Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 2
"Gimana ya? Aku berat mas. Apa kamu beneran gak bisa memenuhi permintaan ibu ku?" tanya Melinda setengah berbisik
"Aku cuma mampu segitu Mel. kamu tahu kan, posisi ku di kantor Hanya sebagai admin pemasaran"
Radit menggenggam kedua tangan nya, nafas nya sedikit tersendat. Akan sulit jika benar sesuai dengan firasat nya, Melinda akan menolak Radit hanya karena kurang harta.
"Kamu jangan pelit pelit dong mas, jual apa kek dulu ! Kata nya kamu cinta sama aku, Kok gak ada usaha nya dikit"
"Ini aku sedang usaha Mel, aku cinta sama kamu. tapi kamu juga harus percaya sama aku. Aku janji akan rajin bekerja dan bahagiakan kamu. kamu percaya deh, aku pasti naik jabatan" Radit mencoba meyakin kan istri nya itu. Melinda hanya belum tahu siapa Radit sebenar nya dan juga belum saat nya dia tahu
"kamu baru kerja enam bulan mau naik jabatan dari Hongkong, mas. kamu pinjam online ajalah mas" ucap Melinda
Radit mengela nafas nya berat, ia tidak suka cara bicara nya Melinda dan usul gila nya itu. Hidup tenang itu sederhana, salah satu nya ialah jangan banyak gaya lalu membebani diri dengan hutang hanya untuk sebuah pengakuan.
"Jadi intinya gimana?" tanya Radit dengan nada tegas.
"Kok masih tanya inti nya segala" kata yuni dengan mata memicing sinis.
"Anak gadis ku tidak di takdir kan untuk hidup miskin, apa lagi sama laki laki kere. dengar dengar kamu Hanya admin di sana. Gimana cerita nya bisa suka sama anak ku yang sekretaris? Lucu"
ucapan Yuni bagai sembilu bagi Radit. Namun ia masih menahan diri. Jawaban Melinda adalah kunci setiap tindakan Radit ke depan.
"Maaf bu, saya ingin dengar ucapan Melinda secara langsung. Gimana Mel? apa ucapan mu mau menemaniku masih berlaku?"
.Melinda menggigit bibir nya, dia menatap Radit. Seperti nya dia sudah memiliki keputusan.
"Kamu memang tampan, tapi gak modal mas. jadi sebaik nya mulai hari ini kita putus, kamu cari perempuan lain aja"
Sejenak hanya hening di ruangan itu. kecuali suara tangan gadis pembawa teh tadi yang sedang meletak kan tisu makan di atas meja. gadis itu seolah olah abai dengan segala pembicaraan di ruangan itu. kini dia bersiap kembali ke dapur
"Baik lah, aku akan menikahi wanita itu." ucap Radit sambil menoleh kearah gadis itu yang sedang melangkah menjauh
Melinda melotot, manik mata nya terus mengikuti tangan Radit yang sedang menunjuk gadis berhijab cokelat muda yang sedang berjalan menjauh.
"Dahlia ?!!!!"
oh rupa nya nama nya Dahlia, tidak buruk,,, batin Radit
Gadis itu berhenti, ia membalik tubuh nya lalu celingak-celinguk. Semua mata di ruangan itu sedang menatap nya serius.
"Non?" tanya nya seperti kebingungan.
sedang kan Melinda masih tampak seperti kehilangan akal.
"Kamu jangan gila ya!" seru Bu Yuni
"Kamu sudah menikah?" tanya Radit. Ia bangkit dan menghampiri gadis itu
Gadis bernama dahlia itu semakin bingung, ia menatap majikan nya. Tapi Radit segera menutupi nya dengan punggung nya. kini hanya wajah tampan Radit yang ada di pandangan nya.
"Aku gak punya banyak waktu, mbak. Sudah menikah?" Radit mengulang pertanyaan nya lebih tegas, lebih jelas dan juga lebih dekat lagi dengan wajah Dahlia. sorot mata mereka beradu, cukup banyak detik yang terlewat kan. Dahlia lalu menggeleng pelan, dan Radit tersenyum.
"Baik lah, besok aku akan datang kerumah mu. Bersiap lah untuk menjadi pengantin ku"
Tak perlu menunggu respon dari Dahlia, segera Radit membelakangi Dahlia.
Namun beberapa saat
"Ee,,, ehhh,,Mas.!" serunya
seperti nya Dahlia mulai sadar. Radit berbalik dan menoleh santai.
"Sinting ya? jangan Ngada Ngada deh. Gimana cerita nya kamu mau nikahi aku, sedang kan kamu adalah calon nya majikan ku.! ketemu juga baru sekarang"
"Dia menolak ku, jadi aku pilih kamu. jangan berisik" kata Radit
Dasar gadis tak peka, apa dia tidak merasakan aura kepemimpinan dan kedikjayaan dalam diri ku, batin Radit
"Memang miring ya otak nya orang ini. lagian siapa juga yang mau nikah dengan orang modelan kayak gini. Belagu ogah, aku sudah punya lelaki idaman"
"Terserah"
"Ehh,,, gak bisa"
Radit mendekati nya sangat dekat sekali. Aroma keringat nya tercium di hidung Radit. Ia tahu pastilah Dahlia memakai sabun murahan. Tapi tidak masalah, Radit butuh gadis itu untuk membungkam Ego dua wanita sombong yang ada di belakang Radit itu. Radit memegang bahu Dahlia dengan sangat kencang.
"Dengar kan aku, diam lah. Aku akan membayar mu hanya dengan kau menutup mulut mu itu. Anggukan kepala mu sekarang aku hargai sepuluh juta. hanya satu anggukan kepala saja. kamu tak mungkin kan akan melewati kesempatan ini.?" bisik Radit
Radit bisa melihat pergerakan rahang gadis itu. Dahlia sedang menelan saliva nya yang mungkin terasa pahit karena kekagetan nya yang luar biasa. namun Radit terus menatap nya tajam dan akhirnya dia mengangguk.
"Ok!" seru Radit, menghentak bahu Dahlia lalu melepas kan tubuh gadis itu. Ia sedikit terdorong ke belakang. Dahlia nampak nya terlihat penuh tanda tanya dan Radit tak peduli
"Terimakasih semuanya, Bu, Pak, Mel, aku pamit ya" ucap Radit datar
"Oh iya, tolong pecat dia. karena mulai hari ini dia Calon istri ku. Dia tak pantas jadi pembantu, dia adalah nyonya Central tbk." lanjut Radit