NovelToon NovelToon
SEBATAS RASA

SEBATAS RASA

Status: tamat
Genre:Single Mom / Tamat
Popularitas:79.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Kisah seorang gadis yatim piatu yang bernama Stella Anggraeni yang berkerja di sebuah perusahaan seorang Ceo yang bernama William.

Keduanya terlibat cinta dan mengakibatkan seorang Stella hamil di luar nikah, William tidak bisa bertanggung jawab karena sudah mempunyai seorang calon istri. William meminta agar Stella menggugurkan kandungnya.

Stella memilih meninggalkan William dan menjalani kehidupan sendiri dengan seorang anak perempuan yang di beri nama Angelica.

Bagaimana Stella menjalani hidupnya? Mari kita simak perjalanan hidup Stella!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Satu bulan kemudian.

"Stella, siapkan berkas untuk meeting sekarang juga!" ucap William.

"Baik Tuan," kata Stella, seraya memilih berkas yang akan digunakan untuk meeting.

Setelah semua siap William mengajak Stella untuk ke ruangan meeting. Rico dan Kiana sudah berada di ruangan itu, mereka sudah lumayan lama menunggu William dan Stella.

Meeting pun sudah di mulai, berjalan dengan lancar. Saat mau di tutup tiba-tiba Stella pingsan, William sangat panik dan membawanya ke ruangan kerjanya.

"Rico, bubarkan meeting nya! biar aku yang urus Stella," ucap William seraya mengendong tubuh Stella.

Kiana mengikuti William masuk ke ruang kerjanya, dia juga ikut panik dengan keadaan Stella.

"Bagaimana ini, apa perlu panggil dokter," ucap William, yang nampak kebingungan.

"Tidak perlu!" kata Kiana, sembari mengoleskan semacam minyak kayu putih ke hidung Stella.

"Kamu apakan Stella? awas saja kalau terjadi apa-apa!" kata William.

"Tenang saja dulu! sebentar lagi Stella juga sadar. cepat ambilkan air putih!" kata Kiana.

Beberapa saat kemudian Stella mulai membuka matanya, ia memegang kepalanya.

"Stella, syukurlah kamu sudah sadar!" kata William, sembari memeluk Stella.

"Aku baik-baik saja, William..." ucap Stella lirih.

Stella merasa mual lalu masuk ke dalam toilet, untuk memuntahkan isi perutnya. Kiana membantu Stella keluar dari toilet lalu menyuruh duduk dan mengambilkan minum.

"Stella, apa yang terjadi dengan mu?" tanya Kiana.

"Mungkin aku kelelahan," ucap Stella. Kepala ku pusing sekali, badanku juga tidak enak," Lanjutnya.

"Sepertinya kamu harus istirahat, ayo aku antar pulang!" ajak Kiana.

"Biar aku saja yang mengantarkan Stella pulang!" sahut William, yang tidak terima jika Stella bersama Kiana.

"Biarkan aku pulang sendiri, tidak perlu di antar," ucap Stella.

"Stella, kamu kelihatan pucat sekali. Ayo aku antar," bujuk Kiana.

"Tuan, apa perlu panggil dokter?" tanya Rico.

"Jangan! aku baik-baik saja," kata Stella.

Stella terlihat lemas dan pucat, kemudian William mengajaknya untuk makan siang di luar kantor.

"Stella, kamu mau makan apa?" tanya William.

"Aku ingin makan salad buah," jawab Stella.

"Nanti aku belikan! kamu harus makan nasi dulu," kata William.

"William, aku hanya ingin makan salad buah tidak yang lain," ucap Stella, mengerucutkan bibirnya membuat William semakin gemas.

Akhirnya William menuruti permintaan Stella, membelikan salad buah lalu membawanya pulang ke rumah.

"Untuk sementara waktu tinggal di rumahku saja! ada Mbok Yem yang akan mengurus mu," kata William.

"Yang aku takutkan kejadian di hotel itu terulang lagi..." ucap Stella lirih.

"Percayalah! aku tidak akan melakukan lagi," terang William.

Sampai di rumah William meminta Mbok Yem menyiapkan kamar untuk Stella. Stella meminta kamar yang bersebelahan dengan Mbok Yem, tetapi William melarang dan menyuruh Stella tidur di kamar sebelah William.

Stella kembali mual- mual, dia masuk ke dalam toilet memuntahkan isi perutnya lagi.

"Stella, lebih baik kita ke dokter saja!" ajak William.

"Bau parfum kamu, William! bikin aku mau mual saja," ucap Stella.

"Setiap hari juga aku pakai, kenapa tidak bilang dari kemarin?" kata William, sembari mengendus lengan bajunya.

"Hari ini baunya aneh," ucap Stella.

"Nona, seperti orang hamil saja," sahut Mbok Yem, sembari merapikan sprei.

"Hamil? memang kalau hamil seperti ini, Mbok?" tanya Stella.

"Biasanya kalau orang hamil sering mual kalau mencium bau yang tidak di sukai," jelas Mbok Yem.

"Tuan, ada yang ingin saya bicarakan," sahut Rico, yang tiba-tiba datang.

Rico mengajak berbicara William di ruang kerja William, karena ada sesuatu yang sangat penting.

"Ada apa, Rico?" tanya William.

"Tuan Lukman ingin bertemu dengan, Tuan," kata Rico.

"Kapan?" tanya William singkat.

"Sekarang, Tuan. Lebih baik segera di temui sebelum mencari Tuan," kata Rico.

"Sampaikan aku ke sana sekarang!" kata William.

Rico mengantarkan William menemui Lukman yang tak lain adalah Ayah Helena. Mereka bertemu di sebuah resto mewah yang sudah di pesan oleh Lukman. Ketika kedatangan Lukman resto itu tidak akan menerima pengunjung dan hanya melayani Lukman.

"Akhirnya kamu datang juga, William," ucap Lukman.

"Tentu saja saya akan datang, Om," kata William.

"Helena besok pagi pulang, bagaimana kalau pertunangan kalian dipercepat?" tanya Lukman.

"William harus minta persetujuan Mamah dulu," jawab William.

"Ingat kamu tidak bisa kecewakan putri saya! walaupun Karin tidak setuju pernikahan ini tetap harus berlangsung!" jelas Lukman.

"Iya, Om," ucap William singkat.

Dalam hati William dia ingin menolak lalu menikahi Stella, tetapi tidak mungkin dia lakukan. Pertemuan dengan Lukman hanya singkat, karena Lukman orang yang sibuk dan anak buahnya yang bergerak jika ada keperluan yang tidak begitu penting.

"Apa yang harus aku lakukan, Rico?" tanya William.

"Seandainya Nona Helena tidak menyukai Tuan, pasti akan sangat mudah untuk membatalkan," ucap Rico.

William mengacak-acak rambutnya, dia pusing dengan kehidupan percintaannya. Di satu sisi ingin memiliki Stella seutuhnya, apa lagi dia sudah merenggut mahkota Stella yang sama saja menghancurkan masa depannya.

William sangat menyesal telah membuat hidup Stella hancur, dia juga tidak akan rela melihat Stella dimiliki oleh orang lain.

Penyesalan memang selalu datang di akhir, harusnya sebelum melakukan sesuatu harus dipikirkan kembali. Jika semua sudah takdir, manusia hanya bisa menerima dengan ikhlas dan berdoa kepada Tuhan. Semoga apapun ketentuan Tuhan adalah versi terbaik buat diri kita.

Stella saat ini sedang merenung, dia teringat apa yang telah dia lakukan dengan William saat pesta malam itu. Ada rasa penyesalan yang mendalam dalam hatinya, walaupun dia melakukan dengan orang yang dicintai.

"Non, makan dulu! dari tadi Non Stella belum makan," ucap Mbok Yem.

"Stella tidak lapar, Mbok," tolak Stella.

"Non, nanti sakit kalau perutnya tidak di isi. Apalagi Non Stella lemas gitu," kata Mbok Yem.

Stella tersenyum ke arah Mbok Yem, akhirnya dia mau makan bersama Mbok Yem. Di meja makan terdapat banyak hidangan yang sudah tertata di meja, tak lupa buah-buahan juga ada sebagai pencuci mulut.

"Mbok ambilkan ya, Non? Non Stella, mau pakai lauk apa?" tanya Mbok Yem, sembari mengambilkan nasi di piring Stella.

"Jangan banyak-banyak, Mbok! pakai telur saja," ucap Stella.

Mbok Yem melayani Stella dengan baik, setelah selesai makan Mbok Yem menyiapkan air hangat untuk mandi Stella. Stella merasa tidak enak diperlukan bagaikan putri raja, apa-apa selalu di layani. Kemudian ia meminta Mbok Yem untuk beristirahat.

William sampai rumah langsung melihat Stella, dia takut terjadi sesuatu dengan Stella. William sebenarnya sudah menyuruh dokter keluarga datang ke rumah, tetapi dokter keluarganya belum bisa datang sekarang.

1
༄༅⃟𝐐🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐘𝐔𝐋𝐈kurnia🌿
sipp josss keluarin taring mu stel kamu wanita cerdasss yukkk yuk semangat up yuk
Anonim
Extra part dong
pєkαᴰᴼᴺᴳ: Insya Allah 😇🙏👼

Terimakasih kk atas dukungannya 🥰
total 1 replies
Anonim
Lanjutannnnnnn
Sri Wahyuni
crta t tmbah lieur az alur y
pєkαᴰᴼᴺᴳ: Baru belajar kakak
Mohon bimbingannya 🙏🥰🤗boleh lewat pc
follback ya🤗
total 1 replies
Sri Wahyuni
knp rumah nya ga d jual az stel blikn yg baru oon loh
Sri Wahyuni
stella watak y sok gengsi tpi tolol
Sri Wahyuni
stella itu btuh oertolongan orang tpi bnyk menolak krn g mau merepot kn pdhl d trima az krn darurat ada bls budi bsa k dpan nya membls
pєkαᴰᴼᴺᴳ: Terimakasih kakak sudah mampir🥰😍
total 1 replies
Sri Wahyuni
mka nya stela jngn murahan hamil kan
༄༅⃟𝐐🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐘𝐔𝐋𝐈kurnia🌿
karena kamu kurang peka ric😆😆😆😆yoh semangat semangatt up yoh
Mega
kenapa tidak dipersatukan aja, sih?
༄༅⃟𝐐🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐘𝐔𝐋𝐈kurnia🌿
alhamdulillah ahirnya up lgii,,, siap yg mukul ricko tmhmmm
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
bossy banget ya william🤭
༄༅⃟𝐐🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐘𝐔𝐋𝐈kurnia🌿
stela ama angelica pergi aja lah yg jauhh cihhhh
༄༅⃟𝐐🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐘𝐔𝐋𝐈kurnia🌿
pov rico kenapa gk mau nikah ama stella thor
pєkαᴰᴼᴺᴳ: Rahasia itu kk🤣🤣🤭
total 3 replies
༄༅⃟𝐐🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐘𝐔𝐋𝐈kurnia🌿
hmmm gi mana ya dbaik juga kalok stela ngajak nikah riko tapi kasian rico kalok cumak buat balas budi tapi kalok balikan sma willi gak aja lah,, jangan satukan stela ama willi meskipun ada anak di antara mereka thor
༄༅⃟𝐐🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐘𝐔𝐋𝐈kurnia🌿
menikah ae lah sambil berjalan nanti cari solusi biar jatuh cinta wkwkwk
Anonim
Lanjutannnnnnn
༄༅⃟𝐐🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐘𝐔𝐋𝐈kurnia🌿
stop kiana dan bu karin udah lah wong wili gak mau ngakui anaknya ya sudah jika tante karin ingin ketemu cucunya ya temui aja dengan baik baik boleh boleh ama stela, stela gk sejahat ituh jgk,, di tunggu karma untuk willi
Dewi Khanza: buat helena sama wiliam dapat karma thor dan menyesal, katanya gk cinta sama Helena dasar laki2
total 1 replies
Mega
Aku juga lega
Mega
Maklum-maklum, anak sama ibu sama aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!