NovelToon NovelToon
Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

cinta pertama jaman aku SMP sulit sekali aku lupakan... kenangan manis nya masih sama dan luka semasa SMA juga yang sulit aku lupa.. hingga suatu hari sahabat terdekat yang dari lahir udah barengan sama aku! kenalkan aku sama dia.. Tutor nakal ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

...

Tujuh tahun telah berlalu sejak insiden di perpus itu. 5 tahun yang lalu seharusnya cukup untuk mengganti seluruh sel dalam tubuh manusia, tapi entah kenapa, sel-sel ingatanku tentang Yayan masih utuh. Nama itu, wajah itu, dan aroma bubble gum itu masih tersimpan rapi di laci paling bawah hatiku. Terkunci, namun tidak pernah benar-benar hilang.

Kini aku sudah berusia 20 tahun. Jelita Anna Tasya bukan lagi siswi SMP yang kebelet pipis saat diajak bicara, bukan lagi siswi SMA yang menangis di depan jendela kaca karena dilabrak. Aku adalah mahasiswa yang kelihatannya sudah move on. Aku sudah beberapa kali berganti pacar, mencoba mencari pengganti, mencoba mencari rasa yang sama, tapi selalu nihil. Setiap kali aku menatap laki-laki lain, pikiranku selalu terbang ke lorong sekolah itu. Tidak ada penyelesaian, tidak ada kata putus, tidak ada penutup. Hanya kepergian yang tiba-tiba yang meninggalkan lubang besar bernama penyesalan.

Aku menyesal karena tidak berani bicara. Aku menyesal karena terlalu kaku. Dan penyesalan itu adalah hantu yang paling setia mengikutiku

Sore itu, aku bertemu dengan Windi di sebuah kafe. Windi adalah saksi sejarah dari seluruh kegagalanku di masa lalu. Meskipun kampus kami berbeda, kami masih berada di satu kota yang sama. Sambil mengaduk kopinya, Windi menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Jee," panggilnya tiba-tiba. "Gue punya temen sekelas di kampus. Sumpah, dia mirip banget sama Yayan."

Aku nyaris tersedak. Nama itu selalu sukses membuat jantungku melakukan stunt yang tidak perlu. "Ah, masa sih? Perasaan lo aja kali karena lo tau gue belum bisa lupa," jawabku, mencoba berlagak cuek padahal tanganku mendadak dingin.

"Gue serius, Jelita Anna Tasya! Dia itu kayak versi upgrade-nya si hantu masa lalu lo itu. Besok lo ikut gue ke kampus, gue buktiin kalau ucapan gue nggak salah."

Awalnya aku menolak. Untuk apa aku mencari kembaran seseorang yang sudah membuangku tanpa kata? Tapi rasa penasaran itu seperti racun. Dia perlahan merayap, menghancurkan logika, entah karena aku terlalu merindukannya. Akhirnya, keesokan harinya, aku berdiri di depan gedung fakultas Windi dengan perasaan campur aduk.

Aku berdiri di dekat koridor kampus yang ramai oleh mahasiswa yang berlalu-lalang. Windi menunjuk ke arah sekumpulan cowok yang sedang duduk di tangga sambil tertawa.

"Tuh, yang pakai kaos hitam," bisik Windi.

Mataku menyipit, mencari sosok yang dimaksud. Dan saat itulah, duniaku kembali terhenti untuk yang ketiga kalinya.

Dia memang mirip. Bukan, dia bukan hanya mirip. Dia seolah-olah adalah Yayan yang ditarik dari masa lalu, lalu ditempa ulang oleh waktu menjadi sosok yang lebih sempurna. Jika dulu Yayan adalah versi remaja yang masih labil, cowok ini adalah versi dewasanya. Rahangnya jauh lebih tajam, memberikan kesan tegas dan maskulin. Tubuhnya lebih tegap, dan cara dia tertawa menunjukkan kepercayaan diri yang tidak dimiliki Yayan dulu.

Tapi yang paling membuatku merinding adalah matanya. Mata itu... bentuknya sama persis.

Tanpa diduga, cowok itu berdiri. Dia menyadari keberadaan kami atau lebih tepatnya, dia menyadari tatapanku yang tidak berkedip padanya. Dia berjalan menghampiri kami. Setiap langkahnya membuat saraf-saraf di tubuhku yang sudah tidur selama bertahun-tahun mendadak bangun dan berteriak "Waspada!".

Dia berhenti tepat di depanku. Jarak kami sangat dekat, mungkin kurang dari satu meter—jarak keramat yang selalu menjadi kutukanku sejak SMP.

"Hey, temen Windi ya?" suaranya berat, jauh lebih dalam dari suara Yayan yang kuingat. Dia tersenyum, sebuah senyum yang tidak hanya menarik bibirnya, tapi juga membuat matanya ikut berbicara. "Kenalin, gue Langit."

Langit. Namanya seindah sosoknya, tapi juga seluas rahasia yang mungkin dia simpan.

Berbeda dengan Yayan yang pendiam dan penuh misteri yang sulit dipecahkan, Langit adalah pribadi yang meledak-ledak. Pertemuan itu bukan hanya sekadar perkenalan singkat. Entah bagaimana ceritanya, takdir dan campur tangan Windi membuat Langit berakhir menjadi 'tutor'-ku untuk salah satu mata kuliah lintas jurusan yang aku ambil di kampusnya.

Di sinilah label "Mr. Langit: Tutor Nakal-ku" itu dimulai.

Langit bukan tutor yang membosankan yang hanya menjelaskan teori di atas kertas. Dia adalah tipikal cowok yang suka menggoda, memberikan teka-teki, dan selalu punya cara untuk membuat wajahku merah padam—persis seperti yang dilakukan Yayan dulu, tapi dengan cara yang jauh berbeda

"Jee, fokus ke bukunya, jangan fokus ke muka gue. Gue tau gue ganteng, tapi itu nggak bakal bikin lo lulus ujian," katanya suatu sore saat kami belajar di perpustakaan kampus.

Kalimatnya sederhana, tapi cara dia mengucapkannya sambil mencondongkan tubuh ke arahku, membuat wangi parfumnya tercium. Bukan bubble gum. Wangi Langit adalah campuran woody dan citrus yang segar, wangi laki-laki dewasa yang tahu apa yang dia mau.

Namun, di balik sifat nakalnya yang suka menjahiliku, aku sering menangkap momen di mana dia menatapku dalam diam. Tatapan itu... tatapan yang membuatku merasa dia tahu sesuatu tentangku. Atau mungkin, dia tahu bahwa setiap kali aku menatapnya, aku sebenarnya sedang mencari bayangan orang lain di wajahnya.

Berjalan bersama Langit rasanya seperti bermain api di tengah padang rumput yang kering. Aku takut. Aku takut jika kedekatan ini hanyalah pengulangan sejarah. Aku takut jika nanti, di tengah-tengah rasa yang mulai tumbuh, dia akan menghilang tanpa kata seperti yang dilakukan si "hantu" itu.

Tapi Langit berbeda. Dia agresif. Dia tidak membiarkanku berdiam diri dalam zona nyamanku yang kaku. Jika dulu aku hanya bisa "perang mata" dengan Yayan, Langit memaksaku untuk bicara, untuk berargumen, bahkan untuk tertawa barbar di depannya.

"Lo itu cantik, Jelita. Tapi lo kayak nyimpen tembok setinggi monas di depan lo," kata Langit suatu malam saat dia mengantarku pulang. Dia memegang stir mobilnya dengan santai, tapi matanya menatap lurus ke arahku. "Gue nggak tahu siapa yang bikin tembok itu, tapi gue punya banyak waktu buat ngeruntuhinnya satu-satu."

Saat itu, aku menyadari satu hal. Pertemuan dengan Langit bukan sekadar kebetulan yang bisa kusepelekan. Jika Yayan adalah badai yang menghancurkan masa remajaku, mungkin Langit adalah... langit itu sendiri. Tempat di mana badai itu akhirnya mereda, atau justru tempat di mana badai yang lebih besar sedang dipersiapkan.

Aku, Jelita Anna Tasya, kini berada di persimpangan. Antara tetap memeluk bayangan Yayan yang tidak pernah nyata, atau menyerahkan hatiku pada Langit, si tutor nakal yang kemiripannya dengan masa laluku terasa seperti lelucon paling kejam sekaligus paling manis dari semesta.

Satu yang pasti kali ini, aku tidak akan lari ke toilet karena kebelet pipis. Kali ini, aku akan berdiri di sana, menatap matanya, dan melihat ke mana takdir ini akan membawaku.

1
Vike Kusumaningrum 💜
Gimana ceritanya itu, maksapun kamu udah telat Yan, Langit udah jauuuuh merubah Jelita, bahkan udah icip2 jg. lah kamu ???

susah jadi dirimu Jee. mana sodaraan pula. 🤦‍♀️
jhiee: kedua nya boleh gak beb😭😭😭 soalnya aku aja dilema.. mau milih siapa🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
akan kan mereka bertemu ??

hohoho jawbanya ada di tangan kk author tercinta ini 🤣🤣🤣
jhiee: hahaha rahasia🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
🤣🤣🤣🤣masih jadi misteri , kucing agen rahasia 🤣🤣🤣
Desy Bengkulu
ngakak aku baca nya kak dari awal sampek yg ini , makan kurma si langit ngajarin yg enggak² berjung uji nyali kesabaran , tapi bagus sih, si langit bisa jaga kehormatan jelita
jhiee: sebenarnya ini novel harus di kasih label 21+ 🤣 karena ini gendre nya agak beda dari yang lain😭kalau di novel lain lebih mementingkan etika kalau di sini trabas aja🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!