(REVISI)
WARNING TERDAPAT BANYAK KATA KATA TOXIC🚧
Ini adalah kisah seorang anak SMK dengan kehidupan yg ber lika-liku
jika kalian menemukan kesamaan pada cerita sebelah itu mungkin hanya kebetulan karna ini benar benar imajinasi author D Y.
berhubung cerita anak Smk jarang jdi di bikin deh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Semua orang yang tadi diam kini melanjutkan lagi makannya dan Rey menatap Dini dan kang labrak itu secara bergantian.
"Cepatin makan nya bentar lagi bel masuk" tegas Rey melihat Dini lalu pergi.
Kang labrak dan kawan kawan nya pun bubar dari tempat Dini.
"Itu yang tadi pagi di WC ngelabrak lo?" tanya Mala.
"Yang di samping nya sih yang gebrak bukan gue ga kenal" jawab Dini dan melanjutkan makannya
"Dah lanjutin makan nya nnti aja ngobrolnya" ucap Sinta tumben.
Dini dan kawan-kawan sudah menyelesaikan makannya dan bergegas ke kelas karna sebentar lagi bel masuk.
"Yok ke kelas" ajak Dini.
"Yok"
"Eh wali kelas kita siapa cu?" tanya Rina.
"Lah yang tadi njir" jawab Mala.
"Loh yang tadi?"
"Iya ogeb, ga denger ya lu?"
"Ga sih heheh" cengir Rina
"Huhh!"
"Namanya siapa coi? lupa gue" tanya Lastri.
"Sri anjirr pada conge atau pikun?!"
"Santai aja kali Mal" ucap Lastri
"Eh pacar Lo yang mana Mal?" tanya Dini.
"Ohh, anak pacar gue anak TKJ" jawab Mala.
"Yang mana satu?" tanya Sarah.
Yang lainnya pun kepo kecuali Rina.
"Ntar gue kasih liat" jawab Mala.
"Tapi jangan di embat yaa awas kalian?!!!" ancam Mala.
"Ya elah cowo mah banyak ngapain ngambil punya temen ya ga?" sahut Sukma.
"Yoi" sahut semuanya.
"Ya udah bagus deh soalnya dia cmn satu di dunia ini" ucap Mala menghayal tentang pacarnya.
"Iya iya kek apa aja deh" Sahut Sinta.
"Jomblo mah bisa apa" sindir Mala.
"Nyindir kita nih?" Dini tak terima.
"Yang merasa aja sih" ucap Mala ngejek.
"Ya kita mah ga merasa soalnya kita single bukan jomblo" ucap Dini dengan gaya swagnya.
"Anjayy swaggg" ucap mereka bebarengan dan di iringi tawa.
Dini, Sinta, Mala, Sukma, Rina, Laras, Lastri, dan Sarah sudah berada di depan kelas TKJ yang setengah terbuka mereka pun mengintip karna penasaran gmn wajah pacar nya Mala yang nan rupawan kata Mala sih.
"Tuh tuh yang lagi pake earphone" tunjuk Mala.
"Yang mana anj? yang make earphone 4 tod" celingak-celinguk Dini.
"Hooh yang mana?" sahut Sinta.
"Itu loh pake jaket" tunjuk lagi Mala.
"Ada 3 anj yg make jaket" timpal Sarah yg mulai emosi.
"Yang make earphone asw" ucap Mala yg emosi juga.
"Yang Jaket maroon itu?"
"Nah ini dia yang gue cari bray...bener" ucap Mala.
"Buset ganteng bet co" puji Lastri.
"Jelas pacar gue gitu loh" Mala menyombongkan diri.
"Tapi kok dia bisa milih lo yah? sedangkan lo kek...ekhem ga ush di bahas" ucap Sarah mengalihkan
"Apa?!! kek apa hah?!!"
"Hahahaaaaha anj kek monyet co noh Lo marah tambah persis, sakit fikss mata cowo lu" tawa puas Sarah sambil mengejek Mala.
"Enak aja kek monyet, lu tuh kek bekantan" ucap Mala tak mau ngalah ya kali dia doang yang di kata katain.
"Suttttt heh depan kelas orang juga ntar ketahuan kita ngintip nya" tegur Dini.
"Dia nih yang mulai" tunjuk Mala ke Sarah seperti mengadu ke mamanya.
"Dah Sarah lu nih" membela Mala.
"Cepuuu" ejek Sarah.
"Ga usah di ladenin cok Sarah emang rada rada stress" sahut Sinta, jangan tanya kalo tentang memojokkan Sarah ya Sinta pasti maju.
"Lu tuh ga diajak ga usah nyaut" balas Sarah sok jijik.
"Gue gibeng juga nih anak"
"Eh tapi kok ga asing yah?" pikir Sinta.
"Gue kira gue doang yang kepikiran gitu" ujar Lastri.
"Dah yok ke kelas cape gue berdiri terus" pergi Dini dan disusul oleh temannya.
"Eh harusnya kan kita hari ini pulang cepat kan?" tanya Sinta.
"Tau dari mana lu pulang cepat?" balas Sarah.
"Gue nanya anying"
"Oh"
"Njir 'Oh' doang"
"Kek nya sih pulang cepat, kan ini masih pertama harusnya masih perkenalan"
"Semoga deh"
Jarum panjang sudah berada di angka dua belas dan jarum pendek sudah berada di angka satu itu tandanya sebentar lagi bel pulang akan berbunyi, bel yang paling di nantikan di semua kelas.
"Sampai jumpa di hari kamis dan jangan lupa pekerjaan rumahnya(PR) di kerjakan Assalamualaikum wr wb"
"Waalaikumusalam wr wb"
"Huhh cape mikir"
"Ekspektasi tak sesuai realita" ucap Mala jenuh.
"Iya bah gue kira bakal pulang cepat aghkkkk ternyata tidakkk" pekik Sinta.
"Mana ngasih PR lagi coek" sahut Laras.
"Emang ya bubuhan(kelompok) pemalas" ujar Rina.
"Bct jomblo" balas Mala.
"Lah ngelunjak nih anj" ujar Rina menatap Mala horor.
"Becanda om ampun om ampun" Mala mendrama.
"Drama apa lagi ini" Lastri memutar bolanya malas
"Sukma diam diam bae" ucap Sinta melihat Sukma yang sedang memperhatikan teman temannya yg rada stres.
"Gue ga stres kek kalian maaf" sahut Sukma.
"Ga kebalik bund?"
"Ga"
KRINGGG KRINNGG
Bel pulang pun berbunyi sangat indah di telinga para murid yang sedang kesusahan menjawab soalan matematika.
Yeess sorak hatinya bergembira.
"Yeeyyy pulanggg" heboh semua kelas dan berhamburan keluaran.
"Kalian bawa motor?" tanya Dini.
"Yoi bawa"
"Gue mah di bonceng sama ayang beb" ujar Mala.
"Yang punya doi mah bebas" ujar Sinta dan Mala tersenyum puas.
"Yowes yok ke parkiran"
Dini dan kawan kawan melewati kelas TKJ yang udah siap siap keluar dari kelas.
"Eh ayang beb Wisnu" sapa Mala ke pacarnya yg bernama Wisnu.
"Apa cantik" tersenyum menatap Mala.
"Huekkk huekkk"
Teman Wisnu yang ada di situ seketika ingin muntah mendengar ucapan Wisnu yang lembut, kecuali teman temannya Mala mereka jadi baper apalagi Mala jadi salting.
"Ayok pulang" ajak Mala menggandeng tangan Wisnu.
Wisnu mengacak acak rambut Mala dengan gemas.
"Yok" mengiyakan.
Temannya Mala berada di depan dan temannya Wisnu berada di belakang seperti ingin pergi tawuran.
Sedari tadi ada yang melirik lirik ke Dini, Dini pun merasa di lirik tapi ia pura pura saja seperti tidak tau.
Sesampainya di parkiran mereka pun berpisah teman temannya Dini sudah duluan dan Dini masih berada di toilet karna ia harus memakai kembali legingnya.
Saat ia sudah di ambang pintu ada yang mendorongnya masuk dan mengunci pintu toilet itu.
"Eh anjing kaget" kaget Dini seperti di sosor.
Merasa muak melihat wajah orang itu lagi Dini pun menampar nya.
PLAKKK
Suaranya tidak terlalu nyari tapi itu membuat hati seseorang seperti terbakar.
"Berani juga lo yah" ucap orang itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Mau Lo apa sih hah?" tanya Dini yg sudah menyulut emosi.
"Gue? gue mau lo" jawab orang itu.
"Ga jelas" Dini ingin keluar tapi ia dihempaskan lagi ke tembok.
"GUE UDAH PERNAH BILANG YAH KE LO KALO KITA KETEMU LAGI ANGGAP AJA KITA GA KENALLLL!!! LO GA BUDEG KAN DULUUUU?!!!" suara Dini menggelegar se toilet untung toiletnya udah sepi.
"Gue ga peduli"
...MULAI NIH...
NEXT.
Juga novel Anda ditulis dengan sangat baik!
🌺🌼🌼🌼🌺
🌺🌼☀🌼🌺
🌺🌼🌼🌼🌺
🌺🌺🌺🌺
🌱
🌱🍃
🌱
👶🌱
👚👍
👟👟
◦•●◉✿ Terima kasih ✿◉●•◦
ʕっ•ᴥ•ʔっ 💜 ⭕ ( ͡°ᴥ ͡° ʋ) (๑•́ ₃ •̀๑)
💐🌻🌹🥀🌻⚘🦋🎀💎💘⚘🌻
✾༊᭄◉absent 🆁🄷🅰✿🆁🄷🅰 ∘̥⃟⸽⃟ ೄྀ