NovelToon NovelToon
Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO

Status: tamat
Genre:Patahhati / CEO / Mengubah Takdir / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:19.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: To Raja

Terlahir dari keluarga kaya raya dan memiliki bakat yang terlalu sempurna bukannya membuat hidup Loren berjalan mulus, justru karena kelebihannya dia membuat sepupunya menjadi iri hingga membuang Loren ke luar negeri.

Semua orang mengejek dan menghindarinya karena tubuhnya yang gemuk dan kotor sebab dia berakhir menjadi gelandangan di luar negeri.

Namun tak disangka, ketika dia mengalami kecelakaan dan berpikir akan mati, ternyata dia malah dipertemukan dengan CEO kejam yang malah membantunya merubah takdirnya.

Bagaimanakah perubahan takdir Loren? Yukkk baca..!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28. Ingin memiliki

"Mereka benar-benar di sini,," kata Loren merasakan keringat dingin di punggungnya melihat Vionita dan Bian.

"Sebaiknya aku mencari tempat yang tenang." Ucap Loren dengan suara pelan lalu dia segera berjalan kearah pojok ruangan.

Loren duduk di sana sembari memegang segelas koktail.

Tatapannya terus tertuju pada dua orang yang kini menjadi pusat perhatian mengalahkan Christian yang memang pria itu sedang berada di sebuah ruang privat.

'Mereka dengan bangganya menikmati kejayaan mereka diatas penderitaan orang lain. Lihat saja nanti, tunggu ketika aku bangkit dan kalian akan ku kembalikan ke posisi kalian yang seharusnya!' gumam Loren dalam hati dengan tatapan ingin membunuh.

"Semua perempuan memang sedang iri pada pasangan itu, apakah cintamu bertepuk sebelah tangan atau kau merasa iri karena tidak bisa seperti desainer itu?" Tiba-tiba seorang pria menghampiri Loren dan duduk di depan Loren.

Loren langsung menatap pria itu, senyum ramah dan penuh hangat langsung tertangkap oleh mata Loren.

'Pria ini, seandainya Christian juga seperti dia, aku mungkin sudah berhasil memikat hatinya dan,,' Loren mengerjapkan matanya 'Apa yang ku pikirkan?!'

"Ada apa? Kau merasa tidak nyaman ya aku duduk di sini?" Pria yang ramah itu kembali berkata dengan wajah yang tampak murung. Dia hendak berdiri meninggalkan Loren.

Hal itu membuat Loren merasa bersalah "Bukan,, bukan seperti itu." Ucap Loren dengan panik.

Sang pria 'Gadis ini polos,' gumam pria itu.

"Ohh, untunglah. Jadi bolehkah kita berkenalan? Namaku Wilson." Ucap Wilson mengeluarkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Loren.

Loren tersenyum lalu mengulurkan tangannya membalas jabatan tangan pria itu "Loren." Ucapnya.

"Namamu sangat cantik sama seperti orangnya." Kata Wilson sembari menunjukkan sederetan gigi putihnya.

Ucapan pria itu membuat Loren merasa canggung dan pipinya menjadi merona karena itu adalah pertama kalinya dia dipuji cantik oleh seseorang setelah sekian tahun berlalu.

"Terima kasih, tapi aku tidak secantik yang kau katakan." Ucap Loren tak berani menatap kearah Wilson dan memilih melihat kearah gelasnya.

"Sepertinya kau tidak terlalu menyukai tempat ramai seperti ini, bagaimana kalau kita keluar untuk mencari udara segar?" Tanya Wilson sembari memperhatikan wajah Loren yang bersemu merah.

"Eh?" Loren terkejut, mungkinkah pria itu juga dipaksa untuk mendatangi acara seperti ini?

Karena kalau pria itu benar-benar memiliki tujuan untuk mengikuti pesta ini, mana mungkin pria itu mengajaknya keluar saat pestanya baru akan di mulai.

Wilson tersenyum dan mendekatkan tubuhnya ke arah Loren dan setengah berbisik ia berkata "Sebenarnya aku juga sama sepertimu, Aku tidak suka keramaian seperti ini tapi aku terpaksa harus mengikutinya karena orang tuaku. Jadi, bagaimana kalau kita kabur?"

Loren terpaku sesaat melihat wajah pria yang begitu dekat dengannya.

'Sebenarnya aku sangat ingin menerima tawarannya karena daripada di sini tempat yang ramai tapi merasa sepi lebih baik keluar dan mencari udara segar. Tapi Bagaimana dengan Christian?' Loren merasa bimbang.

"Kau tidak perlu kuatir, kita hanya berada di sisi sana. Ada balkon di sana." Kata pria itu menunjuk pintu samping yang terbuka.

'Sepertinya tidak apa-apa kalau aku ke sana, tidak jauh juga dari sini.' gumam Loren lalu dia mengiyakan permintaan pria itu hingga keduanya pergi keluar.

Loren merasa terpesona saat mereka tiba di balkon dan melihat kota dari tempat ketinggian yang dipenuhi lampu kerlap-kerlip.

"Sepertinya Ini pertama kalinya kau melihat pemandangan seperti ini?" Ucap Wilson saat melihat wajah Loren sangat terkagum-kagum.

"Ah,, iya, ini juga pertama kalinya aku diperlakukan dengan sangat baik oleh seorang pria." Ucap Loren tersenyum.

Senyum Loren begitu indah dengan lesung pipi yang menghiasi pipinya, Wilson merasa terpana dan dalam hatinya langsung tumbuh rasa ingin memiliki Loren.

"Benarkah? Aku pria pertama yang bersikap ramah padamu?" Tanya Wilson.

Loren tersenyum dan berpikir sesaat lalu dia mengingat Dokter Bian, pria itu juga memperlakukannya dengan sangat ramah bahkan cara berbicaranya juga sangat menyenangkan.

"Sebenarnya tidak, masih ada satu orang lagi, namanya Bian. Dia juga memperlakukanku dengan sangat baik, ketika dia berbicara suaranya terdengar sangat merdu dan menenangkan senyumnya pun tak kalah indah di pandang." Ucap Loren sembari mengingat waktu dimana dia pertama kali bertemu dengan dokter Bian.

1
Samsul Ono
bertele tele membosankan
Samsul Ono
monoton
juwita
aq mau bc tp babnya smpe 400 San🤫🤫😭😭
Ola Indah
Luar biasa...saya suka cerita dlm novel ini.
레오공주
/Facepalm//Facepalm/
Sweet Girl
bwahahaha anda layak sombong...
Sweet Girl
Wah lancang nie si Mia...
Sweet Girl
Ya bilanglah... pulang sama pacar...
Sweet Girl
Emang gimana cara bantu nya ya...🤔kok Sampek tangan nya pegel Ndak mari mari...
Sweet Girl
bwahahaha kramnya berlanjut masih an.
akibat menolong Christian.
Sweet Girl
O'on kok ya dipelihara Miaaaaa
Sweet Girl
Kamu itu bodoh gak habis habis Miaaaaaa
Sweet Girl
Terus aja... kau pittenah Loren... tanpa sadar kau menceburkan diri sendiri dalam Sumur.
Sweet Girl
Emang bener eddyan koe Mia...
Sweet Girl
yakin...???
Sweet Girl
Ajarano Chris... Ben gak lembek...
Sweet Girl
Nah gitu... tegas... biar Ndak diremehkan sama bawahan...
pecat aja mereka.
Sweet Girl
Pulang aja Gio... Loren wes miber...
Sweet Girl
bukan Ndak pernah, tapi gak iso desain...
Sweet Girl
Ndak ngaca luuuu, klo dulu ente juga gitu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!