NovelToon NovelToon
ANASTASIA

ANASTASIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Penyelamat / Kelahiran kembali menjadi kuat / Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Balas Dendam
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: frj_nyt

Ongoing

Lady Anastasia Zylph, seorang gadis muda yang dulu polos dan mudah dipercaya, bangkit kembali dari kematian yang direncanakan oleh saudaranya sendiri. Dengan kekuatan magis kehidupan yang baru muncul, Anastasia memutuskan untuk meninggalkan keluarganya yang jahat dan memulai hidup sederhana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frj_nyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

Deru angin utara malam itu terdengar seperti lolongan makhluk purba yang terbangun. Salju berjatuhan tebal, tetapi suhu di dalam ruang strategi Kastil Silas justru terasa lebih membeku. Puluhan lilin yang menyala bergetar seolah takut pada aura dua orang yang berdiri di tengah ruangan: Duke Aloric Silas dan Anastasia Zylph.

Peta besar kerajaan membentang di meja, ditandai tanda merah dan hitam yang menggambarkan pemberontakan Putra Mahkota yang kian meluas.

Namun malam ini… bukan hanya soal pemberontakan.

Ada sesuatu yang lebih gelap.

Sesosok bayangan.

Sebuah kekuatan yang tampak mengintai dari kejauhan—dan semakin dekat.

 

“Ada yang menyelinap masuk,” Aloric berkata rendah, tanpa menoleh.

Anastasia yang berdiri di sebelahnya mengangkat kepalanya.

“Aku tak merasakan apa pun.”

“Karena ia menyembunyikan dirinya di balik sihir yang sangat tua.”

Mata hitam Aloric menyipit, rasa tidak senang muncul, rahangnya mengeras.

Anastasia menelan ludah. “Sihir tua? Dari Utara?”

“Tidak.” Aloric menggeleng pelan. “Dari Istana Kaisar.”

Ruangan seketika mencekam. Api lilin seperti mengecil, dan udara dipenuhi ketakutan tak terlihat.

Seseorang—atau sesuatu—dikirim ke wilayah Duke Silas.

Untuk memata-matai?

Untuk membunuh?

Atau… untuk memperingatkan?

Anastasia menatap Aloric saat pria itu melangkah ke jendela besar. Bayangan dingin malam menelan tubuh Aloric tetapi aura pria itu justru semakin besar, seperti monster Utara yang terbangun dari tidur panjang.

“Kaisar mengutus penyihir agungnya,” Aloric berkata lirih.

“Atau lebih tepatnya… penyihir terkutuknya.”

Anastasia berkedut.

“Kaisar punya penyihir terkutuk?”

“Setiap kaisar punya iblis di bawah perintahnya. Namun iblis Kaisar sekarang… bukan makhluk biasa.”

Keheningan menekan.

Aloric berbalik, menatap Anastasia dengan mata gelapnya yang seperti jurang.

“Ia memakan sihir manusia.”

Anastasia spontan memegang dadanya.

Sihir kehidupan yang dia miliki…

Jika penyihir itu tahu…

Jika penyihir itu menyentuhnya…

Ia bisa mati lagi.

Atau lebih buruk—sihir hidupnya bisa dicuri.

Aloric melihat perubahan wajah Anastasia dan mendekat. Langkahnya tenang, tetapi getaran lantai mengkhianati kekuatan besar pria itu.

“Jangan takut.”

Suara itu rendah dan dalam.

“Selama kau berada di wilayahku, tidak ada yang bisa menyentuhmu.”

Anastasia memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya.

“Aku… tidak takut. Hanya berhati-hati.”

Aloric nyaris tersenyum kecil—sekilas, sangat cepat, seolah ia tidak ingin ada yang menyadarinya.

 

BRAAAK!

Suara pintu terbuka keras membuat keduanya menoleh.

Jenderal Rowan masuk dengan wajah tegang.

“Duke! Kita menemukan sesuatu di luar dinding timur!”

“Mayat?” Aloric bertanya dingin.

“Bukan, Yang Mulia…” Rowan menelan ludah, lalu menunjuk ke luar.

“Itu… bukan manusia.”

Aloric langsung melangkah cepat ke luar ruangan. Anastasia mengikuti tanpa diperintah.

 

Di halaman bersalju kastil, puluhan ksatria mengelilingi sesuatu. Sihir gelap pekat berputar seperti asap hitam setinggi pinggang. Ketika Aloric muncul, para ksatria langsung memberi jalan.

Yang terbaring di tanah adalah…

seorang pria tua, mengenakan jubah emas kerajaan—simbol penyihir agung istana.

Tapi tubuhnya kering… keriput… seolah habis disedot hidupnya dalam hitungan detik.

Anastasia menahan napas.

“Sihirnya… hilang.”

Aloric berlutut di dekat mayat itu. Tangannya menyentuh salju di sekitar tubuh.

Salju berubah hitam.

“Ini pekerjaan penyihir Putra Mahkota.”

Rowan menyeringai geram.

“Berani dia mengirim makhluk ini ke wilayah kita.”

Aloric bergumam:

“Tidak. Penyihir agung ini bukan dikirim… dia lari.”

Anastasia mengerutkan kening.

“Lari dari apa?”

Aloric berdiri perlahan, wajahnya jadi lebih dingin dari es Utara.

“Dari iblis yang sedang dibangkitkan oleh Putra Mahkota.”

Sebuah gumaman ketakutan terdengar dari para ksatria.

Anastasia memandang Aloric.

“Iblis… apa?”

“Iblis kuno,” jawab Aloric.

“Yang kekuatannya setara… atau bahkan melampaui… para leluhur Silas.”

Anastasia merasakan kulit lehernya merinding.

Para leluhur Silas terkenal sebagai makhluk setengah manusia setengah sihir kegelapan. Jika ada sesuatu yang lebih kuat dari itu…

Kerajaan bisa hancur.

 

Tiba-tiba, tubuh mayat itu bergetar.

Rowan berteriak, “Semua mundur!”

Namun terlambat—mata mayat itu terbuka lebar, pupilnya hilang, hanya putih yang kosong.

Lalu dari mulut mayat itu…

Keluar suara yang bukan suara manusia.

Suara yang serak, bergema, dan terdengar seperti terdiri dari puluhan suara sekaligus.

“A…lo…ric… Si…las…”

Para ksatria mundur kaget. Anastasia menahan diri untuk tidak memekik.

Mayat itu menegakkan tubuhnya perlahan seperti boneka rusak.

“Kau… akan… mati…”

“Putra… Mahkota… telah… memilih…”

“Iblis… Baru…”

Anastasia mencengkeram lengan Aloric.

“Dia sedang dirasuki…”

Aloric berdiri tanpa gentar.

“Iblis macam apa yang meninggalkan ancaman memakai mayat manusia?”

Mayat itu tersenyum retak.

“Yang… akan… memakan… wanita… itu.”

Anastasia tersentak.

Aloric maju satu langkah, aura gelap pekat mengembang dari tubuhnya seperti badai.

“Sentuh dia—dan kau akan kurobek menjadi abu.”

Mayat itu mengeluarkan suara tawa patah.

“Dia… akan… datang…”

Lalu—

KRAAAAAAK!

Tubuh mayat itu pecah menjadi ribuan serpihan hitam yang lenyap dibawa angin. Semua ksatria terdiam.

Setelah keheningan panjang, Rowan bersuara pelan:

“Duke… apa artinya ini?”

Aloric menghembuskan napas berat.

“Artinya Putra Mahkota bukan lagi musuh utama kita.”

Anastasia menggenggam jubah Aloric, suaranya lirih:

“Ada sesuatu yang lebih gelap… yang menginginkan kekuatan sihirku…”

Aloric menatapnya.

“Ada sesuatu yang menginginkan dirimu, Anastasia.”

Ia mendekat, suaranya rendah, hampir seperti geraman:

“Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi.”

Salju jatuh semakin deras, seolah langit sendiri ikut merasakan ancaman yang kini menggantung di Kerajaan.

Malam itu, para penjaga menggandakan patroli.

Karena bukan hanya manusia yang sedang bergerak di balik bayang-bayang.

Ada iblis yang menunggu.

Dan ia telah memanggil nama Aloric Silas.

1
Wahyuningsih
q mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!