NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:340
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 Badai Di Tengah Kegelapan

Kegelapan total menyelimuti gudang tua itu. Hanya terdengar suara teriakan panik, langkah kaki yang berlarian, dan suara tembakan yang membabi buta.

DOR! DOR! DOR!

Peluru melesat ke sana kemari, menghantam tumpukan kardus dan dinding beton, memercikkan debu dan serpihan kayu. Namun di tengah kekacauan itu, Arkan bergerak dengan presisi mematikan.

Tangan kanannya memegang pistol silencer dengan stabil, sementara tangan kirinya melingkar erat melindungi tubuh Kiara di balik dadanya. Ia tidak sekadar bertahan, ia menyerang.

Tus... Tus...

Dua tembakan terdengar pelan namun tepat sasaran. Dua orang anak buah Ivan langsung tumbang tersungkur, pingsan atau terluka parah.

"Arkan!" seru Kiara dengan napas memburu, tangannya mencengkeram kemeja pria itu kuat-kuat. "Mereka terlalu banyak!"

"Percaya padaku," jawab Arkan singkat dan dingin. Suaranya tenang, tidak ada sedikitpun rasa takut di sana. "Tutup mata dan pegang erat-erat."

Tiba-tiba, sebuah granat kejut meledak di sudut ruangan.

DESS!!!

Cahaya menyilaukan dan suara ledakan keras membuat semua orang di sana menutup mata dan memekik kesakitan. Itu adalah sinyal bagi pasukan khusus Arkan yang sudah mengepung tempat itu dari luar.

Pintu besar gudang terbuka paksa! Puluhan petugas keamanan bersenjata lengkap menyerbu masuk dengan teriakan perintah menyerah. Kini kekuatan seimbang, bahkan Arkan yang berada di atas angin.

Di tengah kekacauan itu, Ivan Vasiliev terlihat panik. Ia tidak menyangka jebakan ini berbalik menyerangnya. Ia menatap tajam ke arah Raden Mahardika yang sudah gemetar ketakutan.

"Bodoh! Kita dikepung!" hardik Ivan. Ia menarik Pak Hendra yang berdiri di dekatnya. "Kau tanggung jawab soal ini!"

"J-Jangan Pak, tolong!" rintih Hendra.

Ivan tidak peduli. Dengan gerakan cepat, ia mencengkeram leher Hendra dan mengacungkan pistol ke kepala pria pengkhianat itu, lalu berteriak ke arah Arkan dan Kiara.

"Jangan maju! Atau aku tembak dia!" teriak Ivan, wajahnya memerah karena emosi dan ketakutan.

Arkan berhenti melangkah. Ia berdiri tegak, melindungi Kiara sepenuhnya di belakang tubuhnya yang bidang. Tatapan mata Arkan sedingin es.

"Kau pikir sandera itu bisa menyelamatkan nyawamu, Ivan?" tanya Arkan pelan namun suaranya bergema menakutkan. "Dia sudah tidak berguna bagimu. Dan kau tahu, aku tidak pernah bernegosiasi dengan sampah sepertimu."

"Beraninya kau..." Ivan gemetar.

Tapi sebelum Ivan sempat menarik pelatuknya, tiba-tiba Kiara bergerak cepat dari balik punggung Arkan. Ia mengambil sebuah benda kecil dari sakunya—alat kejut listrik portabel yang ia desain sendiri.

Zzzzt!

Cahaya biru menyambar. Tanpa ampun, Kiara menembakkan alat itu ke arah kaki meja yang tidak stabil tepat di samping Ivan.

"Argh!" Ivan terkejut, keseimbangannya goyah.

Itu celah yang dibutuhkan Arkan. Dalam sekejap mata, pria itu melompat maju seperti harimau lapar. Pukulan keras mendarat tepat di rahang Ivan, membuat pria itu terlemah beberapa meter dan pistolnya terlepas.

Belum sempat Ivan bangun, kaki Arkan sudah menginjak dadanya kuat-kuat, menekannya ke lantai beton yang kotor.

"Akhirnya... kita bertemu juga," desis Arkan di wajah Ivan. Wajah tampan Arkan kini berubah menjadi sosok yang menakutkan, penuh amarah yang tertahan lama. "Kaulah yang menghancurkan hidup ayahku... dan kau juga yang mencoba menyakiti keluargaku."

Ivan tertawa pahit, darah mengalir dari sudut bibirnya. "Kau tidak tahu apa-apa, anak muda... Perang ini belum selesai. Bos besar kami tidak akan membiarkanmu hidup..."

"Kau yang akan melihat neraka duluan," potong Arkan dingin.

Tiba-tiba, suara langkah kaki cepat terdengar dari belakang. Raden Mahardika yang mencoba kabur ternyata memutar balik, membawa sebatang besi besar siap menghantam kepala Arkan dari belakang!

"AWAS, ARKAN!!" teriak Kiara.

Arkan tidak sempat menoleh. Tapi refleksnya luar biasa. Tanpa menoleh, ia menendang ke belakang dengan kuat tepat di perut Raden.

BUKK!

"Uagh!!" Raden terlemah jauh, pingsan seketika.

Situasi mulai terkendali. Pasukan keamanan menangkap semua yang masih berdiri, termasuk Ivan yang sudah tak berdaya dan Hendra yang ketakutan setengah mati.

Arkan segera mematikan senjatanya dan berbalik cepat menghadap Kiara. Wajah garangnya lenyap seketika, berganti dengan wajah cemas yang luar biasa.

"Kiara! Kau tidak apa-apa?" tanya Arkan cepat, tangannya memeriksa seluruh tubuh istrinya itu, mencari luka atau goresan sedikitpun.

"Aku baik-baik saja," jawab Kiara lembut, matanya berkaca-kaca melihat betapa berbahayanya situasi tadi. "Terima kasih..."

Arkan tidak berkata apa-apa. Ia langsung menarik tubuh Kiara ke dalam pelukan terkuatnya, seolah ingin memastikan wanita itu benar-benar ada di sana dan tidak akan kemana-mana.

"Jangan pernah lakukan itu lagi... Jangan pernah berada sejauh itu dariku lagi," bisik Arkan di rambut Kiara, suaranya bergetar menahan emosi. "Aku tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi padamu."

Kiara memejamkan mata, membalas pelukan itu dengan setulus hati. Di tengah bau mesiu dan darah, ia hanya bisa mencium aroma sandalwood yang menenangkan dari tubuh suaminya.

"Aku janji," bisik Kiara pelan. "Kita akan menghadapi semuanya bersama-sama."

Mereka berdiri seperti itu lama, sementara di sekitar mereka petugas sibuk membereskan sisa kekacauan. Musuh besar sudah tertangkap, tapi kata-kata terakhir Ivan tentang "Bos Besar" terus bergema di pikiran mereka.

Perang ini memang belum selesai... tapi setidaknya malam ini, mereka menang.

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!