Areksa Rexander seorang selebriti yang bertemu dengan seorang gadis cantik pemikat hatinya bernama jesselyn stevania yang merupakan mantan pacar dari sang kakak.
bagai manakah kisah cinta Areksa dan Jesselyn???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izza naimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
langkah Alaska begitu riang Saat memasuki gedung apartemen, dia memutar-mutar kunci mobilnya dan bersiul-siul.
lift terbuka di lantai 10 dan Alaska keluar dari dalam lift. Alaska mengernyitkan dahinya saat seseorang keluar dari unit apartemen milik Willa, seorang laki-laki yang Alaska kenal namun tidak terlalu dekat. dia adalah Thomas Adi wangga yang merupakan seorang aktor, namun karirnya jauh di atas Alaska karena memang sudah cukup senior dan usianya pun sudah Cukup dewasa sekitar 30 tahun.
Thomas menatap sekilas ke arah Alaska dan melewatinya begitu saja, tentu saja membuat banyak pertanyaan di otak Alaska. ini sudah tengah malam dan untuk apa laki-laki itu datang ke apartemen kekasihnya.
terlintas pikiran buruk di kepalanya.
"Willa berkhianat!" ucap Alaska darahnya berdesir hebat, emosinya sudah mulai naik ke ubun-ubun.
tanpa permisi Alaska masuk ke dalam unit apartemen yang mana Dia sana sudah mempunyai akses masuk.
"Willaaa!" teriak Alaska namun tidak ada sahutan.
Alaska menerobos masuk ke dalam kamarnya, terlihat Willa sedang terlelap dengan menggunakan gaun tidur yang nampak seksi dan sedikit menerawang. bukan senang melihat Willa berpenampilan seperti itu tapi luapan emosi Alaska Malah semakin menjadi.
"WILLA BANGUN LO! GAK USAH PURA-PURA TIDUR!" teriak Alaska dan menarik tangan Willa.
" Alaska? sayang kamu di sini? Kapan kamu datang?" Bella nampak bahagia dan langsung memeluk tubuh Alaska, namun tubuh Willa yang belum sepenuhnya sampai Alaska malah mendorong tubuh willa agar menjauh darinya.
" Kenapa nggak mau aku peluk? kamu nggak kangen aku?" lirih Willa yang terlihat begitu sedih.
" Siapa cowok itu?" tanya Alaska to the point.
" cowok? cowok siapa?" Willa dengan wajah kebingungan.
" nggak usah pura-pura, kamu masukin cowok ke sini kan? habis ngapain kalian? kamu menghianati aku? Sejak kapan kamu melakukan itu hah?" serkah Alaska dengan begitu rentetan pertanyaan.
" Aku nggak ngerti apa maksud kamu?" Tanya balik Willa.
" TOMAS ADIWNGSA! Kenapa dia keluar dari Apartemen ini malam-malam seperti ini?" Alaska menekan semua ucapannya dengan tangan yang mengepal menahan semua emosinya.
" Oh Thomas, sini kamu ikut aku" ajak willa yang menarik tangan Alaska agar dia mengikutinya.
" mau ke mana sih, tinggal jelasin aja sekarang!"
" udah ikut dulu tapi jangan berisik,ya"sahut Willa menempelkan telunjuknya di atas bibirnya kemudian Willa membuka kamar satu lagi dan menunjuk seseorang yang sedang tertidur di atas kasur itu.
" mereka habis berantem, Evelyn nebeng tidur di sini, Thomas yang nganterinnya tadi. Mungkin aja Thomas baru pulang pas Evelyn udah tidur" jelas willa. Evelyn adalah sahabat Willa yang juga berprofesi sama seperti Willa.
setelah mendengarkan penjelasan itu alasan merasa bersalah karena telah menuduh Willa yang tidak tidak.
" Maafkan aku sayang, aku udah nuduh kamu yang nggak-nggak" lirih Alaska.
" nggak apa-apa sayang, kamu itu cemburu dan itu berarti kamu mencintai aku" sahut Willa dengan begitu lembut dan Alaska langsung membawa Willa ke dalam pelukannya.
" Eh tunggu" Alaska melerai pelukan itu dan memicing tajam melihat penampilan Willa.
" Haruskah berpakaian seperti ini saat ada tamu cowok yang datang? dan kenapa kamu ganti parfum?" tanya Alaska.
" Maaf sayang, aku cuma jaga-jaga Siapa tahu kamu datang mendadak kayak gini. lagian tadi Thomas nggak sama sekali melihat aku kok, dan soal parfum. ini kayaknya parfum Evelyn yang nempel di baju aku, soalnya tadi dia masuk kamar sambil nangis-nangis peluk aku. Coba lihat ada ingusnya nggak? aku takut dia nempelin ingus ke baju aku"sahut Willa.
" beneran?"
" Iya beneran lah, Sejak kapan aku bohong sama kamu"
" Ya udah kita tidur" ajak Alaska kembali masuk ke dalam kamarnya bersama Willa.
" Saya mendingan kamu mandi dulu sana" Willa mendorong tubuh Alaska masuk ke dalam kamar mandi.
" Aku capek pengen tidur yang" rengek Alaska.
" mandi dulu biar enak tidurnya, kamu bau keringat" paksa Willa.
" Ah Benarkah?" Alaska mencium baju terutama di bagian ketiaknya namun dia masih merasa sangat wangi, tentu saja parfum yang ia pakai pun harganya memang tidak main-main. Alaska memang cukup boros dalam pengeluaran dan sangat Royal jika terhadap Willa Maka dari itu dia tidak bisa menabung karena uang itu habis untuk gaya hidup mereka berdua.
" cepetan mandi dulu"
" Iya, sayang. iya" akhirnya Alaska membersihkan diri.
setelah 30 menit Alaska keluar dari dalam kamar mandi seperti biasa kebiasaan dia yang tidak pernah membawa baju ke dalam kamar mandi.
" yang baju aku mana?" teriak Alaska yang ternyata Willa tidak ada di dalam kamarnya. jangan heran karena memang di apartemen itu Alaska selalu menyimpan bajunya.
" ke mana dia?" Alaska akhirnya mengambil bajunya sendiri.
"yaaaang!" teriak Alaska.
" Iya Yang sebentar" sahut willa dari luar sembari membawa dua gelas minuman di tangannya.
" Jasmine tee less sugar"ucap Willa.
" Terima kasih sayang, tau banget deh yang aku suka" sehutan Alaska sambil mengacu Puncak kepala Willa. wanita itu memang paling pintar memperbaiki mood Alaska.
" Ayo minum dulu sebelum tidur"
" Iya sayang"
mereka memutuskan untuk duduk di sofa yang langsung mengarah ke luar apartemen, pemandangan kota Jakarta di malam hari cukup indah dari atas.
" kamu wangi sekali, baru pakai parfum lagi?" tanya Alaska yang menyadari bahwa tadi Willa tak sewangi ini.
" Aku sengaja menyemprot parfum lagi biar kamu makin nempel dan nggak protes parfum aku yang aneh jadi aku semprot parfum lagi. dasar tuh Evi bisa-bisanya gara-gara dia aku sampai dicurigai sama kamu" jelas Willa.
" aku ngantuk Yang, tidur yuk" ajak Willa setelah menghabiskan teguhkan terakhir tehnya.
" iya, ayo"
mereka mulai merebahkan diri di atas kasur, Willa memeluk tubuh Alaska yang terlentang di sebelahnya.
" kita nggak olahraga dulu yang?" tanya Alaska.
" aku capek Yang, Hari ini aku sibuk banget" tolak Willa.
" baiklah" Alaska nampak kecewa namun dia pun memang merasa sangat lelah dan akhirnya tertidur tanpa melakukan ritual malam.
pagi hari Alaska terbangun dan Willa sudah tidak ada di kamarnya.
" ke mana dia?" rumahnya yang masih setengah sadar.
" Kamu sudah bangun Yang?" tanya Willa yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk sebatas dada dan pahanya.
Alaska tersenyum melihat kecantikan kekasihnya itu, sungguh manis ditambah rambut yang masih basah dan wangi yang mengeluarkan dari sabun dan sampo yang dipakainya. ah seperti bidadari saja pikirnya.
" yang peluk" manja Alaska.
" semalam aja kita tidur pelukan, sekarang minta dipeluk lagi. dasar manja" Willa mencubit sedikit hidung mancung Alaska dan membuat Alaska tersenyum senang.
" Makasih ya sayang, kamu selalu ada buat aku. dari aku yang bukan apa-apa Sampai sekarang aku udah jadi artis yang lumayan terkenal. tapi kamu selalu mengerti keadaan aku tanpa pernah egois"
" sama-sama Ayang akun yang paling ganteng, yang sekarang fansnya di mana-mana tapi hatinya cuman buat aku" sahut Willa.
" sayang kamu" peluk Alaska begitu manja.
" udah kamu mandi dulu sana, aku mau pakai baju dulu sama meringan rambut" titah Willa.
" kamu pagi-pagi keramas aja, Padahal kita semalam nggak ngelakuin apa-apa" celetuk Alaska.
"ya... soalnya... aku em... "
"aku apa?"tanya Alaska.
.
.