Hidup dalam kemiskinan memang membuat kita sering kali terjebak dan tak bisa berkutik. setiap kali ingin bangkit, ada saja badai yang menghalangi.
ini adalah seorang anak yang berjuang membantu perekonomian keluarga nya menjadi lebih baik. tak henti henti nya Ali bangkit dari badai yang menerpa nya.
bagaimana kisah nya, apakah Ali akan berhasil membawa keluarga nya terbebas dari kemiskinan tersebut..... ikuti kisah Ali disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.2
Ada beberapa tetangga langsung melapor ke kebun untuk menyuruh Ratna dan juga dewa pulang ke rumah.
Dewa dan juga ratna yang mendengar bahwa di rumah nya sedang ada juragan Surip langsung bergegas pulang. Tatapan khawatir nya langsung tertera di wajah pucat nya itu.
"Ayah, cepat anak anak pasti ketakutan." ucap Ratna dengan tatapan khawatir nya. apalagi saat ini, anak anak nya pasti tak bisa apa apa. juragan Surip itu benar benar terkenal kejam di desa ini.
Sepeda ontel itu langsung melaju kencang, yang dipikirkan saat ini putra putri nya pasti tak bisa berbuat apa apa. Apalagi juragan Surip itu pasti akan menyakiti anak anak nya.
Saat Sampai di rumah, tatapan nya langsung kaget, saat anak laki laki nya itu di pukuli oleh anak buah nya Surip. tatapan nya langsung tajam dan merasa sakit melihat anak nya tak berdaya di atas tanah.
"Hentikan juragan....hentikan!" hatinya begitu pilu melihat anak nya mengalami Luka di bagian bibir dan pipi nya terlihat memar.
Ratna langsung berlari melindungi Ali yang masih di pukuli oleh dua pria dewasa itu.
"Hentikan...hiks....Ali....hiks..." Ratna terpaku saat anak nya di pukuli oleh pria dewasa. hati nya tersayat dan merasakan sakit.
"Nah, akhirnya pulang juga kau dewa. Kalau tidak pasti anak mu sudah mati di tangan anak buah ku!" kekeh nya dengan tanpa dosa menatap wajah dewa yang tak berdaya.
"Tolong juragan, jangan memukul putra ku lagu, urusan ini adalah urusan ku, jangan menyakiti anak anak ku." ucap dewa sambil memohon di bawah tapak kaki nya juragan Surip.
"Hahaha, dasar bodoh, kalau saja putra mu langsung menyuruh mu pulang, pasti aku akan menahan Mereka memukul nya."
Ratna langsung memeluk Ali yang terkapar tak berdaya di tanah. Luka di wajah nya benar benar memar, dan sudut bibir nya berdarah. Anak sekecil itu di pukul tanpa ampun oleh kedua orang dewasa. Hati Ratna benar benar merasa sakit.
"BAYAR HUTANG MU!" bentak nya tanpa perasaan.
Dengan bergegas dewa mengeluarkan uang 50 RB sebagai upah nya tadi saat bekerja di kebun nya orang lain. Uang itu tadinya untuk membeli kebutuhan di dapur. Tapi sepertinya hari ini, mereka akan memakan singkong rebus lagi.
"Cih, kau benar benar menguji kesabaran ku ya!" bentak nya dengan keras saat melihat uang di tangan nya dewa hanya sekitar 50 RB saja. Utang keluarga nya dewa hanya 500 RB saja, dan belum lagi bunga yang tinggi membuat keluarga nya Ali benar benar mengalami kesulitan.
"Beri pelajaran kepada kedua nya, agar tau rasa telah berhadapan dengan orang yang salah!"
"Baik juragan!"
Mereka langsung memukuli dewa tanpa perasaan. sehingga dewa hanya bisa pasrah dan tak bisa melawan nya.
"Tolong juragan....jangan...hiks....mas dewa!" Pekin Ratna yang masih terpaku saat suami nya di pukuli tanpa ampun seperti itu.
Kesedihan yang di rasakan keluarga Ali, membuat tak ada tetangga yang berani mendekat dan menolong. Sebab juragan Surip itu lebih kejam dan tak segan segan menyakiti orang yang berani menghentikan aksi nya. Banyak sekali penduduk desa ini, yang berhutang dengan nya. Dengan syarat tinggi, dan bunga yang dua kali lipat lebih besar.