NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Halaman depan Akademi Awan Putih dipenuhi oleh ribuan remaja berusia lima belas hingga enam belas tahun. Suara obrolan berdengung keras di udara. Panitia ujian yang memakai seragam putih berlalu-lalang mengatur barisan para peserta. Bangunan akademi ini terbuat dari beton abu-abu dengan jendela kaca besar, dan sebuah lapangan luas beralaskan material karet sintetis menjadi lokasi ujian hari ini.

Xiao Yan berdiri di barisan nomor tujuh. Dia memakai kaus putih polos dan celana training abu-abu yang sama seperti kemarin. Tangannya masuk ke dalam saku celana. Ekspresi wajahnya datar, melihat lurus ke depan ke arah panggung panitia.

"Ugh..." lenguh seorang remaja laki-laki yang berdiri tepat di belakang Xiao Yan. "Cuaca hari ini panas sekali. Kenapa kita harus menjemur diri di lapangan terbuka seperti ini?"

Xiao Yan tidak menoleh. Dia tidak peduli.

"Hei, kau dengar aku tidak?" Remaja itu menyentuh bahu Xiao Yan.

Xiao Yan membalikkan badan dengan lambat. Dia menatap remaja itu. Remaja itu bertubuh kurus, memiliki rambut cokelat yang sedikit berantakan, dan memakai jaket kuning cerah yang mencolok mata.

"Ya," jawab Xiao Yan datar.

"Namaku Lin Fan. Aku dari Sekolah Menengah Pertama Bintang Selatan," kata remaja itu sambil menyodorkan tangannya. "Siapa namamu? Dari sekolah mana?"

"Xiao Yan. Dari sekolah biasa," jawab Xiao Yan. Dia membalas jabatan tangan itu sebentar, lalu melepaskannya dengan cepat.

"Hah..." desah Xiao Yan pelan.

"Aku sangat gugup," Lin Fan terus berbicara tanpa diminta. "Keluargaku mengumpulkan uang selama lima tahun agar aku bisa membayar biaya pendaftaran ini. Aku harus masuk ke Akademi Awan Putih. Bakatku hanya kuning terang. Jika aku tidak lolos, aku harus membantu ayahku berdagang sayur di pasar selamanya."

"Oh," respons Xiao Yan singkat.

"Itu sangat merepotkan," batin Xiao Yan. "Aku sama sekali tidak menanyakan latar belakang keluarganya. Kenapa dia menceritakan semua itu kepadaku dalam waktu kurang dari satu menit setelah berkenalan?"

"Perhatian kepada seluruh calon siswa!"

Suara keras menggema dari pengeras suara besar di sudut lapangan. Seorang pria paruh baya dengan otot lengan yang besar berdiri di atas panggung. Dia adalah Kepala Pengawas Ujian.

"Harap tenang dan dengarkan instruksiku!" teriak Kepala Pengawas. Suaranya mengandung tekanan energi roh yang membuat beberapa murid dengan tingkat kultivasi rendah langsung menutup telinga mereka.

"Ugh!" Lin Fan meringis kesakitan sambil memegang telinganya. "Suaranya keras sekali."

Xiao Yan sama sekali tidak bereaksi. Tekanan energi itu bahkan tidak cukup kuat untuk menembus sel epidermis kulitnya. Namun, agar tidak terlihat mencolok, Xiao Yan sengaja mengangkat tangannya dan menutup telinganya sedikit terlambat.

"Ujian hari ini hanya terdiri dari satu tahap praktis!" Kepala Pengawas melanjutkan penjelasannya. "Di depan kalian terdapat sepuluh Mesin Pengukur Komprehensif. Mesin ini akan menilai Kekuatan Fisik, Kecepatan Reaksi, dan Kapasitas Qi kalian secara bersamaan. Kalian hanya perlu memukul bantalan target di tengah mesin itu dengan sekuat tenaga!"

Kepala Pengawas menunjuk ke arah deretan mesin besar berbentuk persegi di depan barisan. Mesin itu memiliki bantalan karet hitam di tengahnya dan layar digital besar di atasnya.

"Nilai maksimal dari mesin ini adalah sepuluh ribu poin!" tambah Kepala Pengawas. "Nilai itu setara dengan pukulan dari kultivator tingkat Fondasi Emas tahap puncak. Jika kalian bisa mencetak nilai di atas lima ribu, kalian langsung masuk ke Kelas Unggulan. Jika nilai kalian di bawah seribu, kalian langsung gugur! Ujian dimulai dari baris pertama. Maju!"

"Gawat," kata Lin Fan panik. Dia menggigit kuku jarinya. "Seribu poin batas minimalnya? Di sekolahku dulu, nilai pukulan tertinggiku hanya delapan ratus poin. Bagaimana ini, Xiao Yan? Aku pasti akan gagal."

"Tenang saja," jawab Xiao Yan datar. "Pukul saja sekuatmu."

"Kau terlihat sangat santai," Lin Fan menatap wajah datar Xiao Yan. "Berapa nilai pukulan tertinggimu sebelumnya?"

"Aku tidak tahu," jawab Xiao Yan jujur. Dia memang tidak pernah mengukur pukulannya karena tidak ada mesin di dunia ini yang sanggup menahan satu persen dari kekuatannya.

Barisan mulai bergerak maju. Para peserta ujian secara bergiliran memukul mesin pengukur tersebut.

Brak!

Peserta pertama memukul bantalan mesin. Layar digital berkedip.

"Nilai: 1200 poin," suara mekanis dari mesin terdengar.

"Lulus! Masuk Kelas Biasa!" teriak panitia yang menjaga mesin tersebut.

Peserta berikutnya maju. Dia memukul dengan gaya melompat.

Brak!

"Nilai: 950 poin," lapor mesin tersebut.

"Gagal! Silakan tinggalkan lapangan!" usir panitia. Remaja yang gagal itu langsung menangis dan berjalan pergi.

Xiao Yan memperhatikan setiap angka yang muncul di layar dengan sangat saksama. Matanya bergerak cepat dari mesin nomor satu hingga mesin nomor sepuluh. Otaknya langsung menyusun tabel data di imajinasinya.

"Data masuk. Seratus peserta pertama selesai," batin Xiao Yan. "Nilai rata-rata saat ini berada di angka 2100 poin. Nilai tertinggi 4500 poin. Nilai terendah 800 poin."

Dia terus menghitung setiap ada nilai baru yang muncul. Ini adalah cara satu-satunya untuk mengetahui posisi yang tepat di tengah.

Tiba-tiba, suara sorakan riuh terdengar dari barisan nomor tiga.

"Lihat! Itu Tuan Muda Zhao dari Keluarga Zhao!"

"Kudengar dia sudah mencapai tingkat Kondensasi Qi tahap delapan di usianya yang baru lima belas tahun!"

Xiao Yan menoleh sedikit. Remaja yang berjalan maju ke arah mesin itu adalah remaja sombong yang mengendarai pedang terbang dan menyipratkan genangan air kemarin sore. Zhao Wei berjalan dengan dada membusung. Dia memakai seragam kultivasi mahal berbahan sutra merah.

"Menyingkir dari jalanku, orang-orang lemah," ucap Zhao Wei dengan nada merendahkan. Dia berdiri di depan mesin nomor tiga.

"Awas, Tuan Muda Zhao mau memukul!" seru pengikutnya dari belakang.

Zhao Wei menarik napas panjang. Aura energi berwarna merah muda terlihat menyelimuti kepalan tangan kanannya. Dia memutar pinggangnya dan melontarkan pukulan lurus ke arah bantalan hitam tersebut.

Duam!

Suara benturan keras terdengar hingga ke ujung lapangan. Mesin itu bergetar hebat.

Layar digital di atas mesin berkedip cepat sebelum angka akhirnya berhenti.

"Nilai: 6800 poin," mesin itu mengumumkan dengan suara mekanisnya.

Keadaan lapangan seketika hening, lalu meledak dalam sorakan.

"Enam ribu delapan ratus! Itu melewati batas Kelas Unggulan!"

"Luar biasa! Dia pasti seorang jenius!"

Kepala Pengawas di atas panggung tersenyum puas dan menganggukkan kepalanya.

"Bakat yang sangat bagus. Lulus! Masuk Kelas Unggulan peringkat teratas!" teriak panitia di dekat mesin nomor tiga.

Zhao Wei tersenyum sombong. Dia menepuk tangannya seolah sedang membersihkan debu, lalu berjalan ke area peserta yang lulus sambil melirik remeh ke arah antrean lainnya.

"Ugh..." Lin Fan menelan ludah dengan susah payah. "Enam ribu delapan ratus poin? Monster macam apa dia? Bagaimana kita bisa bersaing dengan orang seperti itu?"

"Kita tidak perlu bersaing dengannya," kata Xiao Yan datar.

"Benar juga," balas Lin Fan lesu. "Kita hanya rakyat jelata. Jika aku bisa mendapatkan seribu satu poin saja, aku sudah bersujud syukur kepada langit."

Antrean terus berjalan. Sejam kemudian, giliran barisan nomor tujuh tiba di depan mesin pengukur.

"Giliranmu, Lin Fan," ucap panitia.

"Hah..." Lin Fan menarik napas panjang dan membuangnya dari mulut. Tangannya gemetar. "Doakan aku, Xiao Yan."

"Ya," jawab Xiao Yan.

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-conti: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Aku anak kecil, Paman.
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Aku anak kecil, Paman.: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-conti: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-conti: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!