan seseorang di salah satu kamar di lorong kiri, siapa itu?
Kei berbelok ke lorong kiri, dia berjalan pelan dengan sesekali mendengarkan. Itu sebuah rintihan seorang pria, apa ada orang lain yang disekap disini selain Lazarus?
Saat ia mendekat 2 orang penjaga berdiri di depan pintu kamar menjaga ruangan itu, Kei menempelkan tubuhnya di dinding agar tak terlihat. Kei memikirkan cara untuk mengetahui siapa yang ada di dalam ruangan, dengan setengah berlari ia memutar ke kamar lain di sebelahnya yang kosong. Dia berjalan ke arah balkon, melihat ke arah kamar sebelah lalu dengan lihai ia meloncat ke balkon kamar di sebelahnya.
Kei mengintip dari luar pintu balkon, dia melihat di dalam kamar seorang pria terbelenggu rantai. Keadaan pria itu tidak berbeda jauh dengan Lazarus, pria itu berambut gondrong tidak terurus serta wajah yang dipenuhi brewok.
Pintu kaca balkon terkunci, ia mencari di jepitan di kantong celana yang berisi berbagai alat yang selalu dibawanya kemana pun. Dengan cekatan memutar kunci sampai pintu perlahan terbuka, mungkin karena suara gesekan dari pintu yang dibuka pria yang dirantai berbalik ke arahnya.
Ceklek!
Tiba - tiba gagang pintu kamar bergerak, dengan cepat Kei bersembunyi di pinggir lemari tinggi. Dua orang penjaga masuk, mereka memeriksa keadaan si pria yang dirantai. Setelah merasa situasi aman mereka berdua kembali keluar dan menutup pintu kamar.
Kei menunggu sebentar, lalu berjalan mendekati pria yang sedang menatap tajam ke arahnya.
"Siapa kau? Sepertinya kau menyelinap masuk kesini? Apa kau bukan anak buah Vincent?" tanya si pria yang dirantai penuh selidik bertanya pada Kei.
"Siapa kamu? Apa hubunganmu dengan Paman Vincent?" Kei balik bertanya.
"Kau keponakannya? Itu tidak mungkin, dia tidak dekat dengan saudara - saudaranya. Vincent tidak mungkin mempunyai seorang keponakan."
"Jawab dulu pertanyaanku, siapa kamu? Kenapa pamanku menahanmu?"
David menatap tajam ke arah pemuda yang baru saja menyelinap masuk ke kamar tempatnya disekap selama setahun ini.
"David, namaku David. Vincent menahanku disini karena aku berhasil menemukan putriku Evelyn yang ia culik sejak usianya 7 tahun. Saat Pria bejat itu mengetahui kehadiranku di Jepang, dia menangkapku sebelum aku berhasil bertemu dengan putriku."
Tubuh Kei seketika jatuh lunglai ke lantai, kepalanya terasa ditusuki jarum. Tangan Kei bergetar merogoh botol kecil dan meminum 2 pil obat, ia berusaha mengatur nafasnya yang mulai tersendat. Rasa sakit kepalanya sungguh tidak tertahankan, tapi dia berusaha agar tidak pingsan.
David hanya menatap tak mengerti ke arah pemuda di depannya, apa perkataan darinya membuat pemuda itu shock?