Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Berbaikan ??
Semenjak peristiwa yang terjadi malam itu, sudah tiga hari lamanya. Jude seakan menghindari Rosalie, sementara wanita itu sendiri malah merasa kikuk dengan Jude.
Di pagi ini, meskipun ini hari minggu, dan Jude libur, tapi lelaki itu juga tidak memasuki ruangan kamar Aurelion, ataupun mendatangi Rosalie.
Rosalie merasa suasana justru menjadi dingin, dengan adanya jarak yang terasa begitu jauh. Rosalie terpaku melamun, sembari menggendong Aurelion yang masih meny*s* padanya, tapi ada yang berbeda untuk kali ini.
Bayi mungil itu memandangi ke arah ibunya, seakan merasakan kerenggangan hubungan ayah dan ibunya, membuat Aurelion juga merasa tidak nyaman di gendongannya.
Aurelion melepaskan sumber makanannya, dan mulai merengek kecil, membuat lamunan dari Rosalie buyar. Wanita itu menundukkan kepalanya melihat Aurelion yang sedikit merengek hampir menangis.
“Eh, Aurelion sayang, kenapa ??”
“Ahh.. Ahh !!”
Rosalie lalu menutup kembali kancing baju depannya, dan mulai mengayunkan Aurelion di gendongannya secara perlahan.
“Sstt.. Cup.. Cup.. Anak mama kenapa ?? Kangen sama papa ya ??” Entah kenapa tiba-tiba saja, Rosalie malah menyebutkan Jude di dalam ucapannya dengan putranya.
Mama juga merindukan papamu, Aurelion Batin Rosalie dengan nada sedih, karena Jude menghindarinya. Padahal Rosalie tidak masalah dengan masa lalu dari Jude.
Hanya saja, Rosalie tidak berkata apapun, terlebih kemarin Jude terlihat masih sangat sedih dan terpukul, saat menceritakan semua masa lalu Jude.
Aurelion menangis lebih keras, sehingga membuat Rosalie sedikit kewalahan. Dia akhirnya berdiri dan kembali mengayunkan putranya di gendongan, sambil berjalan kesana dan kemari.
Tapi usahanya sedikit sia-sia, membuat Rosalie menghela nafasnya kasar, dia tahu pasti bayi mungil ini ingin bertemu dengan ayahnya. Rosalie kemudian melangkah keluar dari ruangan bayi, dan berjalan menelusuri lorong untuk mencari keberadaan dari Jude.
Hingga kaki Rosalie, berhenti di pintu ruangan pribadi Jude. Dengan perlahan, dia mengangkat satu tangannya, hendak mengetuk pintu ruangan itu, tapi suara tangisan Aurelion sudah terdengar hingga ke dalam.
“Masuk.”
Tangan Rosalie sempat membeku di udara, mendengarkan suara perintah dari Jude di dalam. Tapi segera tangan itu menggarah pada ganggang pintu dan mulai membukanya.
Dia bisa melihat Jude berada di ruangan pribadinya dengan pakaian santai tapi tetap sopan, celana kain panjang dan kaos berlengan panjang. Duduk di kursi kebesaran sembari membaca dokumen pekerjaan, Jude menatap ke arah Rosalie dengan tatapan penasaran.
“Aurelion.. Dia menangis, sepertinya dia ingin bertemu denganmu.” Ujar Rosalie enggan berlama-lama, karena melihat putranya masih menangis di gendongannya.
“Bawa kesini.” Ujar Jude menutup dokumennya, dan membuka tangannya.
Rosalie berjalan mendekati Jude, dan menyerahkan Aurelion dengan perlahan. Tangan besar dan kekar itu menggendong Aurelion yang masih sangat kecil di banding lengan Jude.
Melihat Jude di depannya, Aurelion mulai menghentikan tangisannya, dan menatap wajah Jude dengan mata berkaca-kaca. Tapi tangan bayi mungil itu, masih memegang tangan Rosalie di dekat Jude.
“Ah ??”
“Jangan susahkan mamamu..” Ujar Jude membelai rambut putranya dengan lembut, sementara Rosalie berusaha melepaskan genggaman tangan mungil di di lengannya.
“Pegangannya sangat kuat.” Lirih Rosalie dengan sangat pelan, bahkan genggaman Aurelion semakin menguat, saat dia berusaha melepaskan genggaman tangan mungil itu.
Dan saat Rosalie terus berusaha..
“Nahh... Ahh..”
Aurelion menoleh ke arah Rosalie, dan menggenggam lengan mamanya semakin kuat, seakan dia memprotes jika Rosalie berusaha melepaskan genggamannya.
“Dia ingin kau tetap disini.” Ujar Jude seakan mengartikan keinginan Aurelion, Rosalie terdiam kemudian menganggukkan kepalanya.
“Baiklah..” Ujar Rosalie tidak masalah berada di dekat Jude, jika itu keinginan dari putranya.
Apapun untuk sangat putra kesayangannya.
...
Jude akhirnya duduk di kursi sofa panjang, sambil terus menggendong Aurelion dan Rosalie duduk bersebelahan di dekatnya, sambil menggenggam tangan mungil putranya sambil tersenyum geli.
“Kamu masih bayi, mama belum ngerti kamu ngomong apa. Besok kalau kamu besar, kan enak.. Kamu mau apa, tinggal bilang sama mama.” Ujar Rosalie sembari mencubit pipi putranya gemas, Aurelion tersenyum sembari tertawa kecil.
Jude menatap Rosalie lekat-lekat, tidak ada ketakutan atau keraguan dari wanita itu saat berada di dekatnya. Bahkan Rosalie hanya fokus pada Aurelion, seakan hubungan mereka baik-baik saja.
Jude ingin sekali berbicara pada wanita itu, tapi lagi-lagi tenggorokannya merasa tercekat, dan tidak bisa berkata apa-apa. Jude akhirnya memilih fokus pada sang bayi di gendongannya.
Aneh, takdir benar-benar aneh baginya. Dulu dia berusaha memb*n*h anak di dalam kandungan Ashana, karena takut jika itu bukanlah anaknya, tapi kini.. Tuhan malah memberikannya seorang keturunan, dari perempuan asing.
Bukankah seharusnya karma bekerja kepadanya ?? Dia seharusnya tidak memiliki anak, tapi disini.. Bahkan meskipun Rosalie mendapatkan siksaan fisik dan batin dari Keluarga Cornelius, tapi bayinya tetap lahir dengan sehat, dan sempurna.
“Anaknya mama, ngantuk ya~”
Suara lembut Rosalie membuyarkan lamunan Jude, dia kemudian menyadari jika Aurelion mulai menutup matanya perlahan, karena mengantuk setelah beberapa menit dalam gendongan Jude.
“Dia mengantuk, aku akan membawanya kembali ke kamar-”
“Biar aku bawa saja.” Ujar Jude memotong perkataan dari Rosalie.
“Baiklah.”
Lagi-lagi Rosalie hanya menuruti saja perkataan dari Jude, dan mengikuti laki-laki itu.
Disisi lain..
“Siapa kau ?? Dan apa urusanmu kemari ??”
Noah hanya tersenyum miring, melihat Keluarga Cornelius tampak bingung dan penasaran padanya, yang datang dan menyelonong masuk ke rumah mereka tanpa ijin. Noah mengamati sekeliling rumah itu, sembari terkekeh pelan.
“Rumah ini bagus, sayang sekali kalian membelinya menggunakan uang curian.” Ujar Noah dengan santai, membuat seluruh orang yang ada di sana membulatkan mata mereka.
“Apa maksud ucapanmu ?!” Ujar Ernes dengan kesal, Noah hanya tersenyum miring.
Noah tidak datang sendiri, dia membawa banyak anak buahnya untuk masuk ke dalam rumah itu. Noah duduk dengan menyilangkan kedua kakinya, bertingkah seperti bos di rumah itu.
“Apa kalian mengingat marga Fadreline ?? Perkenalkan aku Noah Fadreline, sepupu dari perempuan bernama Anna Fadreline.” Perkataan Noah membuat, Ernes, Matilda, Hudson dan juga Mabel membulatkan mata mereka antara terkejut dan juga takut.
“A.. Apa hubungannya denganku ?!” Ujar Ernes menyembunyikan rasa takutnya, Noah hanya terkekeh pelan di sana.
“Nyawa ganti nyawa, kalian ingat pepatah itu ?? Sekarang aku tanya, siapa yang ingin menggantikan nyawa sepupuku ??” Tanya Noah dengan santai, sambil mengeluarkan senjata api di balik saku jas hitamnya, membuat semua yang ada di sana memucat sedikit ketakutan.
“A.. Kematian sepupumu tidak ada hubungannya denganku ?! Dan ingat aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Anna ?!” Ujar Ernes mencoba menggertak Noah, tapi lelaki itu hanya terkekeh licik.
“Aku memiliki semua bukti, saat kau memotong kabel rem mobil itu, lalu juga caramu memindahkan aset perusahaan dengan cara licik, bahkan orang yang bekerja sama denganmu, sudah aku lenyapkan semuanya.. Kini hanya tersisa kalian.” Ujar Noah dengan penuh penekanan, tapi tetap tersenyum di akhir kalimatnya
🩵🩷🩵🩷🩵🩷🩵
Ahay, Rosalie mengakui dia rindu sama Jude nihh, sayang dia belum berani mengungkapkan lewat kata-kata 🤣🤣
Masa lalu Jude ternyata kelam banget ya, enggak jauh beda sama Ernes ternyata, tapi lebih mending babang Jude, soalnya dia bisa tobat 😏😏
Ayo Noah, balaskan dendam sepupumu !! Jangan biarkan keluarga itu bebas !!
tapi kasian juga harret hidup tanpa ayah, jdi gimana nih thor, 😔
anak jude tumbuh sehat karena dipenuhi semua kebutuhan ny lagian rosaline juga bahagia tinggal dsana