NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekesalan Jeremy

Claire memulai kegiatannya di rumah Jeremy dengan mendirikan markas untuk dia dan teman-temannya berkumpul. Ia sudah sempat mengatakan pada Jeremy. Laki-laki itu tidak menolak. Karena ia jelas sudah mengenali sifat istrinya itu. Semakin di larang, semakin jadi yang ujung-ujungnya hanya akan membuat kepalanya pusing.

Jadi, daripada menolak semua permintaan Claire yang entah otaknya terbuat dari apa itu, dia lebih memilih membiarkan gadis itu berkreasi sesuai dengan apa yang dia mau, asalkan tidak berbahaya.

Beberapa hari ini Jeremy sibuk sekali dengan pekerjaannya. Setiap kali dia pulang sudah tengah malam, dan Claire sudah ketiduran. Pagi-pagi sekali gadis itu sudah bangun untuk melihat para bas yang membuat markasnya sudah berdiri sejauh apa. Pokoknya semenjak Claire sibuk sendiri, dia jarang mengomeli Jeremy. Jarang bawel.

Kalau mereka ketemu, dia hanya mengucapkan,

"Good morning ganteng, pagi cintaku, morning mafia keren." Atau ...

"Mister Jem! Lihat, markasku dan teman-teman hampir selesai! Keren kan? Ada ruang rahasianya loh. Tapi kamu nggak boleh tahu, bahaya."

Kadang Jeremy jadi kesal. Karena merasa dirinya jadi tidak lagi menjadi orang yang paling di cari-cari oleh istrinya sendiri. Padahal baru beberapa hari yang lalu setiap pulang atau bangun tidur, Claire pasti akan menyambutnya dengan celotehan panjang lebar, merengek minta perhatian, atau sekadar mengeluh hal-hal sepele. Kini, suara riuhnya itu justru terasa agak sepi, dan kehadiran Jeremy seolah hanya dianggap sebagai penonton yang sesekali diberi laporan singkat.

Jeremy sesekali berdiri di ambang pintu ruangan yang sedang direnovasi, menatap tumpukan bahan bangunan dan para pekerja yang sibuk bergerak. Matanya mencari sosok Claire yang biasanya ada di tengah keramaian itu, sibuk memberi arahan sambil memegang peta rancangan buatan sendiri dengan wajah serius. Gadis itu terlihat begitu bersemangat, matanya berbinar terang saat berdiskusi dengan teman-temannya yang sering sekali datang ke rumahnya ini, ia bahkan sudah hafal nama mereka semua. Claire sekarang jadi sering lupa bahwa suaminya sudah berdiri di sana cukup lama.

"Hanya itu saja?" tanyanya suatu pagi dengan nada datar namun terasa berat, saat Claire hanya melemparkan ucapan selamat pagi sekilas lalu kembali berbalik hendak pergi.

"Tidak ada lagi yang ingin kau katakan? Tidak ada omelan, tidak ada pertanyaan ke mana aku akan pergi, atau sekadar menanyakan bagaimana hariku?"

Claire berhenti melangkah, menoleh sebentar dengan wajah bingung seolah baru disadarkan hal yang terlupakan.

"Kan kamu sibuk, aku juga sibuk. Nanti kalau aku banyak tanya malah di tatap kayak gini sama kamu."

Claire memperagakan ekspresi dingin dan tajam yang selalu Jeremy perlihatkan padanya kalau dia lagi bawel ke pria itu.

"Lagian markas ini harus selesai cepat, ada rencana penting yang harus kami bahas di sana. Biasalah, kamu orang penting, kami juga orang penting yang gak keliatan. Jadi, mari kerja sendiri-sendiri dulu, kalo aku sudah gak sibuk, baru aku gangguin suami ganteng aku ini." Claire berjinjit mencolek pipi Jeremy lalu masuk ke markas yang sudah 90 jadi.

Ia meninggalkan Jeremy yang mendengus keras.

"Orang penting? Penting mengacau iya." katanya setengah kesal lalu berbalik pergi dari sana.

Ryan yang sejak tadi menatapinya dari tempatnya berdiri menahan tawa. Ia merasa lucu melihat bos-nya yang mulai kesal dengan kesibukan istrinya yang mulai menggeser fokusnya jauh dari dirinya. Jeremy menoleh tajam begitu mendengar suara tawa tertahan itu, namun bukannya diam, Ryan justru melangkah mendekat dengan senyum miring yang sulit disembunyikan.

"Maaf, bos," ucapnya sambil menahan geli.

"Hanya saja, baru kali ini aku lihat bos seperti anak kecil yang mainannya direbut orang lain. Padahal nona Claire hanya ingin menyelesaikan pekerjaannya dulu. Lagian bos selalu bilang berkali-kali bos menikah dengannya hanya untuk saling menguntungkan. Tak ada perasaan. Jadi, lebih bagus nona Claire sibuk sendiri dan tidak mengganggu bos kan?"

Jeremy sudah siap-siap menendang Ryan, tapi laki-laki itu segera kabur dari sana.

"Aku akan mengecek pekerjaan anak buah yang lain." katanya cepat.

Jeremy menghembuskan nafasnya kasar. Ia melirik sekali lagi ke bangunan kecil yang hampir jadi itu lalu pergi dari sana dengan tampang kesal.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Claire!"

Suara Kiara memenuhi ruangan yang hampir jadi itu. Dia datang bersama Lordan sore itu. Kean ada urusan jadi tidak datang.

"Lo tahu, gue sama Lordan habis dari toko bangunan langka tadi, dan kita ketemu bahan-bahan ini."

Kiara meletakkan bahan-bahan yang dia dan Lordan beli itu di atas meja. Claire langsung berbalik cepat, matanya berbinar terang seolah baru menemukan harta karun yang paling dicari. Ia segera melangkah mendekat, tangannya bergerak cepat menyambar kotak kecil yang disodorkan Kiara dengan hati-hati namun penuh antusias.

"Wah, ini bukan bahan biasa!" serunya tak percaya, jari-jarinya menyentuh permukaan logam dan serat halus di dalam kotak itu dengan pandangan tak lepas sedikit pun.

"Bahan ini sangat stabil, tapi reaksinya bisa diatur sampai tingkat paling bagus. Sulit sekali didapatkan di pasaran, apalagi dalam jumlah murni seperti ini. Lo berdua hebat banget bisa menemukan ini!"

Lordan tersenyum.

"Kita juga nggak nyangka. Toko itu hampir tutup, dan pemiliknya bilang sisa stok ini baru mau dikirim ke luar kota. Gue sama Kiara langsung ambil keputusan beli semuanya sebelum orang lain melihat kegunaannya."

Claire meletakkan kotak itu di atas meja kerja sederhana, lalu mulai memeriksa setiap jenis bahan satu per satu dengan teliti. Wajahnya yang biasanya ceria dan penuh canda kini berubah serius, terlihat jelas keahlian dan pengetahuannya yang luar biasa soal ini. Dia dulu pernah belajar Kimia juga waktu SMA dan diam-diam sering mencuri ilmu pada mantan pacarnya yang sekarang bekerja di bagian farmasi sebuah perusahaan besar. Ia fokus ke bahan-bahan itu lagi.

"Dengan bahan ini, kita bisa membuat alat peledak yang ukurannya sangat kecil tapi daya ledaknya pas, cukup untuk melumpuhkan kunci pengaman atau dinding pembatas tanpa merusak struktur bangunan di sekitarnya," jelasnya sambil menunjuk bagian catatan kecil di peta rancangan yang tersebar di meja.

"Tidak akan ada korban jiwa, dan jejaknya pun hampir tidak tertinggal. Ini persis seperti yang kita butuhkan untuk rencana operasi minggu depan."

Kiara tersenyum lebar melihat reaksi sahabatnya.

"Gue tahu lo pasti senang. Lagian siapa lagi yang bisa memanfaatkan bahan mahal dan rumit ini selain lo juga Lordan? Kita cuma bisa cari, tapi lo dan Lordan yang tahu cara mengubahnya jadi senjata yang tepat sasaran."

Claire mengangguk mantap, lalu menutup kotak itu rapat dan menyimpannya di laci tersembunyi di bawah meja.

"Terima kasih ya, lo berdua hebat. Sekarang semua perlengkapan hampir lengkap. Tinggal gue rakit dan mengujinya sebentar, lalu rencana kita bisa berjalan lancar. Lordan bantu gue uji kalo udah selesai."

Lordan mengangguk. Claire tersenyum nakal. Pokoknya dia akan bikin kantor polisi di daerah yang sudah dia tandai rusak perlahan-lahan bangunannya. Sebagai bukti dendamnya karena mereka kerja gak becus.

1
Muft Smoker
nalika anjeunna disebat aki, haseup langsung kaluar tina sirah menteri/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Melia Gusnetty
jgn2 nnt Dami ketemu mister jem...
Tuti Tyastuti
𝘣𝘦𝘯𝘨𝘦𝘬 𝘬𝘢𝘯🤣🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘫𝘦𝘮 𝘤𝘭𝘢𝘳𝘪𝘦😂😂
Cristella Tella
jngan2 claire di hukum lgi
Cristella Tella
bngek dan stress klau mereka udh kumpul... gimna reaksi para suami ya🤣🤣🤣🤣
Cristella Tella
itu mntan mister jam claire
Cristella Tella
para mama muda .. ikut kumpul sama para anak muda.... dunia tambah heboh😭🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘨𝘦𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘣𝘭𝘦𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘮𝘱𝘶𝘭🤣🤣🤣
Restu
😆😆😆 q suka thor.
Ct Marimar
x larat nk gelakk🤭🤭🤭🤭🤭
Ari Nuryanti
setelah menikah pekerjaan tambah banyak berarti rejeki claire menular
vita
kl gak bikin ulah bukan claire lah
Ari Nuryanti
wow...serius mister jem 11 ronde.... 😱😱😱..1 bulan claire dirumah saja😂😂😂😂
Ari Nuryanti
persiapan 1 minggu kedepan gak kemana mana claire😂😂😂
Arin
Si somplak Talia bertemu geng Claire memang cocok.... Sama-sama suka bikin rusuh. Alat apa lagi ini yang di buat Claire..... bikin sesuatu yang amazing tentunya🤭🤭🤭. Dan mereka semua jadi korban alat Claire🤣🤣🤣
Restu
hadir thor
sangat menghibur thor🤭🤭🤭🤭
Atik Marwati
mereka yg gosong bukan satenya🤣🤣🤣🤣
Rahmat
Dami dan dira itu siapa y jangan mpai musuh yg menyamar😅
Qiqi Maryam
Dami siapa??? apa ada kisah sblmnya??)
🍒WINA🍒: dami kakaknya dira, istri bima dikisah dibalik pernikahan panas kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!