NovelToon NovelToon
Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Status: tamat
Genre:Badboy / Romansa-Percintaan bebas / Duda / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 4.7
Nama Author: Dilla_Nurpasya_Aryany

Arabella wanita cantik berumur (23) tahun, tegas juga berpendidikan, menjadi target pelampiasan duda tampan hanya untuk sekedar memuaskan nafsunya..

Kaivan Mahavir Dyndra, (28). Lelaki kekar juga tampan mempesona sangat berpengaruh di perusahaan besar, merubah gaya hidupnya setelah menceraikan sang istri, ia menjadi CEO dingin suka bermain wanita, hingga sampailah bertemu dengan Arabella, wanita yang ditargetkan berikutnya...
.

Kisah selanjutnya! >>>

Note: Cerita yang disajikan masih banyak kekurangan dan kesalahan, author masih dalam tahap pembelajaran dan perkembangan, mohon dimaklumi. Ambil sisi positifnya, buang yang negatifnya.^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

"Apa Nathan mengganggumu?.." Tanya Kaivan memecahkan keheningan.

"No, dia hanya datang setelah itu kembali bekerja.." Jawab Bella.

Tidak ada jawaban dari Kaivan. "Pakai jaketku ini dingin.."

"Tak usah aku menyukai udaranya.." Timpal Bella.

"Ck!.." Kaivan menghentikan mobil di tengah jalan, melihat itu Bella celingak-celinguk.

"Why??? kenapa berhenti?.."

Kaivan menatap lekat wajah cantik Bella, ia menarik jaket miliknya menutupi tubuh Arabella, tinggal menyisakan wajah saja yang terlihat. "Padahal ini malam, kenapa kau mengenakan dress sepaha? ingin menggodaku?.."

"Ah itu, tidak aku hanya memilih dress ini saja!.." Potong Bella.

Kaivan tersenyum menyeringai, ia kembali melajukan mobilnya, sementara tatapan Arabella menatap luar kaca mobil.

Sekitar 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di mansion Kaivan, keduanya keluar dari mobil.

Kaivan mengulurkan tangan kekarnya. "Ayo!..."

"Apa harus? kita di sini tidak saling membutuhkan bantuan bukan?.." Tanya Bella.

"Kau lupa jika aku menyukaimu?..."

Arabella seketika menggigit bibir bawahnya, untuk masalah ini Kaivan tidak bisa disalahkan. "Tak us!...

Belum selesai Arabella berucap, tangan kekar Kaivan sudah menarik pinggang rampingnya. "Hey!..."

"Jangan menolak, atau ku lakukan sesuatu di sini!.." Potong Kaivan, ia berjalan masuk ke dalam sambil merangkul tubuh Arabella.

"Haish!..." Arabella tak bisa menolak.

Sesampainya di dalam, di kursi ruang tengah terlihat Shena duduk menunggu di temani si bibi.

Tanpa pikir panjang Arabella melepaskan rangkulan Kaivan, ia berlari kecil menuju Shena. "Hallo..."

Shena tersenyum senang, mereka berdua berpelukan. Sementara Kaivan hanya duduk melihat interaksi keduanya.

"Apa yang harus kakak bantu?.." Mulai Bella.

"Shena ada tugas menggambar, kurang tahu cara mewarnai yang tepat, bisakah kakak bantu?.." Pintanya dengan polos.

"Of course.." Timpal Bella.

"Pah aku sama kak Bella ke kamar dulu ya.."

Kaivan mengangguk, ia menatap Shena dan Bella masuk kamar untuk mengerjakan tugas menggambar.

"Kalau begitu bibi ke belakang ya tuan.."

"Iya bi.."

Si bibi berlalu, karena Kaivan tidak mau mengganggu kebersamaan putrinya dengan Bella, ia memilih naik ke lantai atas untuk melihat beberapa email.

Dengan penuh kasih sayang Arabella membantu tugas mewarnai Shena.

"Kak..."

"Ya?.."

"Apa papa dengan kakak memiliki hubungan?.."

Arabella seketika terdiam, ia takut jika kebersamaan Kaivan dan dirinya terlihat oleh Shena, akan menyakiti perasaan gadis kecil itu. "Tidak, kami tidak memiliki hubungan lebih, papa atasan kakak, dan kakak hanya pegawai di perusahaan papa Shena.."

Terlihat raut wajah Shena di tekuk, Arabella mengerutkan kening. "Kenapa sayang?.."

"Shena sangat menginginkan kak Bella dan papa memiliki hubungan lebih..."

"Hah??.." Arabella terkejut dengan penuturan Shena. Menurut Arabella biasanya seorang anak tidak menyukai jika salah satu orang tuanya dijodohkan dengan orang lain, walaupun mereka sudah bercerai, ini Shena malah?..

"Nanti kakak pikirkan ya..." Sengaja Bella mengalihkan topik.

Shena tersenyum senang. "Iya..."

Setelah selesai mewarnai beberapa tugas menggambar, Arabella menyelimuti gadis kecil itu yang sudah mengantuk, tidur di sampingnya sambil mengelus lembut kepala Shena.

Setelah mendapati Shena tertidur pulas, melihat itu Bella turun dari atas kasur, mengambil piring kotor bekas Shena makan malam untuk di cuci.

Sesampainya di dapur, Arabella langsung mencuci piring kotor. Si bibi yang lewat terkejut. "Tak usah non biar bibi saja.."

"Gak papa bi ini sedikit, bibi istirahat saja..."

"Aduh non..."

"Gak papa bi..." Ujar Bella ramah sambil melanjutkan cuci piring.

Si bibi melihat Kaivan dari atas tangga yang memberinya kode, bibi pun mengerti ia langsung meninggalkan Arabella.

Dengan bersenandung kecil, Bella kembali membasuh piring kotor itu. "Akh!.." Ia terkejut matanya tiba-tiba membulat sempurna, saat sebuah tangan kekar melingkar pada perut ramping Bella..

"K-Kaivan..."

"Hmmm??..." Gumamnya, ia meletakkan kepala pada leher jenjang Arabella.

Mendapati posisi ini jantung Arabella tak tenang. "Apa yang sedang kau lakukan?.." Setelah mengeringkan tangan, Arabella balik badan menghadap Kaivan.

Manik keduanya bertemu dalam jarak yang begitu dekat, cukup lama tidak ada yang bicara, Arabella seketika tersadar ia mengalihkan pandangan.

"Arabella..." Lirih Kaivan dengan suara beratnya.

"Hmmm?..."

Tatapan mata Kaivan tertuju pada bibir ranum itu, ia menggigit bibir bawahnya, gelora itu semakin menguasai diri. Tangan kekar Kaivan menarik tengkuk Bella, ia memiringkan wajah menyatukan bibir keduanya.

Mata Bella membulat sempurna saat benda lembut terasa hangat mengenai bibirnya, ia hendak berontak namun dekapan Kaivan sangat kuat, Kaivan melingkarkan tangan Arabella pada lehernya.

"Mmmhh!..."

Arabella kembali berontak, Kaivan menahan tengkuk wanita cantik itu untuk memperdalam ciuman, tanpa pikir panjang Arabella menggigit bibir bawah Kaivan.

"Akh!.." Ringis Kaivan melepas ciuman namun tidak dengan dekapan.

Sorot mata tajam seolah mengintimidasi Kaivan, mendapati itu Kaivan hanya tersenyum. "Aku menyukai gigitannya.."

"Kau!..." Timpal Arabella ingin memaki.

Tanpa mempedulikan Bella, Kaivan kembali mencium bibir ranum itu, menyesap dengan dalam, m*lumatnya penuh kelembutan.

"Tidak, bagaimana ini!.." Batin Bella dengan perasaan tak menentu, ia sudah tak bisa berontak lagi, hawa pada tubuhnya mulai memanas akan ulah Kaivan.

1
Siti Patonah
Dari awal baca masih tetep lidah kepleset saat baca nama Kaivan slalu kebaca Kavian😭😭
YuWie
Luar biasa
YuWie
tambah aneh kelakuan pak ceo
YuWie
kaivan waguuu..apa bedanya dia dg si mantan istri
Windi Alianti Nadiana
aku suka.ceritanya /Smile//Smile//Smile/
Niaja
gw tau 🤭
Rosni
kereen kakknya
Diva Khomaini
wow🤣🤣🤣...
Macrina Catharina
ohh tentu dgn senang hati.. 🤭
Macrina Catharina
suka banget deh rencana kedua urtunya udahh nikahin aja.. 👍
Bu Santy Indrias Tuti
bagus
Bu Santy Indrias Tuti
bagus
gempi
b
Ani Kurniati
bagus
Tamirah Spd
Karma pasti datang walau tidak langsung pada pelakunya.Suami kakakku berselingkuh dgn wanita lain gak cukup satu kali .Karmanya jatuh pada putri kandung nya sendiri dihamili pacar dan ditinggal pergi begitu saja.
Jumi Eko
Bagus
Derma S
Luar biasa
Iryani levana khrisna Khrisna
suka dengan cerita nya
peaceminus one
prankkk astaga. illfeel bgt baca frank tuh
Erlina Candra
kereen ceritanya Thor..semangaat!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!