NovelToon NovelToon
Ustadzah Pengganti Pengantin

Ustadzah Pengganti Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Malam yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi Adrian berubah menjadi mimpi buruk ketika ia mendapat kabar bahwa calon istrinya, Liana, mengalami kecelakaan fatal. Saat tiba di lokasi kejadian, Adrian terkejut menemukan Liana meninggal bersama seorang pria bernama Jamie, yang ternyata adalah kekasih Fatma.
Fatma, seorang ustadzah yang salehah, hancur mengetahui pria yang dicintainya telah berselingkuh dengan wanita yang bahkan tidak dikenalnya. Di tengah duka dan amarah, Adrian melampiaskan kesalahannya kepada Fatma dan menuduhnya tidak mampu menjaga Jamie. Meski Fatma menegaskan bahwa dirinya juga korban pengkhianatan, Adrian yang dipenuhi emosi membuat keputusan nekat: pada malam yang sama ia memaksa Fatma untuk menjadi istrinya.
Dari tragedi yang menyatukan dua hati yang sama-sama terluka, dimulailah kisah penuh konflik, luka, dan takdir yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Tok! Tok! Tok!

"Fatma, ayo ditunggu MUA," ucap Mama dari balik pintu, suaranya memecah ketegangan yang mencekam di dalam kamar.

Adrian perlahan melepaskan cengkeramannya dari bahu Fatma.

Ia merapikan kaosnya yang agak kusut, sementara Fatma buru-buru membenarkan posisi hijabnya yang sempat tertarik.

Napas Fatma masih memburu, menahan linu yang luar biasa di kedua pipinya.

Fatma segera keluar dan menuju ke ruang tamu dimana para MUA sudah menunggunya disana.

"Mari mbak duduk disini," ucap salah satu dari mereka.

Ia mengambil kotak kosmetiknya dan terkejut melihat sudut bibir dan pipi Fatma yang tampak memerah sekaligus agak bengkak, sisa dari tamparan keras yang dilayangkan Adrian baru saja.

MUA itu memandang Fatma dengan tatapan penuh tanya dan khawatir. Namun, sebelum Fatma sempat membuka suara untuk menjawab, Adrian langsung masuk dan memotong dengan suara yang terdengar begitu dingin dan tenang, membuat alasan palsu.

"Istri saya habis jatuh di kamar mandi," ucap Adrian tanpa beban.

Ia melangkah ke dekat meja rias, lalu menatap Fatma lekat-lekat lewat pantulan cermin.

Tatapan matanya yang tajam memberikan isyarat ancaman tersembunyi, seolah memperingatkan Fatma agar tetap menutup mulut dan tidak membocorkan apa pun yang terjadi di kamar ini.

MUA tersebut mengangguk canggung, tidak berani bertanya lebih jauh meski hatinya merasa ada yang janggal.

"Ah, begitu. Baik, kalau begitu saya siapkan alat-alatnya dulu di meja luar ya, Mbak, Mas," pamitnya, lalu keluar sebentar dari kamar untuk mengambil sisa perlengkapan.

Begitu pintu tertutup dan menyisakan mereka berdua, Adrian mendekati Fatma.

Ia membungkuk sedikit, lalu berbisik dengan kejam tepat di telinga istrinya.

"Hari ini, pasang wajah bahagiamu di depan tamu-tamuku. Jangan buat aku malu, atau pesantren Abahmu yang akan menanggung akibatnya."

Fatma hanya bisa memejamkan mata, meremas jemarinya sendiri hingga memutih. Rasa sakit di hatinya jauh lebih perih daripada tamparan di wajahnya.

Setelah menaburkan ancaman itu, Adrian berbalik dengan santai.

Ia melangkah masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya, bersiap-siap untuk menghadiri resepsi pernikahan yang seharusnya menjadi hari paling bahagia, namun kini menjelma menjadi panggung sandiwara yang paling menyiksa bagi Fatma.

Setelah selesai semuanya, Adrian menjemput Fatma yang sudah selesai berdandan. Dan membawanya ke tempat resepsi yang diadakan di rumah yang sama.

Suasana resepsi terasa begitu megah, namun atmosfer di atas pelaminan justru diselimuti ketegangan yang pekat.

Ratusan pasang mata menatap ke arah panggung dengan pandangan penuh selidik.

Para tamu undangan, kolega bisnis Adrian, hingga beberapa awak media yang hadir tampak saling berbisik-bisik heran.

Mereka semua tahu bahwa hari ini Adrian seharusnya menikah dengan Liana—seorang sosialita kota yang modis. Namun, wanita yang kini berdiri di samping Adrian justru berubah total.

Fatma berdiri dengan anggun dalam balutan gaun pengantin putih yang longgar, lengkap dengan hijab syar'i yang menutup dada, memancarkan aura yang sangat kontras dengan lingkungan sekitarnya.

Di depan lampu kilat kamera para fotografer, Adrian menunjukkan bakat aktingnya yang luar biasa.

Ia mengulas senyum lebar yang tampak begitu menawan di wajah tampannya.

Saat aba-aba foto dimulai, Adrian menarik tubuh Fatma mendekat dan merangkul pinggang wanita itu dengan mesra.

Namun, di balik senyuman palsu itu, cengkeraman tangan Adrian di pinggang dan lengan Fatma sebenarnya sangat kuat dan menekan.

Jari-jemarinya mencengkeram begitu keras, menyalurkan seluruh amarah yang terpendam di dadanya.

Fatma menahan napas, tubuhnya bergetar menahan kesakitan fisik yang menjalar dari pinggangnya.

"Mas...sakit..." bisik Fatma sangat lirih, hampir berupa helaan napas, mencoba tidak menggerakkan bibirnya agar tidak merusak bidikan kamera.

Adrian tidak memedulikannya. Senyumnya tetap mengembang ke arah kamera, namun matanya menatap lurus ke depan dengan dingin.

Ketegangan semakin memuncak ketika antrean ucapan selamat membawa beberapa orang dari masa lalu Liana naik ke atas pelaminan.

Salah satu teman dekat Liana berdiri di hadapan mereka, menatap Fatma dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan pandangan meremehkan, lalu beralih pada Adrian.

"Hebat ya, Adrian. Baru semalam Liana pergi, hari ini pelaminan sudah ada isinya. Ternyata sesiap itu untuk move on," sindir teman Liana itu dengan nada suara yang sengaja dikeras sedikit, memancing kasak-kusuk tamu di sekitarnya.

Tak berselang lama, seorang kerabat dekat keluarga Liana juga maju dengan wajah memerah menahan amarah.

"Kami tidak menyangka kamu sekejam ini, Adrian! Di mana hati nuranimu? Liana belum bahkan dimakamkan dengan tenang, tapi kamu sudah berbahagia dengan wanita lain!" tuduhnya telak.

Bisikan-bisikan miring dan tatapan menghakimi mulai berdengung di sekitar pelaminan.

Adrian yang emosinya memang sudah tidak stabil sejak semalam, merasa harga dirinya diinjak-injak di depan umum.

Rahangnya mengeras, dan urat di pelipisnya menegang menahan malu dan murka.

Bukannya menyadari kesalahannya sendiri, Adrian justru kembali melimpahkan seluruh rasa frustrasinya kepada Fatma.

Sembari tetap memajang senyum formal ke arah para tamu yang memandang mereka, Adrian mendekatkan wajahnya ke telinga Fatma, berbisik dengan suara yang teramat dingin dan kejam.

"Dengar itu? Gara-gara kamu dan lelaki bajinganmu itu, namaku hancur hari ini. Ini semua salahmu. Kamu yang harus membayar setiap hinaan yang aku terima hari ini, Fatma."

Mendengar bisikan penuh racun itu, air mata Fatma yang sejak tadi ia tahan sekuat tenaga di sudut matanya, akhirnya luruh satu tetes melewati pipinya, tersembunyi di balik senyum getir yang terpaksa ia pasang di atas panggung sandiwara ini.

Dua jam berlalu, dan acara resepsi yang penuh dengan kepalsuan serta ketegangan itu akhirnya selesai.

Begitu para tamu undangan terakhir meninggalkan gedung, Adrian langsung menghampiri keluarganya dengan wajah datar tanpa ekspresi.

"Papa, Mama, Dan para saudara lainnya kalian semua pulanglah sekarang ke Yogyakarta. Urusan di sini sudah selesai," ucap Adrian dingin, bernada mengusir secara halus.

Pria itu kemudian berjalan menemui pihak Wedding Organizer (WO) dan memerintahkan mereka dengan tegas untuk merapikan seluruh dekorasi dan sisa acara secepat mungkin.

Papa Adrian, yang sejak tadi mengawasi gerak-gerik putranya dengan cemas, melangkah mendekat sebelum mereka berpamitan untuk melakukan perjalanan kembali ke Yogyakarta.

Beliau menatap Adrian dengan pandangan memperingatkan yang sangat dalam.

"Adrian, Papa peringatkan sekali lagi, jangan sakiti istrimu. Dia tidak bersalah," ucap Papa dengan suara rendah namun sarat akan penekanan.

Papa kemudian beralih menatap Fatma dengan pandangan kasihan dan bersalah, seolah tahu badai apa yang akan menimpa menantunya itu setelah mereka pergi.

Adrian tidak menjawab. Ia hanya melambaikan tangannya sekilas, seolah menganggap angin lalu ucapan sang ayah.

Begitu mobil keluarganya melaju pergi meninggalkan area, Adrian langsung berbalik.

Tanpa peringatan, ia mencengkeram erat pergelangan tangan Fatma yang masih mengenakan gaun pengantin beratnya.

Cengkeramannya begitu kuat hingga membuat Fatma meringis menahan sakit.

"Mas... lepas, Mas, sakit..." lirih Fatma, mencoba menarik tangannya.

Namun, Adrian sama sekali tidak menghiraukannya.

Dengan langkah lebar dan kasar, ia menyeret Fatma masuk kembali ke dalam rumah mewahnya.

Pria itu bahkan tidak memedulikan pandangan heran dan bisik-bisik dari beberapa petugas WO dan kerabat jauh yang masih berada di sekitar pelataran rumah.

Fokusnya hanya satu yaitu melampiaskan seluruh sisa kehancuran dan rasa malunya hari ini kepada wanita yang kini sah menjadi tawanannya.

1
ahs@
Adrian stress... melampiaskan kekesalannya kepada fatma yang tidak tahu apa" .Liana sendiri yang selingkuh dengan Jamie..
falea sezi
mau like kasih hadiah yo males
falea sezi
🤣🤣 uda di aniyaya tp di beri kesempatan 🤣🤣 maaf ya thor. pantes like sepi wong goblok
falea sezi
males MC nya oon skip aja😒 emosi q liat cwek bloon lulusan pesantren tp goblok
falea sezi
goblok klo. uda. ketauan belangnya jangan ampe balikan mending crrai😒
falea sezi
🤣 orang gila cari tau dlu calon istri mu yg gatel nyalahin orang😒
Soviani
lanjut up ny
sri hastuti
huuhh goblok banget sih fatma ini, mau mati ya, sdh bongkar aja kejahatan suamimu, bikin jengkel, jd wanita jangan ngalah terus, km gak salah, ayolah thor kelamaan, cepet dibongkar kejahatan Adrian 😡😡😡
sri hastuti
huuh pengen tak bunuh aja adrian thor, bikin jengkel aja, kelamaan thor ,bisa mati itu fàtma, 😡😡😡😡
sri hastuti
pie to ini,sdh gila si adrian,ah jd males aku, orang kok goblok dan kejam spt itu dibiarkan thor , huuhhh bikin 😡😡😡
keynara
si Adrian emang bener bener udah gila nyiksa Fatma tanpa ampun
Himna Mohamad
lanjut kk
keynara
la kasian Fatma nggak tau apa apa jadi sasaran dendam si Adrian duh ujian Fatma berat banget💪
lanjut thor🙏
sri hastuti
konyol ini adrian thor, huuhhh pengen tak pukul aja ,jd laki2 kok spt itu, gak mau trima kenyataan, dasar pengecut , 😡😡😡
bikin jengkel aja thor 😡😡
my name is pho: sabar kak🤭🙏
total 1 replies
sri hastuti
dasar Adrian konyol, yg selingkuh tunangannya kok gak mau trima, dasarr laki2 bego, malah memaksa orang lain, sdh gila dia 😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!